Home
Login.
Artikelilmiahs
31052
Update
CICI NURAENI
NIM
Judul Artikel
Analisis Potensi Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret sampai dengan 24 Juli 2020 di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui populasi ternak kerbau dan ternak ruminansia di Kabupaten Banyumas; (2) Mengetahui trend populasi ternak kerbau dari tahun 2014 ke tahun 2019 Kabupaten Banyumas; (3) Menganalisis potensi pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Banyumas dilihat menurut LQ. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan populasi ternak yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Populasi ternak kerbau dan ruminansia dianalisis menggunakan analisis deskriptif, trend populasi ternak kerbau dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana, dan potensi wilayah dianalisis menggunakan analisis LQ. Hasil penelitian menunjukkan populasi ternak kerbau di Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 1.295 ekor dan ternak ruminansia yaitu 201.441 ekor pada tahun 2019. Trend populasi ternak kerbau selama 6 tahun terakhir (2014-2019) mengalami penurunan. Kecamatan basis untuk pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Banyumas berdasarkan indeks LQ yaitu Kecamatan Lumbir, Pekuncen, Cilongok, Kedungbanteng, Patikraja, dan Karanglewas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui strategi pengembangan ternak kerbau di daerah basis. Kata Kunci: pengembangan ternak, trend populasi, indeks LQ, kecamatan basis, kerbau.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research was conducted on March 19th to July 24th, 2020 in Banyumas Regency, Central Java. The objectives of this study were: (1) Finding out the population of buffalo and ruminants in Banyumas Regency; (2) Finding out the population trend of buffalo from 2014 to 2019 in Banyumas Regency; (3) Analyzing the development potential of buffalo in Banyumas Regency according to LQ. The research was conducted using a survey method. The determination of the sample area was carried out by purposive sampling method based on the livestock population in each sub-district in Banyumas Regency. The population of buffalo and ruminants were analyzed using descriptive analysis, the trend of buffalo population was analyzed using simple regression analysis, and the potential of the area was analyzed using LQ analysis. The results showed that the population of buffalo in Banyumas Regency was 1,295 and ruminants were 201,441 in 2019. The trend of buffalo population in the last 6 (six) years (2014-2019) has decreased. The base districts for buffalo development in Banyumas Regency based on the LQ index are Lumbir, Pekuncen, Cilongok, Kedungbanteng, Patikraja, and Karanglewas Sub-districts. Based on the research results, it can be suggested that further research is needed to find out the strategy for developing buffalo in base areas. Keywords: livestock development, population trend, LQ index, sub-district base, buffalo.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save