Artikel Ilmiah : F1D016028 a.n. NINDYA HERA PRAVICKA

Kembali Update Delete

NIMF1D016028
NamamhsNINDYA HERA PRAVICKA
Judul ArtikelKARISMA POLITIK TOKOH DAN JEJARING ORMAS NU DALAM KONTESTASI ELEKTORAL DI KABUPATEN TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian tentang Karisma Politik Tokoh dan Jejaring Ormas NU dalam Kontestasi Elektoral di Kabupaten Tegal bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan ketokohan Ki Enthus Susmono dalam Pilkada Kabupaten Tegal tahun 2013 dan Hj. Umi Azizah dalam Pilkada 2018. Selain itu, juga untuk memahami dan menjelaskan seberapa signifikan kekuatan NU dalam menopang kemenangan Ki Enthus dan Hj. Umi Azizah.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif behavioralis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Tegal. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik analisis triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini yaitu ketokohan Ki Enthus Susmono dan Hj. Umi Azizah berperan penting dalam suksesi Pilkada Kabupaten Tegal 2013 maupun 2018. Kemenangan Ki Enthus dalam Pilkada 2013 diperoleh karena faktor popularitas dan jaringannya diluar NU serta jaringan ormas yang dimiliki Bu Umi sebagai tokoh sentral NU khususnya kaum perempuan. Di Pilkada 2018, kemenangan mutlak Bu Umi menunjukkan bahwa ia telah berhasil menampilkan dirinya sebagai seorang yang terbukti kredibel dan memiliki kapabilitas kepemimpinan yang baik kepada masyarakat, tidak hanya warga NU. Menangnya dua kader NU ini menunjukkan kembali eksisnya NU dalam dinamika politik lokal. Kekuatan jaringan NU yang mampu menyentuh masyarakat hingga bawah menjadikan NU sebagai mesin mobilisasi massa dalam menggalang suara. NU juga memanfaatkan dukungan dari para ulama/kyai pesantren. Selain itu, sinergi yang dibangun antara NU dan PKB menujukkan bahwa kemenangan Ki Enthus dan Bu Umi selain ditopang karena ketokohan mereka, juga karena adanya jaringan ormas dan mesin partai yang memiliki kekuatan signifikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research about Political Charisma of Figures and Networks of NU Organizations in Electoral Contest aimed to understand and describe the figure of Ki Enthus Susmono in the 2013 Regional Election of Tegal Regency and Hj. Umi Azizah in Regional Election in 2018. Besides, it was also to understand and explain how significant NU's strength in supporting the win of Ki Enthus and Hj. Umi Azizah.
This study used a constructivism paradigm and a behavioralist perspective with qualitative research methods. The approach used was a case study. The research conducted was located in the Tegal Regency area. The technique of selecting informants used purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis techniques used interactive analysis. Further, the validity of the data used the data triangulation analysis technique.
The result of the research was that the figures of Ki Enthus Susmono and Hj. Umi Azizah played an important role in the succession of the 2013 and 2018 Tegal Regency Pilkada. Ki Enthus' victory in the 2013 Pilkada was obtained due to his popularity and network outside NU as well as the mass organizations network owned by Bu Umi as the central figure of NU, especially women. In the 2018 Pilkada, Bu Umi's absolute victory shows that she has succeeded in presenting herself as a person who has proven credible and has good leadership capabilities to the community, not only NU residents. The strength of the NU network, which is able to touch the community down to the bottom, has made NU a mass mobilization machine in garnering votes. NU also took advantage of the support of the pesantren's ulama / kyai. In addition, the synergy that was built between NU and PKB showed that the victory of Ki Enthus and Bu Umi was not only sustained by their leadership, but also because of the mass organization network and party machines that had significant strength.
Kata kunciKetokohan, Karisma Politik, Nahdlatul Ulama, Pilkada.
Pembimbing 1Luthfi Makhasin, S.IP., M.A., Ph.D.
Pembimbing 2Ahmad Sabiq, S.IP., M.A.
Pembimbing 3Drs. M. Soebiantoro, M.Si.
Tahun2020
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2020-11-12 13:30:07.960069
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.