Artikelilmiahs

Menampilkan 26.801-26.820 dari 50.201 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2680122740E1A014198PENGATURAN PENERAPAN DWANGSOM SEBAGAI UPAYA PAKSA DALAM PERADILAN TATA USAHA NEGARA (STUDI PUTUSAN PTUN MAKASSAR NO.39/G/2015/PTUN.MKS)Penelitian ini bersumber pada Putusan Tata Usaha Negara Makassar Nomor 39/G/2015/PTUN.MKS, yang akan menguraikan mengenai pengaturan penerapan dwangsom dalam Peradilan Tata Usaha Negara. Tergugat dalam sengketa tersebut adalah Direktur Politeknik Pertanian Pangkajene dan Kepulauan, objek gugatannya adalah Surat Keputusan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Nomor : 181/PI.22.1/KU/2015, Tanggal 20 April 2015 tentang Persyaratan dan Mekanisme Pemilihan Ketua Jurusan di Lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep dan Surat Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Nomor : 339/PL22.1/KP/2015, Tanggal 4 Mei 2015, Perihal Penyampaian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Pengaturan uang paksa atau dwangsom bersumber pada peraturan perundang-undangan di Indonesia yang diantaranya adalah Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, Undang-Undang Adminitrasi Pemerintahan, dan Undang-Undang Hukum Perdata Rechts-Vordering (Rv). Ada beberapa doktrin juga yang dapat digunakan dalam menerapkan pengaturan uang paksa atau dwangsom. Majelis Hakim di dalam pertimbangan hukumnya menyatakan bahwa Tergugat menerbitkan keputusan objek sengketa telah bertentangan dengan aspek prosedural/ formal. Oleh karena itu, Majelis Hakim di dalam amar putusannya mengabulkan gugatan Penggugat dan menyatakan batal atau tidak sah keputusan objek sengketa serta Tergugat dibebani kewajiban untuk mencabut surat keputusan yang disengekatakan dengan disertai hukuman pembayaran sejumlah uang paksa terhadap Tergugat. Oleh karena pengaturan uang paksa masih belum ada peraturan perundang-undangan khusus yang mengatur mengenai pengaturan uang paksa dalam Peradilan Tata Usaha Negara, maka untuk mengeksekusi uang paksa tersebut kepada Tergugat jika tidak melaksanakan Putusan Pengadilan tersebut tidaklah mudah..
2680230153E1A014142POLITIK HUKUM PEMERINTAH TERHADAP PASAR KERJA FLEKSIBEL DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAANPolitik hukum pemerintah dalam pengaturan Ketenagakerjaan pasca terjadinya krisis moneter tahun 1997-1998 sangat dipengaruhi oleh kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan International Monetery Fund (IMF) dalam kesepakatan Letter of Intens yang dibuat pada tahun 1997 hingga berakhir pada tahun 2003. Salah satu kesepakatan yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam konteks Ketenagakerjaan adalah mengenai penerapan Pasar Kerja Fleksibel.Pasar Kerja Fleksibel dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Ketenakerjaan dan aturan turunannya. Selanjutnya mengenai Pasar Kerja Fleksibel merupakan merupakan suatu arah kebijakan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 BAB 23.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan pasar kerja fleksibel dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan di bawahnya, penelitian ini juga akan menganalisis mengenai arah kebijakan terkait penerapan pasar kerja fleksibel dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan dibawahnya. Adapun metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta menggunakan spesifikasi preskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kebijakan pasar kerja fleksibel di Indonesia tidak secara eksplisit disebutkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan maupun di bawahnya Peraturan di bawahnya, adapun mengenai pasar kerja fleksibel diatur sebagai arah pembuatan kebijakan pemerintah dalam perbaikan iklim ketenagakerjaan. Penerapan kebijakan pasar kerja fleksibel dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan di bawahnya merupakan hasil dari Politik hukum pemerintah dalam perbaikan iklim ketenagakerjaan dengan berbasis pembangunan nasional yang di arahkan oleh kebutuhan pasar dan Industri 4.0
The Government of law politics of the regulations concerning Man Power on the aftermath monetary crisis in 1997-1998 was strongly influenced by the agreement between government of Indonesia and The International Monetery Fund (IMF) in the Letters of Intens agreement made in 1997 until ended in 2003. One of the agreements that must be done by the Indonesian government in the context of Man Power is regarding the implementation of flexible working market. The Flexible Working Market is one of the proposals regarding solutions to Labour Market Rigidity or the job market that are interpreted as inflexible.
Flexible Working Market in indonesian legislation is regulated in a policy direction set out in Presidential Regulation No. 7/2005 on National Medium Term Development Plan year 2004-2009 CHAPTER 23 on Man Power Climate Improvement. Furthermore, regarding flexible working market in other legislation, be it Law of the Republic of Indonesia No. 13 of 2003 concerning Man Power or derivative rules that are technical concerning working relationships are not explicitly mentioned, depending on how the application of the work system how it is governed by technical rules or articles that will govern it.
This research aims to analyze the application of flexible working market policies in the Man Power And Regulation Act below, this research will also analyze the politics of the law of the application of flexible working markets in the Man Power Law and regulations below. The method of approach used is normative juridical with its statutory and analyst approach, as well as using prescriptive specifications.
The results showed that the implementation of flexible working market policies in Indonesia is not explicitly mentioned in the Man Power Law or under the regulations below, as for the flexible working market is regulated as the direction of government policymaking in improving the Man Power climate. The implementation of flexible working market policies in the Man Power Law and regulations under it is the result of the government's legal politics in improving the Man Power climate with a national development based directing by market needs and industry era 4.0.
2680330155C1B016001ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN, SIKAP KERJA DAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP SAFETY BEHAVIORPenelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif pada SPBU 44.531.21. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Pengawasa, Sikap Kerja, dan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Safety Behavior (Studi pada Karyawan SPBU 44.531.21 Kembaran).
