Artikelilmiahs

Menampilkan 27.941-27.960 dari 50.167 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2794131315F1F017032DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN MIGRASI AMERIKA SERIKAT MELALUI EXECUTIVE ORDER 13769 TERHADAP PENEGAKAN HAM PADA MASA PEMERINTAHAN DONALD TRUMP (2017)Penelitian yang berjudul “Dampak Perubahan Kebijakan Migrasi Amerika Serikat Melalui Executive Order 13769 Terhadap Penegakan HAM Pada Masa Pemerintahan Donald Trump (2017)” ini memiliki focus penelitian untuk menganalisis tentang bagaimana kebijakan migrasi melalui Executive Order 13769 melanggar hak-hak kemanusiaan berdasarkan deklarasi maupun perjanjian internasional seperti dalam UDHR Pasal 13 mengenai hak-hak migran dan Pasal 14 mengenai hak-hak pencari suaka. Serta dalam ICERD Pasal 1(1) dan Pasal 4 mengenai penolakan atas segala bentuk diskriminasi. Executive Order 13769 dengan judul: Protecting the Nation from Foreign Terrorist Entry into the United States dinilai tidak sesuai dengan UDHR dan ICERD karena memiliki unsur diskriminasi. Dimana, kebijakan ini atau yang biasa disebut Travel Ban 1.0 melarang masuknya migran dari tujuh negara mayoritas Muslim yaitu, Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman dengan bentuk visa apapun. Dengan segala bentuk pertentangan atas kebijakan ini, kemudian Executive Order 13769 direvisi dengan Executive Order 13780 atau Travel Ban 2.0 dengan judul yang sama. Namun, Executive Order 13780 masih dinilai memiliki unsur diskriminasi. Atas respon mengenai hal tersebut kebijakan migrasi mengenai pencegahan tindak terorisme di Amerika Serikat ini, terus direvisi dengan final yang direvisi dengan Presidential Proclamation 9754 :Presidential Proclamation Enhancing Vetting Capabilities and Processes for Detecting Attempted Entry Into the United States by Terrorists or Other Public-Safety Threats.The research that has the title"The Impact of the Change in United States Migration Policy through Executive Order 13769 on Human Rights Enforcement during Donald Trump's Administration (2017)" has a research focus to analyze how migration policy through Executive Order 13769 violates human rights based on international declarations and treaties. as in UDHR Article 13 concerning the rights of migrants and Article 14 concerning the rights of asylum seekers. As well as in ICERD Article 1 (1) and Article 4 regarding the rejection of all forms of discrimination. Executive Order 13769 with the title: Protecting the Nation from Foreign Terrorist Entry into the United States is considered incompatible with UDHR and ICERD because it has an element of discrimination. Where, this policy or what is commonly called Travel Ban 1.0 prohibits the entry of migrants from seven Muslim majority countries, namely, Syria, Iran, Iraq, Sudan, Libya, Somalia, and Yemen with any form of visa. With all forms of conflict with this policy, then Executive Order 13769 was revised with Executive Order 13780 or Travel Ban 2.0 with the same title. However, Executive Order 13780 is still considered to have an element of discrimination. In response to this, the migration policy regarding the prevention of acts of terrorism in the United States continues to be revised with a final revised with Presidential Proclamation 9754: Presidential Proclamation Enhancing Vetting Capabilities and Processes for Detecting Attempted Entry Into the United States by Terrorists or Other Public-Safety Threats.
2794231316F1D016030Peran Broker Pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 Di Desa Mlayang Kabupaten BrebesPola patronase dan pertukaran klientelistik merupakan suatu metode dalam
mencari suara massa pada pemilihan umum. Metode ini biasa digunakan paling sering
dijumpai dengan menggunakan jasa broker sebagai perantara antara pihak patron yang
merupakan kader dari partai Gerindra dan masyarakat Desa Mlayang. Pola patronase
yang menggunakan jasa broker dijadikan model dalam memperoleh suara massa di
Desa Mlayang, hal ini digunakan untuk menjangkau massa yang tidak dapat dijangkau
langsung oleh kandidat yang terlibat langsung dalam pemilihan, sehingga partai
menggunakan jasa broker untuk memperoleh suara di level grass root. Penggunaan
jasa broker juga tidak lepas dari adanya transaksi politik yang terjadi langsung sebagai
biaya operasional broker dalam kampanye dan pendekatan yang dilakukan oleh broker
untuk mengumpulkan dukungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh broker dalam
Pemilihan Presiden tahun 2019 di Desa Mlayang memberikan hasil yang dapat
memenangkan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno dengan adanya keuntungan
materil yang diterima broker dan melihat aktor-aktor lokal yang memiliki pengaruh
yang kuat untuk pemenangan suara pasangan calon nomor urut 02 tersebut hanya
unggul dengan seilisih 90 suara. Hal ini terjadi pada masyarakat yang secara kultur
masih homogen yang berlatar belakang nadhliyin yang mana pada pilpres 2019 yang
lalu, NU memberikan dukungan pada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf
Amin. Namun, adanya broker dapat membalikkan keadaan tersebut.
Patronage patterns and clientelistic exchanges are a method of seeking mass votes in general elections. This method is most commonly used by using brokerage services as an intermediary between the patron who is a cadre from the Gerindra party and the people of Mlayang Village. Patronage patterns that use brokerage services are used as a model in gaining mass votes in Mlayang Village, this is used to reach masses who cannot be directly reached by candidates who are directly involved in the election, so that parties use brokerage services to get votes at the grass root level. The use of brokerage services is also inseparable from the existence of political transactions that occur directly as broker's operational costs in the campaign and the approach taken by brokers to gather support. This study uses a qualitative research method with a case study approach.
The results of this study indicate that the influence of brokers in the 2019 Presidential Election in Mlayang Village provides results that can win the Prabowo-Sandiaga Uno candidate pair with the material benefits received by brokers and seeing local actors who have a strong influence on winning the pair's votes. Candidate number 02 only won separated with 90 votes. This happens to people who are culturally still homogeneous with a nadhliyin background, which in the last 2019 presidential election, NU supported the pair number 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. However, having a broker can reverse this situation.
2794331294A1C016031MODEL PEMBUKAAN STOMATA BAYAM HIJAU (Amaranthus Hybridus) PADA PLANT FACTORYTanaman bayam hijau (amaranthus hybridus ) menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak diminati masyarakat indonesia karena kandungna gizinya. Peningkatan jumlah penduduk telah menyababkan peningkatan kebutuhan bahan pangan, namun luas lahan dan iklim menjadi salah satu kendala yang perlu diperhatikan. Plant-factory merupakan alat yang dirancang untuk mengatasi masalah lahan sempit dan juga dapat mengontrol parameter iklim mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Membuat model pembukaan stomata dengan parameter suhu, kelembaban dan radiasi pada tanaman bayam hijau dalam plant factory dengan multi linier regresi 2. Mengetahui variabel yang mempengaruhi akurasi model bukaan stomata.
Penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Pengembangan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal dan semester genap. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bayam hijau , pupuk ab mix, rockwool, dan air. Sedangkan alat yang digunakan berupa alat tulis, microsoft excel, lux meter, termometer infrared, styrofoam, termometer digital, net pot, rockwool, nampan, lampu growlight led merah dan lampu growlight led biru masing-masing 48 watt, preparat, mikroskop, kamera, dan 2 plant factory, mesin pendingin dengan kapasitas 0,2 pk. Variabel pengukuran yang diambil yaitu suhu atas dan bawah daun, suhu lingkungan dan kelembaban, intensitas atas dan bawah daun dan lebar bukan stomata. Hubungan variabel tersebut kemuadian dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda (multi-linear regression).
