Artikelilmiahs

Menampilkan 21.641-21.660 dari 50.182 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2164124423F1B014064Kinerja Tim Pengawalan, Pengamanan, Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4D) di Kejaksaan Negeri PurwokertoPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa yang merupakan salah satu sumber korupsi terbesar di Indonesia. Untuk mengurangi resiko tersebut, di setiap daerah dibentuk TP4D, termasuk di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kinerja TP4D tersebut. Metode penelitian adalah metode kualitatif. Informan penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja TP4D masih belum optimal, hal ini disebabkan oleh kurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki tim tersebut. Ini tidak sebanding dengan wilayah kerjanya yang begitu luas (16 kecamatan). Selain itu, kurangnya jumlah tenaga ahli dalam Organisasi Pendamping Daerah (OPD) juga menjadi penyebab lainnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa yang merupakan salah satu sumber korupsi terbesar di Indonesia. Untuk mengurangi resiko tersebut, di setiap daerah dibentuk TP4D, termasuk di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kinerja TP4D tersebut. Metode penelitian adalah metode kualitatif. Informan penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja TP4D masih belum optimal, hal ini disebabkan oleh kurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki tim tersebut. Ini tidak sebanding dengan wilayah kerjanya yang begitu luas (16 kecamatan). Selain itu, kurangnya jumlah tenaga ahli dalam Organisasi Pendamping Daerah (OPD) juga menjadi penyebab lainnya.
2164225851K1A015014Prediksi Struktur Molekul Enzim Protease dari AktinomisetesEnzim protease merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein menjadi oligopeptida dan asam amino. Enzim protease didapatkan dari berbagai sumber seperti hewan, tanaman, dan mikroorganisme. Salah satu mikroorganisme yang menghasilkan protease adalah aktinomisetes. Aktinomisetes merupakan kelompok bakteri Gram positif, mampu menghasilkan senyawa bioaktif seperti antibiotik, antikanker, dan enzim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies aktinomisetes yang berpotensi menghasilkan enzim protease, mendesign primer forward dan primer reverse untuk amplifikasi gen protease, dan memprediksi struktur molekul enzim protease dari aktinomisetes menggunakan metode pemodelan homologi. Tahapan penelitian ini meliputi peremajaan kultur aktinomisetes, uji potensi proteolitik, pengamatan morfologi, identifikasi spesies, dan prediksi struktur molekul enzim protease dari aktinomisetes. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa ketiga isolat yang memiliki indeks proteolitik tertinggi yaitu P-6B, W-1B, dan P-7C termasuk Streptomyces. Identifikasi spesies berdasarkan gen 16S rRNA menunjukka bahwa isolat P-6B memiliki kemiripan sebesar 96%dengan Streptomyces longisporoflavus strain Moghannam M1; isolat W-1B memiliki kemiripan sebesar 98% dengan Streptomyces longisporoflavus strain Moghannam M1; dan isolat P-7C memiliki kemiripan sebesar 83% dengan Streptomyces sp. 2438. Desain primer gen penyandi enzim protease menghasilkan dua pasang primer. Primer pertama (230F&954R) menghasilkan amplikon sebesar 700 bp dan primer kedua (700F&954R) menghasilkan amplikon sebesar 250 bp. Model molekul yang didapatkan isolat P-6B memiliki kemiripan sebesar 21,43% dengan PROTEIN (SAP-1 ETS DOMAIN), isolat W-1B memiliki kemiripan sebesar 33,98% dengan Protein DUF199/WhiA, isolat P-7C memiliki kemiripan sebesar 37,04% dengan designed protein 2L4HC_23.Protease is a group of enzymes that have the ability to hydrolyze peptide bonds in proteins into oligopeptides and amino acids. Protease enzymes are obtained from various sources such as animals, plants, and microorganisms. One of the microorganisms that produces proteases is actinomycetes. Actinomycetes are able to produce bioactive compounds such a antibiotics, anticancer, and enzymes. The purpose of this research was to identity spesies of actinomycetes that have the potential to produce protease, design forward and reverse primers for protease gene amplification, and predict the molecular structure of protease from actinomycetes using homology modeling methods. The stages of this research included cultivate actinomycetes culture, proteolytic potential tests, morphological observations, species identification, and predictions of the molecular structure of protease from actinomycetes. Morphological observations showed that the three isolates that had the highest proteolytic index were P-6B, W-1B, and P-7C including Streptomyces. Species identification based on the 16S rRNA gene showed that P-6B isolates had similarities of 96% with Streptomyces longisporoflavus strain Moghannam M1; W-1B isolates had similarities of 98% with Streptomyces longisporoflavus strain Moghannam M1; and P-7C isolates had similarities of 83% with Streptomyces sp. 2438. The primers design of the protease encoding gene are two primer pairs. The first primer (230F & 954R) produces an amplicon of 700 bp and the second primer (700F & 954R) produces an amplicon of 250 bp. The molecular structure obtained by isolate P-6B has a similarity of 21.43% with PROTEIN (SAP-1 ETS DOMAIN), isolate W-1B has a similarity of 33.98% with Protein DUF199/WhiA, isolate P-7C has a similarity of 37.04% with designed protein 2L4HC_23.
2164324425F1C014082STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK PASANGAN PERKAWINAN CAMPURAN YANG TINGGAL DI INDONESIAMasyarakat dunia saat ini berada di era globalisasi. Salah satu cara paling mudah melihat fenomena globalisasi tercermin dari keadaan mayarakat yang semakin bergantung pada teknologi, misalnya dalam melakukan kegiatan komunikasi. Mudahnya mengakses situs kencan di internet yang berjumlah ribuan, terutama situs kencan internasional membuat seseorang semakin mudah menemukan pasangan di luar lingkup negaranya. Hal ini membuat fenomena perkawinan campuran semakin mudah untuk ditemukan.
Perbedaan budaya yang dapat menjadi pemicu konflik dalam perkawinan campuran diantaranya; penggunaan paralanguage, perbedaan tingkat pemahaman bahasa, perbedaan accent dan grammar, penggunaan slang, berbicara terlalu cepat, kosakata yang belum pernah ditemukan sebelumnya, perbedaan norma yang berlaku, perbedaan gaya hidup, perbedaan cara makan, perbedaan konsep berkeluarga, juga perbedaan cara mendidik dan mengurus anak berdasarkan kebudayaan masing-masing.
