Artikel Ilmiah : I1A016104 a.n. DESTIKA DHANIASRI

Kembali Update Delete

NIMI1A016104
NamamhsDESTIKA DHANIASRI
Judul ArtikelAnalisis Spasial Kejadian Malaria di Kabupaten Banyumas Tahun 2009-2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan di Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas memiliki kondisi lingkungan yang menjadi faktor pendukung persebaran malaria. Penelitian untuk melihat trend secara spasial malaria belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara spasial kejadian malaria di Kabupaten Banyumas tahun 2009 sampai 2018 berdasarkan kondisi lingkungan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan spasial deskriptif. Populasi adalah seluruh kasus malaria yang tercatat di pelayanan Kesehatan di Kabupaten Banyumas dari tahun 2009-2018. Sampel merupakan total populasi. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari Puskesmas, dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik dan Dinas Bappedalitbang dan Dinas Pekerjaan Umum. Analisis data yang digunakan adalah analisis overlay dan buffering yang diolah dengan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukan jumlah kasus malaria selama periode 2009-2018 di Kabupaten Banyumas berjumlah 1567 kasus. Penyebaran terbanyak di Kecamatan Sumpiuh dan Kecamatan Tambak. Karakteristik penderita malaria Sebagian besar berusia 15-54 tahun (63%) dan berjenis kelamin laki-laki 63%. Trend API dari dari tahun 2009 sampai 2018 semakin baik, dengan jumlah kecamatan kategori LCI semakin sedikit dan semakin banyak kecamatan dalam kategori bebas malari. Hasil analisis spasial menunjukkan Sebagian besar kasus malaria berada pada wilayah kategori kepadatan penduduk sedang (500-1249 jiwa/km2), ketinggian wilayah kategori dataran rendah (0-200 mdpl), rata-rata hujan kategori sedang (20-50 mm/hari), dan jenis batuan anggota Batu Gamping, Batu Pasir,Breksi. Hasil analisis Buffering menunjukkan sebagian besar kasus malaria di Kabupaten Banyumas berada pada jarak 500 m dari sungai (86%).
Kesimpulan. Informasi spasial trend persebaran malaria di Kabupaten Banyumas dapat digunakan untuk perencanaan pengendalian malaria.
Abtrak (Bhs. Inggris)Malaria remains one of the infectious diseases that lead to health literature in Central Java. Banyumas has environmental conditions that are a contributing factor to malaria distribution. This research to see trend in spatial malaria has not been done much in Indonesia. The research aims to illustrate the spatial incidence of malaria in Banyumas regency from 2009 to 2018 based on conditions. This research is quantitative using a descriptive spatial approach. The population is the entire case of malaria recorded in health baths in Banyumas district from 2009-2018. Liquid sample of the total population. Data collected by secondary liquid data obtained from various sources, among others from Puskesmas, Office of Health, Central Bureau of Statistics and Dinas Bappedalitbang and Dinas is quite common. Analysis of the data used is Overlay analysis and buffering that is processed with ArcGis software. The results showed the number of malaria cases during the 2009-2018 period in Banyumas district amounted to 1567 cases. Most of the spread in Sumpiuh subdistrict and subdistrict of Tambak. Characteristics of malaria sufferers facilitate the large age of 15-54 years (63%) and male genital 63%. The Trend of API from 2009 to 2018 is getting better, with the number of sub-districts of LCI fewer and more districts in the small category Malari. The results of spatial analysis Products make it easy for malaria cases to be on the territory, the category of moderate population density (500-1249 inhabitants/km2), the height of the region category of Sell (0-200 MDPL), the average rainy category (20-50 mm/day), and flour in limestone rocks, sandstone, Breksi. The results of buffering Products analysis made it easy for malaria cases in Banyumas district at a distance of 500 m from the river (86%).
Conclusion. About spatial trend of malaria distribution in Banyumas District can be used for the planning of malaria planthoppers.
Kata kunciAnalisis Spasial, Malaria, Banyumas, GIS
Pembimbing 1Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.KM., M. Kes (Epid)
Pembimbing 2Setiyowati Rahardjo, S.KM, MKM
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2020-08-07 07:01:30.719354
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.