Hasil menunjukkan bahwa nilai R2 pada percobaan 1 (running 1) meningkat dengan penambahan variabel RH. Peningkatan tersebut dari 0.52 menjadi 0.82. Pada percobaan 2, peningatan terjadi dari 0.37 menjadi 0.55. Model tersebut menunjukan kelembaban merupakan variabel yang cukup berpengaruh pada bukaan stomata dikarenakan memiliki nilai koefisien yang paling besar. Model dengan penambahan variabel kelembaban memiliki nilai R2 yang lebih baik daripada yang tidak menambahkan variabel kelembaban.
Green spinach (amaranthus hybridus) is one of the most popular vegetable commodities in Indonesia because of its nutritional content. The increase in population has caused an increase in the need for food, however, land area and changing climate are among the obstacles that need attention. By using a tool called a plant factory which is designed to solve the problem of narrow land and can also control microclimate parameters. The objectives of this study were 1. To make a model for the opening of the stomata with parameters of temperature, humidity and radiation in green spinach in the plant factory by using multi-linear regression 2. To know the variables that affect the accuracy of the stomatal opening model
The research was conducted at the Laboratory of Bio-Environmental Control and Development Engineering (TPPBL), Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted in odd semester and even semester. The tools and materials used in this study were green spinach seeds, ab mix fertilizer, rockwool, and water. While the tools used are in the form of stationery, microsoft excel, lux meter, infrared thermometer, styrofoam, digital thermometer, net pot, rockwool, tray, red led growlight lamp and blue led growlight lamp each 48 watts, preparations, microscope, camera, and 2 factory factories, cooling machines with a capacity of 0.2 pk. Measurement variables taken were upper and lower leaf temperature, ambient temperature and humidity, upper and lower leaf intensity and non-stomata width. The relationship between these variables was then analyzed using multiple regression analysis methods.
The results obtained indicate that the R2 value in experiment 1 (running 1) increases with the addition of the RH variable. The increase was from 0.52 to 0.82. In experiment 2, the increase occurred from 0.37 to 0.55. This model shows that humidity is a variable that has a significant influence on the stomatal opening because it has the greatest coefficient value. Models with the addition of the humidity variable have a better R2 value than those without adding the humidity variable.
2794431298F1F016047Analisis Efektivitas Our Eyes Initiative sebagai Upaya Peningkatan Stabilitas Keamanan Di Kawasan Regional ASEAN Tahun 2016-2020Terorisme merupakan bentuk kejahatan atau teror yang mengganggu masyarakat umum dalam skala kecil. Terorisme bisa membahayakan eksistensi negara dan menjadi masalah serius yang terjadi di dunia. Teroris adalah aktivitas teror atau serangan yang terkoordinasi yang bertujuan untuk membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Kejahatan transnasional ini berbahaya karena dampak besar yang menyebabkan cacat fisik bahkan kematian. Ancaman terorisme sekarang bukan saja ancaman tradisional tetapi menjadi isu non-tradisional, yang membuat ancaman ini telah berkembang pesat dan menyebar ke berbagai kawasan salah satunya Asia Tenggara. Asia Tenggara menjadi kawasan “medan pertempuran kedua” setelah timur tengah. Hal tersebut mengharuskan negara-negara di ASEAN melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kejahatan terorisme yang terjadi di kawasan, salah satunya adalah membentuk Our Eyes Initiatives. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama Efektivitas Our Eyes Initiative sebagai Upaya Peningkatan Stabilitas Keamanan di Kawasan Regional ASEAN Tahun 2016-2020 dengan menggunakan teori regional security complex dan konsep efektivitas rezim. Fokus penelitian ini mengarah kepada bagaimana efektivitas dan dampak dari program Our Eyes Initiative sebagai upaya peningkatan stabilitas keamanan di kawasan regional ASEAN tahun 2016-2020.Terrorism is a form of crime or terror that disturbs the general public on a small scale. Terrorism can endanger the existence of a country and become a serious problem in the world. Terrorists area unit terror activities or coordinated attacks geared toward arousing feelings of terror against a gaggle of individuals. This multinational crime is dangerous due to the large impact that causes physical incapacity and even death. The threat of coercion is no longer solely a conventional threat however a non-traditional issue, that makes this threat grow quickly and unfold to numerous regions, one of which is Southeast Asia. Southeast Asia has become a “second battlefield” after the Middle East. This requires countries in ASEAN to make various efforts to overcome the crimes of terrorism that occur in the region, one of which is to form Our Eyes Initiatives. This study aims to determine the effectiveness of the Our Eyes Initiative as an Effort to Increase Security Stability in the ASEAN Regional Region 2016-2020 by using the regional security complex theory and the concept of regime effectiveness. The focus of this research leads to the effectiveness and impact of the Our Eyes Initiative program as an effort to increase security stability in the ASEAN region in 2016-2020.
2794531299I1E015017Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Kecerdasan Emosi dengan Akurasi Open Smash Bola Voli Atlet Klub Bina Voli Banyumas (BVB)Latar Belakang : Berdasarkan observasi di klub Bina Voli Banyumas, ketika seorang atlet gagal melakukan open smash, ia akan merasa tidak akurat untuk melakukan smash dan takut apabila bola akan keluar dari lapangan. Permainan yang disaksikan oleh banyak orang dapat membuat seorang atlet merasa sulit mengendalikan emosi yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Selain itu, melakukan smash dengan keadaan emosi dapat membuat hasil smash tidak akurat.
Metodologi : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan tes. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional. Survey dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data variabel X yang terdiri dari kepercayaan diri dan kecerdasan emosi. Tes akurasi smash digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur akurasi open smash bola voli sebagai variabel Y.
Hasil Penelitian : Terdapat hubungan positif signifikan antara kepercayaan diri dengan akurasi open smash dengan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,848. Terdapat hubungan positif signifikan antara kecerdasan emosi dengan akurasi open smash dan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,744. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kecerdasan emosi dengan akurasi open smash atlet di Klub Bina Voli Banyumas (BVB) dengan nilai signifikansi F change 0,000 < 0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara kepercayaan diri dan kecerdasan emosi dengan akurasi open smash Atlet Klub Bina Voli Banyumas.
Background : Based on observations at the Bina Voli Banyumas Club, when an athlete fails to do an open smash, he or she will feel not accuracy about doing another smash and afraid that the ball will come out of the field. Games that are watched by many people can make an athlete find it difficult to control the emotions that result from the failure. Also, doing a smash in an emotional circumstances can make the smash result inaccurate.
Methods : The research method used in this research were survey and test. This research design uses a correlational design. The survey in this study was used to collect data on variable X consisting of self-confidence and emotional intelligence. The smash accuracy test was used in this study to measure the accuracy of the volleyball open smash as the Y variable.
Result : There is a significant positive relationship between self-confidence and open smash accuracy with a correlation coefficient level of 0.848. There is a significant positive relationship between emotional intelligence and open smash accuracy and a correlation coefficient level of 0.744. There is a significant and positive relationship between self-confidence and emotional intelligence with the accuracy of the open smash of athletes at the Bina Voli Banyumas Club with a significance value of F change 0.000 <0.05.
Conclusion : There is a significant relationship between self-confidence and emotional intelligence with the accuracy of the open smash at Bina Voli Banyumas Club Athletes.

