Artikelilmiahs

Menampilkan 26.721-26.740 dari 50.222 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2672130082D1A016045ANALISIS RANTAI PASOK DAN PROFIT MARGIN PEDAGANG TERNAK DOMBA
DI KABUPATEN BANYUMAS

Penelitian Analisis Rantai Pasok Dan Profit Margin Pedagang Ternak Domba Di Kabupaten Banyumas dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret sampai dengan 1 April 2020 di Kabupaten Banyumas. Tujuan Penelitian adalah mengetahui rantai pasok, profit margin dan pengaruh faktor pendidikan, jumlah penguasaan ternak dan lama pemeliharaan terhadap profit margin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey terhadap pedagang ternak domba yang ada di pasar hewan Kabupaten Banyumas. Penetapan sampel menggunakan snowball sampling sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan pedagang ternak domba dari fungsi dan perannya dibedakan menjadi pedagang pungumpul keliling dan pedagang pengumpul. Aktifitas pedagang membentuk rantai penjualan ternak domba yang terbagi menjadi dua pola pemasaran yaitu pola pemasaran satu melibatkan peternak, pedagang pengumpul keliling dan konsumen serta pola pemasaran dua melibatkan peternak, pedagang pengumpul keliling, pedagang pengumpul dan konsumen. Biaya pemasaran rata rata Rp 94.267, harga beli ternak domba rata-rata Rp 4.560.000, total biaya rata-rata Rp 4.654.267, penerimaan ternak domba rata rata Rp 5.041.500, pendapatan pedagang ternak domba rata-rata Rp387.233 dalam satu hari pasar serta profit margin lembaga pemasaran satu 9,41% dan lembaga pemasaran dua 6,67%. Variabel yang mempengaruhi profit margin pedagang ternak domba di Kabupaten Banyumas adalah tingkat Pendidikan, jumlah penguasaan ternak dan lembaga pemasaran.Research on the Analysis of supply chain and Profit Margin of sheep traders in Banyumas distric Regency was conducted on March 1 to April 1, 2020 in Banyumas district. Research objectives is 1) know the supply chain, profit margins and influence of educational factors, the number of livestock mastery and the length of raising on profit margin. The study was conducted using a survey method of sheep in the animal market of Banyumas district. Sample assignment using a snowball sampling of 30 respondents. The data analysis used was descriptive analysis and regression test. The results showed the sheep's livestock traders from their functions and roles were distinguished into mobile collecting traders and collecting traders. The activity of traders to form a sales chain for sheep is divided into two marketing patterns, namely marketing pattern one involving breeders, mobile collecting traders and consumers and marketing two pattern involving breeders, mobile collecting traders, collecting traders and consumers. Average marketing cost Rp 94,267, average price of sheep buy Rp 4,560,000, average total cost of Rp 4,654,267, average sheep's acceptance Rp 5,041,500, the average income of sheep traders Rp 387,233 in one day market and profit margin for marketing agensi one is 9,41 percent and marketing agency two is 6,61 percent. The variables that affect the profit margin of sheep traders in Banyumas district are the education level, amount of livestock mastery and marketing agency.
2672230083C1B016005FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN ENTREPRENEURIAL INTETION: PENDEKATAN
PERSONALITY TRAIT DAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Theory Of Planned Behaviour
(attitude, subjective norms, dan perceived behaviour control) dan Personality Traits (internal locus of
control, need for achievement, dan risk taking propensity) terhadap Entrepreneurial Intention. Responden
dalam penelitian ini adalah pengrajin Batik Brebesan. Sampel penelitian ini sebanyak 154 responden
diambil dengan menggunakan metode simple random sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda,
menunjukkan bahwa : (1) attitude secara signifikan berpengaruh positif terhadap entrepreneurial
intention. (2) subjective norms secara signifikan berpengaruh positif terhadap entrepreneurial intention.
(3) perceived behaviour control tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap entrepreneurial
intention. (4) internal locus of control secara signifikan berpengaruh positif terhadap entrepreneurial
intention. (5) need for achievement tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap entrepreneurial
intention. (6) risk taking propensity secara signifikan berpengaruh positif terhadap entrepreneurial
intention.
This research aims to analyze the effect of Theory Of Planned Behaviour variable (attitude,
subjective norms, and perceived behaviour control) and Personality Traits (internal locus of control, need for
achievement, and risk taking propensity) to Entrepreneurial Intention. Respondents in this study were
Brebesan Batik craftsmen. The sample is taken from 154 respondents using simple random sampling
method.
Based on the result and data analysis using multiple regrresion analysis, it has got the conclution :
(1) attitude has a positive effect on entrepreneurial intention. (2) subjective norms has a positive effect on
entrepreneurial intention. (3) perceived behaviour control do not affect on entrepreneurial intention. (4)
internal locus of control has a positive effect on entrepreneurial intention. (5) need for achievement do not
affect on entrepreneurial intention. (6) risk taking propensity has a positive effect on entrepreneurial
intention.
2672330084A1A116049PENGARUH MOTIVASI KERJA, LOYALITAS DAN KUALITAS KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI
PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR TBK DIVISI NOODLE BEKASI JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, loyalitas dan kualitas karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Divisi Noodle, Bekasi Jawa Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan tetap dan karyawan kontrak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik proporsional stratified randome sampling dengan jumlah sampel 130 responden, teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji multivariat ANOVA.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh motivasi kerja, loyalitas dan kualitas karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Bekasi Jawa Barat secara simultan dan parsial, dan (2) Mengetahui perbedaan motivasi kerja, loyalitas dan kualitas karyawan tetap dan kontrak terhadap kinerja karyawan pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Divisi Noodle, Bekasi Jawa Barat. Penelitian berlangsung dari tanggal 16 Maret hingga 20 Maret 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh motivasi kerja, loyalitas dan kualitas karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Divisi Mi, Bekasi Cabang Jawa Barat secara parsial dan simultan. Motivasi kerja pada karyawan kontrak lebih baik daripada karyawan tetap. Loyalitas dan kualitas pegawai tetap lebih baik daripada pegawai kontrak

Kata Kunci: motivasi kerja, loyalitas, kualitas karyawan, kinerja karyawan, regresi linier berganda.
This study aims to analyze the effect of work motivation, loyalty and quality of employees on employee performance at PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Noodle Division, Bekasi West Java Branch. The sample in this study were permanent employees and contract employees at PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Noodle Division, Bekasi West Java Branch. The sampling technique used was probability sampling with a proportional stratified random sampling technique with a total sample of 130 respondents, data analysis techniques using multiple linear regression analysis and multivariate ANOVA test.
