Artikel Ilmiah : B1A016130 a.n. YULVI DEWI CANDRAWATI

Kembali Update Delete

NIMB1A016130
NamamhsYULVI DEWI CANDRAWATI
Judul ArtikelKEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI MAHALONA KECAMATAN TOWUTI LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggunaan tumbuhan sebagai obat sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang memiliki potensi keanekaragaman tumbuhan berkhasiat sebagai obat salah satunya adalah Desa Mahalona. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat dan mengetahui cara pemanfaatan dan pengolahan tumbuhan sebagai bahan obat oleh masyarakat di Desa Mahalona Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur Propinsi Selawesi Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural dengan menggunakan panduan berupa kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 43 spesies dari 25 famili tumbuhan berkhasiat obat di Desa Mahalona Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Tumbuhan yang memiliki nilai manfaat paling tinggi yaitu Momordica charantia L. dan Physalis angulata L. dengan nilai SUV sebesar 1.5. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat berupa daun, akar, buah, batang, biji, bunga, rimpang, dan umbi. Bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah daun dengan jumlah 22 spesies. Cara pengolahan tumbuhan yang digunakan bervariasi yaitu direbus, ditumbuk, diremas, dikunyah, dibakar, diparut, dan diminum langsung. Cara pengolahan Yang sering digunakan adalah direbus dengan jumlah 27 spesies. Cara pemanfaatan yang biasa diguankan adalah diminum, dimakan dan ditempel.
Abtrak (Bhs. Inggris)Medicinal plants have been widely used by people throughout Indonesia. One area that has the potential for medicinal plant diversity is Mahalona Village. The purpose of this study was to determine the diversity of plant species with medicinal properties and to find out how to use and process plants as medicinal substances by the community in Mahalona Village, Towuti District, Luwu Timur Regency South Sulawesi.The research was conducted using a survey method with a random sampling technique. Data were collected through interviews with semi-structural interview techniques using a questionnaire as a guide. The research data were analyzed by using comparative descriptive analysis.The results showed that there were 43 species from 25 medicinal plant families in Mahalona Village, Towuti District, East Luwu Regency. Plants that have the highest benefit value are Momordica charantia L. and Physalis angulata L. with an SUV value of 1.5. Parts of plants used as medicine are leaves, roots, fruit, stems, seeds, flowers, rhizomes, and tubers. The part of the plant that is widely used is the leaves includes a total of 22 species. The method of processing plants used varies, namely boiling, pounding, kneading, chewing, roasting, grated, and drinking directly. Processing method Which is often used is boiled with the number of 27 species. How to use it which is usually used is to drink, eat and stick.
Kata kunciDesa Mahalona, keanekaragaman, tumbuhan obat
Pembimbing 1Dra. Wiwik Herawati, M.Sc
Pembimbing 2Drs. Sukarsa, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2021-02-08 12:40:10.933127
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.