Terdapat sepuluh strategi manajemen konflik yang mungkin digunakan, yaitu; win–lose dan win–win strategies, avoidance dan active fighting strategies, force dan talk strategies, face–attacking dan face–enhacing strategies, verbal aggressiveness dan argumentativeness strategies.
The world is currently in the era of globalization. One of the easiest ways to see globalization phenomenon is reflected in the state of society that is increasingly dependent on technology, for example in conducting communication activities. The easy access to thousands of dating sites on the internet, especially international dating sites, makes it easier for someone to find partners outside of their own country. This makes the mixed marriage phenomenon easier to find.
Cultural differences that can be a cause of conflict in mixed marriages include; paralanguage use, different levels of language understanding, differences in accent and grammar, use of slang, talking too fast, vocabulary that has never been heard before, differences in norms that apply, differences in lifestyle, differences in eating style, differences in family concepts, as well as differences in ways to educate and take care of children based on their respective cultures.
There are ten conflict management strategies that might be used, i.e; win–lose and win–win strategies, avoidance and active fighting strategies, force and talk strategies, face–attacking and face–enhacing strategies, verbal aggressiveness and argumentativeness strategies.
2164424426A1L014207PENGARUH KEPADATAN IKAN NILA PADA TEKNOLOGI AKUAPONIK TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)Sawi (Brassica juncea L.) termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga sawi memiliki prospek yang cukup bagus untuk dibudidayakan. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika unsur hara yang dibutuhkan cukup dan lingkungan sekitar mendukung untuk pertumbuhan. Teknologi akuaponik memadukan dua macam metode pertanian yaitu budiaya tanaman dan perikanan agar mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan ikan nila terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman sawi pada teknologi akuaponik. Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor perlakuan dengan 5 ulangan. Faktor yang dikaji adalah 3 macam kepadatan ikan dan 1 kontrol, yaitu kepadatan ikan nila 100 ekor/m2 kolam, kepadatan ikan nila 200 ekor/m2 kolam, kepadatan ikan nila 300 ekor/m2 kolam, dan K0 dengan tanpa ikan tetapi diberi larutan nutrisi AB-mix sesuai dosis anjuran. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, panjang akar, dan kualitas air meliputi pH dan EC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman sawi terbaik pada kontrol yang menggunakan AB-mix. Pada perlakuan kepadatan ikan nila, bobot sawi segar tertinggi diperoleh pada kepadatan ikan nila 300 ekor/m2 kolam, namun hasil tersebut hanya 5,29 % dari bobot sawi segar pada kontrol.Mustard (Brassica juncea L.) is leaf vegetables that have high economic value so that mustard has a good prospect to be cultivated. Plants will grow well if suppliyed with required nutrients and planted in proper environment. Aquaponics technology combines two types of farming methods, those were agriculture and fishery to get optimal results and optimized the used of land resources. This study aims to determine the effect of tilapia density on the growth and yield of mustard plants on aquaponic system.
This research was conducted in the screen house in Pasir Kidul Village, West Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency from May to July 2018. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and 5 replications. These factors were 3 types of fish density and 1 control, those were a density of 100 tilapia fish / m2 pond, 200 tilapia fish / m2 pond, 300 tilapia fish / m2 pond, and without fish but used AB-mix nutrient solution according to recommended dosage.
Observed variables were plant height, leaf number, leaf area, canopy wet weight, canopy dry weight, root wet weight, root dry weight, root length, and water quality including pH and EC. The results showed the best growth of mustard plants in the control using AB-mix. In the density of tilapia, the highest fresh mustard weight was obtained at the density of 300 tilapia fish / m2 pond, but the results were only 5.29% of fresh mustard weight in the control.
2164524428A1L014060KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO DENGAN APLIKASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DAN DOSIS PUPUK N, P, K Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asap cair tempurung kelapa serta aplikasi pupuk N, P dan K dosis berbeda terhadap karakter pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2018, di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Penelitian terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk N, P, dan K dosis berbeda terdiri dari 100% dan 50% dosis rekomendasi. Faktor kedua adalah konsentrasi asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot tajuk kering, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per rumpun, bobot 1000 butir gabah, bobot gabah per rumpun, bobot gabah efektif, bobot gabah per hektar, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P, K dosis 50% rekomendasi memberikan hasil yang setara dengan pemberian pupuk N, P, K dosis 100% rekomendasi. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa 2,5%, 5,0%, 7,5%, dan 10% belum mampu meningkatkan karakter pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo.The objective of this study was to know effect of application of Liquid smoke coconut shell and two doses of N, P, K fertilizers on growth character and yield of upland rice. The research was conducted in March until July 2018, at Suro Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The experiment design of split plot with two factors ie. First factor was doses of N, P, K fertilizer (100% and 50% of recommended dose). Second factor of liquid smoke coconut shell (0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%) were tasted with three replication. Data were analyzed using ANOVA and followed DMRT at probability of 95%. The observed variabels were others plant height, leaf number, leaf area, number of tillers, weight of the shoot, number of panicles, number of grains per panicle,weight of 1000 seeds, grain weight per panicle, seed weight per plot effective, yield per hectare, and harvest index. Results showed that application of N, P, K fertilizer dose of 50% of recommendations gained same results as the fertilizer N, P, K dose of 100% recommendation. Concentrasion of liquid smoke coconut shell 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% could not improve the character of upland rice growth and yield.
2164624429A1L014058PENGARUH APLIKASI EKSTRAK SEREH DAN PUPUK N, P DAN K TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN SERTA HASIL PADI GOGOPenelitian Ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak sereh serta
aplikasi pupuk N, P dan K dosis berbeda terhadap intensitas serangan hama, intensitas
penyakit, dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli
2018, di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan
Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Penelitian terdiri dari dua faktor.