This study aims to: (1) Knowing the effect of work motivation, loyalty and quality of employees has a significant effect on employee performance at PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Mie Bekasi Division, West Java Branch simultaneously and partially, and (2) Knowing the differences in work motivation, loyalty and quality of permanent and contract employees on employee performance at PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Noodle Division, Bekasi West Java Branch. The research took place from March 16 to March 20, 2020. The results showed that the influence of work motivation, loyalty and employee quality had an effect on employee performance at PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Noodle Division, Bekasi West Java Branch division partially and simultaneously. Work motivation on contract employees is better than permanent employees. Loyalty and quality of permanent employees are better than contract employees.
2672430085C1B016014PENGARUH DIMENSI ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KESEDIAAN MEMBELI CHATIMEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabe Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping The Company, dan Platform Assistance terhadap sikap dan sikap (Y1) terhadap kesediaan membeli (Y2). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 107 responden yang merupakan konsumen Chatime di Purwokerto. Metode pemilihan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan analisis regresi linier berganda dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Helping The Company, dan Platform Assistance berpengaruh pada sikap dan sikap berpengaruh pada kesediaan membeli. Sedangkan, variabel Economic Incentives tidak berpengaruh pada sikap. Model regresi linier berganda memiliki nilai koefisien determinasi adjusted r square sebesar 0,671 memiliki arti bahwa variabel Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping The Company, dan Platform Assistance mampu mempengaruhi sikap sebesar 67,1%, sedangkan sisanya sebesar 32,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Model regresi linier sederhana memiliki nilai koefisien determinasi adjusted r square sebesar 0,513 memiliki arti bahwa variabel sikap mampu mempengaruhi kesediaan membeli sebesar 51,3%, sedangkan sisanya sebesar 48,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini yang paling dominan yaitu Helping The Company.The purpose of this study is to identify and analyze the effect of Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping The Company, dan Platform Assistance towards Attitudes and Attitudes (Y1) towards Willingness to Buy (Y2). The sample in this study is 107 respondents who are the customer of Chatime Purwokerto. The determination of the sample used purposive sampling method. The data was analyze using multiple regression analysis and simple regression analysis. The result of this study indicates that Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Helping The Company, dan Platform Assistance affects on Attitudes and Attitudes affects on Willingness to Buy. While, Economic Incentives have no affect on Attitudes. The multiple linear regression has a coefficient of determination R Square is 0,671, which means that Concern for The Others, Expressing Positive Feelings, Economic Incentives, Helping The Company, dan Platform Assistance are affects on Attitudes by 67,1%, while remaining 32,9% is affected by other variables that not examined in this study. The simple linear regression has a coefficient of determination R Square is 0,513, which means that Attitudes affects on Willingness to Buy by 51,3%, while remaining 48,7% is affected by other variables that not examined in this study. The most dominant influence variable in this study is Helping The Company.
2672530069J0B017035PENERJEMAHAN DOKUMEN 企业技术指导书 (QǏYÈ JÌSHÙ ZHǏDǍO SHŪ) DARI BAHASA MANDARIN KE DALAM BAHASA INDONESIA DI PT SUMBER SEGARA PRIMADAYA (S2P) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) KARANGKANDRI CILACAPLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen 企业技术指导书(Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia di PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri Cilacap”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di bagian unit proyek pada tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 6 Maret 2020. Tujuan praktik kerja ini adalah menerjemahkan dokumen 企业技术指导书(Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) yang masih berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode penerjemahan komunikatif sebagai metode utama dan metode penerjemahan semantik sebagai metode pendukung. Terdapat tiga tahapan dalam proses penerjemahan, yang pertama adalah tahap persiapan, yang kedua adalah tahap pelaksanaan, dan yang ketiga adalah tahap evaluasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif dapat memudahkan pekerja Indonesia dalam memahami isi dokumen 企业技术指导书(Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin. Hasil dari praktik kerja ini berupa dokumen 企业技术指导书(Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) dalam bahasa Indonesia yang telah diterima dan digunakan oleh PT S2P PLTU Karangkandri Cilacap.This practical work report entitled "Penerjemahan Dokumen 企业技术指导书(Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia di PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri Cilacap”. Practical work activities were carried out in the project unit section from 23 December 2019 to 6 March 2020. The objective of this practical work is to translate the 企业 技术 指导 书 (Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) document into Indonesia language. The author uses four data collection methods, namely the observation method, the interview method, the literature study method, and the internet browsing method. In the translation process the writer uses two translation methods, namely the communicative translation method as the main method and the semantic translation method as the supporting method. There are three stages in the translation process, the first is the preparation stage, the second is the implementation stage, and the third is the evaluation stage. The conclusion of this activity is that using the communicative translation method can make it easier for Indonesian workers to understand the contents of the document 企业 技术 指导 书 (Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) which is translated from Chinese. The result of this work practice is a document 企业 技术 指导 书 (Qǐyè Jìshù Zhǐdǎo Shū) in Indonesian which has been received and used by PT S2P PLTU Karangkandri Cilacap.
2672630086H1D014038PEMETEAAN DAERAH TERDAMPAK TSUNAMI BERDASARKAN POLA KETINGGIAN MUKA AIR DI DAERAH TERDAMPAK LAMPUNG 2019a geologis, Indonesia terletak pada 3 (tiga) lempeng yaitu Lempeng Eurasia,
Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik membuat Indonesia mempunyai dinamika
geologis sangat dinamis yang mengakibatkan potensi bencana gempa dan tsunami. Tsunami
adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di
dasar laut akibat gempa bumi (BNPB No.8 Tahun 2011). Tsunami yang baru saja terjadi adalah
Tsunami di Lampung pada tahun 2019. Korban tsunami di Lampung Selatan tercatat 120 orang
meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi, serta sebanyak 543 rumah
rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan (BNPB, 2019).
Berdasarkan riset dan analisa tersebut, maka perlu dibuat peta terdampak tsunami
berdasarkan tsunami yang terjadi di Lampung 2019 dengan berbagai metode, salah satunya
dengan menggunakan Metode Hloss. Dalam penelitian ini menggunakan data survey oleh
TPTSS, data sekunder dan data pelengkap. Data sekunder diambil dari data jurnal dengan topik
yang sama, dan data pelengkap merupakan data geospasial yang didapat dari DEMNAS, Ina-
Geoportal dan USGS. Selanjutnya simulasi Tsunami menggunakan software ArcGIS.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh Elevasi tsunami tertinggi berada di 2.89m di desa
Batu balak dan terendah di 2.3m di desa Wayurang. Lalu jarak inundasi maksimal berada di
desa Merak Belantung dengan jarak inundasi 903.4 m dan jarak minimum 25.4m di desa
Guring. Selanjutnya diperoleh tingkat bahaya tsunami dibagi atas beberapa klasifikasi,
berdasarkan hasil simulasi Tsunami Lampung 2018 yang telah dilakukan didapat daerah
dengan tingkat bahaya paling tinggi yaitu Desa Merak belantung dengan luas daerah terdampak
seluas 148.516 Ha dengan presentase sebesar 37.11% dan tingkat bahaya paling rendah berada
di Desa Maja dengan luas daerah terdampak seluas 1.485 Ha dengan presentase sebesar 0.66
% .