2794631300F1F016044KEPATUHAN JEPANG TERHADAP KODE ETIK GLOBAL UNTUK PARIWISATA UNITED NATIONS WORLD TOURISM ORGANIZATION (UNWTO) TAHUN 2014-2019Pariwisata sebagai industri yang berkembang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Namun, selain memberikan dampak positif, pariwisata juga seringkali memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan sosial. Maka dari itu, untuk menciptakan pariwisata yang bertanggung jawab, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) membuat prinsip dan aturan kepariwisataan yang terangkum dalam Kode Etik Global untuk Pariwisata. Kode etik ini terdiri dari 10 pasal yang menjadi pokok pembahasan yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dalam penelitian yang berjudul “Kepatuhan Jepang terhadap Kode Etik Global untuk Pariwisata United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Tahun 2014-2019”, penulis ingin menjelaskan bagaimana Jepang sebagai salah satu anggota afiliasi UNWTO mematuhi kode etik tersebut dalam kegiatan pariwisatanya. Indikator yang digunakan untuk mengukur kepatuhan adalah output, outcome, dan impact yang dikemukakan oleh Ronald B. Mitchell. Penelitian ini berfokus pada bagaimana penerapan Kode Etik Global untuk Pariwisata dalam kegiatan pariwisata di Jepang, perubahan perilaku apa yang ditimbulkan, dan bagaimana dampak terhadap kegiatan pariwisata.Tourism as a developing industry has an important role in the economic development of the country. However, apart from having a positive impact, tourism also often caused negative impacts on environment and social. Therefore, to create responsible tourism, the United Nations World Tourism Organization (UNWTO) has made tourism principles and rules summarized in the Global Code of Ethics for Tourism. This code of ethics consists of 10 articles which are the subject of discussion covering the economic, social, cultural and environmental fields. In the research entitled "Kepatuhan Jepang terhadap Kode Etik Global untuk Pariwisata United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Tahun 2014-2019", The author wants to explain how Japan as an affiliate member of the UNWTO complies with this code of ethics in its tourism activities. The indicators used to measure compliance are output, outcome, and impact that suggested by Ronald B. Mitchell. This research focuses on how the implementation of the Global Code of Ethics for Tourism in tourism activities in Japan, what changes in behavior are caused, and how it impacts tourism activities.
2794731301F1B016004Pengaruh Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten BanyumasKinerja Pegawai menjadi sorotan yang penting dalam melihat suatu hasil yang dikerjakan suatu organisasi di dalam Pemerintahan Indonesia. dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan dan peluang, aparatur negara sebagai pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang positif dan singnifikan antara Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Sasaran dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang berjumlah 50 pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan menggunakan Korelasi Kendall Tau, Kendall W dan Regresi Ordinal. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 For Windows.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdpat pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Hal ini dibuktikan dengan dari hasil uji regresi ordinal yang diketahui nilai koefisien regresi sebesar α 0,338 memiliki hasil positif, dengan taraf kepercayaan 95% (0,005) dengan df=2, Nilai Sig. Mendapatkan 0,000 < 0,005 , sehingga dapat dikatakan hasil perhitungan regresi ordinal adalah signifikan.
Employee performance is an important spotlight in seeing an outcome that is carried out by an organization within the Indonesian Government. In facing the era of globalization which is full of challenges and opportunities, state apparatus as public servants must provide the best possible service. The purpose of this study is to determine the positive and significant influence between Work Motivation and Work Facilities on Employee Performance of the Banyumas District Education Office.
The research was conducted at the Banyumas District Education Office. The target of this research is the staff of the Banyumas Regency Education Office, amounting to 50 employees. The research method used is a survey research method with data collection using questionnaires, observation and documentation. The data analysis technique used was Kendall Tau Correlation, Kendall W and Ordinal Regression. Data processing was performed using the SPSS 16.0 For Windows program.
Based on the research results, it can be concluded that there is a positive and significant influence between work motivation and work facilities on the employee performance of the Banyumas district education office. This is evidenced by the results of the ordinal regression test which shows that the regression coefficient value of α 0.338 has a positive result, with a confidence level of 95% (0.005) with df = 2, the value of Sig. Getting 0.000 <0.005, so it can be said that the result of the ordinal regression calculation is significant.
2794831303A1C016019Strategi Pengembangan Halal Center Berdasarkan Preferensi UMKM Di Wilayah Kabupaten Purbalingga Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)Halal Center merupakan institusi yang berfungsi untuk membantu mempermudah proses sertifikasi halal UMKM. Strategi pengembangan Halal Center sangat penting dalam upaya meningkatkan produk halal UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, aktor, tujuan dan alternatif strategi pengembangan Halal Center dengan menggunakan metode AHP dibantu dengan software Expert Choice dan Microsoft Excel.
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan teknik wawancara laddering untuk mengetahui strategi yang penting dalam pengembangan Halal Center. Prinsip pokok AHP yaitu decomposition (penjabaran), comparative judgment (tingkat perbandingan), synthesis of priority (sintesa prioritas), logical consistency (konsistensi logis). Responden dalam penelitian ini berjumlah 56 orang, terdiri dari 54 responden pelaku UMKM (makanan dan minuman) dan 2 responden ahli (expert) yang ada di wilayah Kabupaten Purbalingga diambil menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara pengambilan purposive sampling dan snowball sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi sertifikasi halal berdasarkan preferensi responden di wilayah Kabupaten Purbalingga adalah kepercayaan konsumen (0,167), modal (0,145), jenis dan ketersediaan bahan baku halal (0,132), dan omzet (0,126). Aktor yang berperan dalam pengembangan Halal Center berdasarkan preferensi responden di wilayah Kabupaten Purbalingga adalah UMKM (0,28155), Pemda (0,16097), LPH (0,136114) dan BPJPH (0,133143). Tujuan yang akan dicapai Halal Center untuk meningkatkan produk halal berdasarkan preferensi responden di wilayah Kabupaten Purbalingga adalah Halal Center sebagai pusat edukasi halal (0,503505). Alternatif strategi yang penting dilakukan dalam pengembangan Halal Center berdasarkan preferensi responden di wilayah Kabupaten Purbalingga adalah edukasi masyarakat (pelatihan dan sosialisasi) (0,402683). Alternatif strategi ini dapat digunakan menjadi kebijakan Halal Center dalam mendukung pertumbuhan industri halal dengan mengadakan edukasi masyarakat terkait dengan pentingnya sertifikasi halal untuk pengembangan produk UMKM.
The Halal Center is an institution to help micro and small-medium enterprises (MSMEs) to obtain halal certification for their product. The Halal Center development strategy is critical facing the regulatory of halal certification compulsory for MSMEs. This study aims to determine the factors, actors, and development strategies for Halal Center using the AHP method assisted by the Expert Choice software and Microsoft Excel.
This study used the Analytical Hierarchy Process (AHP) method following the laddering interview technique to determine the Halal Center development's crucial strategies. A total of 54 owners of food and beverage MSMEs were interview in this study, together with two experts. This study took place in Purbalingga Regency from Juni to September 2020. Purposive sampling combined with snowball sampling, were used to collect data. The main principles of AHP are decomposition, comparative judgment, synthesis of priority, logical consistency. The results of this study indicate that the most influential factors for halal certification process based on respondents' preferences are consumer trust (0.167), capital (0.145), type and availability of halal raw materials (0.132), and turnover (0.126). Actors who play an important role in the development of the Halal Center are MSMEs (0.28155), local government (0.16097), Halal Inspection Agency or LPH (0.136114) and BPJPH (0.133143). The crucial Halal Center goal, according to respondents, is that being an education centre (0.503505). An alternative strategy that is important in developing the Halal Center based on respondents' preferences in the Purbalingga Regency is community education (training and outreach) (0.402683). This alternative strategy can be used by Halal Center in supporting the growth of the halal industry by educating the potential MSMEs regarding the importance of halal certification.