Faktor pertama yaitu pupuk N, P, dan K dosis berbeda terdiri dari 100 dan 50 persen
dosis anjuran. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak sereh terdiri dari 0,0; 2,5; 5,0;
7,5 dan 10,0 persen. Data dianalisis menggunakan uji Anava (analisis varians). Apabila
berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada tingkat kepercayaan 95 persen. Variabel
yang diamati yaitu intensitas serangan hama, intensitas penyakit, dan komponen hasil
(jumlah gabah per rumpun, jumlah malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, bobot
gabah per petak efektif, bobot 1000 butir gabah, dan bobot gabah per hektar). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sereh konsentrasi 7,5 persen mampu menekan
penyakit busuk pelepah sebesar 44,76 persen. Aplikasi pupuk N, P, K 50 persen dosis
anjuran dapat menekan intensitas penyakit blas sebesar 82,61 persen dan menghasilkan
gabah setara dengan pupuk N, P, K 100 persen dosis yang direkomendasi.
The objective of this research was to know the effect of application of lemon-grass
extract and different dose of N, P and K fertilizers on intensity of insect pest attack,
disease, and yield of upland rice. The research was conducted in March until July
2018, at Kalibagor District, Banyumas Regency. The split plot design was used
consisted of two factors, i.e. the first factor was dose N, P, K fertilizer (100 and 50
percent recommended dose), and second factor of concentration of lemon-grass extract

(0; 2.5; 5.0; 7.5 and 10.0 percent) with three replications. Data were analyzed using
Analysis of Variance (Anova), and continued by DMRT at probability of 95 pecent if
there were significantly different. Observed variables were intensity of pest attack,
disease and yield components (number of grain per hill, number of panicles per hill,
grain weight per hill, grain weight per effective plot, weight of 1000 grain, and grain
weight per hectare). The result showed that lemon-grass extract at concentration of
7.5 percent was able to suppress sheath rot disease about 44.76 percent. Application
of 50 pecent N, P, K fertilizer recommended dose was able to suppress the intensity of
blast disease about 82.61 percent and obtained grain yield as same as N, P, K fertilizer
100 percent recommended dose.
2164725852F1C015042Tingkat Literasi Visual Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed terhadap Foto JurnalistikPenggunaan fotografi sebagai salah satu bentuk komunikasi visual telah banyak digunakan untuk menyampaikan pesan. Penggunaan komunikasi visual dimaksudkan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualisasikan. Sebuah foto sebagai pesan setidaknya melibatkan dua pertanyaan besar yaitu menganai ‘bagaimana pesan diciptakan’ dan ‘bagaimana pesan diterima atau dipahami’. Pemahaman terhadap foto sebagai bentuk komunikasi visual dapat dipahami dengan literasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi visual pada mahasiswa Ilmu Komunikasi terhadap salah satu komponen literasi visual yaitu pemahaman terhadap pesan visual dalam hal ini dikhususkan pada foto jurnalistik.
Sampel penelitian ini terdiri dari 70 orang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah mengambil mata kuliah Fotografi yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan data disajikan secara distribusi frekuensi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat literasi visual mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed berada pada level medium dengan kemampuan yang cukup mahir dalam memahami foto jurnalistik sebagai pesan, serta pemahaman pada etika praktek yang berlaku dalam akses, penciptaan dan penggunaan foto.
The use of photography as visual communication media has been widely used to convey messages. The use of visual communication is intended to attract attention, clarify the presentation of ideas and describe even illustrate facts that might be quickly forgotten if it is not visualized. A photo as a message might involves the two of important questions, these are; ‘how the message is created’ and ‘how the message is received or understood’. Understanding of photos as visual communication can be understood with visual literacy. It purposes to determine the level of visual literacy in Communication Students toward component of visual literacy, understanding of visual messages in this case specifically for journalistic photos.
The study sample consisted of 70 Communication Studies students who had taken photography courses taken by simple random sampling technique. The analysis technique used is descriptive statistics and data are presented in frequency distribution.
The results of the analysis show that the level of visual literacy of Communication Student Jenderal Soedirman University is at the medium level. By their ability, it is quite proficient in understanding journalistic photos as a message, as well as an understanding of ethical practices that apply in access, creation and use of photographs.
2164825993D1B017033PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI ONGGOK-AMPAS TAHU MENGGUNAKAN JAMUR ONCOM MERAH DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi onggok ampas tahu terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam pedaging sebanyak 80 ekor dan 22 ekor sebagai replacement stock, kandang baterai, tempat pakan dan tempat minum timbangan analitik dengan kepekaan 0,1, timbangan digital, autoclave, nampan plastik, wrap plastic, dan incubator. Bahan yang digunakan untuk pakan percobaan fermentasi onggok ampas tahu (FOAT), onggok 50 kg, jamur oncom merah yang mengandung kapang Neurospora sp., ampas tahu 25 kg, air kelapa, dan aquades. Pakan disusun dengan kandungan protein 22% dan energi metabolis 2800-3100 kkal/kg untuk periode starting sedangkan kadar protein 19-20% dan energi metabolis 2700-3000 kkal/kg untuk periode finishing. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen in vivo dan menggunakan model matematik Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor. Perlakuan yang dilakukan dengan 5 level sebagai berikut: R0 0% (kontrol), R1 20% (FOAT 5.5%), R2 50% (FOAT 11%), R3 80% (FOAT 16.5%), dan R4 100% (FOAT 22%). Hasil penelitian menunjukan KBK perlakuan R0 sebesar 76,355 ± 1,570% memiliki pengaruh yang tinggi, sedangkan R2 sebesar 70,928 ± 4,534% memiliki pngaruh yang rendah. Hasil KBO perlakuan R0 sebesar 77,042 ± 0,157% memiliki pengaruh yang tinggi R2 sebesar 72,930 ± 3,854% memiliki pngaruh yang rendah. Analisis variansi menunjukan bahwa pemberian onggok ampas tahu dalam pakan menunjukan hasil yang tidak signifikan terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian fermentasi onggok ampas tahu mempunyai pengaruh yang sama terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik, akan tetapi fermentasi onggok ampas tahu dapat ditambahkan hingga level 22% dalam pakan ayam broiler. This study aims to determine the effect of fermented cassava waste-tofu dregs on the digestibility of dry matter and organic matter. The material used in this study is broiler as many as 80 and 22 tails as replacement stock, battery cages, feed and drink place for analytic scales with sensitivity of 0.1, digital scales, autoclaves, plastic trays, plastic wrap, and incubators. The material used for experimental feed fermented cassava waste-tofu dregs, 50 kg cassava waste, red oncom fungus containing Neurospora sp. Mold, 25 kg tofu dregs, coconut water, and distilled water. The feed is arranged with a protein content of 22% and a metabolic energy of 2800-3100 kcal/kg for the starting period while a protein content of 19-20% and a metabolic energy of 2700-3000 kcal/kg for the finishing period. The study was conducted in an in vivo experimental method and using a Completely Randomized Design. Treatments consist of : 5 levels of fermented cassava waste-tofu in the feed, as follows : R0 0% (control), R1 20% (5.5%), R2 50% (11%), R3 80% (16.5%), and R4 100% (22 %). The result of this reseach showed that DMD was about R0 : 76,355 ± 1,570% the highes and R2 : 70,928 ± 4,534% was lowest. OMD was about R0 : 77.042 ± 0.157% the highes and R2 : 72,930 ± 3,854% was lowest . Analysed of variance showed that feeding with fermented cassava waste-tofu dregs was not significant effect on DMD and OMD (P>0,05). The conclusion of this study is the administration fermented cassava waste-tofu dregs has the effect on DMD and OMD. Fermented cassava waste-tofu dregs can be added to level of 22% in broiler feed.