Kajian kembali terhadap resiko tsunami di Kota Lampung Selatan ini sangat penting
untuk dilakukan karna Analisis resiko bukan sesuatu yang mati, namun sesuatu yang dinamis
dan dapat berubah-ubah setiap saat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan dan masukan dalam penyusunan tata ruang wilayah Kota Lampung Selatan,
khususnya dalam penataan Kawasan beresiko tsunami.
Geologically, Indonesia is located on 3 (three) plates, named the Eurasian Plate, the
Indo-Australian Plate and the Pacific Plate, makes Indonesia a very dynamic geological
dynamic that results in potential for earthquakes and tsunamis. A tsunami is a series of giant
sea waves that arise due to a shift in the seabed due to an earthquake (BNPB No.8 Year 2011).
The most recent tsunami was the Tsunami in Lampung in 2019. Tsunami victims in South
Lampung recorded 120 people died, 8,304 people were injured, and 6,999 people were
displaced, as well as 543 houses severely damaged, 70 houses moderately damaged and 97
houses slightly damaged ( BNPB, 2019).
Based on this research and analysis, it is necessary to make a tsunami-affected map
based on the tsunami that occurred in Lampung 2019 using various methods, one of which is
using the Hloss Method. In this study using survey data by TPTSS, secondary data and
complementary data. Secondary data is taken from journal data with the same topic, and
complementary data is geospatial data obtained from DEMNAS, Ina-Geoportal and USGS.
Then, the Tsunami simulation usessoftware ArcGIS.
Based on the analysis result that obtained the highest tsunami elevation was 2.89m in
Batu Balak village and the lowest at 2.3m in Wayurang village. Then the maximum inundation
distance is in Merak Belantung village with 903.4 m inundation distance and 25.4 m minimum
distance in Guring village. Furthermore, the tsunami hazard level is divided into several
classifications, based on the results of the 2018 Lampung Tsunami simulation that has been
carried out by Grilli, et. all, it is found that the area with the highest level of danger is Merak
Belantung Village with an affected area of 148,516 Ha with a percentage of 37.11% and the
lowest hazard level is at Maja village with the affected area of 1,485 hectares with a percentage
of 0.66%.
Reviewing the risk of a tsunami in South Lampung City is very important to do because risk
analysis is not something that is dead, but something dynamic and can change at any time. The
results of this study are expected to be used as material for consideration and input in the
preparation of spatial planning for the area of South Lampung City, particularly in the
arrangement of tsunami risk areas.
2672730088A1C013007FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL SADAPAN TENAGA KERJA PENYADAP KARET PADA PTP. NUSANTARA IX AFDELING KRUMPUT KABUPATEN BANYUMASKaret menjadi komoditas perkebunan yang memiliki arti penting dalam perekonomian Indonesia. PTP Nusantara IX merupakan perusahaan milik pemerintah yang bergerak dibidang agribisnis karet dengan wilayah yang dikelola yaitu Jawa Tengah.Afdeling Krumput menjadi salah satu sub-kebun yang memproduksi karet. Kegitan produksi karet sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia, khususnya pada kegiatan penyadapan atau pengambilan lateks dari pohon karet. Produktivitas tenaga kerja per orang menurun setiap tahunnya.Peningkatan produktivitas tenaga kerja perlu dilakukan agar memenuhi target produksi, namun nyatanya sulit karena banyak faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh usia, pengalaman kerja, upah dan usaha lain terhadap hasil sadapan tenaga kerja penyadap karet PTP Nusantara Afdeling Krumput dan (2) Mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi hasil sadapan tenaga kerja penyadap di PTP Nusantara Afdeling Krumput. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor pengalaman kerja dan upah yang mempengaruhi hasil sadapan tenaga kerja penyadap karet PTP Nusantara Afdeling Krumput. Hal ini berarti semakin besar pengalaman kerja dan upah akan meningkatkan hasil sadapan tenaga kerja penyadap karet. Faktor yang dominan mempengaruhi hasil sadapan tenaga kerja penyadap karet adalah upah. Upah yang didapatkan tenaga kerja penyadap karet disesuaikan dengan banyaknya hasil sadapan karet yang diperoleh.Rubber became a plantation commodity that had a significance in Indonesian economy. PTP Nusantara IX is a government company which engaged in the field of rubber agribusiness with a managed area Central Java. Afdeling Krumput became one of the sub-plantation producing rubber. Rubber production activities are heavily influenced by human resources, the cubes on wiretapping activities or latex pickup from rubber trees. Person labor productivity is decreasing every year. Increased labor productivity needs to be made to meet production targets, but in fact difficult due to many factors affecting. This research purpose to : (1) Analyzing the influence of age, work experience, wages, and other business on the results of rubber tapping labor of PTP Nusantara IX Krumput Afdeling, and (2) Knowing the most dominant factors affects the results of PTP Tapping labor cleavage Afdeling Krumput. The analysis used is descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The analysis results showed that the work experience factors and wages that affected the results of the PTP rubber tapping labor strapping of Krumput Afdeling Archipelago. It means the greater that the work experience and wages will increase the outcome of the rubber-tapping labor. The dominant factor affecting the outcome of the rubber-tapping labor is wages.
2672830089J1B016057KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN HA HA HA
KARYA PUTU WIJAYA
Penelitian ini berjudul “Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Ha Ha Ha Karya Putu Wijaya”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan gaya bahasa serta kritik sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Ha Ha Ha karya Putu Wijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu membaca secara intens kumpulan cerpen Ha Ha Ha karya Putu Wijaya, mencatat data-data yang berkaitan dengan tujuan penelitian dan menklasifikan data-data tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam unsur-unsur intrinsik yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan gaya bahasa. Kritik sosial yang terdapat pada penelitian ini meliputi kritik sosial masalah politik, pendidikan, kebudayaan, dan keluarga. Kritik sosial masalah politik mengandung tiga kritik yaitu monopoli politik, kemunafikan politik, dan disintegrasi demokrasi. Kritik sosial masalah pendidikan mengandung kritik terhadap krisinya nilai-nilai pendidikan karakter. Kritik sosial masalah kebudayaan mengandung kritik terhadap pola pikir masyarakat yang tradisional dan luntunya nilai kepercayaan. Kritik sosial masalah keluarga mengandung kritik terhadap disorganisasi keluarga yang meliputi kegagalan fungsi kasih sayang dan fungsi perlindungan.