2794931302F1A016053PEMAKNAAN TENTANG ROKOK PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN
UNSOED
Dewasa ini merokok menjadi kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan bahkan menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian besar orang di Indonesia. Perilaku merokok pada umumnya adalah memasukan bahan yang berasal dari tembakau yang dihisap sebagai tindakan untuk memperoleh kenikmatan. Saat ini, Indonesia masih menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia (61,4 juta perokok), setelah China dan India. Merokok sudah melanda berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Studi yang dilakukan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pusat Kajian Jaminan Nasional Universitas Indonesia menyebut sebanyak 36,3% remaja di atas 15 tahun menjadi perokok aktif. Penelitian ini dilakukan pada kalangan mahasiswa yang mengenyam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Terdapat pandangan dalam masyarakat bahwa mahasiswa yang mempelajari ilmu kesehatan memiliki kepribadian serta perilaku kesehatan yang lebih baik salah satunya yaitu tidak merokok. Namun pada kenyataannya perilaku merokok tetap dilakukan oleh sebagian mahasiswa ilmu kesehatan. Untuk itu penelitian ini dilakukan bermaksud mengetahui pemaknaan tentang rokok pada mahasiswa ilmu kesehatan. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dam teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Fikes Unsoed berbeda-beda dalam memaknai rokok. Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok tersebut berdasarkan pengalaman yang dimaknai informan. Keinginan untuk mengonsumsi rokok muncul atas dasar dorongan dalam diri untuk mengetahui dan merasakannya. Oleh karena itu perilaku merokok yang dialami individu tersebut dimaknainya masing-masing individu dengan penuh arti. Pengetahuan informasi mengenai rokok dari kandungan akan bahaya rokok hingga pencegahannya diperoleh setiap mahasiswa Fikes Unsoed. Namun dalam hal ini, peneliti menyimpulkan bahwa informasi yang diperoleh dari pembelajaran khususnya di lingkungan Fikes Unsoed mengenai bahaya rokok serta pencegahan merokok belum sepenuhnya dapat membantu individu terutama mahasiswa yang berkeinginan untuk berhenti merokok dan menerapkan perilaku untuk tidak merokok dalam keseharian.Nowadays smoking has become a habit that cannot be abandoned and even becomes a necessity for most people in Indonesia. Smoking behavior in general is to include materials derived from smoked tobacco as an act of pleasure. Currently, Indonesia is still the third country with the highest number of active smokers in the world (61.4 million smokers), after China and India. Smoking has hit various circles of society in Indonesia, from children, adolescents, to the elderly. Studies conducted by the School for Strategic and Global Studies, the Center for National Guarantee Studies The University of Indonesia said that as many as 36.3% of adolescents were over 15 years of age become an active smoker. This research was conducted among students who studied health science education. There is a view in society that students studying health science have better health personalities and behaviors, one of which is not smoking. However, in fact smoking behavior is still practiced by some health science students. For this reason, this research was conducted to determine the meaning of smoking in health science students. The research was conducted on students of the Faculty of Health Sciences (Fikes) Unsoed using descriptive qualitative research methods. The technique of determining the informants used purposive sampling and the data collection technique used was interviews. The results showed that students of the Unsoed Faculty of Medicine differed in their interpretation of cigarettes. The factors that influence smoking behavior are based on the experience interpreted by the informants. The desire to consume cigarettes arises from an inner urge to know and feel it. Therefore, the smoking behavior experienced by these individuals is interpreted by each individual with full meaning. Knowledge of information about smoking, from the content of the dangers of smoking to its prevention, was obtained by every student of the Unsoed Faculty of Medicine. However, in this case, the researcher concluded that the information obtained from learning, especially in the Fikes Unsoed environment regarding the dangers of smoking and smoking prevention, has not been able to fully help individuals, especially students who wish to quit smoking and apply non-smoking behavior in their daily lives.
2795031304G1A017046PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) TERHADAP GAMBARAN
HISTOPATOLOGIS LAMBUNG PADA HEWAN COBA
Studi Uji Toksisitas Akut pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus)
Konsumsi makanan asam dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung (HCl) dan produksi gas berlebih dalam lambung. Makanan asam dapat memicu refluks asam yang dapat mengiritasi mukosa lambung. Rasa asam pada buah markisa ungu berpotensi menyebabkan kerusakan histopatologis lambung yang dapat diamati secara mikroskopis. Gambaran kerusakan pada mukosa lambung dapat berupa deskuamasi epitel, erosi epitel, dan ulkus epitel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) terhadap gambaran histopatologis lambung tikus Wistar (Rattus norvegicus) pada uji toksisitas akut. Penelitian ini menggunakan metode analitik ekperimental dengan desain post test only with control group. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok; A) kontrol dengan aquades, B, C, D, dan E sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian sari markisa ungu dosis masing-masing 4,2; 8,4; 12,6; dan 16,8 mL/200gBB/hari. Terminasi hewan coba dilakukan di hari ke-14 untuk pengambilan organ lambung yang selanjutnya dilakukan pembuatan preparat dan pengamatan secara mikroskopis. Skor integritas mukosa lambung dihitung berdasarkan scoring Barthel Manja. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan gambaran histopatologis lambung antar kelompok (p>0,05), yaitu nilai p= 0,698. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis pada hewan coba tidak berpengaruh terhadap gambaran histopatologis lambung tikus Wistar (Rattus norvegicus) pada uji toksisitas akut.Consumption of acidic foods can cause an enhancement of the production of stomach acid (HCl) and excess gas. Acidic foods can trigger acid reflux which can irritate the gastric mucosa. The sour taste of purple passion fruit has the potential to cause histopathological damage to the stomach. The microscopic picture of the damage can include epithelial desquamation, epithelial erosion, and epithelial ulcers. The aim of this study was to find out the effect of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) on the histopathological picture of the stomach of Wistar rats (Rattus norvegicus) in acute toxicity test. This experimental study used 25 Wistar strain male rats (Rattus norvegicus) which were divided into 5 groups; A) control with aquadest, B, C, D, and E as treatment group with a dose of 4.2, 8.4, 12.6, and 16.8ml/200gBW/day each. The termination was carried out on the 14th day for taking the organs, making preparations and microscopic observation. The gastric mucosal integrity score used Barthel Manja scoring. The results of this experiment were analyzed using Kruskal Wallis non-parametric test. The results show that there is no significant effect in the histopathological picture of the stomach between groups (p>0.05) with p value = 0.698. The conclusion of this study is that the presentation of purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) juice in various doses in experimental animals do not affect the histopathological picture of the stomach of Wistar rats (Rattus norvegicus) in acute toxicity test.
