| NIM | H1B015034 |
| Namamhs | BELLYNA ARTA ARIANI |
| Judul Artikel | Deteksi Kekeringan di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kekeringan merupakan kurangnya pasokan air dalam kurun waktu tertentu yang disebabkan oleh faktor alam dan non- alam yang dapat menimbulkan kerugian pada berbagai macam sektor bidang kegiatan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui sebaran spasial dari tingkat ancaman, kerentanan hingga tingkat resiko bencana kekeringan di wilayah Jawa bagian tengah yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Standardized Precipitation index (SPI) untuk menentukan ancaman bencana kekeringan dan metode skoring serta pembobotan untuk menentukan tingkat kerentanan wilayah studi yang dikategorikan menjadi 3 kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi yang mengacu peraturan BNPB No.2 Tahun 2012. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi data curah hujan yang diperoleh dari satelit TRMM dan data statistik penyusun masing- masing tingkat kerentanan yaitu kerentanan sosial, ekonomi dan lingkungan yang diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil dari penelitian ini adalah untuk ingkat resiko bencana kekeringan jumlah desa secara keseluruhan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kategori tingkat resiko rendah, sedang dan tinggi, yaitu 645 desa, 7459 desa, serta 23 desa dan luas wilayah masing masing 6036,45 km2, 31112,24 km2, serta 64,19 km2 dari total luas wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah tingkat resiko bencana kekeringan dengan kategori tinggi salah satunya terdapat di Kabupaten Jepara dengan jumlah desa sebanyak 5 desa yaitu desa Lebuawu, Dare, Ngetuk, Suwawal Timur, dan Tulakan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Drought is the lack of water supply in particular time period caused by natural factors and non-natural factors that can bring losses to several activities. This research has an objective to know the spatial distribution of threat, vulnerability, and risk levels of drought in the central part of Java Island namely Central Java Province and Special Region of Yogyakarta. In this research, the method used is Standardized Precipitation Index (SPI) to determine the threat of dryness and scoring as well as weighting method to determine the vulnerability level of studied region which are categorized into three classes namely low, medium, and high by referring to National Disaster Management Authority Number 2 of 2012. In this research, the data used are secondary data covering rainfall obtained from TRMM satellite and statistical data of each vulnerability namely social, economy, and environmental vulnerability obtained from relevant institutions such as Central Bureau of Statistics, Ministry of Home Affairs, and Geospatial Information Board. The results of this research are: for drought disaster risk level for all villages in Central Java and Special Region of Yogyakarta with low, medium, and high level category are respectively 645 villages, 7459 villages, and 23 villages; in addition, the width of each region consists of 6036,45 km2, 31112,24 km2, and 64,19 km2 from the total width of Central Java and Special Region of Yogyakarta and the region that has the highest dryness disaster risk level is in Jepara Regency with five villages namely Lebuawu, Dare, Ngetuk, Suwawal Timur, and Tulakan villages. |
| Kata kunci | ancaman, tingkat kerentanan, kekeringan |
| Pembimbing 1 | Suroso |
| Pembimbing 2 | Ardiansyah |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2019-11-06 11:32:34.983415 |
|---|