2164926099C1L012048THE ROLE OF THE INTERNAL AUDITOR AND INTERNAL CONTROLS TOWARD FRAUD PREVENTION Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dan wawancara. Penelitian ini memiliki judul : “Peran Auditor Internal dan Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud.” Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh positif peran auditor internal terhadap pencegahan fraud dan pengaruh positif pengendalian internal terhadap pencegahan fraud.
Populasi dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota Cirebon yang berjumlah 30. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 300 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Auditor internal berpengaruh terhadap pencegahan fraud, (2) Pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegahan fraud.
This research is a quantitative research with survey and interview methods. This study has the title: "The Role of The Internal Auditor and Internal Controls Toward Fraud Prevention." This study aims to obtain empirical evidence regarding the positive influence of the role of internal auditors on prevention of fraud and the positive influence of internal controls on fraud prevention.
The population in this study is the Cirebon Regional Work Unit (SKPD) which amounts to 30. The method of taking research samples used saturated samples with 300 respondents. The data used in this study is primary data. Data collection techniques were carried out by survey techniques by distributing questionnaires. The analysis technique used is multiple regression test.
The results of this study indicate that (1) Internal auditors influence the prevention of fraud, (2) Internal control affects the prevention of fraud.
2165024436D1E014166KEEMPUKAN DAN pH DAGING PUYUH BETINA AFKIR DENGAN PEMBALURAN KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDATujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda terhadap keempukan dan pH daging puyuh betina afkir. Materi penelitian yaitu 24 ekor puyuh betina afkir 16 bulan dan 4 buah nanas matang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 3×2, faktor pertama dosis pembaluran kulit nanas yaitu 0% (D1), 15% (D2) dan 30% (D3), faktor kedua lama pembaluran kulit nanas selama 10 menit (L1) dan 20 menit (L2). Variabel yang diamati yaitu pH dan keempukan. Hasil penelitian, interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda, dan pembaluran kulit nanas pada lama waktu yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan pH daging puyuh betina afkir dengan rataan 0,0596 mm/g/dt dan 5,159. Pembaluran kulit nanas pada dosis yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan daging puyuh betina afkir dengan rataan 0,0596 mm/g/dt tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH daging puyuh betina afkir dengan rataan 5,159. Kesimpulan, penggunaan dosis pembaluran kulit nanas sampai dengan 30 % dapat menurunkan pH namun nilai keempukan relatif sama. Lama waktu pembaluran kulit nanas sampai dengan 20 menit menghasilkan nilai derajat keasaman (pH) dan keempukan yang relatif sama.The purpose of the study was to determine the interaction between different dosage and duration of pineapple skin rinsing on tenderness and pH of rejected quail meat. The research material used 24 female quail quails 16 months old and 4 ripe pineapple fruit. The study used the experimental method with Completely Randomized Design (CRD) Factorial Pattern 3×2, the first factor of pineapple skin rationing dose was 0% (D1), 15% (D2) and 30% (D3), the second factor for 10 minutes pineapple skin spreading (L1) and 20 minutes (L2). The variables observed pH and tenderness. The results of the study, the interaction between different doses and length of pineapple skin rinsing, and pineapple skin rinsing at different lengths of time had no significant effect (P> 0.05) on tenderness and pH of rejects quail meat with an average of 0.0596 mm / g / dt and 5,159. The distribution of pineapple skin at different doses had no significant effect (P> 0.05) on the tenderness of refused female quail meat with an average of 0.0596 mm / g / dt but had a very significant effect (P <0.01) on the pH of rejected female quail meat with an average of 5.159. Conclusion, the use of pineapple skin rinse doses up to 30% can reduce pH but tenderness values are relatively the same. The duration of pineapple skin rinsing for up to 20 minutes results in
relatively the same value of acidity (pH) and tenderness.
2165124437F1B113033IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERIJINAN REKLAME DI KABUPATEN BANJARNEGARAImplementasi kebijakan perijinan reklame Kabupaten Banjarnegara sebagai perwujudan dimana pertumbuhan reklame di Kabupaten Banjarnegara harus rapih dan tidak merusak keindahan tata ruang kota. Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara dengan kewenangannya menurunkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan adanya Peraturan Daerah tersebut yakni mengimplementasikan kebijakan tentang perijinan reklame. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan perijinan reklame di Kabupaten Banjarnegara. Lokasi penelitian ini dilakukan di Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian model kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukan implementasi kebijakan perijinan reklame di Kabupaten Banjarnegara yang belum optimal. Aspek komunikasi sudah cukup optimal. Aspek Sumber Daya yang belum optimal. Aspek disposisi yang belum optimal . Aspek hubugan dengan organisasi lain juga sudah cukup optimal. Kesimpulan, Aspek komunikasi sudah optimal dimana Dinas yang terkait dengan kebijakan perijinan reklame sudah menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan cara sosialisasi dan koordinasi. Aspek Sumber Daya belum optimal, karena Satpol PP masih kekurangan fasilitas untuk menertibkan reklame yang tidak sesuai Perda atau liar. Aspek disposisi belum optimal, dimana dinas yang terkait dengan perijinan reklame sudah melakukan tindakan partisipasif dengan baik dan sesuai dengan tupoksinya namun DPMPPTSP dan DPPKAD tidak dapat melakukan tindakan partisipasif dengan baik karena hanya memberikan pelayanan. Aspek hubungan dengan organisasi lain juga sudah lumayan optimal. Ketiga dinas saling berhubungan baik untuk mengimlementasikan kebijakan perijinan reklame di Kabupaten Banjarnegara.

