Artikel Ilmiah : F1B114009 a.n. SYIFA NI'MATUN NIDA

Kembali Update Delete

NIMF1B114009
NamamhsSYIFA NI'MATUN NIDA
Judul ArtikelKinerja Badan Narkotika Nasional dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas (BNNK) merupakan instansi vertikal dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertugas melaksanakan kebijakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Banyumas. Salah satu fungsi BNNK Banyumas adalah pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas dalam upaya pencegahan peyalahgunaan narkotika di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja BNNK Banyumas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Banyumas sudah cukup optimal. Aspek Input, secara kuantitas jumlah pegawai seksi pencegahan BNNK Banyumas masih kurang. Sedangkan, secara kualitas sumber daya manusia yang ada di seksi pencegahan BNNK Banyumas dapat dikatakan sudah memadai. Kondisi sarana dan prasarana di kantor BNNK Banyumas sebagian besar sudah sesuai dengan standar sarana prasarana. Anggaran program pencegahan BNNK Banyumas jika dilihat dari segi penyerapan sudah efektif dan efisien karena anggaran terserap 100%. Perencanaan dan penentuan program upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika BNNK Banyumas diusulkan oleh BNN Republik Indonesia, kemudian diputuskan oleh BNNK Banyumas dengan melihat kebutuhan serta kemungkinan untuk dilaksanakan atau tidak. Idealnya perencanaan dan penentuan program atau kegiatan ditentukan oleh BNNK Banyumas. Aspek Process, program diseminasi informasi melalui sosialisasi dirasa cukup efektif untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait bahaya narkotika. Pelaksanaan program advokasi yang dilaksanakan berupa koordinasi dalam rangka pelaksanaan advokasi pembangunan berwawasan anti narkotika ke instansi terkait, pendampingan dalam pembuatan kebijakan guna mendukung kebijakan P4GN, asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkotika, dan melaksanakan kegiatan penyuluhan serta pembentukan kader sadar narkotika. Aspek Output, program yang dilaksanakan BNNK Banyumas masih mengalami beberapa kendala yang menyebabkan penurunan kuantitas diseminasi informasi pada tahun 2018. Akan tetapi, masyarakat merasa sudah memperoleh pengetahuan terkait narkotika, jenis-jenis, dan bahayanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The National Anti-Narcotics Agency of Banyumas Regency (Badan Narkotika Nasional Kabupaten/BNNK) is a vertical agency of The National Anti-Narcotics Agency (Badan Narkotika Nasional/BNN) responsible for implementing the Prevention, Eradicating Narcotics Abuse and Drug Trafficking, (known as Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika/P4GN in Indonesian) in Banyumas Regency. One function performed by BNNK Banyumas is to implement the technical policies in the field of preventing narcotics abuse in Banyumas Regency. This study aims to describe the performance of BNNK Banyumas in an effort to prevent narcotics abuse in Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative method. The results indicates that the performance of BNNK Banyumas regarding its efforts to prevent narcotics abuse in Banyumas Regency is quite optimal. The Input Aspect related to the number of employees working in prevention department of BNNK Banyumas considered to be lacking. Meanwhile, the quality of human resources in BNNK Banyumas prevention department considered to be adequate. The condition of facilities and infrastructure in BNNK Banyumas office is in accordance with the standards of infrastructure. The budget for the prevention program performed by BNNK Banyumas when analyzed in terms of absorption has been effective and efficient because the budget is absorbed 100%. The planning and determination of BNNK Banyumas narcotics abuse prevention program was proposed by the National Narcotics Agency of the Republic of Indonesia, then it is to be decided by BNNK Banyumans to look at the needs and possibilities wheter it should be implemented or not. Ideally, the planning and determination of the program or activity is determined by BNNK Banyumas. The Process Aspect, the information dissemination program through socialization is considered effective enough to provide knowledge and understanding regarding the dangers of narcotics. The implementation of advocacy programs is carried out in the form of coordination in the implementation of anti-narcotics-oriented development advocacy to relevant agencies, assistance in policy making to support P4GN policies, assistance in strengthening anti-narcotics-oriented development, and conducting counseling activities as well as forming narcotics-aware cadres. The Output Aspect, the program carried out by BNNK Banyumas currently experiencing some obstacles which caused a decrease in the quantity of information dissemination in 2018. However, the society feels that they have obtained knowledge on narcotics types as well as its dangers.
Kata kunciKinerja Organisasi Publik, Input, Proses, Output
Pembimbing 1Dr. Wahyuningrat, M.Si
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, M.Si
Pembimbing 3Dr. Sukarso, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2019-05-23 14:31:47.780675
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.