2795131305H1A017091PERANCANGAN APLIKASI ANDROID PENDETEKSI MASKER MUKA DENGAN TEKNIK DEEP LEARNINGCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, penyakit ini dapat menular dengan cepat secara droplet. Sehingga semua orang harus menjaga dan melindungi diri dengan berbagai macam protokol kesehatan, salah satunya adalah memakai masker ketika keluar rumah. Dalam kebiasaan baru penggunaan masker muka merupakan suatu kewajiban. Maka dari itu diperlukan sebuah aplikasi untuk mendeteksi pemakaian masker muka agar orang-orang lebih disiplin dan peduli terhadap hal tersebut. Pendeteksi masker muka dibangun dengan menggunakan teknik deep learning. Arsitektur yang digunakan yaitu jenis MobileNetV2 dan VGG16Net serta menggunakan deteksi muka dengan SSD ResNet10 dan library MTCNN. Pelatihan dan pengujian model dilakukan pada infrastruktur Google Colaboratory. Hasil dari pelatihan model tersebut kemudian disimpan dan dikonversi ke dalam bentuk file TensorFlow Lite yang selanjutnya diimpor ke dalam project pada Android Studio agar dapat diimplementasikan pada aplikasi Android. Hasil pelatihan dan validasi arsitektur CNN pada Google Colaboratory menggunakan arsitektur VGG16Net mendapatkan nilai akurasi pelatihan dan validasi sebesar 0.9967 dan 0.9909 lebih tinggi daripada arsitektur MobileNetV2 yaitu 0.9939 dan 0.9870, sedangkan untuk nilai kesalahan pelatihan dan validasi sebesar 0.0140 dan 0.0295 untuk aristektur VGG16Net lebih rendah daripada arsitektur MobileNetV2 yaitu 0.0210 dan 0.0387. Pada pengujian model deteksi masker muka, kombinasi algoritma yang menggunakan arsitektur MobileNetV2 lebih unggul daripada arsitektur VGG16Net dalam melakukan klasifikasi, sedangkan untuk algoritma deteksi wajah SSD ResNet10 lebih unggul daripada library MTCNN. Kemudian pada pengujian aplikasi android nilai yang didapatkan akurat karena hampir seluruh pengujian mendapatkan tingkat probabilitas yang tinggi. Lama inference time terbaik pada ponsel Mi A1 untuk menyatakan akurat dalam melakukan deteksi masker muka yaitu 110 ms. Terdapat faktor yang mempengaruhi kesalahan deteksi yaitu jarak, intensitas cahaya, jenis masker yang menyerupai wajah, dan spesifikasi ponsel.Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by a new type of corona virus, this disease can be transmitted quickly in droplets. So that everyone must maintain and protect themselves with various kinds of health protocols, one of which is wearing a mask when leaving the house. In the new habit, the use of face masks is an obligation. Therefore an application is needed to detect the use of face masks so that people are more disciplined and using face masks. Face mask detection is built using deep learning techniques. The architecture used is the type of MobileNetV2 and VGG16Net and uses face detection with SSD ResNet10 and library MTCNN. Model training and testing is carried out on the Google Colaboratory infrastructure. The results of the model training are then stored and converted into a TensorFlow Lite file which is then imported into the project in Android Studio so that it can be implemented in the Android application. The results of training and validation of the CNN architecture at Google Colaboratory using the VGG16Net architecture get training and validation accuracy values of 0.9967 and 0.9909 higher than the MobileNetV2 architecture, namely 0.9939 and 0.9870, while the value of training and validation errors is 0.0140 and 0.0295 for VGG16Net architecture, which is lower than the MobileNetV2 architecture, namely 0.0210 and 0.0387. In testing the face mask detection model, the combination of algorithms using the MobileNetV2 architecture is superior to the VGG16Net architecture in performing classification, while the SSD ResNet10 face detection algorithm is superior to the library MTCNN. Then in testing the android application the value obtained is accurate because almost all tests get a high level of probability. The best inference time on the Smartphone Mi A1 to be accurate in detecting face masks is 110 ms. There are factors that affect detection errors, namely distance, light intensity, types of masks that resemble faces, and smartphone specifications.
2795231307A1L113080Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau Pada InceptisolPenelitian ini bertujuan: (1). Mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, (2). Mengetahui karakter pertumbuhan dan hasil antar varietas kacang hijau yang ditanam di tanah inceptisol (3). Mengetahui pertumbuhan dan hasil kacang hijau berbagai varietas dengan aplikasi jenis pupuk organik berbeda.
Penelitian dilaksanakan di Screen House, Fakultas Pertanian UNSOED dan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 110 m diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 sampai bulan Juni 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yaitu P0 = tanpa diberi pupuk P1 = pupuk organik dari urin kelinci P2 = pupuk organik dari rumen sapi. Faktor kedua adalah jenis varietas yaitu V1 = varietas local V2 = varietas vima-1 dan V3 = varietas kutilang masing - masing faktor dikombinasikan dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan. Perlakuan diulang tiga kali dengan tiga polibag per perlakuan, sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan yang diperlukan adalah 81 polybag. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (buah), luas daun (cm2), jumlah polong (buah), jumlah cabang (buah), bobot biji (g), dan bobot 100 biji (g). Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf p=5%, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf p=5%.
Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan pemupukan berbagai jenis pupuk organik tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada variabel pertumbuhan dan hasil kacang hijau, varietas menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik ditunjukkan pada variabel tinggi tanaman dengan tinggi 41 cm pada varietas vima 1, jumlah polong sebanyak 71 buah pada varietas kutilang dan bobot biji sebesar 7,31 g pada varietas vima 1, dan tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik terhadap varietas kacang hijau
The purposes of this study are: (1). to know the effect of the application of organic fertilizers on the growth and yield of mung bean ; (2). to know the growth and yield characters between mung bean varieties grown on inceptisol (3). to know the growth and yield of various varieties of mung beans with the different types of organic fertilizers.
The research was conducted at the Screen House and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture UNSOED, Karangwangkal, North Purwokerto District, Banyumas Regency, the altitude about 110 m ASL. This research was conducted from March 2019 to June 2019. The design used was randomized completed block design (RCBD) with 2 factors. First factor was organic fertilizer types, named as P0 = not given fertilizer, P1 = organic fertilizer from rabbit urine, P2 = organic fertilizer from the cow's rumen. Second factor was type of mung bean varieties, named as V1 = local varieties, V2 = Vima-1 varieties, and V3 = Kutilang varieties. Each factor was combined and resulted 9 treatments. All treatments were repeated three times, three polybags each, so the sum of experimental units required was 81 polybags. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (piece), leaf area (cm2), number of pods (piece), number of branches (piece), seed weight (g), and weight of 100 seeds (g). The data were analyzed by variance at the level of 5%, it would be continued by the DMRT test at the level of 5% if the effect was significant.
The results of this study showed that fertilization treatment of various types of organic fertilizers did not have a significant effect on the growth and yield variables of green beans, the varieties showed a growth response and the best results were shown in the variable plant height with 41 cm in the vima 1 variety, the number of pods as many as 71 pods in the kutilang variety and the seed weight of 7.31 g in the vima 1 variety and there was no interaction between the treatment of organic fertilizer on species existing varieties.
2795331308F1I014021KERJA SAMA INDONESIA-VIETNAM DALAM PENANGANAN KASUS ILLEGAL FISHING DI WILAYAH PERAIRAN INDONESIA PADA ERA JOKOWI TAHUN 2014-2018ABSTRAK
Indonesia sebagai negara dengan banyak sumber daya ikan telah menjadi target yang menarik untuk tindakan illegal fishing. Salah satu negara tetangga yang tertangkap melakukan tindakan ini adalah Vietnam. Indonesia sebagai negara yang mengadang-gadangkan visi poros maritim dunia diera Jokowi ini sangat serius untuk memberantas illegal fishing. Indonesia bekerja sama dengan Vietnam dengan membuat Nota Kesepahaman atau MoU untuk memberantas illegal fishing demi mewujudkan keamanan maritim yang lebih baik. Kerja sama ini bertujuan untuk mengurangi tindakan pencurian ikan diwilayah perairan kedua negara sekaligus memperbaiki hubungan kedua negara akibat maraknya illegal fishing di wilayah perairan Indonesia yang dilakukan oleh pihak Vietnam. Berkurangnya tindakan illegal fishing yang dilakukan oleh pihak Vietnam membuktikan bahwa dengan adanya MoU ini dapat mempererat hubungan bilateral diantara kedua negara. Dalam penulisan ini menggunakan konsep kerja sama bilateral untuk menganalisis kerja sama di antara kedua negara dengan metodologi kulitatif dan teknik pengumpulan data, di dalam penelitian ini bersifat deskriptif.
ABSTRACK
Indonesia as a country with a lot of fish resources has become an attractive target for illegal fishing. One of the neighboring countries caught doing this action is Vietnam. Indonesia, as a country that is manipulating the vision of the world's maritime axis, in Jokowi's mind is very serious about eradicating illegal fishing. Indonesia is working with Vietnam by making a Memorandum of Understanding or MoU to combat illegal fishing in order to achieve better maritime security. This cooperation aims to reduce illegal fishing in the territorial waters of the two countries as well as improve relations between the two countries due to rampant illegal fishing in Indonesian waters committed by the Vietnamese. The reduction in illegal fishing by the Vietnamese side proves that this MoU can strengthen bilateral relations between the two countries. In this paper, using the concept of bilateral cooperation to analyze cooperation between the two countries with a qualitative methodology and data collection techniques, this research is descriptive in nature.