Kata kunci: Implementasi, Kebijakan, Reklame.
The implementation of the policy of organizing billboards in Banjarnegara Regency as an embodiment where the growth of billboards in Banjarnegara Regency must be neat and not damage the beauty of city spatial planning. The government of Banjarnegara Regency with its authority has reduced Regional Regulation No. 10 of 2003 concerning the Implementation of Advertising in Banjarnegara Regency. The purpose of the Regional Regulation is to implement a policy regarding the implementation of billboards.This study aims to describe the policy of organizing billboards in Banjarnegara Regency. The location of this research was conducted at the Civil Service Police Unit, Investment Board and Licensing Services, and the Regional Financial and Asset Management Revenue Service of Banjarnegara Regency. The type of research conducted is qualitative model research using descriptive analysis. The selection of informants used purposive sampling technique and to obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model.
The results of this study indicate the implementation of the policy of organizing billboards in Banjarnegara District which has not been optimal. The communication aspect is quite optimal. Resource Aspects that have not been optimal. The disposition aspect is not optimal. The relationship aspect with other organizations is also quite optimal.Conclusion, the communication aspect is optimal where the Office related to the policy of organizing billboards has established good communication relationships by means of socialization and coordination. The Resource Aspect is not optimal, because the Satpol PP still lacks facilities to curb advertisements that are not in accordance with the Regional Regulation or wild. The disposition aspect has not been optimal, where the offices related to the implementation of billboards have implemented participatory actions well and in accordance with their tasks but DPMPPTSP and DPPKAD cannot take participatory actions properly because they only provide services. The aspect of relationships with other organizations has also been quite optimal. The three offices are well connected to implement the policy of organizing billboards in Banjarnegara Regency.
Keyword: Implementation, Policy, Advertisement.
2165224440D1B017013PENGARUH PENAMBAHAN PERSENTASE KOLOSTRUM SAPI PADA KEFIR TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK (AROMA, RASA, TEKSTUR DAN OVERALL)Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kolostrum pada kefir dengan persentase yang berbeda terhadap sifat organoleptik. Metode penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan susu sapi 1700 ml, kolostrum sapi 300 ml, dan biji kefir 40 g menjadi 4 perlakuan yang diujikan oleh 25 orang panelis semi terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan persentase kolostrum sapi yaitu K1 = 0% kolostrum, K2 = 10% kolostrum, K3 = 20% kolostrum, K4 = 30% kolostrum. Parameter yang diamati adalah sifat organoleptik aroma, rasa, tekstur dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan persentase kolostrum sapi pada kefir berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap aroma, berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap rasa, tekstur dan overall. Rerata tertinggi sebagai ranking 1 untuk hasil aroma khas kefir dengan nilai 0.17, rasa sedikit asam dengan nilai 0.21, tekstur kental dengan nilai 0.42, dan overall atau keseluruhan sangat suka dengan nilai 0.29. Kesimpulan, semakin meningkat jumlah penambahan kolostrum sapi sampai 30% pada kefir dapat meningkatkan rasa sedikit asam, tekstur lebih kental dan lebih disukai secara keseluruhan (overall), dan hanya dapat meningkatkan aroma khas kefir pada penambahan kolostrum sapi 20%.The objective of this reserch was to determine the effect of adding colostrum on kefir with different percentages of organoleptic properties. This study used a randomized block design (RBD) method using 1700 ml cow milk, 300 ml cow colostrum, and 40 g kefir seeds into 4 treatments tested by 25 semi-trained panelists. The treatment applied was the difference percentage of cow colostrum namely K1 = 0% colostrum, K2 = 10% colostrum, K3 = 20% colostrum, K4 = 30% colostrum. The parameters observed were organoleptic properties of aroma, taste, texture and overall. The results showed that the addition percentage of cow colostrum to kefir had no significant effect (P > 0.05) on aroma, had a significant effect (P< 0.05) on taste, texture and overall. The highest average is ranked 1 for the results of a typical kefir aroma with a value of 0.17, slightly sour taste with a value of 0.21, thick texture with a value of 0.42, and overall very like with a value of 0.29. The conclusion is that the addition of 30% cow colostrum can increase the taste slightly acidic, the texture is thicker and is preferred overall (overall), and can increase the distinctive aroma of kefir in addition to cow colostrum 20%.
2165325994E1A015056KEKUATAN PEMBUKTIAN REKAMAN SUARA DALAM TINDAK PIDANA MENTRANSMISIKAN INFORMASI ELEKTRONIK YANG MEMILIKI MUATAN YANG MELANGGAR KESUSILAAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 265/Pid.Sus/2017/PN.Mtr)Pengaturan mengenai alat bukti diatur dalam Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Bahwa hanya alat bukti yang tercantum dalam pasal tersebut yang diakui dan dapat digunakan dalam perkara pidana. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kejahatanpun mengalami perkembangan. Sehingga dibutuhkan penyesuaian alat bukti agar dapat dilakukan pembuktian terhadap perkembangan kehajatan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan dokumenter. Disajikan dalam susunan yang sistematis, lalu dianalisa dengan pokok permasalahan yang diteliti sebagai satu kesatuan yang utuh.
