Artikelilmiahs
Menampilkan 26.741-26.760 dari 50.207 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26741 | 30102 | E1A014100 | ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM PENATA ANESTESI DALAM PELAYANAN KESEHATAN PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum penata anestesi dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan-perundangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan studi kepustakaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum penata anestesi dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia telah menunjukkan adanya sinkronisasi. Artinya, bahwa antara peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah Bentuk perlindungan hukum penata anestesi dalam pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia meliputi jaminan pengaturan hak-hak penata anestesi sebagai anggota Ikatan Penata Anestesi Indonesia, jaminan pengaturan perlindungan hukum, jaminan pengaturan memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari pasien dan/atau keluarganya, jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan, jaminan pengaturan imbalan jasa profesi, jaminan pengaturan perlindungan terhadap risiko kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan pengaturan memperoleh perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia; moral; kesusilaan; serta nilai-nilai agama, jaminan pengaturan pengembangan profesi, jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan atau pihak lain yang bertentangan dengan peraturan, jaminan pengaturan hak lain. | This study aims to determine the synchronization of legal protection arrangements and forms of legal protection for anasthesiologist in health services in the Indonesian regulatory structure. The research method used is a normative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach), analytical approach (Analytical Approach), conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are legal inventory, legal synchronization ,and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data obtained from the literature. The results showed that the regulation regarding the legal protection of anasthesiologist in health services in the structure of laws and regulations in Indonesia has shown a synchronization. This means that between the lower degree regulations are following the higher degree regulations and the higher degree regulations form the basis for the establishment of lower regulations. The form of legal protection for anasthesiologist in health services in the statutory structure in Indonesia includes guaranteeing the regulation of rights. the rights of anasthesiologist as members of the Indonesian Anasthesiologist Association, guarantees for legal protection arrangements, guarantees for the arrangement of the complete and correct information from patients and / or their families, guarantees for carrying out duties following competence and authority, guarantees for arrangements for professional services, guarantees for protection against risks work, occupational safety and health, guarantees for arrangements to obtain treatment following human dignity, morals, decency, and religious values, guarantees for development with a profession, the guarantee of arrangement to refuse the wishes of the recipient of health services or other parties that contravene regulations, guarantees regulation of other rights. | |
| 26742 | 30100 | A1M014004 | KAJIAN PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN PENAMBAHAN EMULSIFIER TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI SUSU KETAPANG DAN SUSU ALMOND | Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi semakin meningkat.Susu nabati merupakan salah satu bahan pangan bergizi lengkap yang dapat dijadikan alternatif pilihan. Ketapang dan almond adalah bahan pangan yang memiliki potensi untuk diolah menjadi susu nabati. Hal ini dikarenakan, ketapang dan almond memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap disamping kandungan protein yang tinggi. Untuk menstabilkan emulsi susu nabati ditambahkan emulsifier yang berupa CMC. Sementara itu, untuk lama waktu perendaman dihitung guna mempermudah proses pembuatan susu nabati. Penelitian ini bertujuan : 1.) Mengkaji pengaruh lama perendaman terhadap karakteristik sensori susu ketapang dan susu almond, 2.) Mengkaji pengaruh penambahan emulsifier terhadap karakteristik sensori susu ketapang dan susu almond. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Faktor yang diteliti adalah lama perendaman (6, 8, dan 10 Jam) dan penambahan emulsifier (0,4 ; 0,8; dan 1,2%). Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk uji sensori perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap aroma dan rasa susu ketapang dan susu almond. Hasil analisa ragam menunjukan bahwa perlakuan lama perendaman dan penambahan emulsifier berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar lemak susu ketapang dan susu almond dengan waktu lama perendaman terbaik selama 6 jam, dengan penambahan CMC terbaik 0,4%. | Nowadays public awareness of the importance in consuming nutritious food is increasing. Plant-based milk is one of the most nutritious foods that can be used as an alternative dairy. Ketapang and almonds are commodities that potential to be processed into plant based milk. This is because, ketapang and almonds have a fairly complete nutritional content as well as their high protein content. To stabilize the plant-based milk emulsion, CMC as emulsifier is added. Meanwhile, soaking was conducted to ease processing. This study aimed: 1.) To examine the effect of soaking time on the sensory characteristics of ketapang and almond milks, 2.) To examine the effect of cmc addition on the sensory characteristics of ketapang and almond milks. This study used an experimental method. The factors studied were soaking time (6, 8, and 10h) and cmc addition (0.4:0.8:and 1.2%). Results of the study showed that for the sensory test soaking time significantly affect the aroma and taste of ketapang and almond milks. The analysis of variance showed that soaking time and cmc addition both significantly affect the protein content and fat content of ketapang and almond milks with the best soaking time of 6 h, and the cmc addition of 0.4%. | |
| 26743 | 30101 | B1A016033 | PENGARUH PENAMBAHAN SUMBER KARBON DAN WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) Bifidobacterium sp. Bb2E | Pertumbuhan mikroorganisme seperti Bakteri asam laktat Bifidobacterium sp. Bb2E dipengaruhi oleh faktor tumbuh seperti nutrisi dalam media. Sumber karbon pada suatu media sangat mempengaruhi hasil akhir biomassa. Formulasi media yang tepat dapat menghasilkan biomassa bakteri yang optimal karena setiap bakteri memiliki kebutuhan dan perlakuan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sumber karbon berupa glukosa terhadap pertumbuhan bakteri Bifidobacterium sp. Bb2E, mengetahui waktu inkubasi yang optimal untuk pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E, mengetahui interaksi penambahan sumber karbon dan waktu inkubasi terhadap pertumbuhan bakteri Bifidobacterium sp. Bb2E. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL Faktorial). Variabel yang diamati berupa variabel bebas dan terikat. Variabel bebas adalah konsentrasi glukosa dan waktu inkubasi. Variabel terikat adalah pertumbuhan bakteri asam laktat Bifidobacterium sp. Bb2E. Parameter utama yang diamati adalah biomassa sel bakteri Bifidobacterium sp. Bb2E. Parameter pendukung adalah kadar asam laktat dan jumlah sel bakteri asam laktat. Hasil penelitian menujukkan bahwa penambahan sumber karbon dan waktu inkubasi berbeda mempengaruhi pertumbuhan bakteri Bifidobacterium sp. Bb2E. Kombinasi glukosa 1 % dengan waktu inkubasi 18 jam memberikan hasil yang terbaik dengan berat kering sebesar 0,250 g. | The growth of microorganisms such as lactic acid bacteria Bifidobacterium sp. Bb2E be affected by growth factors such as nutrients in the media. The source of carbon in a medium greatly affects the final biomass yield. The proper media formulation can produce optimal bacterial biomass because each bacterium has different needs and treatments. This research aimed to study the effect of adding carbon sources on the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E, to know the optimal incubation time for the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E, interaction between carbon sources and incubation times on the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E. This research used a factorial completely randomized design (CRD factorial). The observed variables were independent and dependent variables. The independent variables are glucose concentrations and incubation times. And the dependent variable is the growth of lactic acid bacteria Bifidobacterium sp. Bb2E. The main parameter observed was the cell biomass of Bifidobacterium sp. BB2E. Additional parameters are value of lactic acid and amount of lactic acid bacteria cells. The results showed that the addition of carbon sources and different incubation times affected the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E. The combination of 1% glucose with an incubation time of 18 hours gave the best results with a dry weight of 0.250 g. | |
| 26744 | 30107 | L1A016025 | POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN LAMUN (Cymodocea rotundata) TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyii | ABSTRAK Cymodocea rotundata merupakan salah satu jenis lamun yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif yang bersifat sebagai antibakteri adalah tannin, flavonoid dan saponnin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun lamun C. rotundata dan untuk mengetahui potensi antibakteri daun lamun C. rotundata terhadap bakteri A. hydrophilla dan V. harveyii. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental laboratories dengan menggunakan analisis statistika yaitu uji Man-whitney perbedaan konsentrasi ekstrak lamun (10000, 5000, 2500 ppm, amphicillin, dan akuades). dan dilakukan analisis lanjut dengan uji t paired, apabila terdapat perbedaan pada perlakuan. Ekstrak lamun C. rotundata efektif sebagai antibakteri dengan kategori lemah yaitu zona hambat berkisar antara 1-3 mm. Konsentrasi ekstrak optimum untuk menghambat A. hydrophilla dan V. harveyii adalah 10000 ppm dengan lama inkubasi 48 jam dengan zona hambat yang dihasilkan masing-masing sebesar 2.39 mm. Dan 2.76 mm. | ABSTRAK Cymodocea rotundata is a type of seagrass that has a potential as an antibacterial. Bioactive compounds which act as such as antibacterial tannins, flavonoids and saponnins. The purpose of this study was to determine the bioactive compounds contained in seagress leaves and to determine the potentials for seagress leaf actibacterial to A. hydrophilla and V. harveyii. The method used was experimental laboratories using the basic design of the study statistical analysis is for the Whitney test with different concentration (10000, 5000, 2500 ppm, amphicillin, and aquadest ) were time of incubations (24 hours, and 48 hours). Data were analyzed using t paired test if treatment gave significant effect C. rotundata extracts had antibacterial activity with medium category which inhibition zone ranges from 1-3 mm. The optimum concentration for inhibiting A. hydrophilla and V. harveyii were 10000 ppm with incubation time of 48 hours resulting inhibition zone 2.39 mm and 2.76 mm respectively. | |
| 26745 | 30103 | J1A016005 | The Meaning of Pig-Head Mask and Billy the Puppet In Saw Sequence Movie | Penelitian yang berjudul “The Meaning of Pig-Head Mask and Billy the Puppet in Saw Sequence Movie” ini bertujuan untuk mencari makna denotasi dan konotasi dari dua objek yaitu topeng kepala babi dan boneka bernama Billy dengan menggunakan teori semiotika milik Roland Barthes.Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data yang berupa rangkaian film berjudul Saw karya James Wann. Selain itu, penulis juga menggunakan kebudayaan China dan teori mise-en-scene untuk menganalisis adegan dalam film yang berhubungan dengan dua objek. Analisis data dilakukan dengan cara mengkategorikan data, melakukan analisa dan menyimpulkan hasil analisa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua objek dalam film yaitu topeng kepala babi dan boneka bernama Billy memiliki makna denotasi yang sama yaitu untuk menutupi identitas asli para Jigsaw. Sedangkan makna konotasi dari dua objek tersebut berbeda. Topeng kepala babi menyimbolkan harapan John Kramer kepada bayi nya yang sudah meninggal agar dapat ber-reinkarnasi di masa depan, sedangkan boneka Billy melambangkan alat untuk melakukan pengorbanan darah. Dengan bantuan dari mise-en-scene, penulis menemukan makna dan moral kehidupan melalui properti, makeup, kostum, latar tempat dan tingkah laku para karakter yang digunakan dalam film ini. Makna dan pesan moral yang didapat dari hasil analisis menyiratkan bahwa menyelesaikan masalah dengan balas dendam bukan lah cara terbaik, itu hanya akan membuat semua nya menjadi lebih buruk lagi. | The research entitled “The Meaning of Pig-Head Mask and Billy the Puppet in Saw Sequence Movie” aims to figure out the denotative and connotative meaning of the two objects which are pig-head mask and Billy the puppet using Roland Barthes semiotic theory. The researcher used qualitative method to analyze the data which is James Wan’s work called Saw sequence movie. Besides, this research also used Chinese culture and mise-en-scene theory to analyze the scenes related to the two objects. The data analysis is done by categorizing the data, conducting the analysis, and concluding the analysis. The result of discussion shows that the pig-head mask and Billy the puppet have the same denotative meaning which is to conceal the true identity of Jigsaws. However, there are differences between the connotative meanings of the two objects. Pig-head mask is symbolized as the hope of John Kramer (first Jigsaw) late baby to reincarnate in the future while Billy the puppet is represented as the tool to do the blood sacrifice. Furthermore, with the help of mise-en-scene, the moral value is also found through the properties, costumes, setting places, makeup, and figure behavior of this movie. The moral value taken from the analysis is solving problems with revenge is not the best solution, it will only make everything in this world get worse than before. | |