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pengawasan, Sikap kerja, dan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan kerja terhadap Safety Behavior. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan pada SPBU 44.531.21 Kembaran. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 43 responden. Metode pengumpulan jumlah sampel yang digunakan adalah metode sampel jenuh.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan alat analisis SPSS (Statistical Product and Service Solutions) menunjukan bahwa: (1) pengawasan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap safety behavior, (2) sikap kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap safety behavior, (3) pengetahuan K3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap safety behavior. Pengetahuan K3 adalah domain yang sangat penting untuk melandasi bertindak atau berperilaku. Dengan demikian, SPBU perlu meningkatkan sosialisasi tentang K3 dan memberikan pelatihan-pelatihan terhadap karyawan untuk meningkatkan safety behavior.
This research is a type of survey research using a quantitative approach at SPBU 44.531.21. This study takes the title: "Analysis of the Influence of Controlling, Work Attitudes, and Knowledge of Occupational Safety and Health on Safety Behavior (Study on 44.531.21 Gas Station Employees).
The purpose of this study was to analyze the effect of occupational safety and health controlling, work attitudes, and knowledge on safety behavior. The population in this study were all employees at 44.531.21 Gas Station. The number of samples taken in this study were 43 respondents. The method of collecting the number of samples used is the saturated sample method.
Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solutions) analysis tools, it shows that: (1) controlling does not have a significant effect on safety behavior, (2) work attitude does not have a significant effect on safety behavior, (3) Knowledge of Occupational Safety and Health has a significant effect on safety behavior. Knowledge of Occupational Safety and Health is a very important domain to underlie action or behavior. Thus, gas stations need to increase socialization about Occupational Safety and Health and provide trainings for employees to improve safety behavior.
2680430156B1A016021Keanekaragaman Gulma pada Lahan Tanaman Kacang Panjang (Vigna unguiculata (L.) Walp.) pada Berbagai Ketinggian TempatKacang panjang (Vigna unguiculata L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi kacang panjang adalah adanya gulma. Faktor yang dapat mempengaruhi keanekaragaman komunitas gulma yaitu ketinggian tempat di atas permukaan laut. Keberadaan gulma pada dataran tinggi diduga relatif berbeda dibandingkan dengan gulma yang berada pada dataran rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis gulma yang dominan pada lahan kacang panjang di ketinggian 50 m dpl, 200 m dpl, 400 m dpl, 600 m dpl, 800 m dpl, dan 1.100 m dpl. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel gulma menggunakan kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm. Data dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), Indeks Kemerataan Jenis (e), Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Kesamaan Jenis (IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada lahan kacang panjang di enam ketinggian berbeda terdapat 29 jenis dari 15 familia. Keanekaragaman jenis gulma pada lahan kacang panjang ini dipengaruhi oleh ketinggian tempat di atas permukaan laut. Indeks keanekaragaman gulma cenderung menurun sejalan dengan semakin tinggi suatu tempat, sedangkan jumlah inividunya semakin meningkat. Indeks kemerataan gulma pada setiap ketinggian tempat adalah relatif tinggi. Namun demikian, jenis gulma yang berpotensi dominan pada setiap ketinggian tempat yaitu pada ketinggian 50 m dpl adalah Phyllanthus urinaria (42,23%), ketinggian 200 m dpl adalah Echinochloa crusgalli (42,79%), ketinggian 400 m dpl dan 600 m dpl adalah Cyperus rotundus dengan nilai INP masing-masing sebesar 48,45% dan 59,26%, ketinggian 800 m dpl adalah Chromolaena odorata (56,74%), dan ketinggian 1.100 m dpl adalah Ageratum conyzoides (64,61%).Long beans (Vigna unguiculata L.) are a species of vegetables that can grow in both the lowlands and highlands. One of the factors that cause a decrease in the production of long beans is weeds. A factor that can affect the diversity of weed communities is the height of places above sea level. The presence of weeds on the highlands is thought to be relatively different compared to weeds that are in the lowlands. The purpose of this study is to find out the diversity and species of weeds that are dominant in long bean land at an altitude of 50 m a.s.l, 200 m a.s.l, 400 m a.s.l, 600 m a.s.l, 800 m a.s.l, and 1,100 m a.s.l. The research was conducted using a survey method. The sampling technique uses quadratic with a size of 50 x 50 cm. The data was analyzed using the Shannon-Wiener diversity index (H'), the species equality index (e), the important value index (INP), and the index of similarity in species of (IS). The results showed that the diversity of weed species on long bean land at six different heights there were 29 species from 15 families. The diversity of weed species on this long bean land is influenced by the height of the place above sea level. The weed diversity index tends to decline in line with the higher a place, whereas the number of individuals is increasing. The weed evenness index at each height of the place is relatively high. However, there is a potentially dominant species of weed at each altitude of 50 m a.s.l is Phyllanthus urinaria (42.23%), at an altitude of 200 m a.s.l is Echinochloa crusgalli (42.79%), at an altitude of 400 m a.s.l and 600 m a.s.l is Cyperus rotundus with inp values of 48.45% and 59.26%, at an altitude of 800 m a.s.l is Chromolaena odorata (56.74%), and at an altitude of 1,100m a.s.l is Ageratum conyzoides (64.61%).
2680530157E1A115101PENEGAKAN HUKUM ILLEGAL FISHING DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF MENURUT HUKUM INTERNASIONAL
(Studi terhadap Monte Confurco Case Tahun 2000)
Monte Confurco Case adalah kasus antara Seychelles dan Perancis yang diawali dengan tertangkapnya kapal Monte Confurco yang berbendera Seychelles karena melakukan illegal fishing di ZEE Perancis. Seychelles mengajukan tuntutan ke ITLOS karena menganggap bahwa denda yang ditentukan oleh pengadilan Perancis terlalu besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif menurut UNCLOS 1982 dan untuk mengetahui penyelesaian kasus illegal fishing antara Seychelles dengan Perancis.
