Artikel Ilmiah : F1F015011 a.n. RIDHO CHEISAR DIPO

Kembali Update Delete

NIMF1F015011
NamamhsRIDHO CHEISAR DIPO
Judul ArtikelRESPON PASIF RUSIA DALAM MEYIKAPI TUDUHAN SERANGAN CYBER PADA PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Respon Pasif Rusia dalam Menyikapi Tuduhan Serangan Cyber pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada Tahun 2016” ditulis dengan menggunakan sudut pandang konsepsi Keamanan Internasional dan Realisme. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa Rusia mengambil sikap pasif dalam menyikapi tuduhan serangan cyber dalam pemilihan presiden Amerika Serikat di tahun 2016. Konsepsi keamanan internasional yang dalam penelitian ini adalah ancaman politik, karena Rusia mengubah haluan politiknya yang ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat. Rusia melakukan serangan cyber untuk mengganggu kampanye Hillary Clinton yang berujung pada kemenangan Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS 2016. Kongres AS, NSA, CIA, dan FBI kemudian menuduh Rusia sebagai dalang peristiwa serangan cyber yang berujung pada pengusiran 35 Diplomat Rusia. Namun, Rusia hanya mengambil sikap pasif sehingga peneliti menganalisis bahwa Rusia memiliki tujuan yang lain yaitu ingin mengembalikan imperium Rusia.

Kata Kunci: Rusia, Amerika Serikat, Serangan cyber, Pemilihan Presiden AS 2016
Abtrak (Bhs. Inggris)The study, entitled "Russia's Passive Response in Response to Allegations of Cyber Attacks on the 2016 US Presidential Election" was written using the perspective of the concept of International Security and Realism. The focus of this research is to find out why Russia is taking a passive attitude in responding to the accusations of cyberattacks in the United States presidential election in 2016. The international security conception in this research is a political threat, because Russia is changing its political direction in wanting to cooperate with the United States. Russia carried out a cyberattack to disrupt the Hillary Clinton campaign which led to the victory of Donald Trump as US President-elect 2016. The US Congress, the NSA, the CIA and the FBI then accused Russia of being the mastermind behind the events of the cyberattacks that led to the expulsion of 35 Russian Diplomats. However, Russia only took a passive attitude so researchers analyzed that Russia had another goal which was to restore the Russian empire.
Keywords: Russia, United States, Cyberattack, 2016 US Presidential Election
Kata kunciRusia, Amerika Serikat, Serangan cyber, Pemilihan Presiden AS 2016
Pembimbing 1 Nuriyeni Kartika B, S. IP., M. A.
Pembimbing 2Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP., M.A.
Pembimbing 3Renny Miryanti, S. IP., M.Si.
Tahun2019
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2019-11-13 14:06:52.045549
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.