This research is entitled "Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Ha Ha Ha karya Putu Wijaya". The purpose of this study is to describe the intrinsic elements such as themes, plot, characters and characterizations, settings, viewpoints, and language styles as well as social criticism contained in the collection of short stories Ha Ha Ha by Putu Wijaya. The research method used is a descriptive-qualitative method with the sociology of the literature approach. The data collection technique used was reading intensely by reading Putu Wijaya's collection of short stories Ha Ha Ha, recording data related to the research objectives, and classifying these data.
The results showed that there were six intrinsic elements, namely theme, plot, character and characterization, setting, point of view, and language style. The social criticisms contained in this study include social criticism of political, educational, cultural, and family issues. Social criticism of political issues contains three criticisms, namely political monopoly, political hypocrisy, and disintegration of democracy. Social criticism of educational problems contains criticism of the values of character education. Social criticism of cultural issues contains criticism of the traditional mindset of society and the loss of belief values. Social criticism of family problems contains criticism of family disorganization which includes the failure of the function of love and protection functions.
2672930090D1A016062TOTAL BAKTERI DAN KADAR AIR DAGING AYAM BROILER YANG
DIBUNGKUS DAUN SUKUN DENGAN LAMA BERBEDA
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama pembungkusan daging ayam broiler menggunakan daun sukun terhadap jumlah total bakteri dan kadar air. Materi yang digunakan yaitu daging ayam dan daun sukun serta seperangkat alat dan bahan uji bakteri dan kadar air. Variabel yag diukur yaitu total bakteri dan kadar air daging ayam broiler. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Pengujian yang berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan pengujian Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan terdiri dari R₀ = Tanpa pembungkusan, R₁ = Lama pembungkusan 2 jam, R₂ = Lama pembungkusan 4 jam, R₃ = Lama pembungkusan 6 jam, dan R₄ = Lama pembungkusan 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan rataan yang di peroleh dari uji total bakteri sebesar 1,4 x 10⁴ cfu/ml dan rataan kadar air sebesar 74,92 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pembungkusan daun sukun pada daging ayam broiler dengan lama berbeda berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) terhadap total bakteri namun berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap total kadar air. Daging ayam broiler yang dibungkus daun sukun selama 8 jam menghasilkan total bakteri paling rendah yaitu 6,1 x 10³ ± 1,1 x 10³ cfu/ml dan memiliki kandungan total kadar air sebesar 74,90 %.This research aimed to determine the effect of wrapping time for broiler chicken using breadfruit leaves on the total of bacteria and water content. The materials used consisted of chicken meat and breadfruit leaves as well as a set of tools and materials for testing bacteria and water content. The variables measured were total of bacteria and water content of broiler chicken. This study used an experimental method of Completely Randomized Design model with 5 treatments and 4 replications. Real influential test results will be continued with Honest Significant Difference testing. The treatment consists of R₀ = without wrap (control), R₁ = 2 hours of wrapping duration, R₂ = 4 hours of wrapping duration, R₃ = 6 hours of wrapping duration, and R₄ = 8 hours of wrapping duration. The results showed that the average obtained from the total bacteria test was 1.4 x 10⁴ CFU/ml, and the average water content was 74.92% of the five test treatments. Results of variance analysis revealed that wrapping breadfruit leaves in broiler chicken with different lengths of time had a noticeable effect (p < 0.01) on total bacteria but is having an unreal impact (P > 0.05) on a total of water content. Boriler chicken’s meat wrapped with breadfruit leaves for 8 hours produces the lowest total bacteria of 6,1 x 10³ ± 1,1 x 10³ cfu/ml and has a total water content of 74,90 %.
2673030091L1A016006Model Pengelolaan Ekowisata Mangrove Pantai Karangsong Berbasis Analisis HirarkiEkosistem mangrove merupakan salah satu potensi alam yang memiliki daya tarik wisata, karena ditumbuhi oleh berbagai vegetasi khas mangrove yang tidak dapat digantikan oleh vegetasi lainnya. Hutan mangrove Karangsong mulai dikembangkan sebagai obyek wisata agar dapat memberikan fungsi sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi pengelolaan ekowisata mangrove pantai karangsong, mengetahui pola pengelolaan ekowisata mangrove pantai karangsong berdasarkan presepsi masyarakat, dan memperoleh strategi yang tepat agar dapat mengelola ekowisata mangrove karangsong secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis hierarki proses dengan teknik pengambilan purposive random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengelolaan ekowisata mangrove pantai karangsong ialah persepsi dan partisipasi masyarakat. Berdasarkan presepsi masyarakat adanya ekowisata mangrove memiliki pengaruh untuk usaha ekonomi local dan masyarakat juga berperan dalam pengelolaan hutan mangrove.Mangrove ecosystem is one of the natural potentials that have a tourist attraction, because it is overgrown with a variety of many mangroves vegetation that cannot be replaced by other vegetation. Karangsong Mangrove Forest has begun to developed as a tourist attraction in order to provide socio-economic functions for the community around it self. The purpose of this research are to find out the factors that influence the management of Mangrove in Karangsong beach ecotourism, to know the management pattern of mangrove in Karangsong beach ecotourism based on people's perceptions, and to obtain the right strategy in order to manage Karangsong mangrove ecotourism in a sustainable manner. The method used in this research is process hierarchy analysis with purposive random sampling technique. The results of this study indicate that one of the factors that influence the management of mangrove ecotourism in Karangsong beach is the perception and participation of the community. Based on the community perception, mangrove ecotourism has an effect on local economic efforts and the community also plays big role in mangrove forest management.