| 26746 | 29969 | H1B015009 | Simulasi Transpor Sedimen Pada DAS Kali Sapi Kabupaten Banjarnegara Menggunakan Model VIC dan Kurva Massa Sedimen | Sedimentasi atau proses pengendapan material hasil erosi merupakan permasalahan yang sering terjadi pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai Kali Sapi adalah salah satu sungai di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki sedimentasi tinggi, hal ini mengakibatkan pendangkalan sungai dan rentan terjadi banjir saat intensitas hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimentasi di sungai Kali Sapi agar dapat diketahui karakteristik sedimen dan besarnya transport sedimen yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dengan pengujian terhadap sampel sedimen, sedangkan data sekunder diperoleh dengan studi literature. Model VIC (Varable Infiltration Capacity) juga digunakan untuk menghitung besarnya kapasitas infiltrasi. Hasil pengujian sampel yang berupa kurva massa sedimen akan dianalisis dengan data debit sedimen dari VIC yang berupa sediment transport bulanan dan musiman. Hasil menunjukkan bahwa debit paling rendah terjadi pada 15 Oktober 2019 yaitu sebesar 0.929 m3/detik dengan berat sedimen 30 mg, konsentrasi sedimen 0.076 kg/m3 dan debit suspensi 6.129 ton/hari. Sedangkan debit paling besar terjadi pada 12 Desember 2019 yaitu sebesar 12.089 m3/detik dengan berat sedimen 1680 mg, konsentrasi sedimen 4.203 kg/m3, dan debit suspensi 13.879 ton/hari. Dapat diketahui bahwa semakin besar debit sungai akan semakin besar pula konsentrasi sedimennya. Adapun sediment transport bulanan terbesar adalah pada November tahun 2000 yaitu 1.384E-06 kg/m2/s, sedangkan sediment transport musiman terbesar adalah pada musim penghujan tahun 2003 yaitu sebesar 4.98427E-07 kg/m2/s. Nilai rata-rata sediment transport di musim penghujan adalah 2.71958E-07 kg/m2/s dan di musim kemarau 2.55057E-07 kg/m2/s. Pada musim penghujan, intensitas hujan cenderung lebih besar daripada musim kemarau, debit akan lebih besar sehingga kemungkinan partikel tanah yang terbawa oleh hujan akan besar. Dapat disimpulkan bahwa musim sangat mempengaruhi debit dan konsentrasi sedimen di sungai Kali Sapi Kabupaten Banjarnegara. Penggunaan grid yang lebih kecil sangat disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat. | Sedimentation or the process of depositing material from erosion is a problem that often occurs in watersheds (DAS). Kalisapi River is one of the rivers in Banjarnegara Regency which has high sedimentation, which results in river siltation and is prone to flooding when the rain intensity is high. This study aimed to analyze the sedimentation in the Kalisapi River to find out the sediment characteristics and the amount of sediment transport that occurs This research was quantitative exploratory research. Primary data were obtained through observation by testing sediment samples, while secondary data were obtained through literature studies. The VIC (Variable Infiltration Capacity) model was also used to calculate the amount of infiltration capacity. The sample test results in the form of a sediment mass curve were analyzed with the sediment discharge data from the VIC in the form of monthly and seasonal sediment transport The results show that the lowest discharge occurred on October 15, 2019, of 0.929 m3/second with a sediment weight of 30 mg, a sediment concentration of 0.076 kg/m3, and a suspension discharge of 6,129 tons/day. Meanwhile, the highest discharge occurred on 12 December 2019 of 12,089 m3/second with a sediment weight of 1,680 mg, a sediment concentration of 4,203 kg/m3, and a suspension discharge of 13,879 tons/day. It can be seen that the greater the river discharge, the greater the sediment concentration. The highest monthly sediment transport was in November 2000 of 1.384E-06 kg/m2/s, while the highest seasonal transport sediment was during the rainy season in 2003, which was 4.98427E-07 kg/m2/s. The average value of sediment transport in the rainy season was 2.71958E-07 kg/m2/s and in the dry season was 2.55057E-07 kg/m2/s. In the rainy season, the intensity of the rain which tends to be greater than in the dry season causes the discharge greater so that the possibility of soil particles being carried by the rain is high. It can be concluded that the season greatly affects the sediment discharge and concentration in the Kalisapi River, Banjarnegara Regency. The use of a smaller grid is highly recommended for further research to obtain more accurate research results. | |
| 26747 | 29952 | A1A016056 | Optimalisasi Produksi Stik dan Sriping Sukun pada UD Mahkota DJ di Kabupaten Cilacap | Kabupaten Cilacap merupakan sentra produksi sukun di Provinsi Jawa Tengah. UD Mahkota DJ merupakan salah satu agroindustri sukun di Kabupaten Cilacap. UD Mahkota DJ telah memproduksi olahan sukun selama kurang lebih 24 tahun, namun belum dapat menentukan jumlah kombinasi yang optimal antara produk sriping sukun, stik sukun biasa, dan stik sukun spesial sehingga masih terjadi kelebihan atau kekurangan produksi dari produk-produk tersebut. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi produksi agar sumber daya perusahaan yang terbatas dapat menghasilkan kombinasi produk yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung biaya, penerimaan dan keuntungan pada UD Mahkota DJ, 2) Menganalisis kombinasi dan keuntungan optimal produk stik dan sriping sukun, dan 3) Mengetahui perubahan yang mungkin terjadi, apabila terdapat perubahan input produksi terhadap kondisi optimal. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan metode studi kasus pada UD Mahkota DJ. Analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan usaha, analisis linear programming, analisis primal, analisis dual, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi UD Mahkota DJ sebesar Rp199.343.535 untuk stik sukun biasa; Rp122.168.332 stik sukun spesial; dan Rp202.335.363,3 sriping sukun. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp251.546.400 untuk stik sukun biasa; Rp191.654.400 stik sukun spesial; dan Rp239.568.000 sriping sukun. Keuntungan yang diperoleh pada kondisi aktual adalah sebesar Rp158.921.569,50; sedangkan pada kondisi optimal sebesar Rp165.875.650. UD Mahkota DJ memperoleh keuntungan maksimal dengan memproduksi 6.939,37 kg stik sukun biasa, 4.701,10 kg stik sukun spesial, dan 8.352,53 kg sriping sukun. | Cilacap Regency is center of breadfruit production in Central Java Province. UD Mahkota DJ is one of the breadfruit agro-industries in Cilacap Regency. UD Mahkota DJ has been producing processed breadfruit for approximately 24 years, but has not been able to determine the optimal number of combinations between breadfruit flakes, ordinary breadfruit sticks, and special breadfruit sticks so that there is still an excess or underproduction of these products. Therefore, its necessary to optimize production so that limited company resources can produce optimal product combinations. This study aims to: 1) calculate costs, revenues and profits at UD Mahkota DJ, 2) analyze the optimal combination and profit of breadfruit sticks and flakes, and 3) Know the changes that may occur, if there is a change in production input to optimal conditions. This research was conducted in April-May 2020. The research method used was the case study method at UD Mahkota DJ. Data analysis used includes analysis of production costs, revenue, business profits, linear programming analysis, primal analysis, dual analysis, and sensitivity analysis. The results showed that the production cost of UD Mahkota DJ was Rp199.343.535 for ordinary breadfruit sticks; Rp122.168.332 special breadfruit sticks; and Rp202.335.363,3. breadfruit flakes. Receipts earned amounting to Rp251.546.400 for ordinary breadfruit sticks; Rp191.654.400 special breadfruit sticks; and Rp239,568,000 breadfruit flakes. Profits obtained in actual conditions amounted Rp158.921.569.50; while in optimal conditions it is Rp165.875.650. UD Mahkota DJ obtained maximum profit by producing 6,939.37 kg regular breadfruit sticks, 4,701.10 kg special breadfruit sticks, and 8,352.53 kg breadfruit flakes. | |