2795431309B1A016013ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DESA ADAT KALISALAK
KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN
BANYUMAS
Desa Adat Kalisalak merupakan desa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah. Masyarakat Desa Adat Kalisalak masih menggunakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar pemukiman untuk keberlangsungan hidupnya dan salah satunya dimanfaatkan sebagai obat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat masih banyak dilakukan oleh masyarakat di suatu daerah, hal ini dirasakan lebih praktis kerena tersedia di lingkungan masyarakat setempat. Pengenalan terhadap berbagai spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah hal yang dapat dilakukan sebelum kita melakukan penyebarluasan pemanfaatan terhadap tumbuhan obat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang digunakan sebagai obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Adat Kalisalak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik random sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural dengan menggunakan panduan kuisoner. Penentuan responden adalah perwakilan yang diambil dari 5 dusun yaitu Depok, Karang Sari, Pandak Reja, Grumbul Semingkir dan Karang Banar yang masing masing dusun diambil 10 responden meliputi penjual jamu, dukun bayi, kader PKK, tokoh masyarakat yaitu perangkat desa serta tokoh adat, dan masyarakat setempat. Variabel dari penelitian ini adalah keanekaragaman tumbuhan obat dan cara pemanfaatannya, sedangan parameter yang diamati karakter morfologi tiap spesises, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahannya dan manfaat dari tumbuhan obat yang diketahui masyarakat Desa Adat Kalisalak. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif komparatif.
Hasil penelitian ini didapat bahwa keanekaragaman tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas ialah sebanyak 38 spesies dan 20 familia. Masyarakat Desa Adat Kalisalak menggunakan tumbuhan sebagai obat dengan memanfaatkan bagian akar, batang, daun, buah, biji, bunga, kulit batang, umbi, rimpang, dan getah. Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dilakukan dengan berbagai cara baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan secara langsung yaitu, dicampurkan dengan air mandi, dioleskan, ditempel, dan diteteskan, sedangkan pemanfaatan secara tidak langsung yaitu meminum air hasil rebusan tumbuhan yang berkhasiat obat, meminum air hasil perasan, dan langsung digunakan, dan ditumbuk.
Kalisalak Traditional Village is a village in Kebasen Subdistrict of Banyumas Regency in Central Java. Kalisalak traditional villagers still using a plant that grows around the settlement for their survival and some of the plants are used as medicine. The villagers still often use plants as medicine, because it felt more practical since the plant is available in the area. Introduction to various plant species used as medicine is the thing that can be done before we do the dissemination of utilization of medicinal plants. The purpose of this research is to find out the diversity of plants used as medicine and its utilization by the community of Kalisalak Traditional Village. The method used in this research was the survey method with a random sampling technique. Data retrieval was obtained through interviews with semi-structural interview techniques using questionnaire guidelines. The determination of respondents was determined from representatives from 5 hamlets namely Depok, Karang Sari, Pandak Reja, Grumbol Semikin, and Karang Banar, each of which was taken by 10 responden including herbal medicine sellers, baby shamans, PKK cadres, community leaders, village apparatus and indigenous leaders, and local communities. The variables of this research are the diversity of medicinal plants and its utilization, while the parameter observed by the morphology every species, the parts of plant used, the processed, and the benefits of medicinal plants known by Kalisalak traditional villagers. The observation data were analyzed with descriptive comparatively.
The results of this study found that the diversity of medicinal plants utilized by the community of Kalisalak traditional village, Kebasen Subdistrict of Banyumas Regency there are 38 species that belong to 20 familiaes. Kalisalak traditional villagers use plants as medicine by utilizing the roots, stems, leaves, flowers, seeds, fruit, rhizomes, tubers, root bark, and sap. The ways of processing vary including boiling, pounding, cutting, washing, brewing, shredding and cooking. Utilization of medicinal plants is in various ways either directly or indirectly. Direct utilization is mixed with the bath water, applied, affixed, and dripped, while indirect utilization is to drink water from the decoction of plants efficacious medicines, drinking water from the squeeze, and directly used, and pounded.
2795531498A1D016054PENGARUH PENAMBAHAN 6-BENZYL AMINO PURINE (BAP) DAN ASAM ASKORBAT TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET SAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus reticulata)Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) mengetahui pengaruh penambahan BAP dan mendapatkan konsentrasi BAP yang optimal pada sambung mikro jeruk keprok, 2.) mengetahui pengaruh penambahan asam askorbat dan mendapatkan konsentrasi asam askorbat yang optimal pada sambung mikro jeruk keprok, 3.) Mendapatkan kombinasi terbaik antara konsentrasi BAP dan konsentrasi asam askorbat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2020 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan mempersiapkan batang atas jeruk keprok (Citrus reticulata) dari eksplan ex vitro, persiapan batang bawah jeruk JC (Japanche citroen), dan penyambungan secara in vitro. Variabel yang diamati antara lain: Persentase keberhasilan sambung mikro, persentase keberhasilan batang atas, pertambahan tinggi batang atas, pertambahan tinggi batang bawah, persentase pencoklatan, dan warna batang atas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian BAP tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi batang atas dan batang bawah, sedangkan asam askorbat dan kombinasi antara BAP dan asam askorbat memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi batang bawah sambung mikro. Keberhasilan sambung mikro pada penelitian ini sebanyak 14,8% dari 74,1% tanaman yang hidup. Pemberian asam askorbat dengan konsentrasi 200 mg / l pada media kultur jaringan memberikan hasil terbaik terhadap pertambahan tinggi batang bawah sambung mikro jeruk keprok dengan batang bawah jeruk JC. Kombinasi BAP 4 mg / l dan asam askorbat 200 mg / l adalah kombinasi terbaik antara BAP konsentrasi dan konsentrasi asam askorbat terhadap pertambahan tinggi batang bawah sambung mikro jeruk keprok dengan batang bawah jeruk JC.
This study aims to: 1.) determine the effect of adding BAP and obtain the optimal BAP concentration on the micro graft of tangerines, 2.) determine the effect of adding ascorbic acid and obtain the optimal concentration of ascorbic acid on the micro graft of tangerines, 3.) Get the best combination between the BAP and the ascorbic acid concentration. This research was conducted from July to September 2020 at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted by preparing tangerines (Citrus reticulata) scion from ex vitro explants, preparation of JC citrus rootstock (Japanche citroen), and grafting in vitro. The observed variables were: the percentage of success of micro grafting, the percentage of success of the scion, the addition of height of the rootstock, the addition of height of the rootstock, the percentage of browning, and the color of the scion. The results of this study indicate that the addition of BAP has no significant effect on the increasing of height of the scion and rootstock, while ascorbic acid and the combination of BAP and ascorbic acid have a significant effect on the increasing of height of micro-graft rootstocks. The success of micro-grafting in this study was 14.8% of the 74.1% living plants. The addition of 200 mg/l of ascorbic acid concentration to tissue culture media gave the best results for the increase in height of micro-grafted rootstock of tangerines with JC citrus rootstock. The combination of 4 mg / l of BAP and 200 mg / l of ascorbic acid is the best combination of BAP and ascorbic acid concentration for the increase in height of micro-grafted rootstock of tangerines with JC citrus rootstock.
