Home
Login.
Artikelilmiahs
31266
Update
JUNJUNAN INSAN NULHAK
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN LAMA BETERNAK DAN JUMLAH TERNAK DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PAKAN AWETAN PADA PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dengan judul hubungan lama beternak dan jumlah ternak dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan pada peternak kambing ini dilaksanakan pada 12 November sampai dengan 11 Desember 2020 di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama beternak kambing, jumlah kambing yang dipelihara, tingkat adopsi inovasi pakan awetan, dan menganalisis hubungan lama beternak dan jumlah ternak dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan di Kecamatan Cilongok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, penetapan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Cilongok yang memiliki populasi ternak kambing cukup tinggi. Kecamatan Cilongok memiliki 20 desa, dari 20 desa diambil 15% sebagai sampel desa. Penetapan sampel desa dipilih secara purposive sampling yaitu desa yang memiliki populasi peternak dan ternak kambing, terpilih Desa Cikidang, Desa Batuanten dan Desa Gunung Lurah. Penetapan jumlah responden menggunakan rumus slovin. Pengambilan responden dilakukan secara random sampling sebanyak 63 peternak. Metode analisis yang digunakkan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak kambing di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, memiliki lama beternak dan jumlah ternak pada kategori sedang. Peternak kambing di Kecamatan Cilongok sudah sadar adanya teknologi pakan awetan (silase) tetapi baru 17,46% yang sudah mencoba membuat pakan awetan dan belum ada yang mengadopsi inovasi tersebut. Hasil analisis rank Spearman menunjukkan lama beternak dan jumlah ternak mempunyai hubungan yang kuat dengan tingkat adopsi inovasi pakan awetan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research, with the title of the relationship between the length of time and the number of livestock and the adoption rate of preserved feed innovation, was carried out on 12 November to 11 December 2020 in Cilongok District, Banyumas Regency. This study aims to determine the length of time to raise goats, the number of goats raised, the adoption rate of preserved feed innovation, and to analyze the relationship between the length of raising and the number of livestock with the adoption rate of preserved feed innovation in Cilongok District. The method used in this research is a survey method, the determination of the sample area is done by purposive sampling, namely Cilongok District which has a fairly high goat population. Cilongok sub-district has 20 villages, of which 15% were taken as a sample village. The village sample was selected by purposive sampling, namely villages that had goat populations, Cikidang Village, Batuanten Village and Gunung Lurah Village were selected. Determination of the number of respondents using the Slovin formula. Sampling was done by random sampling as many as 63 breeders. The analytical method used is descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The results showed that the goat breeders in Cilongok District, Banyumas Regency, had a long time to breed and the number of livestock was in the medium category. Goat breeders in Cilongok District are aware of the preserved feed technology (silage) but only 17.46% have tried making preserved feed and no one has adopted this innovation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save