| 26748 | 30105 | B1A015078 | STOK KARBON PADA POHON BUAH DI TAMAN WISATA BOTANIA GARDEN KECAMATAN BUKATEJA PURBALINGGA | Pemanasan global merupakan salah satu ancaman yang penting dan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Pemanasan global yang terjadi karena efek dari peningkatan gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan nitrous oksida (N2O) yang di sebut juga gas rumah kaca (GRK). Salah satu penyebabnya peningkatan GRK tersebut adalah meningkatnya aktifitas manusia serta alih fungsi hutan menjadi tataguna lain. Gas CO2 yang ada diamosfer dapat dikurangi dengan cara penyerapan CO2 yang ada diudara oleh pohon melalui proses fotosintesis. Pohon dapat berfungsi sebagai tempat menyimpanan karbon atau dapat disebut stok karbon. Tujuan penelitian adalah untuk menduga biomassa dan stok karbon serta untuk mengetahui jenis pohon buah yang memiliki stok kabon tertinggi di Taman Wisata Botania Garden Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode metode survei. Teknik pengambilan sampel pohon buah menggunakan kuadrat. Ukuran kuadrat yang digunakan adalah 10 m x 10 m sebanyak lima kuadrat sebagai ulangan. Peletakan kuadrat pada lahan buah disusun secara sistematis. Setiap kuadrat dihitung jumlah individu setiap jenis pohon buah, serta dilakukan pengukuran diameter batang pohon pada ketinggian pohon setinggi dada peneliti. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pohon buah-buahan yang ada dan variabel terikat berupa stok karbon. Parameter utama yang diukur yaitu diameter batang setinggi dada. Data dianalisis menggunakan analisis of variance untuk mengetahui besaran stok karbon pada empat jenis Pohon dan dilanjutkan dengan Duncan’s multiple range test. Hasil analisis stok karbon menunjukkan bahwa total stok karbon yang terdapat di Taman Wisata Buah Botania Garden sebesar 63,7523 ton/ha/tahun dimana Pohon Jambu Citra memiliki stok karbon tertinggi dari jenis Pohon yang lain yaitu sebesar 56,354 ton/ha/tahun. Jeruk menujukkan stok karbon terendah yaitu sebesar 1,44298 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil uji lanjut menggunakan Analisis Duncan's multiple range test Pohon Jambu Citra memiliki beda nyata dengan Pohon Belimbing, Pohon Jeruk dan Pohon Jambu kristal sedangkan Pohon Jeruk, Pohon Belimbing dan Pohon Jambu Kristal mempunyai stok karbon yang sama | Global warming is an important threat and needs attention from various parties. Global warming that occurs is the effect of an increase in gases such as carbon dioxide (CO2), methane (CH4) and nitrous oxide (N2O) which are also called greenhouse gases (GHG). One of the reasons for the increase in GHG is the increase in human activities and the conversion of forest functions into other uses. CO2 gas in the diamosphere can be reduced by absorbing CO2 in the air by trees through the process of photosynthesis. Trees can function as a place to store carbon or can be called carbon stocks. The research objective was to estimate the biomass and carbon stock and to determine the types of fruit trees that have the highest regency stock in Botania Garden Tourism Park, Karangcengis Village, Bukateja District, Purbalingga Regency. This research uses the survey method method. The sampling technique for fruit trees using squares. The squared size used is 10 m x 10 m as many as five squares as replications. The placement of the squares on the fruit field is arranged systematically. Each square was counted the number of individuals for each type of fruit tree, and the tree trunk diameter was measured at the height of the tree at the height of the researchers chest. The independent variable used in this study is the type of fruit trees that exist and the dependent variable is carbon stock. The main parameter measured is the diameter of the stem at breast height. Data were analyzed using analysis of varience to determine the amount of carbon stock in four tree species and continued with Duncan's multiple range test. The results of carbon stock analysis showed that the total carbon stock contained in the Botania Garden Fruit Tourism Park was 63.7523 tonnes / ha / year, where the Guava Citra Tree had the highest carbon stock of other tree species, namely 56.354 tonnes / ha / year. Oranges show the lowest carbon stock, which is 1.44298 tonnes / ha / year. Based on the results of further tests using Duncan's multiple range test analysis, Guava Trees have significant differences with Star Fruit Trees, Citrus Trees and Crystal Guava Trees, while Citrus Trees, Starfruit Trees and Crystal Guava Trees have the same carbon stock | |
| 26749 | 30104 | F1F016023 | Kebijakan Luar Negeri Cina Dalam Sengketa Laut Cina Selatan Tahun 2014 – 2018 Berdasarkan Tinjauan Perspektif Offensive Realism | Penelitian berjudul “Kebijakan Luar Negeri Cina dalam Laut Cina Selatan Tahun 2014-2018” menggunakan teori realis ofensif. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis latar belakang kebijakan luar negeri Cina dalam sengketa Laut Cina Selatan menggunakan teori realis ofensif. Dimana teori realis ofensif melihat negara sebagai aktor yang anarki dan setiap negara berusaha menjadi hegemoni sehingga negara dapat menjadi dominan dalam sistem internasional dan mengendalikan kekuatan besar lain di sistem internasional. Selanjutnya penulis akan menganalisis kebijakan-kebijakan tersebut berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi Cina. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis faktor eskternal Cina yang mempengaruhi kebijakan-kebijakan tersebut melalui Chinese Dream Xi Jinping yang memodernisasi militer Cina. | This research entitled "China's Foreign Policy in the South China Sea 2014-2018" uses offensive realist theory. In this study, researchers will analyze the background of China's foreign policy in the South China Sea dispute using offensive realist theory. Where the offensive realist theory sees the state as an anarchic actor and each country tries to become a hegemony so that the state can become dominant in the international system and control other major powers in the international system. Furthermore, the author will analyze the policy based on the factors that influence China. In this study, the authors analyzed the external factors that influenced the policy through Xi Jinping's Chinese Dream of modernizing China's military | |
| 26750 | 30108 | F1D016048 | RELASI AKTOR DESA DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM DANA DESA PERIODE TAHUN 2013-2019 DI DESA SAMUDRA KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan relasi aktor desa dalam implementasi program dana desa periode tahun 2013-2019 di Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, mengetahui dan menjelaskan pola relasi yang terjadi, mengetahui aktor-aktor yang terlibat di dalamnya, serta mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pola relasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif institusionalisme dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pola relasi yang terjadi dalam implementasi program dana desa bersifat decisional. Hal tersebut terjadi karena kekuasaan atau wewenang yang dimiliki kepala desa digunakan untuk memperjuangkan kepentingannya. Pola relasi tersebut menghadirkan aktor yang dominan dalam relasi implementasi program dana desa. Setiap aktor yang terlibat memiliki kepentingan dengan menggunakan kekuasaan masing-masing untuk memperoleh keuntungan dari adanya program dana desa. Faktor pendukung implementasi program dana desa yaitu adanya program dana desa menyediakan sumber daya keuangan yang prioritas penggunaannya untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat sehingga program tersebut menghadirkan penggalian potensi desa dan memberdayakan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat implementasi program dana desa yaitu adanya program dana desa yaitu tidak dilibatkannya masyarakat dalam proses implementasi program dana desa, hadirnya pihak ketiga atau kontraktor, dan belum