Dalam Putusan Nomor: 265/Pid.Sus/2017/PN.Mtr bahwa rekaman suara yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan dapat dijadikan alat bukti yang sah karena merupakan perluasan alat bukti dalam Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana berdasarkan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebagai alat bukti petunjuk, rekaman suara tidak dapat berdiri sendiri karena harus dibentuk dari keterangan saksi, surat, dan keterangan terdakwa. Sehingga kekuatan pembuktian rekaman suara tergantung pada penilaian hakim.
The regulation regarding evidence is regulated in Article 184 paragraph (1) of Law No. 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law (KUHAP). That only the evidence contained in the article is recognized and can be used in criminal cases. With the development of science and technology, crime also develops. So we need to adjust the evidence to prove the development of the event.
This study uses a research method with a normative juridical approach and prescriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and documentaries. Presented in a systematic arrangement, then analyzed with the main problems examined thoroughly.
In Decision Number: 265 / Pid.Sus / 2017 / PN.Mtr that sound recording which has contents that violate decency can be used as legal evidence because it is an expansion of evidence in Article 184 paragraph (1) of Law No. 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law based on Article 5 paragraph (2) of Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. As evidence of evidence, sound recordings cannot stand alone because they must be formed from witness statements, letters and statements of the defendant. So the strength of proof of sound recordings depends on the judge's judgment.
2165426100E1A015163TINJAUAN YURIDIS PENGUSIRAN PERWAKILAN TETAP RUSIA UNTUK PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA OLEH AMERIKA SERIKAT
Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia yang mendapatkan suaka dari Inggris, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia membuat hubungan diplomatik antara Inggris dan negara-negara sekutunya dengan Rusia merenggang. Amerika Serikat sebagai sekutu Inggris memulangkan enam puluh perwakilan tetap Rusia dengan dua belas di antaranya merupakan perwakilan tetap Rusia yang terakreditasi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut ketentuan Pasal 4 ayat 11 Convention on the Privileges and Immunities of the United Nations 1946 perwakilan tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki kekebalan dan hak-hak istimewa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan mengenai kekebalan dan hak istimewa perwakilan dari negara-negara anggota untuk organisasi internasional dan untuk mengetahui ketentuan hukum internasional atas tindakan Amerika Serikat memulangkan perwakilan tetap Rusia untuk PBB di New York, Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta spesifikasi penelitian deskriptif analitis.
Hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaturan kekebalan dan hak istimewa perwakilan diplomatik diatur dalam beberapa peraturan internasional, yaitu : Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa 1945, Konvensi mengenai Kekebalan dan Hak Istimewa Perserikatan Bangsa-Bangsa 1946, dan Konvensi mengenai Kekebalan dan Hak Istimewa Misi Khusus 1947. Perbuatan Amerika Serikat memulangkan dua belas perwakilan tetap Rusia untuk PBB ditinjau menggunakan Pasal 9 Konvensi Wina 1961 mengenai Hubungan Diplomatik membuktikan bahwa perbuatan Amerika Serikat sudah sesuai haknya sebagai negara tuan rumah dari markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.
The alleged attempted murder of a former Russian spy who was granted asylum from Britain, Sergei Skripal and his daughter, Yulia, made diplomatic relations between Britain and its allies with Russia stretch. The United States as an ally of Britain repatriated sixty permanent representatives of Russia with twelve of them being permanent representatives of Russia accredited to the United Nations. According to the provisions of Article 4 paragraph 11 of the 1946 Convention of Privileges and Immunities of United Nations permanent representatives to the United Nations have immunity and privileges.
The purpose of this study is to investigate the regulation of the immunity and privileges of representatives of member states for international organizations and to know the provisions of international law for the actions of the United States to repatriate Russia's permanent representatives to the United Nations in New York, United States. This study uses a statutory approach and case approach, as well as descriptive analytical research specifications.
The results of research and discussion on the regulation of immunity and the privileges of diplomatic representation are regulated in several international regulations, namely: Charter of the United Nations 1945, Convention on Immunity and Privileges of the United Nations 1946, and the Convention on Immunity and Privileges of Special Missions 1947. The United States repatriated twelve permanent Russian representatives to the United Nations reviewed using Article 9 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, proving that the actions of the United States were in accordance with their rights as host country from the headquarters of the United Nations.
2165524442F1D013024Konsensus Dalam Konflik Politik Antara Pemerintah Desa Dengan Masyarakat Pada Program Nasional Agraria Di Desa Kebocoran Kabupaten Banyumas Tahun 2017Penelitian ini Berjudul “Konsensus dalam Konflik Politik antara Pemerintah Desa dengan Masyarakat Pada Program Nasional Agraria di Desa Kebocoran Kabupaten Banyumas Tahun 2017, bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konsensus dalam konflik. Konflik yang terjadi di Desa Kebocoran karena adanya pungutan liar dari Program Nasional Agraria dan tidak percayanya masyarakat terhadap Pemerintahan Desa Kebocoran. Konflik ini melibatkan Pemerintah Desa Kebocoran dengan Masyarakat Desa Kebocoran yang mendaftarkan tanahnya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kontruktivisme serta pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling, dan didukung juga dengan menggunakan teknik snowball sampling. Di dalam kerangka penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran konflik politik, konsensus, peran aktor.
Hasil penelitian ini adalah, bahwa konflik yang terjadi di Desa Kebocoran memerlukan berbagai pihak dalam proses penyelesaiannya. Proses konsensus dalam konflik antara pemerintah desa dengan masyarakat dilakukan melalui bantuan pihak ketiga yaitu mediator. Mediator dalam proses konsensus pada kasus ini adalah BPN Kabupaten Banyumas, pihak Kecamatan Kedungbanteng dan didampingi oleh Polsek Kedungbanteng. Proses konsensus juga tidak terlepas dari adanya aktor yang berperan di dalamnya. Kedua belah pihak sama-sama menyerahkan persoalan konflik kepada pihak mediator terutama BPN. Munculya pencapaian konsensus dengan melakukan negosiasi dan mediasi di antara kedua belah pihak yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan.

The title of research is the “consensus in political conflicts between the village government with the community on the national agrarian program in the Kebocoran village Banyumas district 2017” , aims to understand and describe the consensus in conflict. Conflicts have occurred in the Kebocoran village because illegal charges of the national agrarian program and unbelieve by community to Kebocoran Village Government. This conflict involved The Kebocoran Village Government and community who register their land.
