Home
Login.
Artikelilmiahs
25307
Update
BINTANG WAHYU NUGROHO
NIM
Judul Artikel
GUGAT CERAI KARENA TIDAK TERPENUHINYA NAFKAH LAHIR BATIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor: 0674/Pdt.G/2018/PA.JS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pada dasarnya setiap pasangan yang melakukan perkawinan menginginkan terciptanya sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Tujuan ideal perkawinan, baik menurut hukum nasional Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan hukum Islam, dalam realitanya sulit diwujudkan. Banyak terjadi kehidupan keluarga atau rumah tangga yang tidak bahagia. Bahkan tidak sedikit ditemukan kasus dalam berkeluarga atau rumah tangga, dimana perselisihan atau pertengkaran yang timbul susah untuk ditemukan jalan keluarnya dan berakhir pada perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara gugat cerai karena tidak terpenuhinya nafkah lahir batin pada putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor 0674/Pdt.G/2018/PA.JS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data sekunder, pengumpulan data studi kepustakaan dan inventarisasi, penyajian data teks naratif, analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor 0674/Pdt.G/2018/PA.JS Pertimbangan Hakim mendasarkan Pasal 39 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti sudah tepat, namun akar masalah dari perselisihan dan pertengkaran itu karena tidak terpenuhinya nafkah lahir batin dari suami yang diatur dalam Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 80 ayat (1) dan ayat (2) Kompilasi Hukum Islam, serta Pasal 116 huruf (g) angka 2 (dua) dan angka 4 (empat) Kompilasi Hukum Islam mengenai sighat taklik talak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Basically, every couple who carries out marriage wants the creation of a sakinah, mawaddah, warrahmah family. The ideal goal of marriage, both according to national law 1 of 1974 concerning Marriage and Islamic law, in reality it is difficult to realize. Many family life or unhappy households occur. Not even a few cases found in families or households, where disputes of arguments that arise are difficult to find a way out and end in divorce. The problem in this study is how the judges’ legal considerations in deciding sued for divorce because it was not fulfilled in inner born of the decision of the South Jakarta Religious Court Number 0674/Pdt.G/2018/PA.JS. The research method used in this study was using a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, secondary data sources, collection of literature study data and inventory, presentation of narrative text data, qualitative normative data analysis. The result of the study and discussion of the Decision of the South Jakarta Religious Court Number 0674/Pdt.G/2018/PA.JS Judge Consideration based on Article 39 paragraph (1) and paragraph (2) of the Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage jo Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to the researcher, it is correct, but the root problem of the dispute and quarrel is because it is not fulfilled the inner born of the husband which is regulated in Article 33 and Article 34 paragraph (1) Law Number 1 Year 1974 jo Article 80 paragraph (1) and paragraph (2) Compilation of Islamic Law, as well as Article 116 letter (g) number 2 (two) and number 4 (four) Compilation of Islamic Law concerning sighat taklik talak.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save