adanya indikator kesuksesan implementasi program dana desa. Kesimpulannya yaitu dalam pola relasi tersebut terdapat kepentingan dan dominasi aktor yang berorientasi pada kepentingan bisnis yang dimiliki. | This research article aims to understand and describe the relationship between village actors in the implementation of the village fund program for the period 2013-2019 in Samudra Village, Gumelar District, Banyumas Regency, knowing and explaining the relationship patterns that occur, knowing the actors involved in it, and knowing and explain the factors that support and hinder this relationship pattern. This research uses qualitative methods and a case study approach within the framework of the perspective of institutionalism and constructivism paradigm. The results of this study reveal that the relationship pattern that occurs in the implementation of the village fund program is decisional. This happens because the power or authority possessed by the village head is used to fight for his interests. This pattern of relations presents the dominant actor in the relation to the implementation of the village fund program. Every actor involved has an interest in using their respective powers to benefit from the village fund program. The supporting factor for the implementation of the village fund program is the existence of a village fund program to provide financial resources whose use is priority for village development and community empowerment so that the program presents the exploration of village potential and empowers the community. While the inhibiting factors for the implementation of the village fund program are the existence of the village fund program, namely the absence of the community in the process of implementing the village fund program, the presence of a third party or a contractor, and the absence of indicators of success in implementing the village fund program. The conclusion is that in the pattern of relations there are interests and domination of actors who are oriented towards the business interests they have. | |
| 26751 | 30109 | L1A016015 | Persepsi Stakeholder terhadap Pengelolaan Ekowisata Pantai di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan | Pulau Angso Duo adalah kawasan konservasi bahari yang cocok untuk kegiatan wisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi stakeholder terhadap pengelolaan wisata dan merumuskan strategi pengelolaan berdasarkan kondisi lingkungan dan berbagai persepsi stakeholder. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis Daya Dukung Kawasan (DDK) dan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) berdasarkan penelitian Rahmi et al,. (2017), wawancara langsung dan kuisioner serta perumusan strategi pengelolaan dengan analisis SOAR. Responden terdiri dari 14 responden masyarakat, 67 responden pengunjung, kelompok konservasi Tim Raja Samudera, pengelola lapangan Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN), dan Kepala Lurah Kelurahan Pasir. Persentase nilai IKW yang didapat yaitu 85,71% dengan kategori S1 (Sangat Sesuai untuk kegiatan wisata pantai). DDK wisata yaitu 1125 orang/hari dengan luas kawasan 1,25 hektar. Jumlah pengunjung rata-rata yaitu 200 orang/hari. Persepsi masyarakat dan pengunjung terhadap pengelolaan ekowisata di Pulau Angso Duo menunjukkan respon yang baik dan mereka mendukung kemajuan pengembangan wisata pantai di berbagai aspek. Strategi pengelolaan wisata dari berbagai persepsi stakeholder berdasarkan analisis SOAR yaitu terus melakukan pengoptimalan terhadap potensi wisata, melakukan evaluasi dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak serta terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjalankan kegiatan wisata di Pulau Angso Duo. | Angso Duo Island is a marine conservation area which has suitable to support beach tourism activities. This research aimed to know stakeholders perceptions of tourism management and formulate management strategies based on environmental conditions and various stakeholder perceptions. The research methods used Carrying Capacity Analysis and Tourism Suitability Index based on Rahmi et al,. research (2017), deep interviews, questionnaires and SOAR analysis. Respondents consisted 14 community respondents, 67 visitor respondents, conservation group respondents of Raja Samudra team, the field manager of Non-State Civil Apparatus, and Head of Lurah Pasir Village. The percentage of Tourism Suitability Index is 85.71% with category S1 (Very Suitable for beach tourism activities). The value of Carrying Capacity was 1125 people/day with an area of 1.25 hectares. The average number of visitors was 200 people/day. People and visitors perception of ecotourism management on Angso Duo Island showed a good response and they support the development of beach tourism in various aspects. The strategy of managing tourism from various stakeholder perceptions using SOAR analysis were expected to optimalize tourism potential, evaluate and improve coordination with various parties and to increase community participation to support tourism activities in Angso Duo Island. | |
| 26752 | 30110 | D1A016239 | PENGARUH PEMBERIAN SINBIOTIK DALAM AIR MINUM TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN SIFAT FISIK DAGING PADA AYAM RAS PEDAGING | Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan menentukan level penggunaan sinbiotik terbaik dalam air minum terhadap kadar kolesterol dan sifat fisik daging ayam. Materi penelitian berupa ayam ras jantan pedaging sebanyak 250 ekor dengan strain Lohmann MB 202, sinbiotik BAL dan yeast, inulin, maltodextrin, probiotik komersial, media mikroba, pakan serta air minum. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 : tanpa penambahan sinbiotik; R1 : penambahan probiotik + inulin 0,5 %; R2 : penambahan probiotik + inulin 1 %; R3 : penambahan probiotik + inulin 1,5 % serta R4 : penambahan probiotik komersial. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil rataan kolesterol daging dada dari perlakuan R0 sampai R4 berkisar antara 68,92-76,82 sedangkan paha antara 69,76-75,00 mg/100 g. pH daging dada berkisar antara 6,29-6,53 sedangkan paha 6,50-6,63. Keempukan daging dada berkisar antara 0,082-0,091 sedangkan paha 0,068-0,075 mm/g/s. Daya ikat air daging dada berkisar antara 48,385-57,388 sedangkan paha 29,937-41,219 %. Susut masak daging dada berkisar antara 28,28-30,18 sedangkan paha 30,19-37,29 %. Hasil penelitian menunjukkan pemberian sinbiotik berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar kolesterol dada, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol dan susut masak paha sedangkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai susut masak dada, pH, keempukan serta daya ikat air daging. Kesimpulan, penggunaan sinbiotik dengan level inulin 1,5% menghasilkan kadar kolesterol yang rendah walaupun tidak mempengaruhi kualitas fisik daging secara umum. | This study aims to assessed and determined the level of best use of synbiotics in drinking water on cholesterol levels and physical properties of chicken meat. The research materials were 250 male broilers with Lohmann MB 202 strain, BAL synbiotics and yeast, inulin, maltodextrin, commercial probiotics, microbial media, feed and drinking water. The research was conducted experimentally using a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications. The treatments consisted of R0: without the addition of synbiotics; R1: addition of probiotics + inulin 0.5%; R2: addition of probiotics + inulin 1%; R3: addition of probiotics + inulin 1.5% and R4: addition of commercial probiotics. Data were analyzed using analysis of variance and further tested using Honest Real Difference Test. The average results of breast meat cholesterol from treatments R0 to R4 ranged from 68.92-76.82 while the thighs were between 69.76-75.00 mg/100 g. The pH of breast meat ranged from 6.29 to 6.53 while the thighs were 6.50-6.63. The tenderness of the breast meat ranged from 0.082-0.091 while the thigh was 0.068-0.075 mm/g/s. The breast meat holding capacity ranged from 48,385-57,388 while the thighs were 29,937-41,219%. The cooking shrinkage of breast meat ranged from 28.28-30.18 while the thighs were 30.19-37.29%. The results showed that the administration of synbiotics had a very significant effect (P <0.01) on chest cholesterol levels, had a significant effect (P <0.05) on cholesterol levels and thigh cooking loss, while it had no significant effect (P> 0.05) on the shrinkage value cook the breast, pH, tenderness and meat holding capacity. In conclusion, the used of synbiotics with an inulin level of 1.5% resulted in low cholesterol levels although it did not affect the physical quality of meat in general. | |