Metode penelitian adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Jenis analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum illegal fishing di ZEE diatur dalam Pasal 73 UNCLOS 1982 khususnya pada ayat (2) dan (3). Isinya adalah negara pantai harus segera melepaskan kapal yang ditangkap dan awak kapalnya ketika sudah membayar denda dengan jumlah yang layak dan hukuman yang diberikan tidak dapat berupa hukuman badan jika tidak ada perjanjian yang bertentangan dengan negara yang bersangkutan. Monte Confurco Case didasari oleh tidak sesuainya putusan pengadilan Perancis terhadap Seychelles mengenai jumlah denda yang diberikan setelah kapal Monte Confurco yang berbendera Seychelles tertangkap melakukan Illegal Fishing di ZEE Pulau Kerguelen di Perancis bagian selatan. Seychelles menuntut Perancis ke ITLOS dengan dasar Pasal 73 ayat (2) UNCLOS 1982 khususnya dalam hal penentuan denda dengan jumlah yang layak.
Monte Confurco Case is a case between Seychelles and France which began with the arrest of Seychelles-flagged ship Monte Confurco for doing Illegal Fishing at the French EEZ. Seychelles submit a lawsuit to ITLOS because they think that the bond determined by French court were too high. This study aims to understand about law enforcement against illegal fishing in the Exclusive Economic Zone according to UNCLOS 1982 and to determine the resolution of illegal fishing cases between the Seychelles and France.
The research method is normative juridical with a statutory and case approach. The type of analysis used in this research is qualitative analysis. The data used is secondary data.
The results showed that the law enforcement of illegal fishing in the EEZ is regulated in Article 73 UNCLOS 1982, especially in paragraphs (2) and (3). The contents are that the coastal state must immediately release the arrested vessels and their crews when it has paid of reasonable bond or other security and the punishment given cannot be in the form of corporal punishment in the absence of agreements to the contrary by the States concernedMonte Confurco Case was based on the incompatibility of the French court judgement for Seychelles about the amount of bond given after the Seychelles-flagged Monte Confurco ship was caught doing illegal fishing in the EEZ Kerguelen island in southern French. Seychelles sued French to ITLOS on the basis of Article 73 paragraph (2) UNCLOS 1982, especially in determination of reasonable bond.
2680630164E1A015139PENERAPAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2012 DI KOTA TASIKMALAYA Bedasarkan hasil penelitian, pada dasarnya pemerintah Kota Tasikmalaya telah melaksanakan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Kota Tasikmalaya sebagai dasar hukum dan acuan dalam rangka melaksanakan pengelolaan sampah di kota tasikamalaya sesuai dengan tugas serta wewenang yang dipangku oleh pemerintah Kota Tasikmalaya. Meski fakta di lapangan ditemukan adanya perrmasalahan-permasalahan yang sudah sampai tahap kritis seperti yang sudah di uraikan di atas, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang menganggap remeh dan membiarkan masalah sampah ini terjadi Kota Tasikmalaya baik karena pengelolaan yang belum optimal dikarenakan berbagai faktor yang menghambat seperti perilaku kebiasaan masyarakat yang masih belum sadar akan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang membuat masyarakat masih membuang sampah sembarangan, kurangnya tambahan sarana dan prasarana baik dari segi kuantitas maupun kualitas yang keadaannya sudah dibawah standar operasional dikarenakan intensitas dari pemakaian tanpa ada tambahan sarana prasarana yang baru. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya masih belum optimal penerapannya,The purpose of this study to find out and to analyze the implementation of waste management policy based on local regulation number 7 of 2012 in tasikmalaya city. Because in tasikmalaya city the volume of trash whom been produce is increasing every year. The waste management policy seems ineffective because the bad habit of people who ignore the issues so it make the waste increasing. Also, because the lack of the resource, makes the waste management has not able to being controlled so the trash pile not happened. This phenomenon is so excited and challenging to discuss about how the implementation of waste management policy based on local regulation in tasikmalaya city.
The research method used is normative juridical, secondary data that has been collected is processed, presented in the form of narrative texts and analyzed by qualitative methods.
Based on the research, basically the government of Tasikmalaya City has doing the implementation of waste management policy based on local regulation number 7 of 2012 in Tasikmalaya City as the legal basis as to do the waste management in Tasikmalaya City same as the purpose and autorithy of local government of Tasikmalaya City. Even in fact on the field that lot a problems whom been found out even with critical situation like been described as at the top, this matter happens because lot of people doesn’t care about the waste problems in Tasikmalaya City because the waste management is still not optimal whom been affected by a lot of inhibiting factor like bad habbit of people who doesn’t care about the important of CAHH (Clean And Healty Habbit) make people still throw the trash carelessly, minimum of additional facilities and infrastructure from which the quantity and quality so poor below the standard because the intensity of usage without addition of new equipment. So that we can say the implementation of waste management policy in Tasikmalaya City still not being optimalized.

