Home
Login.
Artikelilmiahs
30156
Update
DHEASY INDRIYANI
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Gulma pada Lahan Tanaman Kacang Panjang (Vigna unguiculata (L.) Walp.) pada Berbagai Ketinggian Tempat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang panjang (Vigna unguiculata L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi kacang panjang adalah adanya gulma. Faktor yang dapat mempengaruhi keanekaragaman komunitas gulma yaitu ketinggian tempat di atas permukaan laut. Keberadaan gulma pada dataran tinggi diduga relatif berbeda dibandingkan dengan gulma yang berada pada dataran rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis gulma yang dominan pada lahan kacang panjang di ketinggian 50 m dpl, 200 m dpl, 400 m dpl, 600 m dpl, 800 m dpl, dan 1.100 m dpl. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel gulma menggunakan kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm. Data dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), Indeks Kemerataan Jenis (e), Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Kesamaan Jenis (IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada lahan kacang panjang di enam ketinggian berbeda terdapat 29 jenis dari 15 familia. Keanekaragaman jenis gulma pada lahan kacang panjang ini dipengaruhi oleh ketinggian tempat di atas permukaan laut. Indeks keanekaragaman gulma cenderung menurun sejalan dengan semakin tinggi suatu tempat, sedangkan jumlah inividunya semakin meningkat. Indeks kemerataan gulma pada setiap ketinggian tempat adalah relatif tinggi. Namun demikian, jenis gulma yang berpotensi dominan pada setiap ketinggian tempat yaitu pada ketinggian 50 m dpl adalah Phyllanthus urinaria (42,23%), ketinggian 200 m dpl adalah Echinochloa crusgalli (42,79%), ketinggian 400 m dpl dan 600 m dpl adalah Cyperus rotundus dengan nilai INP masing-masing sebesar 48,45% dan 59,26%, ketinggian 800 m dpl adalah Chromolaena odorata (56,74%), dan ketinggian 1.100 m dpl adalah Ageratum conyzoides (64,61%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Long beans (Vigna unguiculata L.) are a species of vegetables that can grow in both the lowlands and highlands. One of the factors that cause a decrease in the production of long beans is weeds. A factor that can affect the diversity of weed communities is the height of places above sea level. The presence of weeds on the highlands is thought to be relatively different compared to weeds that are in the lowlands. The purpose of this study is to find out the diversity and species of weeds that are dominant in long bean land at an altitude of 50 m a.s.l, 200 m a.s.l, 400 m a.s.l, 600 m a.s.l, 800 m a.s.l, and 1,100 m a.s.l. The research was conducted using a survey method. The sampling technique uses quadratic with a size of 50 x 50 cm. The data was analyzed using the Shannon-Wiener diversity index (H'), the species equality index (e), the important value index (INP), and the index of similarity in species of (IS). The results showed that the diversity of weed species on long bean land at six different heights there were 29 species from 15 families. The diversity of weed species on this long bean land is influenced by the height of the place above sea level. The weed diversity index tends to decline in line with the higher a place, whereas the number of individuals is increasing. The weed evenness index at each height of the place is relatively high. However, there is a potentially dominant species of weed at each altitude of 50 m a.s.l is Phyllanthus urinaria (42.23%), at an altitude of 200 m a.s.l is Echinochloa crusgalli (42.79%), at an altitude of 400 m a.s.l and 600 m a.s.l is Cyperus rotundus with inp values of 48.45% and 59.26%, at an altitude of 800 m a.s.l is Chromolaena odorata (56.74%), and at an altitude of 1,100m a.s.l is Ageratum conyzoides (64.61%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save