Home
Login.
Artikelilmiahs
27189
Update
DIAN MARNIAWATI
NIM
Judul Artikel
KEBERADAAN KOALISI MILITER ARAB SAUDI DALAM KONFLIK BERSENJATA DI YAMAN MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Yaman kini terjebak dalam konflik yang rumit. Konflik tersebut adalah dampak dari gelombang Arab Spring. Keadaan Yaman semakin memanas dengan memuncaknya konflik bersenjata antara sektarian Syiah yang diwakili kelompok pemberontak Houthi dengan kaum Sunni yang berada di pihak pemerintah Yaman. Presiden Yaman meminta bantuan militer pada negara-negara Teluk yang tergabung dalam Liga Arab untuk memulihkan kekuasaannya di sana. Pemberian bantuan militer ini menimbulkan perdebatan karena berhadapan dengan prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaturan konflik bersenjata menurut Hukum Humaniter Internasional serta keberadaan koalisi militer Arab Saudi dalam konflik bersenjata di Yaman. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa data primer dan sekunder. Analisis data berdasarkan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa pengaturan konflik bersenjata menurut Hukum Internasional diatur dalam Hukum Humaniter Internasional yang materinya terbagi menjadi ius ad bellum dan ius in bello. Di samping itu, pemberian bantuan militer oleh koalisi militer Arab Saudi dalam konflik bersenjata di Yaman telah memenuhi ketentuan intervensi yang diperbolehkan yaitu atas dasar self-defense yang tercantum dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Yemen was trapped in a complicated conflict now. This conflict was the impact of the Arab Spring wave. The situation in Yemen was even heavier with the mounting conflict between the Shiites represented by the Houthi rebels and the Sunnis who are on the side of the Yemeni government. The president of Yemen asked for help from the Gulf states that are incorporated in the Arab League to restore power there. The provision of military assistance caused debate because it was dealing with the principle of state sovereignty and the principle of non-intervention. The aims of this research are to get to know about conflicts carried out by International Humanitarian Law and to get to know about the existence of the Saudi Arabian military coalition in armed conflicts in Yemen. The approach methods are statute and case approaches, the research specification is descriptive analytical. This study used data sources consisting of primary and secondary data. Data analysis based on qualitative normatives methods. Based on the results of research and discussion, legislation relating to international law regulated in international humanitarian law, the material is divided into ius ad bellum and ius di bello. In addition, providing military assistance by the Saudi Arabian military coalition in armed conflict in Yemen has agreed to the intervention requirements specified in Article 51 of the Charter of the United Nations.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save