2680730168F1D016028KARISMA POLITIK TOKOH DAN JEJARING ORMAS NU DALAM KONTESTASI ELEKTORAL DI KABUPATEN TEGALPenelitian tentang Karisma Politik Tokoh dan Jejaring Ormas NU dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Tegal bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan ketokohan Ki Enthus Susmono dalam Pilkada Kabupaten Tegal tahun 2013 dan Hj. Umi Azizah dalam Pilkada 2018. Selain itu, juga untuk memahami dan menjelaskan seberapa signifikan kekuatan NU dalam menopang kemenangan Ki Enthus dan Hj. Umi Azizah.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif behavioralis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Tegal. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik analisis triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini yaitu ketokohan Ki Enthus Susmono dan Hj. Umi Azizah berperan penting dalam suksesi Pilkada Kabupaten Tegal 2013 maupun 2018. Kemenangan Ki Enthus dalam Pilkada 2013 diperoleh karena faktor popularitas dan jaringannya diluar NU serta jaringan ormas yang dimiliki Bu Umi sebagai tokoh sentral NU khususnya kaum perempuan. Di Pilkada 2018, kemenangan mutlak Bu Umi menunjukkan bahwa ia telah berhasil menampilkan dirinya sebagai seorang yang terbukti kredibel dan memiliki kapabilitas kepemimpinan yang baik kepada masyarakat, tidak hanya warga NU. Menangnya dua kader NU ini menunjukkan kembali eksisnya NU dalam dinamika politik lokal. Kekuatan jaringan NU yang mampu menyentuh masyarakat hingga bawah menjadikan NU sebagai mesin mobilisasi massa dalam menggalang suara. NU juga memanfaatkan dukungan dari para ulama/kyai pesantren. Selain itu, sinergi yang dibangun antara NU dan PKB menujukkan bahwa kemenangan Ki Enthus dan Bu Umi selain ditopang karena ketokohan mereka, juga karena adanya jaringan ormas dan mesin partai yang memiliki kekuatan signifikan.
The research about Political Charisma of Figures and Networks of NU Organizations in Electoral Contest aimed to understand and describe the figure of Ki Enthus Susmono in the 2013 Regional Election of Tegal Regency and Hj. Umi Azizah in Regional Election in 2018. Besides, it was also to understand and explain how significant NU's strength in supporting the win of Ki Enthus and Hj. Umi Azizah.
This study used a constructivism paradigm and a behavioralist perspective with qualitative research methods. The approach used was a case study. The research conducted was located in the Tegal Regency area. The technique of selecting informants used purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis techniques used interactive analysis. Further, the validity of the data used the data triangulation analysis technique.
The result of the research was that the figures of Ki Enthus Susmono and Hj. Umi Azizah played an important role in the succession of the 2013 and 2018 Tegal Regency Pilkada. Ki Enthus' victory in the 2013 Pilkada was obtained due to his popularity and network outside NU as well as the mass organizations network owned by Bu Umi as the central figure of NU, especially women. In the 2018 Pilkada, Bu Umi's absolute victory shows that she has succeeded in presenting herself as a person who has proven credible and has good leadership capabilities to the community, not only NU residents. The strength of the NU network, which is able to touch the community down to the bottom, has made NU a mass mobilization machine in garnering votes. NU also took advantage of the support of the pesantren's ulama / kyai. In addition, the synergy that was built between NU and PKB showed that the victory of Ki Enthus and Bu Umi was not only sustained by their leadership, but also because of the mass organization network and party machines that had significant strength.
2680830159C1B016013ANALISIS PENGARUH LEVERAGE KEUANGAN, PENGUNGKAPAN CSR, UKURAN PERUSAHAAN DAN LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN
(Studi Kasus pada Perusahaan Sektor Pertanian yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2018)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage keuangan, pengungkapan CSR, ukuran perusahaa dan likuiditas terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2018. Sampel dari penelitian ini adalah 14 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan teknik analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa leverage keuangan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Likuiditas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen perusahaan sebaiknya memperhatikan proporsi penggunaan hutang untuk meningkatkan kinerja keuangan. Perusahaan harus senantiasa memperhatikan tingkat leverage keuangan. Kemudian, perusahaan harus terus menjaga rasio likuiditasnyaThis study aims to analyze the effect of financial leverage, CSR disclosure, firm size and liquidity on financial performance of agriculture companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014 – 2018. The sample of this study were 14 companies selected using purposive sampling technique. Type of this research is associative quantitative with panel data regression analysis technique. The results of this study indicate that financial leverage negatively affect financial performance. CSR disclosure has a positive effect on financial performance. Firm Size does not affect financial performance. Liquidity has a positive effect on financial performance.The implication of this research is that company management should pay attention to the proportion of debt use to improve financial performance. Companies must always pay attention to the level of financial leverage. Then, the company must continue to maintain its liquidity ratio.
2680930158L1A016010Aspek Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) di Waduk PB Soedirman Kabupaten BanjarnegaraPenelitian ini yang berjudul “Aspek Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) di Waduk PB Soedirman Kabupaten Banjarnegara” dengan tujuan untuk mengetahui aspek pertumbuhan dan reproduksi ikan nila gift (Oreochromis niloticus) di Waduk PB Soedirman, Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan teknik purposive random sampling. Penelitian ini dilakukan di Waduk PB Soedirman pada bulan Februari dan Maret 2020. Sampel ikan nila gift yang diperoleh selama penelitian berjumlah 88 ekor jantan dan 43 ekor betina dengan sebaran frekuensi jantan lebih tinggi yaitu 68% dibandingkan ikan betina 32%. Pola pertumbuhan ikan nila gift pada bulan Februari dan Maret bersifat isometrik. Faktor kondisi ikan nila gift bulan Februari berkisar 1,02-2,33 sedangkan faktor kondisi pada bulan Maret berkisar 1,31-4,41. Nisbah kelamin secara keseluruhan adalah 2,0 : 1 dengan TKG pada ikan jantan adalah I-II pada ikan betina adalah I-IV. Nilai IKG berkisar 0,06-2,12 pada ikan jantan, 0,12-3,66 pada ikan betina dengan fekunditas berkisar antara 222-1730 butir. Ukuran pertama kali mata gonad dengan kisaran panjang 20,5-37.