2673130241L1B016057PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK KULIT JENGKOL (Pithecellobium jiringa) SEBAGAI ANTIPARASIT ALAMI TERHADAP Trichodina sp. YANG MENGINFEKSI IKAN MAS (Cyprinus carpio) SECARA IN VITROKulit jengkol merupakan salah satu bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai antiparasit Trichodina sp. pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak kulit jengkol (Pithecellobium jiringa) dalam membunuh parasit Trichodina sp. secara in vitro dan mengetahui konsentrasi serta durasi aman untuk perendaman ikan Mas. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dengan konsentrasi ekstrak (etanol) kulit jengkol yang diujikan yaitu 0% (kontrol), 0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4%. Ikan Mas sebagai objek uji berasal dari desa Beji dan Pasar ikan Banjarnegara memiliki panjang 7±1,4 cm danberat 3,3±0,6 gram. Penelitian ini meliputi uji in vitro & uji penentuan durasi dan konsentrasi perendaman aman untuk ikan. Ekstrak kulit jengkol terbukti menyebabkan kematian Trichodina sp. dengan kondisi Trichodina sp. tidak menempel pada inang (in vitro) dalam waktu kurang lebih 3 menit. Durasi perendaman aman untuk ikan pada waktu 5 sampai 10 menit. Infeksi Trichodina sp. pada ikan mas terbukti mampu dikendalikan dengan menggunakan ekstrak dari kulit jengkol. Dampak penggunaan ekstrak kulit jengkol pada ikan mas perlu dipelajari lebih lanjut. Jengkol peel is one of the natural ingredients that can be used as an antiparasitic Trichodina sp. in Carp (Cyprinus carpio). This study was conducted to determine the effectiveness of jengkol (Pithecellobium jiringa) skin extract in killing Trichodina sp. parasites in vitro and determine the safe concentration and duration for soaking carp fish. The method used was a completely randomized design (CRD) with the concentration of the jengkol peel extract (ethanol) tested, namely 0% (control), 0.1%, 0.2%, 0.3%, and 0.4%. carp fish as the test object came from Beji village and Banjarnegara fish market has a length of 7 ± 1.4 cm and a weight of 3.3 ± 0.6 grams. This research includes in vitro tests & tests to determine the duration and concentration of safe immersion for fish. The jengkol skin extract was proven to cause the death of Trichodina sp. with the condition of Trichodina sp. does not attach to the host (in vitro) in approximately 3 minutes. Soaking duration is safe for fish at 5 to 10 minutes. Infection of Trichodina sp. in carp fish proved to be able to be controlled by using an extract from the skin of jengkol. The impact of using jengkol skin extract on carp fish needs to be studied further.
2673230332A1F016048OPTIMASI PROPORSI TEPUNG TALAS DAN GLYCEROL MONOSTEARATE (GMS) PADA MIE BASAHTalas belitung/kimpul/busil saat ini masih kurang diminati oleh masyarakat dalam hal pengolahan dan pembudidayaannya. Umumnya umbi segar lebih cepat mengalami kerusakan sehingga dibutuhkan proses penepungan agar dapat memperpanjang umur simpannya. Tepung talas belitung dapat diolah menjadi mie basah dengan penambahan tepung terigu dan Glycerol Monostearate (GMS). Oleh karena itu, perlu dilakukan formulasi bahan yang optimum melalui optimasi produk dengan software Design Expert Versi 7. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan proporsi tepung talas dan GMS yang mampu menghasilkan mie basah berbasis substitusi tepung talas yang memiliki elongasi maksimum, waktu rehidrasi minimum dan kesukaan maksimum menggunakan metode permukaan respon. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design (CCD) dengan 2 faktor, yaitu proporsi tepung talas (20-40%) dan Glycerol Monostearate (1-3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum produk mie basah substitusi tepung talas dibuat dengan menggunakan proporsi tepung tepung talas dan GMS masing-masing sebesar 22,93% dan 1,29% dengan penambahan tepung terigu sejumlah 77,07%. Formula tersebut menghasilkan respon elongasi maksimum sebesar 3,03 (agak kenyal, agak mudah putus); respon waktu rehidrasi minimum selama 78 detik; dan respon kesukaan maksimum 3,05 (agak suka).Talas belitung/kimpul/busil are still of little interest to the people in their processing and cultivating. Fresh tuber suffer more damage than before so a flour production is needed in order to prolong the shelf life. Talas belitung flour can be treated into wet noodles by added wheat flour and glycerol monostearate (GMS). Therefore, somethings need to be done with optimization of the product used software Design Expert Version 7. The study aim is to determining the proportion of talas flour and GMS that was able to produce wet noodles based on substitutions that have maximum elongation, minimum rehydration time, and maximum preference using response surface methods. The design of the experiment used is Central Composite Design (CCD) with two factors, the proportion of talas flour (20-40%) and glycerol monostearate (1-3%). This research concluded that formula optimum products of wet noodle talas flour substitution are made using a proportion of talas flour and GMS each of 22,93% and 1,29% by adding wheat flour of 77,07%. This formula produced a maximum elongation response of 3,03 (slightly chewy, rather easily break), a minimum rehydration time response for 78 second, and maximum preferred response of 3,05 (rather of like).
2673330092A1D116044Pengaruh Komposisi Nutrisi Kalium dan Media Tanam terhadap Sifat Kimia Air dan Serapan Kalsium (Ca) pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa l.) dengan Sistem Hidroponik Rakit ApungPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula nutrisi terhadap sifat kimia air dan serapan Ca tanaman pakcoy pada sistem hidroponik rakit apung dan menentukan media tanam yang tepat untuk tanaman pakcoy pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai Juni 2020 di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Laboratorium Agronomi dan Holtikultura serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu formula nutrisi unsur kalium 5,2% K₂O, 7,2% K₂O, 9,2% K₂O, 11,2% K₂O, dan 13,2% K₂O. Faktor kedua yaitu media tanam cocopeat dan cocopeat+zeolite. Variabel yang diamati yaitu pH air, DHL air, TDS air, suhu air dan serapan Ca tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formula nutrisi berpengaruh terhadap serapan Ca tanaman. Aplikasi media tanam cocopeat dan zeolit berpengaruh terhadap variabel bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, serapan Ca tanaman dan pH larutan air. Kombinasi antara pemberian formula nutrisi dan media tanam berpengaruh terhadap variabel serapan Ca tanaman.This research aimed to determine the effect of nutrient formula of potassium content and growing media for the chemical properties of water and Ca uptake of the pakcoy on floating raft hydroponic system and determine the best treatment of planting medium for pakcoy plants on floating raft hydroponic system. This research was conducted on January to June 2020 in the screenhouse Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, the Agronomy and Horticultural Laboratory and the Soil and Land Resources Laboratory. The research design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was nutrient formula of potassium content 5,2% K₂O, 7,2% K₂O, 9,2% K₂O, 11,2% K₂O, and 13,2% K₂O. The second factor was the growing media cocopeat and cocopeat+zeolite. The variables observed were chemical properties of water (pH, DHL, TDS, temperature), fresh plant weight, dry plant weight and plants Ca uptake. The results showed that the nutritional formula had an effect on wet plant weight, dry plant weight and plant Ca uptake. The application of cocopeat and zeolite growing media affected the plant Ca uptake and pH of water solution. The combination of the provision of nutritional formulas and planting media affected the variables of plant Ca uptake.
2673430093F1B016036PARTISIPASI ORGANISASI PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MENEKAN ANGKA KEMATIAN BAYI
(STUDI KASUS DI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG)
Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia, kasus angka kematian bayi memang mengalami penurunan. Akan tetapi di Kabupaten Banyumas masih mengalami naik turun dan Kecamatan Sumbang merupakan wilayah dengan kenaikan yang dignifikan setiap tahun serta Desa Gandatapa adalah desa dengan angka kematian bayi tertinggi di Kecamatan Sumbang. Maka dari itu sangat perlu partisipasi masyarakat untuk membantu menekan angka kematian bayi karena pemerintah sangat membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi PKK Desa gandatapa dalam menekan angka kematian bayi di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ini adalah Organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gandatapa khususnya POKJA IV Bidang Kesehatan di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang.