| 26753 | 30111 | F1F015030 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARIWISATA THAILAND PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI PRAYUTH CHAN-O-CHA TAHUN 2014-2018 | Penelitian yang berjudul “IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARIWISATA THAILAND PADA MASA PEMERINTAHAN PERDANA MENTERI PRAYUTH CHAN-O-CHA TAHUN 2014-2018” ini membahas mengenai kebijakan pariwisata Thailand dan implementasinya pada masa pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha pasca terjadinya kudeta pada tahun 2014 hingga setahun sebelum pemilihan Perdana Menteri Thailand pada tahun 2019 dengan menggunakan konsep Nation Branding. Pemerintah Thailand melihat bahwa perlunya mendorong wisatawan asing untuk berkunjung ke Thailand pasca terjadinya ketidakstabilan politik agar kondisi ekonomi Thailand kembali pulih lagi. Untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan asing, Thailand melakukan nation branding. Jumlah kedatangan wisatawan asing ke Thailand pun kian meningkat hingga tahun 2018, walaupun sempat mengalami penurunan pada tahun 2014. | This research, entitled “IMPLEMENTATION OF THAILAND TOURISM POLICIES DURING THE REIGN OF THE PRIME MINISTER OF PRAYUTH CHAN-O-CHA 2014-2018”, discusses about Thailand's tourism policies and their implementation during the reign of Prime Minister Prayuth Chan-o-cha after the 2014 coup until one year before the election of the Prime Minister of Thailand in 2019, using Nation Branding concept. The Thai government saw that it was necessary to encourage foreign tourists to visit Thailand after the occurrence of political instability so that Thailand's economic condition would recover. Thailand was doing nation branding to increase the number of foreign tourists arrivals. The number of foreign tourist arrivals to Thailand has increased until 2018, although it had decreased in 2014. | |
| 26754 | 30112 | A1C016044 | Analisis Motivasi Konsumen Dalam Mengkonsumsi Masakan Padang Di DKI Jakarta Menggunakan Metode Means End Chain | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi konsumen dalam mengonsumsi Masakan Padang di DKI Jakarta bertujuan mengetahui sosiodemografi responden, motivasi konsumen, dan faktor-faktor yang dominan untuk memotivasi konsumen. Metode yang digunakan adalah means end chain dengan teknik wawancara laddering. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memilih rumah makan yang dikenal baik oleh konsumen dan sesuai google maps. Hasilnya diperoleh konsumen Masakan Padang didominasi oleh laki-laki berusia 20-30 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, pekerjaan didominasi oleh karyawan swasta berpenghasilan antara Rp. 1.000.000 – Rp. 5.000.000, anggota keluarga ≤4, dan pengeluaran makanan dalam seminggu sebesar ≤Rp. 600.000. Responden mengonsumsi karena rasa yang enak, bumbu serta rempah yang kuat. Hal tersebut tidak menghilangkan ciri khas utama dari masakan Padang yang asli dari Sumatera Barat dengan menu makanan yang paling di sukai yaitu rendang dengan frekuensi mengonsumsi 1-2 kali dalam seminggu dan pengeluaran untuk sekali makan sebesar Rp. 21.000,00-Rp. 30.000,00. Pada motivasi konsumen dalam mengonsumsi masakan Padang adalah karena dapat meningkatkan nafsu makan (0,13), cita rasa yang khas (0,01), menghemat waktu (0,01) dengan manfaat yang diinginkan yaitu manfaat kesehatan (0,15), aktivitas sehari-hari (0,11), dan mendapatkan asupan nutrisi (0,07). Memperoleh tujuan tanggung jawab terhadap keluarga (0,02), agar bahagia (0,05), dan keberlangsungan hidup (0,08) dengan HVM yang dihasilkan menunjukkan 3 jalur. | This research was conducted to determine the motivation of consumers in consuming Padang Cuisine in DKI Jakarta. The objective of this research is to find out know the sociodemography, motivation in consuming and dominant factors to motivate. The method used is means end chain with the laddering interview technique. The sampling technique used purposive sampling by selecting restaurants that are well known to consumers and on google maps. The result shows that Padang Cuisine consumers are dominated by men aged between 20-30 years with the latest education from was university level, jobs are dominated by private employees earning between RP. 1,000,000 - RP. 5,000,000, family members number ≤4, and food expenses during the week amounted to ≤ RP. 600,000. The respondent consuming Padang Cuisine because it has a good taste, spices, strong herbs. That doesn’t eliminate the main characteristic of Padang cuisine from West Sumatra with the most preferred food menu which is rendang with a frequency of consuming once or twice a week and the amount money is used for one meal are Rp. 21.00,00 - Rp. 30.000,00. The consumer motivation on consuming Padang cuisine is because it can increase appetite (0,13), unique taste (0,01), save time (0,01) with the desired benefits which is health benefits (0,15), daily activities (0,11), and get nutritional intake (0,07). Achieve the goal of family responsibility (0,02), to be happy (0,05), and to survive (0,08) with the resulting HVM showing 3 lines. | |
| 26755 | 30113 | L1B016065 | INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN GABUS (Channa striata) UKURAN BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DI KECAMATAN SUMPIUH | Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu ikan yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Perkembangan budidaya ikan gabus dapat terhambat oleh adanya infeksi ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan gabus (Channa striata) ukuran berbeda yang dibudidayakan di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Sebanyak 30 ikan diambil dari lokasi budidaya. Ektoparasit diamati pada permukaan tubuh dan insang dengan memeriksa sampel lendir di bawah mikroskop. Selanjutnya, prevalensi dan intensitas parasit dihitung. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan gabus yaitu Trichodina sp. Jumlah ikan yang terinfeksi ektoparasit sebanyak 27 ekor dengan total 196 ektoparasit. Prevalensi parasit pada ikan gabus adalah 90% dengan intensitas 7,26 ind/ekor. Tidak ada perbedaan jumlah Trichodina sp. antara ukuran ikan yang berbeda: 60-79 mm dan 80-99 mm. Sebagai tambahan, tidak ada hubungan antara jumlah Trichodina sp. dengan panjang, berat, dan factor kondisi ikan. Hasil sampling kualitas air didapatkan suhu 28°C dan pH 7 yang masih mendukung untuk kelangsungan hidup ikan gabus dan juga Trichodina sp. | Snakehead fish (Channa striata) is one of the high economic valuable fish in Indonesia. The development of snakehead fish culture can be hampered by the presence of ectoparasite infection. This study aimed to determine the type, prevalence, and intensity of ectoparasites attacked the snakehead fish (Channa striata) different size cultivated in Sumpiuh, Banyumas. A total of 30 fish was sampled from the cultivation location. Ectoparasite was observed on the surface of the body and gills by examining its mucus sample under microscope. Furthermore, prevalence and intensity of parasites was calculated. The results showed that one type of ectoparasite infected snakehead fish is Trichodina sp. The number of fish infected with ectoparasites was 27 with a total of 196 ectoparasites. The prevalence of the parasite in snakehead fish was 90% with an intensity of 7.26 individuals/fish. There was no difference in the number of Trichodina sp. among different size of the fish: 60-79 mm and 80-99 mm. In addition, there was no relationship between the number of Trichodina sp. with length, weight, and condition factor of fish. The results of the water quality sampling obtained a temperature of 28°C and a pH of 7 which still supports the survival of snakehead fish and also Trichodina sp. | |
| 26756 | 30123 | J1A015017 | MURPHY’S NEEDS BASED ON MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS IN THE KILLING OF A SACRED DEER FILM BY YORGOS LANTHIMOS | Penelitian ini berjudul “Murphy’s Needs Based on Maslow Hierarchy of Needs in The Killing of a Sacred Deer Film by Yorgos Lanthimos”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hierarki kebutuhan (teori Abraham Maslow) yang mempengaruhi Murphy untuk membunuh anaknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data penelitian didapatkan dari data primer berupa film The Killing of a Sacred Deer dan data sekunder berupa kajian pustaka dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini. Selain itu, pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan empat dari lima tingkat kebutuhan menurut teori kebutuhan hierarki. Bagian pertama menjelaskan bagaimana Murphy memenuhi kebutuhan hirarkinya. Penelitian ini menjelaskan bahwa empat kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan kasih sayang dan rasa memiliki, dan kebutuhan penghargaan. Bagian kedua menjelaskan kehancuran dari kebutuhan keamanan Murphy. Penelitian ini menjelaskan bagaimana kebutuhan keamanan Murphy hancur karna beberapa aspek yaitu; Martin menguntit Murphy, ibu Martin, jatuhnya Bob, penjelasan pertama tentang kutukan, dan jatuhnya Kim. Bagian ketiga menjelaskan pemenuhan kembali akan kebutuhan keamanan Murphy. Penelitian ini menjelaskan bagaimana pemenuhan kembali akan kebutuhan keamanan Murphy dalam bentuk keributan Murphy dengan Martin, penculikan Martin, dan pengorbanan rusa suci. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa kebutuhan akan keamanan Murphy hancur disebabkan oleh Martin yang secara terus menerus meneror keluarga Murphy. Pada akhirnya, Murphy harus membunuh anak nya sendiri dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan keamanan diri. | This research is entitled “Murphy’s Needs Based on Maslow Hierarchy of Needs in The Killing of a Sacred Deer Film by Yorgos Lanthimos”. It aims to explain the hierarchy of needs (Maslow’s theory) that affect Murphy to kill his son. This research uses qualitative method with psychological approach to literature. The research data is taken from primary data in the form of the film “The Killing of a Sacred Deer” and also secondary data in the form of literatures and sources that support the research. Furthermore, the discussion of this study is divided into three main parts which correspond with four out of the five needs in Maslow’s hierarchy of needs theory. The first part explains how Murphy satisfies all of his basic needs. The analysis explains four Murphy’s needs which are physiological needs, safety needs, love and belonging needs, and esteem needs. The second part explains the ruination of Murphy’s safety needs. The analysis explains how Murphy’s safety needs are ruined because of a few aspects which are Martin Stalks Murphy, Martin’s mother, the falling of Bob, first reveal of the cursed, and the falling of Kim. The third part explains re-satisfaction of Murphy’s needs. The analysis explains how Murphy re-satisfies his safety needs in the form of Murphy’s confrontation with Martin, kidnapping Martin, and the killing of a sacred deer. The research result concludes that Murphy’s safety needs are broken because of Martin who over and over terrorizes his family. Murphy urges to kill his own son in order to re-satisfy his safety needs. | |
| 26757 | 30114 | C1B016020 | PENGARUH ORIENTASI PERAN GENDER TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MANAJEMEN KONFLIK SEBAGAI MEDIASI (Studi Pada Karyawan PT. Arteria Daya Mulia Cirebon) | Penelitian ini merupakan penelitian tentang kinerja karyawan PT. Arteria Daya Mulia Cirebon. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Orientasi Peran Gender Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Manajemen Konflik Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Karyawan Pt. Arteria Daya Mulia Cirebon)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa (1) Untuk menganalisis pengaruh orientasi peran gender terhadap kinerja. (2) Untuk menganalisis pengaruh orientasi peran gender terhadap manajemen konflik. (3) Untuk menganalisis pengaruh manajemen konflik terhadap kinerja karyawan. (4) Untuk menganalisis pengaruh manajemen konflik yang dimediasi oleh orientasi peran gender maskulin terhadap kinerja karyawan. (5) Untuk menganalisis pengaruh manajemen konflik yang dimediasi oleh orientasi peran gender feminim terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 Karyawan PT. Arteria Daya Mulia Cirebon. Teknik sampel Jenuh digunakan dalam penentuan responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis statistik SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Orientasi Peran Gender Maskulin berpengaruh positif terhadap Manajemen Konflik. (2) Orientasi Peran Gender Feminim berpengaruh positif terhadap Manajemen Konflik (3) Orientasi Peran Gender Maskulin berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (4) Orientasi Peran Gender Feminim tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. (5) Manajemen Konflik berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Kata Kunci: Orientasi Peran Gender Maskulin, Orientasi Peran Gender Feminim, Manajemen Konflik, Kinerja Karyawan. | Abstract This research is a research on the performance of the employees of PT. Arteria Daya Mulia Cirebon. This study takes the title: "The Effect of Gender Role Orientation on Employee Performance with Conflict Management as a Mediation Variable (Studies on Employees of Pt. Arteria Daya Mulia Cirebon)". The purpose of this study was to analyze (1) To analyze the effect of gender role orientation on performance. (2) To analyze the influence of gender role orientation on conflict management. (3) To analyze the effect of conflict management on employee performance. (4) To analyze the influence of conflict management mediated by masculine gender role orientation on employee performance. (5) To analyze the influence of conflict management mediated by feminine gender role orientation on employee performance. The population in this study were 56 employees of PT. Arteria Daya Mulia Cirebon. Saturated sample technique is used in determining the respondents. The data collection technique used a questionnaire. Data were analyzed using SPSS statistical analysis. Based on the research results, it shows that: (1) Masculine Gender Role Orientation has a positive effect on Conflict Management. (2) Gender Feminine Role Orientation has a positive effect on Conflict Management (3) Masculine Gender Role Orientation has a positive effect on Employee Performance (4) Gender Feminine Role Orientation has no effect on Employee Performance. (5) Conflict Management has a positive effect on Employee Performance. Keywords: Masculine Gender Role Orientation, Feminine Gender Role Orientation, Conflict Management, Employee Performance. | |