This research, entitled "Growth and Reproduction Aspects of Gift Tilapia (Oreochromis niloticus) in PB Soedirman Reservoir, Banjarnegara Regency" aims to determine the growth and reproduction aspects of gift tilapia (Oreochromis niloticus) in PB Soedirman Reservoir, Banjarnegara. The method used in this research is a survey method with purposive random sampling technique. This research was conducted at PB Soedirman Reservoir in February and March 2020. Samples of gift tilapia obtained during the study amounted to 88 males and 43 females with a higher male frequency distribution, namely 68% compared to 32% female fish. The growth pattern of gift tilapia in February and March is isometric. The condition factors for gift tilapia in February ranged from 1.02-2.33, while the condition factors in March ranged from 1.31 to 4.41. The overall sex ratio was 2.0: 1 with the TKG for males being I-II for females being I-IV. GI values ranged from 0.06 to 2.12 in male fish, 0.12 to 3.66 in female fish with fecundities ranging from 222-1730 items. The size of the first eye gonads with a length range of 20.5-37.
2681030160J0A017044Menerjemahkan Teks Deskripsi pada Ruang Koleksi Kasau dan Kotama dan Ruang Diorama di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala YogyakartaMuseum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala atau biasa disebut Museum Dirgantara terletak di Yogyakarta. Pengunjung Museum Dirgantara tidak hanya wisatawan domestik tetapi juga wisatawan asing. Teks deskripsi yang terdapat di museum ini tersedia dalam Bahasa Indonesia dan hanya beberapa yang telah tersedia dalam Bahasa Inggris. Maka dari itu, tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan teks deskripsi yang terdapat di Museum Dirgantara ke dalam Bahasa Inggris. Praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2020 - 27 Februari 2020 di Museum Dirgantara.
Terdapat empat tahap dalam menerjemahkan teks deskripsi ini. Tahap-tahapnya yaitu: menganalisis, mentransfer, merestrukturisasi, serta mengevaluasi dan merevisi. Dalam proses menerjemahkan terdapat beberapa kesulitan, seperti terbatasnya penguasaan akan bahasa sumber dan bahasa sasaran terutama mengenai sejarah Angkatan Udara Indonesia, kesulitan mencari padanan untuk singkatan dan akronim, dan kurangnya wawasan mengenai istilah budaya. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu, penulis membaca buku mengenai sejarah Angkatan Udara Indonesia, mencari di internet kata apa yang paling lazim digunakan, dan menambah wawasan dari media cetak serta elektronik baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
The Central Museum of Indonesian Air Forces "Dirgantara Mandala" or commonly called Dirgantara Museum is located in Yogyakarta. The visitors of Dirgantara Museum not only domestic tourists but also foreign tourists. The description text in the museum is provided in Indonesian, and only a few have been provided in English. Therefore, the purpose of the job training is to translate the description text of Dirgantara Museum into English. The job training was held on 27th January 2020 - 27th February 2020 in Dirgantara Museum.
There are four stages in translating the description text. The stages are: analyzing, transferring, restructuring, and the last is evaluating and revising. In the translating process there are some difficulties, such as limited mastery of source language and target language especially the history of Indonesian Air Force, difficulty in finding equivalent of abbreviations and acronyms, and lack of insight in the term culture. To overcome the difficulties, the writer reads a book about the history of Indonesian Air Force, search for the most commonly used words on the internet, and increase insight from print and electronic media in both Indonesian and English.
2681130171J0A017027Penggunaan Bahasa Inggris oleh Pegawai Customer Service Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta--
2681230162C1C016061PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, PROFITABILITAS, DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP AUDIT DELAY ((Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2018, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil berjumlah 82 perusahaan yang terdapat pada sektor pertambangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Financial distress tidak berpengaruh terhadap Audit delay; (2) Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay; (3) Kepemilikan publik berpengaruh negaitf terhadap audit delay. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu audit delay dapat dikurangi dengan meningkatkan profitabilitas dan kepemilikan publik.This study aims to determine the factors that influence Audit delay. The population in this study are all Indonesian mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2016-2018 period, with a sampling technique that is purposive sampling, the samples taken amounted to 82 companies found in the mining sector. The data analysis technique used in this study is logistic regression analysis. The results of this study indicate that: (1) Financial Distress has no effect on the Audit delay; (2) Profitability has a negative effect on the Audit delay; (3) Public ownership has a negative effect on the Audit delay. Implication of the conclusion above is that Audit delay can be reduced by increasing profitability and public ownership.
2681330167J0B017049PENERJEMAHAN BUKU REKREASI JAKARTA DARI BAHASA INDONESIA KE BAHASA MANDARIN DI DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA
JAKARTA SELATAN

Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Buku Rekreasi Jakarta Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin Di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah Khusus Ibukota Jakarta”. Kegiatan praktik kerja mulai dilaksanakan dari tanggal 03 Februari sampai dengan 31 Maret 2020. Tujuan kegiatan praktik kerja ini adalah menerjemahkan buku rekreasi Jakarta dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Metode yang digunakan oleh penulis untuk menerjemahkan buku rekreasi Jakarta yaitu metode penerjemahan komunikatif sebagai metode utama dan metode penerjemahan harfiah sebagai metode pendukung. Dalam proses menerjemahkan buku rekreasi Jakarta yang pertama yaitu persiapan, yang kedua yaitu pelaksanaan, ketiga adalah evaluasi dan hasil, keempat adalah kendala dan solusi. Kesimpulan praktik kerja yang penulis lakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin penulis. Hasil praktik kerja adalah buku rekreasi Jakarta sudah diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin dan diterima dengan baik.This practical work report is entitled "Translation of Jakarta Recreation Books from Indonesian to Chinese at the Tourism and Creative Economy Office of the Special Capital Region of Jakarta". Practical work activities began to be carried out from February 3 to March 31, 2020. The aim of this practical work activity is to translate Jakarta recreation books from Indonesian to Mandarin. The author uses four data collection methods, namely the observation method, the interview method, the literature study method, and the internet browsing method. The method used by the author to translate the Jakarta recreation book is the communicative translation method as the main method and the literal translation method as the supporting method. In the process of translating the Jakarta recreation book, the first is preparation, the second is implementation, the third is evaluation and results, the fourth is constraints and solutions. The conclusion of the work practices that the authors do is to improve the author's Mandarin skills. The result of this work practice is that the Jakarta recreation book has been translated from Indonesian into Mandarin and is well received.