2795631561I1A016112Analisis Media Online Tentang Kesiapsiagaan Sistem Kesehatan Indonesia Dalam Menangani Pandemi Covid-19Latar Belakang: Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia menyebabkan terganggunya stabilitas nasional. Dalam menangani pandemi Indonesia mempunyai Sistem Kesehatan Nasional yang digunakan sebagai standar kesehatan. Salah satu komponennya adalah penyebaran informasi, pada era globalisasi media massa online menjadi pilihan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat objektivitas pemberitaan dari media massa online di Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif. Data dari penelitian ini adalah berita dari 10 media massa online CNN, Media Indonesia, Detik, Kompas, Merdeka, Republika, Liputan 6, Berita satu, Okezone dan BBC, data diambil menggunakan metode purposive sampling kemudian dianalisis menggunakan perangkat analisis framing Gamson dan Modiglani.
Hasil Penelitian: Media massa online dalam melakukan pemberitaan secara berimbang. Terdapat 11 pemberitaan positif dan 19 pemberitaan negatif mengenai komponen sistem kesehatan nasional. Permasalahan yang paling banyak terjadi ada di aspek sumberdaya manusia kesehatan dan pelayanan kesehatan.
Simpulan: 10 media massa dalam pemberitaanya sudah memenuhi kaidah jurnalistik dan objektivitas berita yang diberikan sudah baik. Hal ini terlihat dari penggunaan narasumber berita dan isi berita yang digunakan lebih banyak menggunakan analisa yang mendalam.
Kata Kunci: covid-19, media massa, sistem kesehatan nasional
Background: Pandemic Covid-19 currently occurring throughout the world, including Indonesia, it has disrupted national stability. In dealing with the pandemic, Indonesia has a National Health System which is used as a health standard. One of its components is the dissemination of information, in the era of globalization, online mass media has become the main choice. The purpose of this research is to see the objectivity of news from online mass media in Indonesia..
Methods: This study uses a narrative qualitative method. The data from this study are news from 10 online mass media CNN, Media Indonesia, Detik, Kompas, Merdeka, Republika, Liputan 6, Berita Satu, Okezone and BBC, the data is taken using purposive sampling method then analyzed using Gamson and Modiglani framing analysis tools
Results: Online mass media in reporting in a balanced manner. There were 11 positive reports and 19 negative reports regarding components of the national health system. The most common problems are in the aspect of health human resources and health services.
Conclusion: 10 mass media in their news have met journalistic principles and the objectivity of the news provided is good. This can be seen from the use of news sources and news content that is used more in depth analysis.
Keywords: covid-19, mass media, national health system
2795731312F1C017046Laki-laki Di Mata 'Perempuan' (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Pada Magdalene.co)Majalah cetak maupun elektronik masih eksis di kalangan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2018 tercatat jumlah pembacanya mencapai 19,24% (Badan Pusat Statistik, 2019). Kehadiran majalah sebagai media menurut pandangan kritis erat kaitannya dengan pertarungan kekuatan ekonomi, politik, dan sosial di masyarakat (Eriyanto, 2015). Hal ini menyebabkan ide-ide kelompok dominan yang masih banyak ditemui pada majalah termasuk mengenai maskulinitas dan relasinya dengan perempuan. Media sebagai agen sosialisasi gender mampu menentukan dan memperkuat yang menanamkan kesadaran serta mitos tertentu di masyarakat (Azis, Cangara, & Bahfiarti, 2015). Oleh karena itu, media juga dapat berperan untuk mengubah wacana terkait maskulinitas yang tidak hanya sebagai cerminan realitas identitas gender di dalam dunia sosial (Devereux, 2014).
Magdalene.co sebagai salah satu majalah feminis berbasis elektronik di Indonesia ditemui tulisan-tulisan yang memuat nilai-nilai maskulinitas. Pada kurun waktu Januari 2018 – Desember 2019, ditemui empat artikel yang kemudian digunakan pada penelitian ini. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis tekstual, wawancara mendalam, dan kajian pustaka. Kemudian untuk menganalisisnya digunakan model analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk dan teori hierarki pengaruh isi media yang dikemukakan oleh Shoemaker & Reese.
Hasil penelitian menemukan bahwa Magdalene.co mewacanakan mengenai pendobrakan nilai maskulinitas tradisional dan relasi antara laki-laki dan feminisme. Laki-laki dipandang Magdalene.co sebagai mitra yang diharapkan dapat berelasi secara sehat untuk mencapai kesetaraan. Wacana ini dipengaruhi oleh bagaimana ideologi yang dimiliki oleh pekerja Magdalene.co dalam memandang fenomena mengenai maskulinitas dan peran laki-laki pada feminisme.
Strategi keterlibatan laki-laki dalam feminisme yang diwacanakan oleh Magdalene.co dapat diidentifikasi berdasarkan empat tahap yang dikemukakan Hasyim (2020) yaitu, membuka selubung keistimewaan dan kekuasaan laki-laki, melakukan transformasi terhadap konsep maskulinitas patriarkis, konsep laki-laki baru sebagai cerminan kesetaraan dan keadilan, dan peran laki-laki sebagai sekutu perempuan dalam mencapai kesetaraan gender. Oleh karena itu, keberadaan laki-laki dinilai penting untuk turut serta menggaungkan kesetaraan gender yang diperjuangkan oleh feminisme.
Printed and electronic magazines are still exist in Indonesia. In 2018 the number of readers was recorded reaching till 19.24% (Central Statistics Agency, 2019). According to a critical view, the presence of magazines as a media is closely related to the struggle for economic, political, and social powers in society (Eriyanto, 2015). This causes dominant group ideas that are still commonly found in magazines, including masculinity and their relationship with women. Media as a gender socialization agent are able to determine and strengthen those that instill awareness and certain myths in society (Azis, Cangara, & Bahfiarti, 2015). Therefore, media can also play a role in changing discourse related to masculinity which is not simply a reflection of the reality of gender identity in the social world (Devereux, 2014).
Magdalene.co, as one of the electronic-based feminist magazines in Indonesia, encounter writings that contain masculinity values. In the period January 2018 - December 2019, four articles were found which were used in this study. The approach used in this research is qualitative-descriptive with textual analysis techniques, in-depth interviews, and literature review. Then to analyze it using critical discourse analysis by Teun A. van Dijk and Shoemaker and Reese's Theory of a Hierarchy of Influences on Media Content.
The results of the study found that Magdalene.co discussed breaking traditional masculinity values and the relationship between men and feminism. Men are seen by Magdalene.co as partners who are anticipated to be capable to relate healthily to achieve equality. This discourse is influenced by how the ideology possessed by Magdalene.co workers in viewing the phenomenon of masculinity and the role of men in feminism.
The strategy of men's involvement in feminism discourse by Magdalene.co can be identified based on the four stages proposed by Hasyim (2020), opening the veil of male privileges and power, transforming the concept of patriarchal masculinity, the concept of new men as a reflection of equality and justice, and the role of men as allies of women in achieving gender equality. Therefore, the presence of men is considered important to participate in echoing gender equality which is advocated by feminism.
2795831313G1A017094Hubungan Tingkat Hipertensi dengan Kejadian Retinopati Diabetika pada Pasien DM Tipe 2 di FKTP Klinik Tanjung Purwokerto
HUBUNGAN TINGKAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Studi Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto

1Hikmah Nur Azizah, 2Muhamad Rifqy Setyanto, 3Ika Murti Harini
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
Email : hikmah.azizah@mhs.unsoed.ac.id

ABSTRAK
Latar Belakang : Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang dapat menyebabkan kebutaan. Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah tubuh yang disebabkan karena resistensi insulin atau gangguan pada produksi insulin atau keduanya. Prevalensi diabetes melitus tipe 2 cenderung semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan komplikasi diabetes melitus berupa retinopati diabetik yaitu hipertensi.

Tujuan : Mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat hipertensi dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto.

Metodologi Penelitian : Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah 42 responden yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu pengukuran tekanan darah oleh peneliti dan pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata konsulen retina secara langsung. Analisis data menggunakan uji chi square, tabel 2x4.