The research uses qualitative research method with constructivism paradigm and use a case study.The technique selection of informant research uses purposive sampling, and supported by the snowball technique. In the frameworks of thought this research using the frameworks of political conflicts, the consensus, the role of actors.
The result of research are: first, conflict which done in Kebocoran village need involvement multi actors in problem solving The consensus process in the conflict between the village government and the community was carried out through by the mediator. The mediator in the consensus process in this case is the BPN of Banyumas Regency, the Kedungbanteng District of Government and accompanied by the Kedungbanteng Police. The consensus process is also inseparable from the presence of actors who play a role in it. Both parties shared the issue of conflict with the mediator, especially the BPN. The emergence of consensus reached by negotiating and mediating between the two conflicting parties to reach an agreement.
.

2165624443F1I013052ANALISIS DIENG CULTURE FESTIVAL DARI PERSPEKTIF PARIWISATA BERKELANJUTAN Dieng Culture Festival terbukti memenuhi 3 aspek pariwisata berkelanjutan. Penerapan pariwisata berkelanjutan dalam Dieng Culture Festival dinilai sangat penting dalam kemajuan pariwisata kebudayaan Indonesia khususnya di Kabupaten Banjarnegara. Dengan adanya konsep pariwisata berkelanjutan yang memilki 3 aspek dasar yakni sosial budaya, ekonomi dan lingkungan, tentunya akan menjadi indikator bagi pengembangan event Dieng Culture Festival. Tujuan konsep pariwisata berkelanjutan untuk memaksimalkan event tersebut, serta meminimalisir dampak negatif terhadap sosial budaya, lingkungan dan perekonomian di Dieng, Banjarnegara. Dalam hal ini dilihat secara umum Dieng Culture Festival telah memenuhi konsep pariwisata berkelanjutan.
Dilihat dari 3 indikator konsep pariwisata berkelanjutan, aspek sosial budaya paling memenuhi dikarenakan kegiatan utama Dieng Culture Festival dalam menghormati, melestarikan budaya dan tradisi lokal, serta menjaga struktur sosialnya. Selain itu aspek kedua yang memenuhi yakni ekonomi, dimana masyarakat lokal ikut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian lokal dan pengentasan kemiskinan yang tentunya di bantu oleh pemerintah dan stakeholder secara merata serta dalam menciptakan lapangan dan kesempatan kerja yang baru. Serta aspek ketiga yang memenuhi yakni lingkungan, namun dari segi lingkungan ada bagian kegiatan yang mencemari proses ekologis lingkungan yang tentunya harus ditanggulangi dengan kegiatan yang dapat membantu melestarikan warisan alam dan lingkungan sekitar serta keanekaragaman hayati di Dieng, Banjarnegara maupun daerah sekitarnya.
Dieng Culture Festival proved to meet sustainable tourism aspect 3. The application of sustainable tourism in the Dieng Plateau Culture Festival judged very important in cultural tourism Indonesia progress especially in Banjarnegara district. With the concept of sustainable tourism which has 3 basic aspects namely culture, economic and social environment, of course, will be an indicator for the development of event Dieng Culture Festival. The purpose of the concept of sustainable tourism in order to maximize the event, as well as minimize negative impact on the social culture, environment and economy at the Dieng, Banjarnegara. In this case seen in General Dieng Culture Festival has been fulfilling the concept of sustainable tourism.
Judging from the concept of sustainable tourism indicators 3, socio-cultural aspects most fulfilling because the main activity of the Culture Festival in honor of Dieng, preserve local culture and traditions, as well as maintain its social structure. In addition to this second aspect that meet i.e. economy, where local people contribute in the improvement of the local economy and alleviating poverty are surely in AIDS by Governments and stakeholders as well as in creating evenly field and new employment opportunities. And the third aspect which meet i.e. environment, but in terms of the environment there is a part of activities that pollute the environment ecological processes must be solved by activities which can help to preserve the natural heritage and environment as well as biodiversity in the Dieng plateau, the city itself as well as the surrounding area.
2165725995L1B015045PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) DALAM PAKAN TERHADAP GAMBARAN DARAH IKAN NILA NIRWANA (Oreochromis niloticus)Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kersen (Muntingia callabura) pada Pakan Terhadap Gambaran Darah Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus). Ikan Nila Nirwana merupakan salah satu strain ikan nila yang memiliki banyak keunggulan, sehingga permintaan pasar akan ikan nila nirwana ini sangat tinggi. Status kesehatan ikan merupakan hal penting dalam budidaya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan status kesehatan ikan ialah menggunakan ekstrak daun kersen. Status kesehatan ikan dapat dilihat dari parameter hematologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap gambaran darah ikan nila nirwana yang diukur dari jumlah total eritrosit, nilai hemoglobin, nilai hematokrit dan kadar glukosa darah. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan (0%, 7.5% dan 15% ekstrak daun kersen) dan 6 ulangan menggunakan ulangan individu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan ekstrak daun kersen tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap status kesehatan ikan yang diukur dari jumlah total eritrosit, nilai hemoglobin, nilai hematokrit dan kadar glukosa. Namun, media pemeliharaan menunjukan kondisi yang relatif ideal untuk pemeliharaan ikan nilaA study entitled is The Effect of Giving Kersen Leaf Extract (Muntungia calabura) in Feed for The Blood Profile of Nirwana Tilapia (Oreochromis niloticus). Nirwana tilapia the one of nile strain that has many advantage, which can make important for nirwana tilapis was so high. The health status of fish is important in cultivation. An alternative to increase of the fish health status is using kersen leaf extract. The health status can be show from hematological parameters. The purpose of this research was to determine the effect of kersen leaf extract (Muntingia calabura) on the blood profile of nirwana nile tilapia blood as measured by the total number of erythrocytes, hemoglobin values, hematocrit values and blood glucose levels. The experimental methods was used a completely randomized design with 3 treatments (0%, 7.5% and 15% kersen leaf extract) and 6 replications using individual replications. The results of research showed that addition of kersen leaf extract was not significant (P> 0.05) on the total number of erythrocytes, hemoglobin values, hematocrit values and glucose levels. However, the rising media showed relatively ideal condition for nirwana nile tilapia.
