Artikel Ilmiah : G2A017019 a.n. METTA AYU SUSANTI

Kembali Update Delete

NIMG2A017019
NamamhsMETTA AYU SUSANTI
Judul ArtikelTHE POSITIVITY OF THE mecA GENE IN Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) AND INAPPROPRIATE ANTIBIOTIC USE FROM HEALTHCARE WORKERS AND COMMUNITIES IN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) telah menjadi patogen utama dan angka insidensinya terus meningkat di berbagai negara. Resistensi terhadap methiciline disebabkan karena S.aureus memiliki gen mecA yang menyandi ekspresi dari Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) sehingga memiliki afinitas yang rendah terhadap antibiotik beta-laktam. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan insidensi MRSA adalah penggunaan antibiotik tidak bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui positifitas gen mecA pada MRSA dan membandingkan riwayat penggunaan antibiotik pada tenaga kesehatan dan masyarakat di Banyumas. Metode : Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 120 yang didapatkan dari nasal swab responden. Isolasi MRSA diperiksa menggunakan pemeriksaan bakteri dan PCR gen mecA. Riwayat penggunaan antibiotik di dapat dari hasil kuisioner. Hasil : Satu sampel (0.83%) diidentifikasi sebagai MRSA meskipun pemeriksaan PCR tidak menemukan adanya gen mecA. Hasil kuisioner menunjukan 66,1% tenaga kesehatan dan 88,3% masyarakat tidak menggunakan antibiotik secara bijak. Kesimpulan : Tidak ditemukan adanya gen mecA pada sampel MRSA pada penelitian ini. Riwayat penggunaan antibiotik tidak bijak lebih tinggi daripada masyarakat (Nilai p=0.000).
Kata Kunci: antibiotik, MRSA, tenaga kesehatan, masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) has become a major pathogene and its incidence continues to increase in various countries. The resistance to methicillin is caused by the mecA gene that encodes the expression of Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) so it has a low affinity for beta-lactam antibiotics. One of the factors that can increase the incidence of MRSA is inappropriate antibiotics use. The purpose of this study was to identify the positivity of the mecA gene in MRSA and compare the history of inappropriate antibiotics use in healthcare workers and the community in Banyumas. Method: This was a cross-sectional study using 120 samples from nasal swab. Isolates of MRSA tested by bacteriological examinations and PCR of the mecA genes. History of inappropriate antibiotic uses assessed by using a questionnaire. Results: One sample (0.83%) was an MRSA nevertheless there was no mecA gene which was identified by using the PCR method. A total of 66.1% of healthcare workers and 88,3% of community use antibiotics inappropriately. Conclusion: There was no mecA gene of MRSA in this study. Inappropriate antibiotics use in the community higher than in healthcare workers.
Kata kunciantibiotics, MRSA, healthcare workers, community
Pembimbing 1Dr. dr. Dwi Utami Anjarwati, M. Kes
Pembimbing 2Dr. dr. Anton Budhi Darmawan, M. Kes, Sp.THT-KL(K)
Pembimbing 3Dr. dr. Lantip Rujito, M.Si.Med
Tahun2019
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2019-11-11 22:13:00.364301
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.