Hasil : Pasien retinopati diabetik lebih sedikit berjumlah 11 orang dibandingkan yang tidak menderita retinopati diabetik yaitu 31 orang. Tingkat tekanan darah terbanyak dijumpai pada pasien dengan tingkat prehipertensi sejumlah 29 orang dan hipertensi hanya 13 orang. Hasil analisis bivariat antara tingkat hipertensi dengan kejadian retinopati diabetika menggunakan uji chi square 2x4 menunjukkan p value 0,370. Hasil tersebut menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat hipertensi dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien DM tipe 2 di FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat hipertensi dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien DM tipe 2 di FKTP KLinik Tanjung Purwokerto.

CORRELATION BETWEEN THE LEVEL OF HYPERTENSION AND THE INCIDENCE OF DIABETIC RETINOPATHY IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT FKTP KLINIK TANJUNG PURWOKERTO
Study at FKTP Tanjung Purwokerto

1Hikmah Nur Azizah, 2Muhamad Rifqy Setyanto, 3Ika Murti Harini
Medical Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia
Email : hikmah.azizah@mhs.unsoed.ac.id

ABSTRACT
Background: Diabetic retinopathy is one of the complications of DM which can cause blindness. Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar levels caused by insulin resistance or interference with insulin production or both. The prevalence of type 2 diabetes mellitus tends to increase every year. One of the risk factors that can cause DM complications is hypertension.
Purpose: To find if there is a relationship between the level of hypertension and the incidence of diabetic retinopathy in type 2 diabetes mellitus patients at FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.
Method: The research method used on this study was observational analytic with cross sectional approach. The study was conducted on patients with type 2 diabetes mellitus at the FKTP Klinik Tanjung Purwokerto. The sample of this study was 42 respondents selected by consecutive sampling method. This study used primary data collected by measuring blood pressure by researchers and eye examinations directly by a specialist ophthalmologist consular retina. The data was analyzed using the chi square test 2x4 table.
Result: There were 11 patients with diabetic retinopathy less than non diabetic retinopathy with total 31 patients. The highest level of blood pressure was found in patients with prehypertension levels of 29 people and hypertension only 13 people. The results of the bivariate analysis for the level of hypertension and the incidence of diabetic retinopathy using the 2x4 chi square test had a p value of 0.370. This result showed that there is no significant relationship between the level of hypertension and the incidence of diabetic retinopathy in type 2 diabetes mellitus patients at FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.
Conclusion: There is no significant relationship between the level of hypertension and the incidence of diabetic retinopathy in type 2 diabetes mellitus patients at FKTP Klinik Tanjung Purwokerto.

2795931314F1F016064
KERJASAMA INDONESIA-JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY (JICA) DALAM PEMBANGUNAN INFRTSRUKTUR MRT DI JAKARTA PADA TAHUN 2013-2019

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dan kepentingan nasional di balik bantuan Jepang JICA terhadap pembangunan infrastruktur MRT di jakarta. Dengan bantuan yang di berikan JICA maka kedua negara mengharapkan proyek MRT ini memberikan manfaat secara serentak bagi Jepang maupun Indonesia. Motif dan tujuan Jepang sebagai negara pendonor yaitu yang pertama kepentingan nasionalnya berupa ambisi Jepang untuk menjadi negara Asia yang kuat dan sejajar dengan negara barat, Jepang ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa Jepang sangat berperan terhadap pembangunan internasional, dalam motif ekonomi Jepang ingin mendapatkan keuntungan yang besar dalam bantuan luar negeri yang diberikan terhadap Indonesia, sedangkan Indonesia sebagai negara penerima bantuan luar negeri berharap bantuan ini dimasa yang akan datang kota Jakarta akan menjadi kota metropolitan yang terhindar dari kemacetan.
Kata kunci: MRT, kepentingan nasional jepang, bantuan JICA di Indonesia

Abstrack
This study aims to find out the motives and national interests behind Japan JICA's assistance to MRT infrastructure development in Jakarta. With the assistance provided by JICA, both countries expect this MRT project to provide simultaneous benefits for Japan and Indonesia. The motives and objectives of Japan as a donor country is the first national interest in the form of Japan's ambition to become a strong Asian country and parallel with western countries, Japan wants to prove to the international world that Japan is very instrumental to international development, in the economic motive of Japan wants to benefit greatly in foreign aid provided to Indonesia, while Indonesia as a recipient of foreign assistance hopes that this assistance in the future the city of Jakarta will become a metropolitan city that is spared congestion.
Keywords: MRT, Japan’s National Interest, JICA gives grant in Indonesia
2796031318G1B016019HUBUNGAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA DENGAN KARIES GIGI ANAK THALASSEMIA BETA MAYOR
USIA 12-17 TAHUN DI RSUD BANYUMAS
Latar Belakang. Angka karies (Indeks DMF-T) pada anak thalassemia termasuk dalam kategori tinggi dibandingkan dengan anak yang normal, demikian juga faktor risiko serta jumlah penderita thalassemia beta mayor terutama di Kabupaten Banyumas terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor komponen saliva yang dapat meningkatkan risiko karies pada anak thalassemia beta mayor. Tujuan. Mengetahui hubungan antara pH saliva dengan karies gigi anak thalassemia beta mayor pada usia 12-17 tahun di RSUD Banyumas. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien anak thalassemia beta mayor berusia 12-17 tahun di RSUD Banyumas. Sejumlah 68 anak dipilih sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan pengambilan sampel saliva dan pengukuran indeks DMF-T. Pengumpulan saliva dengan metode spitting. pH saliva kemudian diukur dan dicatat. Data dianalis secara statistik menggunakan uji normalitas Kolmogorov smirnov dan uji linearitas. Kemudian dilakukan uji korelasi Pearson’s product Moment. Hasil. Hasil uji korelasi Person’s Product Moment dan diperoleh nilai p 0.000 ( p < 0.001 ) yang menunjukkan bahwa korelasi antara pH saliva dan Indeks DMF-T bermakna. Nilai korelasi pearson sebesar -0.925 menunjukkan korelasi memiliki arah hubungan negatif dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. Simpulan. Terdapat hubungan antara pH saliva dengan karies gigi anak thalassemia beta mayor pada usia 12-17 tahun di RSUD Banyumas. Semakin rendah pH saliva, semakin tinggi karies gigi pada anak thalassemia beta mayor.Background. The caries rate (DMF-T index) in thalassemia children is in high category compared to normal children. The increasing of caries risk factors and the number of beta thalassemia major patients in Banyumas Regency recently increase from year to year. Therefore, it is necessary to conduct research on the pH of saliva with caries in children with beta thalassemia major. Purpose. To determine the correlation between salivary pH and dental caries in children with beta thalassemia major at the age of 12-17 years at Banyumas General Hospital. Method. This research was an analytic observational study with cross sectional approach. The population of this study were all patients with beta thalassemia major aged 12-17 years at Banyumas General Hospital. The sampling technique was purposive sampling. The saliva were collected from each sample with spitting method. The pH saliva were measured and recorded. The DMFT index were observed by calibrated observer. The data were analyzed statistically using the normality Kolmogorov Smirnov test and linearity test. Then the correlation test was performed Pearson's product moment. Result. The statistical analysis showed strong correlation between salivary pH and DMF-T index (p <0.001 , CC= -0.925) which indicates that the correlation between salivary pH and DMF-T index is significant. The Pearson correlation value of -0.925 indicates that the correlation has a negative direction with a very strong correlation. Conclusion. There is a correlation between salivary pH and dental caries in children with beta thalassemia major at the age of 12-17 years at Banyumas General Hospital. More lower the pH of saliva, more higher dental caries in children with thalassemia beta major.