Hasil penelitian ini partisipasi PKK dalam proses pengambilan keputusan hanya dalam kehadiran rapat dan tidak ada ide, gagasan, penolakan yang diberikan. Kemudian untuk partisipasi PKK dalam pelaksanaan dinilai baik karena PKK berpartisipasi aktif. Selanjutnya partisipasi PKK dalam pengambilan manfaat baik, karena PKK Desa Gandatapa jadi tahu bagaimana cara merawat kehamilan dan tahu bagaimana menekan angka kematian bayi dan yang terakhir partisipasi PKK dalam evaluasi baik, karena membantu dalam memberikan laporan hasil pelaksanaan.
Kata Kunci : partisipasi, permberdayaan dan kesejahteraan keluarga, angka kematian bayi
The infant mortality rate is an indicator in measuring the degree of public health. In Indonesia, the infant mortality rate has indeed decreased. However, Banyumas District still experiences ups and downs and Sumbang District is an area with a significant increase every year and Gandatapa Village is the village with the highest infant mortality rate in Sumbang District. Therefore, it is very necessary for community participation to help reduce infant mortality because the government really needs active community participation.
The purpose of this study was to determine how the participation of the PKK in the Village of Gandatapa in reducing infant mortality in the Village of Gandatapa, Sumbang District. This research used descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. The target of this research is the Empowerment and Family Welfare Organization (PKK) of Gandatapa Village, especially POKJA IV for Health Sector in Gandatapa Village, Sumbang District.
The results of this research that the PKK participation in the decision-making process was only in attendance at the meeting and no ideas, ideas, or rejection were given. Then for PKK participation in implementation it is considered good because PKK actively participates. Furthermore, the PKK participation in taking good benefits, because the PKK in Gandatapa Village knows how to care for pregnancy and knows how to reduce infant mortality and finally the PKK participation in the evaluation is good, because it helps in providing reports on implementation results.
Keywords: participation, empowerment and family welfare, infant mortality rate
2673530094C1C015108PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI. SOSIALISASI PERPAJAKAN, DAN PENERAPAN SIMPATDA TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Usia, Tingkat Pendidikan, Sosialisasi Perpajakan, dan Penerapan Simpatda terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Restoran. Populasi pada penelitian ini yaitu wajib pajak restoran yang terdaftar di Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Cilacap. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 rumah makan yang terdaftar pada Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Cilacap, dan data yang dianalisis pada penelitian ini menggunakan analisis regrensi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Usia pemilik restoran memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak restoran, (2) Tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak restoran (3) Sosialisasi perpajakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak restoran, (4) Penerapan Simpatda memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Implikasi dari hasil di atas adalah (1) diperlukan sosialisasi perpajakan khususnya untuk wajib pajak yang berusia muda, karena wajib pajak yang berusia masih muda memiliki tingkat kepatuhan yang masih rendah dibandingkan dengan wajib pajak yang berusia tua, (2) menambahkan sosialisasi dengan media interaktif seperti banner atau media sosial mengenai Simpatda dari tata cara pembayaran dan segi manfaat yang diterima bagi masyarakat khususnya wajib pajak, (3) wajib pajak dapat meningkatkan kesadaran dengan secara aktif menggali informasi mengenai Simpatda.
This study aims to determine the effects of Age, Education Level, Tax Socialization, and The application of Simpatda toward Restaurant Taxpayer Compliance. The population in this study is the restaurant taxpayers of The Finance and Asset Management Agency Regions of Cilacap. The sampling technique used is purposive sampling. The samples in this study amounted to 80 taxpayers of restaurants registered at The Finance and Asset Management Agency Regions of Cilacap, and the data analysis technique in this study used multiple linear regression analysis.
The results of this study indicate that are: (1) The age of restaurant owner has a positive influence on restaurant taxpayer compliance, (2) The Level of education has no effect on restaurant taxpayer compliance, (3) Tax socialization has a positive effect on restaurant taxpayer compliance (4) Implementation of Simpatda has a positive effect on restaurant taxpayer compliance. The implication of this research are (1) tax socialization is needed, especially for young taxpayers because young taxpayers have low-level compliance compared to the old taxpayer, (2) add socialization with interactive media such as banner or social media about Simpatda from the method of payment and in terms of benefits received for the public, especially taxpayers, (3) taxpayers can improve awarness to digging the information about Simpatda actively
2673630095E1A016184RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM PEMBATALAN SK GUBERNUR DKI JAKARTA NOMOR 1409 TAHUN 2018 TENTANG PENCABUTAN KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG PEMBERIAN IZIN PELAKSANAAN REKLAMASI DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA (Studi Putusan Nomor:113/G/2019/PTUN.JKT)RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM PEMBATALAN SK GUBERNUR DKI JAKARTA NOMOR 1409 TAHUN 2018 TENTANG PENCABUTAN KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG PEMBERIAN IZIN PELAKSANAAN REKLAMASI DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA
(Studi Putusan Nomor: 113/G/2019/PTUN-JKT)

Oleh:
ANNISA MUMTAKHANAH VIDI
E1A016184

ABSTRAK

Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Jakarta Nomor 113/G/2019/PTUN-JKT yang akan mengkonstruksi sengketa yang timbul dari penerbitan SK Gubernur DKI Jakarta sebagai Pejabat Tata Usaha Negara yang menimbulkan dampak kerugian bagi PT. Jaladri Kartika Pakci sebagai pemegang izin reklamasi Pulau I dan menganalisis mengenai penerapan pembuktian yang diajukan para pihak serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan objek sengketa a quo. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu dalam sengketa a-quo bahwa sistem pembuktian yang dilakukan oleh Majelis Hakim PTUN Jakarta telah sesuai berdasarkan asas pembuktian bebas dan KTUN yang menjadi objek sengketa telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan khususnya pada aspek prosedural, aspek substansi dan AUPB yaitu Asas Kecermatan dan Asas Kesewenang-wenangan. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa Gubernur DKI Jakarta dalam menerbitkan KTUN sepanjang berhubungan dengan pencabutan izin rekamasi Pulau I kepada PT. Jaladri Kartika Pakci tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hal tersebut maka KTUN yang menjadi objek sengketa menjadi batal.

Kata Kunci: Pertimbangan Hukum Hakim,Pembatalan KTUN,Perizinan.