2681430172J0A017059Menerjemahkan Episode Film Pendek Berjudul "DIVA THE SERIES" Karya Nikmatus Solikha--
2681530169E1A115106Penyusunan Dakwaan Tunggal dalam Tindak Pidana Memelihara Satwa Liar (Tinjauan Yuridis Nomor 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbm)Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbmmengenai penerapan penyusunan dakwaan tunggal yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum didalam KUHAP, metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri Peraturan Perundang-undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Dakwaan merupakan salah satu syarat formilnya persidangan dalam perkara pidana dimana diatur didalam Pasal 140 Ayat (1) KUHAP, didalam Majelis Hakim mengabulkan adanya dakwaan tunggal yang diajukan oleh Jaksa dimana dakwaan tersebut tidak sesuai dengan syarat surat dakwaan yang diatur didalam Pembuatan Surat Dakwaan juncto Surat Edaran JAM PIDUM Nomor : B-607/E/11/1993, dimana Jaksa salah menerapkan delic perkara, dan hakim mengabulkan sehingga menimbulkan suatu cacat hukum pada suatu putusan . Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu surat dakwaan Dakwaan tunggal yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum dalam Register Perkara Nomor 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbm kurang tepat dimana Penulis berpendapat dakwaan tersebut mencantumkan Pasal 62 Ayat Jo Pasal 40 Ayat 1 jo Pasal 37 ayat 2 PP No.8 Tahun 1999 sebagai dakwaan subsidair yang dimana pada intinya memiliki pembahasan dalam Peraturan Pemerintah tersebut lebih sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa.Putusan Nomor 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbm hakim juga tidak mempertimbangkan fakta-fakta hukum dan keterangan yang ada didalam maupun diluar persidangan

Kata kunci :surat dakwaan, delic culpa, tindak pidana memelihara satwa liar

This research is based on the decision of the Kebumen District Court Number 136/Pid.B/LH/ 2018/PN.Kbm regarding the application of the single indictment made by the Public Prosecutor in the Criminal Procedure Code, the approach method used in this study is the normative juridical approach, data used is secondary data consisting of relevant laws and regulations and literature books. The indictment is one of the formal requirements for trial in a criminal case which is regulated in Article 140 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code, in which the Panel of Judges grants a single indictment submitted by the prosecutor where the indictment is not in accordance with the requirements of the indictment set out in the Preparation of the Indictment in conjunction with the Circular JAM PIDUM Number: B-607/E/11/1993, where the prosecutor incorrectly applied the case offense, and the judge granted it causing a legal flaw in a decision. The conclusion that can be drawn from this research is that the single indictment letter prepared by the Public Prosecutor in the Case Registration Number 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbm is not quite right where the author believes that the indictment includes Article 62 Paragraph Jo Article 40 Paragraph 1 in conjunction with Article 37 paragraph 2 Government RegulationsNumber 8 of 1999 as a subsidiary charge, which in essence has a discussion in the Government Regulation is more in accordance with the criminal act committed by the Defendant Decision Number 136/Pid.B/LH/2018/PN.Kbm the judge also did not consider legal facts and information contained in or outside the trial

Key words: indictment, delic culpa, criminal act of keeping wild animals
2681630170B1A016076Keanekaragaman Larva Anura (Amphibia) di Curug Gomblang, Kedungbanteng, BanyumasInformasi tentang keanekaragaman larva Anura di alam dapat menjadi indikator keanekaragaman Anura dewasanya. Penelitian tentang keanekaragaman larva Anura masih sangat jarang sehingga data dan pengetahuan tentang karakter identifikasi larva Anura masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies larva Anura dan karakter pembeda antar spesies larva Anura di Curug Gomblang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel opportunistic encounter survey. Data yang dikumpulkan meliputi karakter performa morfologi, karakter meristik dan karakter morfometri. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan dibandingkan dengan Gosner (1960), Iskandar (1998), dan Kusrini (2013). Hasil penelitian didapatkan spesies larva Anura yang ditemukan di Curug Gomblang, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas antara lain Odorrana hosii, Leptobrachium hasseltii, dan Chalcorana chalconota. Karakter morfologi pembeda dari ketiga spesies larva Anura yang ditemukan di Curug Gomblang, Kedungbanteng, Banyumas adalah tubuh gelap kehitaman dengan ujung ekor melebar pada Odorrana hosii; moncong gelap serta bibir tebal pada Leptobrachium hasseltii; dan tanda gelap pada rangka (Black Cephalic Marking) dan struktur tambahan di kanan kiri usus pada Chalcorana chalconota.
Information about diversity of Anuran larvae can be indicator of diversity of its adult. A research about anuran larvae diversity is still rare, and it causes the number of data and knowledge about it is still minimum. The aim of this research is to know the species richness of Anuran larvae and character of each larva in Gomblang Waterfall, Kedungbanteng, Banyumas. We use Opportunistic Encounter Survey as the method. We collected morphological performance, morphometric data, and meristic data. We analyzed them descriptively as we compared them to Gosner (1960), Iskandar (1998), and Kusrini (2013). After we did research, we found three species Anuran larvae in Gomblang Waterfall, Kedungbanteng, Banyumas, which are Odorrana hosii, Leptobrachium hasseltii, and Chalcorana chalconota. Odorrana hosii has very dark body and widened tail end. Leptobrachium hasseltii has dark snout marking and a thick lip. Chalcorana chalconota has black cephalic marking and white patch on the right and left side of intestine.
