Artikel Ilmiah : C1A015092 a.n. VINDY NUR AYU
| NIM | C1A015092 |
|---|---|
| Namamhs | VINDY NUR AYU |
| Judul Artikel | ANALISIS KEUNTUNGAN DAN RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA SIDAMULYA KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bawang merah merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Brebes. Pusat bawang merah di Kabupaten Brebes tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan penghasil bawang merah terbesar salah satunya adalah Kecamatan Wanasari. Dalam setiap proses produksi pertanian, risiko memainkan peranan yang sangat penting dalam keputusan alokasi penggunaan input yang akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas. Pengurangan tingkat risiko akan berpengaruh terhadap keuntungan petani bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keuntungan usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, dan (2) menganalisis tingkat risiko yang dihadapi petani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan di Desa Sidamulya karena desa tersebut mempunyai keunggulan dalam sistem irigasi yang baik dibandingkan dengan desa lain yang masih menggunakan pompa air tanah sehingga memerlukan biaya lebih. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan total populasi 175 petani yang dipilih dengan teknik simple random sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 64 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari menguntungkan berdasarkan rumus TR-TC. Usahatani bawang merah di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari mengandung risiko dengan nilai koefisien variasi sebesar 7,79 rupiah yang artinya setiap Rp 1,- dari keuntungan yang diperoleh petani. Implikasi dari kesimpulan di atas ditemukan bahwa usahatani bawang merah menguntungkan. Oleh sebab itu usahatani bawang merah di Desa Sidamulya diharapkan dapat mempertahankan usahatani tersebut mengingat secara ekonomi usahatani ini menguntungkan walaupun mengandung risiko. Selain itu, petani juga harus memperhatikan harga jual dan memberikan perawatan secara intensif sehingga pendapatan bisa lebih ditingkatkan dan dapat mengurangi risiko usahatani bawang merah. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan bantuan yang sesuai kepada petani agar produktivitas usahatani bawang merah dapat meningkat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Shallot is a leading commodity in Brebes Regency. The shallot center in Brebes Regency is spread over 12 districts. The largest shallot producing district is Wanasari District. In any agricultural production process, risk plays a very important role in the decision to allocate the use of inputs which ultimately affects productivity. Reducing the level of risk will affect the profits of shallot farmers. This study aims to (1) analyze the profits of shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari District, Brebes Regency, and (2) to analyze the level of risk faced by shallot farmers in Sidamulya Village, Wanasari District, Brebes Regency. The research was conducted in Sidamulya Village because this village has the advantage of a good irrigation system compared to other villages that still use groundwater pumps so that it costs more. This type of research is a quantitative research with a total population of 175 farmers selected by simple random sampling technique with a sample of 64 farmers. The results showed that the shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari District was profitable based on the TR-TC formula. shallot farming in Sidamulya Village, Wanasari Subdistrict, carries a risk with a coefficient of variation of 7,79 rupiah, which means that every IDR 1, - of the profits earned by farmers. The implication of the above conclusion is that shallot farming is profitable. Therefore, shallot farming in Sidamulya Village is expected to be able to maintain this farming considering that it is economically profitable even though it contains risks. In addition, farmers must also pay attention to the selling price and provide intensive care so that income can be increased and can reduce the risk of shallot farming. In addition, the Government through related agencies is expected to provide appropriate socialization and assistance to farmers so that the productivity of shallot farming can increase. |
| Kata kunci | Usaha Tani, Bawang Merah, Keuntungan, Risiko, Koefisien Variasi. |
| Pembimbing 1 | Istiqomah, S.E, M.Sc.Ph.D |
| Pembimbing 2 | Ratna Setyawati G, S.E, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dra. Neni Widayaningsih,MM |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2021-02-16 19:31:12.628446 |