JUDGES’ RATIO DECIDENDI IN THE CANCELLATION OF DKI JAKARTA GOVERNOR’S DECREE NUMBER 1409 YEAR 2018 ABOUT THE REVOCATION OF GOVERNOR'S DECREE CONCERNING GRANTING OF RECLAMATION IMPLEMENTATION PERMITS AT THE JAKARTA STATE ADMINISTRATIVE COURT
(Study of Decision Number : 113/G/2019/PTUN-JKT)

By :
ANNISA MUMTAKHANAH VIDI
E1A016184

ABSTRACT

This research is based on the verdict Number : 113 / G / 2019 / PTUN-JKT of Jakarta Administrative Court in which will construct disputes that rises from the issuance of the DKI Jakarta Governor’s Decree as a State Administration Officer that inflicts disadvantages for PT Jaladri Kartika Pakci as the holder of the Island I reclamation permit and analyzing the application of evidence submitted by the parties as well as the judge’s legal considerations in sentencing the disputed object a quo. The approaching method used in this research is juridical normative method. The Data that being used is a secondary data which consisted of primary and secondary legal materials in the form of relevant laws and regulations dan also literatures. The conclusion that can be drawn from this research is, in the a-quo dispute, the verification system carried out by the Jakarta Administrative Court Judges is appropriate according to the principle of limited-free verification and the Administrative Decree which is the object of the dispute has contravened with laws and regulations, especially on procedural aspects, substance aspects, and The Principal of Good Governance, namely the Principle of Accuracy and the Principle of Arbitrariness. This is based on the fact that the Governor of DKI Jakarta in issuing State Administrative Decree in relation to the revocation of the Island I reclamation permit to PT. Jaladri Kartika Pakci is not in accordance with the procedures as regulated in the legislation. Based on this, the State Administrative Decree that is the object of the dispute becomes null.

Keywords: Judges' Legal Considerations, State Administrative Decree Cancellation, Licensing.
2673730097B1A016095PREFERENSI Apis cerana TERHADAP KONSENTRASI GULA DAN JARAK DARI SUMBER PAKANLebah madu Apis cerana merupakan anggota dari Ordo Hymenoptera, Famili Apidae, Sub Famili Apinae dan Genus Apis. Lebah A. cerana membutuhkan pakan berupa nektar dan tepung sari bunga (polen). Saat terjadi musim paceklik membuat ketersediaan sumber pakan alami sulit untuk didapatkan, maka pakan alternatif untuk lebah sangat penting dan diperlukan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan gula yang disukai oleh lebah A. cerana, mengetahui jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dan mengetahui arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Split-split Plot dengan plot utama adalah arah, sub plot adalah jarak, dan sebagai sub-sub plot yaitu konsentrasi gula. Konsentrasi gula yang digunakan yaitu konsentrasi 0%, 15%, 35%, dan 50%. Jarak yang digunakan yaitu jarak 1 m, 4 m dan 7 m yang terletak dalam 4 arah mata angin dari koloni lebah. Data yang didapatkan di analisis menggunakan metode statistik deskriptif, konservatif non-parametrik Kruskal Wallis (KW) menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini adalah konsentrasi gula yang disukai lebah Apis cerana yaitu konsentrasi gula 50 %, jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu jarak 7 m, dan arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu arah timur.Apis cerana honey bees are members of the order Hymenoptera, Family Apidae, Sub Family Apinae and Genus Apis. A. cerana bees need feed in the form of nectar and flower pollen (pollen). When the dry season occurs, the availability of natural food sources is difficult to obtain, so alternative feed for bees is very important and necessary. This study aims to determine the concentration of sugar solution preferred by A. cerana bees, to determine the distance to the preferred feed source for A. cerana bees and to determine the direction of the preferred feed source for A. cerana bees. The method used in this research is the split-split plot experimental method with the main plot is the direction, the sub plot is the distance, and the sub-plot is the sugar concentration. The sugar concentration used was 0%, 15%, 35%, and 50%. The distances used are 1 m, 4 m and 7 m which are located in 4 cardinal directions from the bee colony. The data obtained were analyzed using descriptive statistical methods, conservative non-parametric Kruskal Wallis (KW) using SPSS software. The results of this study were the concentration of sugar preferred by Apis cerana bees, namely the concentration of sugar 50%, the distance of the preferred feed source for A. cerana bees from the beehive, namely a distance of 7 m, and the direction of the preferred source of feed by A. cerana bees from the beehive, namely east direction.
2673830096E1A014079IMPLEMENTASI HUKUM PENGELOLAAN BENDA SITAAN NEGARA DARI TINDAK PIDANA UMUM OLEH RUPBASAN KELAS II PURWOKERTO (Studi di Rupbasan Kelas II Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pengelolaan benda sitaan negara dari penyitaan tindak pidana umum di Rupbasan Kelas II Purwokerto dan faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pengelolaan benda sitaan negara dari tindak pidan umum oleh Rupbasan Kelas II Purwokerto.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rupbasan Kelas IIA Purwokerto. Pengambilan sampel penelitian mengunakan purposive sampling yang dikembangkan dengan snowball sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode wawancara, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode reduksi data, display data dan kategorisasi data kemudian disajikan dengan matriks dan teks naratif. Analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan benda sitaan dari tindak pidana umum di Rupbasan Kelas II Purwokerto sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara pada Rupbasan. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi: penyimpanan benda sitaan dari tindak pidana umum sudah berjalan baik sesuai dengan klasfikasi gudang dan jenis benda sitaan; pengamanan benda sitaan dari tindak pidana umum sudah berjalan baik yang dilakukan oleh Staff Pengelola Basan dan Baran Rupbasan Kelas II Purwokerto; pemeliharaan benda sitaan dari tindak pidana umum sudah berjalan efektif yang secara rutin dilakukan oleh Staff Pengelolaan Basan dan Baran; penyelamatan benda sitaan dari tindak pidana umum sudah berjalan baik sesuai SOP. Faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum pengelolaan benda sitaan negara dari tindak pidana umum oleh Rupbasan Kelas II Purwokerto meliputi faktor penegak hukum; fasilitas; masyarakat; dan budaya.
