Artikel Ilmiah : G1A011052 a.n. LUTFI MAULANA

Kembali Update Delete

NIMG1A011052
NamamhsLUTFI MAULANA
Judul ArtikelPerbedaan Lama Waktu Tercapainya Stabilitas Visus Koreksi Pada Pasien Katarak Senilis Pasca Operasi Antara Metode Fakoemulsifikasi dan SICS di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Satu-satunya penatalaksanaan definitif katarak hanyalah operasi katarak. Terdapat dua metode yang sekarang lazim digunakan yaitu Fakoemulsifikasi dan Small Incision Cataract Surgery(SICS). Pasca operasi pasien biasanya mendapatkan kacamata dalam waktu 2 – 3 bulan menunggu visus menjadi stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti perbedaan lama waktu tercapainya stabilitas visus koreksi pasien katarak senilis pasca operasi antara metode Fakoemulsifikasi dan SICS di RSUD Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian adalah pasien katarak senilis imatur yang datang ke Klinik Mata RSUD Margono Soekarjo untuk dioperasi selama bulan Juni 2015. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel yang didapatkan 24 mata dengan 13 di kelompok Fakoemulsifikasi dan 11 di kelompok SICS. Analisis bivariat dengan uji nonparametrik Mann Whitney. Terdapat perbedaan rerata lama waktu tercapainya stabilitas visus koreksi pasien katarak senilis pasca operasi yang signifikan (p<0,05) antara kelompok Fakoemulsifikasi dan SICS dengan P = 0,019. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada pasien katarak senilis pasca operasi antara metode Fakoemulsifikasi dan SICS.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cataract is the leading cause of blindness worldwide, including in Indonesia. The only definitive cure for cataract is cataract surgery.There were two methods that used the most, Phacoemulsification and Small Incision Cataract Surgery (SICS). Post operation, patient usually given glassess two to three months after surgery after they had achieved visual stabilization. The aim of this study was to analyze difference in time reached of post operation senile cataract patient visual correction stability between phacoemulsification and SICS method in RSUD Margono Soekarjo. This was an analytical observational study with prospective cohort approach. The samples were senile cataract patients that underwent cataract surgery in Eye Clinic in RSUD Margono Soekarjo in June 2015. Sampling method used was total sampling. The number of samples obtained were 24 eyes which 13 in Phacoemulsification group and 11 in SICS group. Bivariate analysis used was Mann Whitney nonparametric test. There was a significant mean difference (p<0,05) in time reached of senile cataract patient visual correction stability between phacoemulsification group and SICS group with p = 0,019. It can be concluded that there is a significant mean difference in time reached of post operation senile cataract patient visual correction stability between Phacoemulsification and SICS surgery method.
Kata kunciStabilitas visus koreksi, Fakoemulsifikasi, SICS, Katarak
Pembimbing 1dr. Wahid Heru Widodo Sp.M
Pembimbing 2dr. Joko Mulyanto M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2015-08-24 16:22:04.53461
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.