| NIM | J1C015037 |
| Namamhs | LARAS WIBAWATI CITRA |
| Judul Artikel | Tindak Tutur Mengeluh oleh Tokoh Anak-anak di Film Stand by Me Doraemon |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul Tindak Tutur Mengeluh oleh Tokoh Anak-anak di Film Stand by Me Doraemon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur mengeluh oleh tokoh anak-anak dalam film Stand by Me Doraemon dan mendeskripsikan strategi mengeluh yang digunakan terhadap orang yang lebih tua maupun sesama anak-anak. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle (1975) dan konsep strategi mengeluh Trosborg (1995) yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian simak catat. Pada hasil penelitian ditemukan 30 data yang mengandung keluhan oleh tokoh anak-anak kepada orang yang lebih tua dan sesama anak-anak secara langsung maupun tidak langsung. Trosborg mengklasifikasikan strategi mengeluh menjadi empat golongan, yaitu strategi keluhan dengan keluhan implisit: 4 data, strategi keluhan dengan ungkapan kekesalan/ketidaksetujuan: 17 data, strategi keluhan dengan menyatakan tuduhan: 1 data, serta strategi keluhan dengan cara menyalahkan: 8 data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering menunjukkan keluhan yang mereka rasakan dengan strategi keluhan dengan menyatakan kekesalan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled “Speech Act of Complaints by Children Character in Stand by Me Doraemon Film”. The purpose of this research is to find out the form of speech act of complaint by children character on Stand by Me Doraemon film and to describe complaint strategy that is used by the children to older people and within children. This research used speech acts of illocutionary by Searle (1975) theory and theory of complaint strategies by Trosborg (1995) which analyzed using descriptive qualitative method with taking and noting research technique. The results of this research found 30 data containing complaints by children's character to older people and within children directly or indirectly. Trosborg classifies complaint strategy into four categories, which are complaint strategy with no explicit reproach: 4 data, complaint strategy with expression of annoyance or disapproval: 17 data, complaint strategy with accusation: 1 data, last but not least complaint strategy with blaming: 8 data. This research shows that the children character on this film are more often complaining what they feel on complaint strategy with expression of annoyance or disapproval. |
| Kata kunci | tindak tutur, tindak ilokusi, strategi mengeluh, anak-anak, film |
| Pembimbing 1 | Idah Hamidah, S.S., M.Hum |
| Pembimbing 2 | Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd |
| Pembimbing 3 | Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 120 |
| Tgl. Entri | 2020-08-06 11:10:55.425289 |
|---|