2681730173F1D016002ANALISIS PARTISIPASI GENERASI MUDA SEBAGAI PENYELENGGARA PEMILU TAHUN 2019 DI KABUPATEN TEGALPenelitian tentang Analisis Partisipasi Generasi Muda sebagai Penyelenggara Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Tegal, bertujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami partisipasi generasi muda sebagai penyelenggara pemilu tahun 2019 di Kabupaten Tegal. Dalam penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme, sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ada perbedaan partisipasi generasi muda di Kabupaten Tegal. Terdapat empat desa yang mewakili dua wilayah yang berbeda yaitu wilayah pesisir dan wilayah agraris. Untuk desa di wilayah pesisir yaitu Desa Munjungagung dan Desa Padaharja, sedangkan desa di wilayah agraris yaitu Desa Sesepan dan Desa Carul. Pertama, jumlah generasi muda yang berpartisipasi sebagai petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Tegal sudah cukup banyak. Karena hampir menyentuh angka setengah dari total petugas yang terlibat adapula yang sudah melebihi setengah dari total petugas yang terlibat. Kedua, kontribusi generasi muda pada saat menjadi petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Tegal sudah cukup baik. Ketiga, terkait rekrutmen petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Tegal cenderung sama. Karena hampir empat desa yang berada di Kabupaten Tegal melakukan rekrutmen sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Dalam melakukan rekrutmen ada beberapa kendala yang tidak dapat dihindari seperti kurangnya orang yang berpendidikan dan banyak petugas penyelenggara pemilu yang sudah terlibat lebih dari dua periode. Sehingga ada beberapa alternatif yang diberikan masing-masing desa untuk mengatasi kendala tersebut. Keempat, faktor pendorong para generasi muda di Kabupaten Tegal bermacam-macam sesuai keadaan sosial budaya masyarakat di masing-masing desa seperti karena ingin mencari pengalaman, ingin berkontribusi untuk desa, ingin mengetahui proses pemilu. Kelima, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat generasi muda tidak bisa terlibat menjadi petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Tegal seperti karena kendala pekerjaan, tidak berminat dan sedang di luar kota.
Research on the Analysis of the Participation of the Young Generation as Organizers of the 2019 Election in Tegal Regency, the aim of this research is to know and understand the participation of the younger generation as organizers of the 2019 election in Tegal Regency. The research used the constructivism paradigm, while the method used was a qualitative method with a case study approach.
The results of this study are that there are differences in the participation of the younger generation in Tegal Regency. There are four villages representing two different regions, namely the coastal area and the agricultural area. The villages in the coastal area are Munjungagung and Padaharja villages, while villages in agricultural areas are Sesepan Village and Carul Village. First, the number of young people who participate as election management officers in Tegal Regency is quite large. Because it is almost half of the total officers involved, there are also more than half of the total officers involved. Second, the contribution of the younger generation when they become election officials in Tegal Regency is quite good. Third, regarding the recruitment of election management officers in Tegal Regency, it tends to be the same. Because almost four villages in Tegal Regency do recruitment according to the predetermined procedure. In conducting recruitment there are several obstacles that cannot be avoided, such as a lack of educated people and many election management officers who have been involved for more than two terms. So that there are several alternatives provided by each village to overcome these obstacles. Fourth, the driving factors for the younger generation in Tegal Regency vary according to the socio-cultural conditions of the community in each village, such as wanting to gain experience, wanting to contribute to the village, wanting to know the election process. Fifth, there are several factors that prevent the younger generation from being involved as election management officers in Tegal Regency, such as due to work constraints, disinterest and being out of town.
2681830188D1A016018PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR BAGIAN PAHA DALAM BLEND KUNYIT (Curcuma domestica) DAN JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP KUALITAS FISIKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman daging ayam petelur afkir bagian paha dalam blend kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinale) terhadap kualitas fisik menggunakan materi berupa daging bagian paha sebanyak 20 dari 20 ekor ayam petelur afkir umur 80 minggu, 4 liter akuades, 600 gram kunyit, 600 gram jahe, dan 75 ml larutan buffer. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas (P0) = perendaman selama 0 menit, (P1) = perendaman selama 10 menit + 30% blend kunyit dan jahe, (P2) = perendaman selama 20 menit + 30% blend kunyit dan jahe, dan (P3) = perendaman selama 30 menit + 30% blend kunyit dan jahe. Variabel yang diukur adalah keempukan, pH, daya ikat air, dan susut masak. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama perendaman dengan blend kunyit dan jahe berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan dan susut masak tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH dan daya ikat air. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman daging ayam petelur afkir bagian paha dalam blend kunyit dan jahe dengan konsentrasi blend 30% selama 30 menit paling optimal dalam meningkatkan nilai keempukan dan menurunkan susut masak daging, tetapi nilai pH dan daya ikat air daging sama.The study aimed to determine about the effect of soaking time of culled chicken laying meat thighs in blend turmeric (Curcuma domestica) and ginger (Zingiber officinale) on physical quality with material used is meat thighs as much as 20 out of 20 thighs laying age 80 weeks, 4 liters of aqueous, 600 grams of turmeric, 600 grams of ginger, and 75 ml of buffer solution. The research was conducted by experimental method using a completely random design with 4 treatments and 5 replays. The advanced test used is advanced polynomial orthogonal testing. Treatment consists of (P0) = soaking for 0 minutes, (P1) = soaking for 10 minutes + 30% blend of turmeric and ginger, (P2) = soaking for 20 minutes + 30% blend of turmeric and ginger, and (P3) = soaking for 30 minutes + 30% blend turmeric and ginger. The variables measured are tenderness, pH, water holding capacity, and cooking losses. The data obtained is analyzed with analysis of variance (ANOVA). The results of analysis of variance showed that the length of soaking with the blend of turmeric and ginger had a significantly effect (P<0.05) on tenderness and cooking losses but had no significant effect (P>0.05) on pH and water holding capacity. The results of the study can be concluded that soaking of chicken meat laying the thighs in a blend of turmeric and ginger with a blend concentration of 30% for 30 minutes is most optimal in increasing the value of tenderness and decreasing the cooking losses, but the pH value and water holding capacity of meat is the same.