| 26758 | 30115 | D1A016082 | PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KEKENYALAN DAN RENDEMEN BAKSO DAGING ENTOK JANTAN (Cairina moschata) | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan karagenan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kekenyalan dan rendemen bakso daging entok jantan (Cairina moschata). Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging entok jantan (Cairina moschata) dan karagenan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah tanpa penambahan karagenan (P0), penambahan karagenan 2% (P1), penambahan karagenan 3% (P2), dan penambahan karagenan 4% (P3) dengan lima kali ulangan. Peubah yang diamati adalah kekenyalan dan rendemen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis variansi dan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kekenyalan dengan rataan nilai kekenyalan sebesar 0,0776 mm/g/dt dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai rendemen dengan rataan nilai rendemen sebesar 96,49%. Penambahan karagenan sampai dengan konsentrasi 3%, bakso daging entok jantan yang dihasilkan semakin kenyal dan nilai rendemen semakin tinggi. | The purpose of research was to determine the effect of adding carrageenan with different concentrations on the rubbery and yield of male muscovy duck (Cairina moschata) meatballs. The materials used in this research were male muscovy duck meat (Cairina moschata) and carrageenan. The method used was an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD design). The treatments given were without the addition of carrageenan (P0), the addition of 2% carrageenan (P1), the addition of 3% carrageenan (P2), and the addition of 4% carrageenan (P3) with five replications. The variables observed were rubbery and yield. The data obtained were then analyzed by analysis of variance and the BNJ further test. The results showed that the treatment had a very significant effect (P <0.01) on the rubbery with an average value of 0.0776 mm/g/s and a significant effect (P <0.05) on the value yield with an average yield value of 96,49%. The addition of carrageenan to a concentration of 3%, the resulting male muscovy duck meatballs were more chewy and the yield value was higher. | |
| 26759 | 30116 | I1A016039 | Systematic Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Iritasi Mata pada Perenang di Kolam Renang | Latar Belakang : Kualitas air kolam renang yang tidak diperhatikan oleh pengelola akan berdampak buruk pada kesehatan seperti iritasi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian mata pada perenang di kolam renang menggunakan sistematik review. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan sistematik review dengan metode pengumpulan data pustaka. Pencarian artikel menggunakan PMC NCBI, PubMed, dan Google Schoolar dengan rentang waktu tahun 2010-2020 dan mendapatkan 16 jurnal untuk direview dengan prosedur penelitian Organize, Synthesize dan Identify. Hasil : Hasil review sebanyak 16 jurnal yang menunjukan sebagian besar kolam renang tidak mematuhi persyaratan kualitas air seperti sisa klor, Kadar Trichloramine dan pH, faktor lainnya seperti durasi berenang, penggunan kacamata renang serta gaya berenang dapat memicu kejadian iritasi mata. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian iritasi mata terletak pada sisa klor, Kadar Trichloramine dan pH kolam renang yang tidak sesuai dengan standar dan faktor durasi berenang, penggunaan kacamata renang serta gaya berenang. Adanya hubungan antara kejadian iritasi mata di kolam renang dengan faktor risiko sisa klor, pH, Kadar Trichloramine, durasi berenang, penggunaan kacamata renang dan gaya berenang. | Background: Swimming pool water quality that is not considered by the manager will have a negative impact on health such as eye irritation. The purpose of this research to determine the factors associated with the occurrence of eyes in swimmers in the swimming pools. Methode: The type of research was Systematic Review with literature study methods. Search for articles using Medline, PubMed, and Google Schoolar with a span of years 2010-2020 and get 16 journals for review with Organize, Synthesize and Identify research procedures Results: The results of a review of 16 journals that show risk factors for the occurrence of eye irritation mostly of it lies in desinfectants of chlorine residue, trichloramine, and pH value that is not appropriate, and factors swimming duration, swimming glasses and swimming style. Conclusion: Risk factors for eye irritation occur in the chlorine residue, trichloramine and pH value that are not in accordance with the standards and for the duration of swimming, swimming glasses and swimming style are one of the factors causing eye irritation. There is a relationship between the incidence of eye irritation in swimming pools with risk factors for chlorine residue,tricloramine, pH value, swimming duration, use of swimming goggles and swimming styles | |
| 26760 | 30117 | C1A016098 | PENGARUH VARIABEL-VARIABEL SOSIAL EKONOMI TERHADAP INDEKS KEBAHAGIAAN (Studi Empiris di Negara Terpilih Anggota ASEAN Tahun 2015-2018) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, pengangguran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan IPM terhadap indeks kebahagiaan di negara terpilih ASEAN. Metode Analisis yang digunakan yaitu model regresi data panel fixed effect dengan data periode waktu 4 tahun (2015-2018) serta 8 negara sebagai data cross section. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif signifkan terhadap indeks kebahagiaan, variabel inflasi memiliki pengaruh signifikan namun tidak sesuai hipotesis sedangkan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks kebahagiaan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan di negara anggota ASEAN adalah inflasi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya upaya pengentasan kemiskinan maka pemerintah sebaiknya melakukan perluasan kesempatan kerja dan melakukan berbagai program perlindungan sosial yang dapat berdampak pada menurunnya tingkat kemiskinan sehingga akan meningkatkan tingkat kebahagiaan di negara terpilih ASEAN. | The aims of this research is to analyze the effect of inflation, unemployment, poverty, economic growth, and HDI on the happiness index in selected ASEAN countries. The analysis method used is a fixed effect panel data regression model with data for a period of 4 years (2015-2018) and 8 countries as cross section data. The results of this study indicate that poverty has a significant negative effect on the happiness index, the inflation variable has a significant effect but is not in accordance with the hypothesis, while unemployment, economic growth, and HDI have no significant effect on the happiness index. The variable that most influences the happiness index in ASEAN member countries is inflation. The implication of this research is the importance of poverty alleviation efforts so that the government should expand employment opportunities and carry out various social protection programs that can have an impact on reducing poverty levels so that it will increase the level of happiness in selected ASEAN countries. |