Kata Kunci : Pengelolaan Benda Sitaan; Tindak Pidana Umum, Penegak hukum,Budaya
This research aims to determine the implementation of the state confiscation law from the seizure of common crimes in Rupbasan Class II Purwokerto and factors that tend to influence the implementation of state confiscation law from common crimes by Rupbasan Class II Purwokerto. This research is qualitative research with empirical juridical approach methods and descriptive research specifications.This research took place at Rupbasan Class IIA Purwokerto.The research sampling usedpurposive sampling developed with snowball sampling.Types and data sources include primary and secondary data obtained by interview, documentary and library (atau literature acu binun hehe) methods.The collected data is processed by using data reduction methods, data display and data categorization are then presented with matrix and narrative text.Qualitative data analysis using content analysis methods. The results showed that the implementation of confiscation objects from common crimes in Rupbasan Class II Purwokerto was in accordance with the Regulation of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. 16 of 2014 on Procedures for The Management of State Confiscation Objects and State Seizure at (tempat pakenya at shay) the Rubasan.This can be seen from the parameters that including: the storage of confiscated objects from common crimes has gone well in accordance with the collection of warehouses and types of confiscated objects; the security of confiscated objects from common crimes has gone well carried out by Basan And Baran Rubasan Class II Purwokerto management staff; maintenance of confiscated objects from common crimes has been effectively carried out routinely by Basan and Baran management staff; rescue of confiscated objects from common crimes has gone well according to SOP.Factors that tend to influence the implementation of state confiscation laws from common crimes by the Class II Rupbasan Purwokerto including law enforcement factors; facilities; community; and culture.
Keywords : Confiscated Object Management; General Crime, Law Enforcement, Culture
2673930098H1E016010IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING DENGAN PENDEKATAN
WASTE ASSESSMENT MODEL (WAM) DAN VALUE STREAM MAPPING
(VSM) DI IKM KNALPOT MMS K477INE PURBALINGGA
Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor yang mendukung
perekonomian Indonesia, contohnya di Kabupaten Purbalingga terdapat IKM MMS
K477INE. IKM MMS K477INE merupakan IKM yang memproduksi knalpot
berbagai jenis dan tipe knalpot. Namun dari pelaksanaan kegiatan produksi masih
terdapat beberapa permasalahan seperti terhambat dalam memenuhi permintaan
pelanggan, dan terdapat barang-barang atau tools yang diletakkan tidak pada tempatnya. Padahal dalam produksi knalpot seharusnya dapat dilakukan secara lebih
baik agar dapat memenuhi permintaan dan kepuasan para customer serta meningkatkan keuntungan. Maka dari itu, tidak dipungkiri bahwa IKM tersebut memiliki
pemborosan di lantai produksi. Pada penelitian ini perlu dilakukan penerapan pendekatan lean manufacturing untuk melakukan identifikasi permasalahan dengan
menggunakan Waste Assesment Model (WAM) dan Value Stream Mapping (VSM).
WAM digunakan untuk mencari permasalahan pemborosan yang terjadi, dibantu
Root Cause Analysis sebagai alat identifikasi akar penyebab pemborosan tersebut.
Sedangkan VSM digunakan untuk menyajikan kegiatan value added maupun non
value added. Tahap selanjutnya, yaitu melakukan rencana perbaikan pada pemborosan yang memiliki nilai tiga terbesar diantara yang lain. Tiga pemborosan yang
dimaksud tersebut, yaitu pemborosan motion dengan nilai 26.7%, defect dengan
nilai 18.5%, dan transportation dengan nilai 14%. Berdasarkan rencana dan beberapa penerapan perbaikan yang telah dilakukan, terjadi pengurangan waktu siklus
yang semula 148.54 menit menjadi 127.38 menit, serta menghilangkan kegiatan
yang tidak memiliki nilai tambah.
Small and Medium Enterprises (SME) is one of the sectors that support the
Indonesian economy, for example in Purbalingga Regency there is SME MMS
K477INE. SME MMS K477INE is an SME that produces various types of mufflers.
However, from the implementation of production activities, there are still several
problems, such as obstacles in fulfilling customer demands, and there are tools or
equipment that are not placed in their place. Whereas in the production process, the
muffler must be done better to fulfill customer demand and satisfaction to increase
profits. Therefore, it cannot be denied that the SME has waste on the production
floor. In this research, the approach of lean manufacturing that is used to solve the
problem is Waste Assessment Model (WAM) and Value Stream Mapping (VSM).
WAM is used to find the problem of waste that occurs, assisted by Root Cause
Analysis as a tool to identify the root cause of the waste. Meanwhile, VSM is used
to present which activities have value- added or non-value-added. The next stage is
to plan for improvement on the waste which has the third largest value among others. The three wastes referred to are motion waste with a value of 26.7%, defect
with a value of 18.5%, and transportation with a value of 14%. Based on the plan
and the implementation of improvements that have been made, the cycle time has
been reduced from 148.54 minutes to 127.38 minutes. In addition, it also eliminate
activities that have no added value.
2674030099E1A016046EFEKTIVITAS HUKUM PELAKSANAAN KEWENANGAN FISIOTERAPIS DALAM PELAYANAN FISIOTERAPI
(STUDI DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum pelaksanaan kewenangan fisioterapis dalam pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit wilayah Jakarta dan faktor yang cenderung berpengaruh terhadap efektivitas hukum pelaksanaan kewenangan fisioterapis dalam pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Wilayah Jakarta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Wilayah Jakarta yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dengan responden sebanyak 24 (dua puluh empat) orang fisioterapis. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan simple radom sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas hukum pelaksanaan kewenangan fisioterapis dalam pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Wilayah Jakarta adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 5 (lima) indikator meliputi efektifnya assesmen fisioterapi, efektifnya diagnosis fisoterapi, efektifnya perencanaan intervensi fisioterapi, efektifnya intervensi fisioterapi dan efektifnya evaluasi fisioterapi. Faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi efektivitas hukum pelaksanaan kewenangan fisioterapis dalam pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Wilayah Jakarta meliputi faktor kedisiplinan, faktor sarana prasarana dan faktor masa kerja.
This study aims to determine the legal effectiveness implementation of physiotherapist’s authority in physiotherapy services at the Jakarta Regional Hospital and factors that affects the legal effectiveness implementation of physiotherapist’s authority in physiotherapy services at the Jakarta Regional Hospital.
This study using quantitative methods with a sociological juridical approach and specific descriptive research. This study is located in the Jakarta Regional Hospital that is the Fatmawati Central General Hospital and the National Brain Center Hospital with 24 (twenty four) physiotherapist. The study sample was taken using simple random sampling method. Types of data sources include primary and secondary data were obtained using questionnaires, documentaries and literature. The collected data were processed using coding, editing, and tabulation techniques then analyzed with frequency distribution analysis, cross-table analysis, content analysis and comparison analysis.
The study outcomes showed that the level of legal effectiveness in the implementation of physiotherapist’s authority in physiotherapy services at the Jakarta Regional Hospital was effective. This is evidenced by the study outcomes on 5 (five) indicators including the effectiveness of physiotherapy assessment, the effectiveness of physiotherapy diagnosis, the effectiveness of planning for physiotherapy interventions, the effectiveness of physiotherapy interventions and the effectiveness of evaluation of physiotherapy. Factors that tend to affects the legal effectiveness implementation of physiotherapist’s authority in physiotherapy services at the Jakarta Regional Hospital include disciplinary factors, infrastructure factors and working period factors.