2681930174D1A016074ANALISIS DISTRIBUSI RANTAI PASOK DAN PROFIT MARGIN PEDAGANG TERNAK
SAPI POTONG DI KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang. Penelitian bertujuan untuk 1) Mengetahui distribusi rantai pasok ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas; 2) Mengetahui besarnya profit margin yang diperoleh pada masing-masing tingkatan pedagang sapi potong di Kabupaten Banyumas 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi profit margin dan membandingkan profit margin yang didapat oleh pedagang sapi potong di Kabupaten Banyumas. Materi dan Metode. Metode penetapan sampel wilayah dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, terpilih Pasar Hewan Ajibarang dan Pasar Hewan Sokaraja. Teknik pengambilan sempel responden dengan motode Snowball Sampling sebanyak 40 responden 20 responden di Pasar Hewan Ajibarang dan 20 responden di Pasar Hewan Sokaraja. Variabel yang diteliti yaitu variabel terikat profit margin dan variabel bebas jumlah kepemilikan ternak, lama pemeliharaan, tingkat pendidikan, tingkat pedagang, jenis sapi dan pola pemeliharaan. Distribusi rantai pasok ternak sapi potong dianalisis secara diskriptif, besarnya profit margin masing-masing lembaga dianalisis dengan analisis Net Profit Margin (NPM), dan pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap profit margin dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil. Hasil penelitian menunjukan saluran rantai pasok ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas terbagi menjadi 4 saluran yaitu, Peternak - Jagal , Peternak – Pedagang I – Jagal, Peternak – Pedagang II – Jagal dan Peternak – Pedagang I – Pedagang II – Jagal. Profit margin yang didapat oleh Pedagang I memiliki rata-rata 6% dan Pedagang II 5%. Pedagang I memiliki kesempatan yang sama dengan Pedagang II dalam mendapatkan profit margin yang tinggi tergantung pada manajemen penjualan ternak sapi potong yang dilakukan. Simpulan. Profit margin pedagang ternak sapi potong dipengaruhi oleh lama pemeliharaan dan jenis sapi yang dijual. Pemeliharaan sapi sebaiknya lebih lama sehingga akan meningkatkan profit margin karena terjadi peningkatan bobot badan yang cukup baik. Pedagang sebaiknya memilih sapi lokal, karena sapi lokal memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek dari pada sapi impor sehingga profit margin yang didapat lebih tinggi karena pengeluaran biaya penjualan lebih sedikit.

Background. The purpose of this study are 1. Knowing the distribution of beef cattle supply chains in Banyumas Regency, 2. Knowing the amount of profit margins obtained at each level of beef cattle traders in Banyumas Regency and 3. Knowing the factors that affect profit margins and comparing profits margins obtained by beef cattle traders in Banyumas Regency. Materials and Methods. The method of determining the area sample was carried out using purposive sampling technique, selected Ajibarang Animal Market and Sokaraja Animal Market. The sampling technique for respondents using the Snowball Sampling method was 40 respondents, 20 respondents at the Ajibarang Animal Market and 20 respondents at the Sokaraja Animal Market. The variables studied were the dependent variable is profit margin and the independent variable are the number of livestock ownership, length of cattle raising, level of education, level of traders, types of cows and raising patterns. The supply chain distribution of beef cattle was analyzed descriptively, the amount of profit margin of each institution was analyzed using Net Profit Margin (NPM) analysis, and the influence of economy social factors was analyzed using multiple linear regression. Results. The result of this research showed that supply chain channel for beef cattle in Banyumas Regency is divided into 4 channels, namely, Breeder - Butcher, Breeder - Trader I - Butcher, Breeder - Trader II - Butcher and Breeder - Trader I - Trader II - Butcher. Profit margins obtained by Trader I have an average of 6% and Trader II 5%. Trader I has the same opportunity as Trader II in obtaining a high profit margin depending on the management of beef cattle sales carried out. Conclusion. The conclusion of this research is profit margin of beef cattle traders is affected by the length of breeding and type of cattle sold. The longer time to cattle raising will increase profit margin because there is an increase in the cattle’s body weight so that increase the selling price. Sales of local cattle have a shorter marketing channel than imported cattle so that the profit margin obtained is higher because sales costs of local cattle are less than imported cattle.
2682030175A1A115028FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI
LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BOGOR
Perkembangan luas alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun berfluktuasi. Hal ini perlu didukung dengan peran pemerintah dalam membuat kebijakan untuk mengendalikan alih fungsi lahan sawah dan penyuluh dalam mengedukasi petani pentingnya lahan sawah. Alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perkembangan alih fungsi lahan sawah. 2) mengetahui pengaruh laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel terhadap alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Data yang digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dengan menggunakan data sekunder dalam bentuk data deret waktu (time series) dengan periode waktu sepuluh tahun yaitu dari tahun 2009 sampai 2018 dengan data dibuat kuartal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peningkatan luas alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor berfluktuasi selama tahun 2009 sampai dengan 2018. 2) laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor.The development of rice field conversion area in Bogor Regency fluctuated from year to year. This needs to be supported by the role of the government in making policies to control the conversion of rice fields and extension workers in educating farmers on the importance of rice fields. The conversion of rice fields in Bogor Regency can be influenced by several factors including population rate, number of industries, residential land area and number of hotels. This study aims to 1) determine the development of the conversion of rice fields. 2) knowing the effect of population rate, number of industries, residential land area and number of hotels on the conversion of rice fields in Bogor Regency. The method of analysis used in this research is descriptive method. The data used to determine the factors that affect the conversion of rice field in Bogor Regency using secondary data in the form of time series data with a time period of the last ten years, namely from 2009 to 2018. The results show that 1) an increase in area the conversion of rice fields in Bogor Regency tends to fluctuate during the period 2009 to 2018. 2) population rate, number of industries, residential land area and number of hotels have a significant effect on the conversion of rice fields in Bogor Regency.