2165826101C1J012004THE EFFECT OF GOVERNMENT EXPENDITURE, LABOR, AND MARINE TOURISM ON GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT OF MARITIME AND FISHERIES SECTOR OF CILACAP REGENCY Penelitian ini berjudul “Pengaruh pengeluaran pemerintah, tenaga kerja, dan pariwisata bahari terhadap pdrb sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, tenaga kerja, dan penerimaan pariwisata bahari terhadap pdrb sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan data sekunder berkala periode 2005-2018 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap; Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cilacap; dan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan metode ordinary least square (OLS). Hasil penelitian menunjukan variabel pengeluaran pemerintah, tenaga kerja, dan penerimaan pariwisata bahari secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pdrb sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap. Variabel pengeluaran pemerintah, tenaga kerja, dan penerimaan pariwisata bahari masing-masing secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pdrb sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap. Variabel tenaga kerja memiliki pengaruh yang paling tinggi, sedangkan pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh paling rendah terhadap pdrb sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Cilacap. Pengeluaran pemerintah dapat mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sehingga meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir. Peningkatan jumlah tenaga kerja mengakibatkan kapasitas produksi meningkat sehingga nilai pdrb sektor kelautan dan perikanan juga ikut meningkat. Pariwisata bahari dapat menjadi sarana pendapatan baru bagi masyarakat pesisir dan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan nilai pdrb sektor kelautan dan perikanan. This research is entitled “The effect of government expenditure, labor, and marine tourism on gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency”. The purpose of this research is to analyze the effect of government expenditure, labor, and marine tourism revenue to gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency. Research method used is associative method with secondary data for 2015-2018 period obtained from Badan Pusat Statistik of Cilacap Regency; Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah of Cilacap Regency; Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian of Cilacap Regency. The analytical tool used is multiple linear regression by ordinary least square (OLS) method. The result of this research showed government expenditure, labor, and marine tourism revenue simultaneously have positive and significant effect to gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency. The variables of government expenditure, labor, and marine tourism revenue each partially have a positive and significant effect to gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency. Labor has the highest effect, while government expenditure has the lowest effect on gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency. Government expenditure can accelerate the development of the maritime and fisheries sector, thereby increasing the productivity of coastal communities. An increase in the number of labor results in increased production capacity, so that the value of gross regional domestic product of maritime and fisheries sector of Cilacap Regency also increases. Marine tourism can be a new revenue source for coastal communities and local governments to encourage the increased value of gross regional domestic product of maritime and fisheries sector.
2165924444H1K014039KARAKTERISTIK NOISE KAPAL BERDASARKAN JENIS KAPAL DI SELAT NUSAKAMBANGAN CILACAPKeberadaan aktivitas pelayaran di perairan dapat menghasilkan noise dengan karakteristik tertentu berdasaran jenis kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan jenis kapal di Selat Nusakambangan Cilacap serta karakteristik noise yang dihasilkannya. Akuisisi data karateristik dan jenis kapal diperoleh dari hasil survei dan perekaman CCTV dan dianalisis secara deskriftif. Sedangkan data karateristik noise berdasaran jenis kapal diperoleh dari perekaman hidrofon dan dianalisis menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tipe mesin kapal, yaitu inboard (kapal pengayoman dan tunda) dan outboard (kapal nelayan, penyeberangan dan pandu) dengan kekuatan mesin mencapai 1.500 HP (tunda), daya muat mencapai 500 GT (tunda) dan kecepatan operasional mencapai 30 Knot (pandu). Karateristik noise kapal (intensitas, frekuensi dan durasi pulsa) mengalami perbedaan yang signifikan berdasaran jenis kapal, sedangkan durasi interval tidak mengalami perbedaan yang signifikan.

The existence of shipping activities in the waters produced noise with certain characteristics based on the type of ship. This study aimed to determined the characteristics and types of vessels in Selat Nusakambangan Cilacap Port Waters, and the characteristics of noise that their produced. Data acquisition of characteristics and types of vessels are obtained by CCTV recording and surveys, and analyzed as descriptively. While the data of noise characteristics based on the type of vessel were recorded by hydrophone, and analyzed using Kruskal-Wallis analysis. The results showed that there are two types of ship engines, namely inboard (ro-ro and tug boat) and outboard (small fishing, small ferry and pilot boat) with engine power reaching 1,500 HP (tug boat), loading capacity reaching 500 GT (tug boat) and operational speed reaching 30 Knots (pilot boat). Noise characteristics of the ship (intensity, frequency and pulse duration) experienced significant differences based on the type of ship, while the interval duration had not a significant difference.
2166024445F1A014040Etika Berdagang Antarpedagang Sayur
(Studi Deskriptif Pedagang Sayur Keliling di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap)
Pedagang sayur keliling merupakan suatu usaha kegiatan dagang eceran dan biasanya dilakukan dengan cara berkeliling. Satu hal yang luput dari perhatian adalah pentingnya mengetahui etika berdagang yang dapat mempererat hubungan sosial berupa keteraturan dalam dunia dagang. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi komunikasi dan etika berdagang yang dilakukakan pedagang sayur keliling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pedagang sayur keliling asli daerah setempat dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif.

Hasil penelitian ini menunjukkan dari tujuh informan pedagang sayur keliling di Desa Karangreja mengatakan kegiatan dalam mempertahankan hubungan mereka, diantaranya membangun relasi komunikasi interpersonal yaitu saling tatap muka seperti melakukan transaksi barter, bahasa komunikasi yang digunakan sehari-hari yaitu bahasa jawa dan sunda, dan interaksi simbolis seperti simbol menganggukan kepala maupun perkataan. Permasalahan yang terjadi antar pedagang sayur diantaranya menyangkut penentuan harga barang, lokasi yang sama, dan perebutan konsumen. Pedagang sayur keliling yang berselisih, menurut mereka cara mengurangi ketegangan diantaranya berkomunikasi interpersonal antarpedagang sampai titik kesepakatan yang telah dicapai. Etika dagang yang dilakukan antarpedagang sayur keliling yaitu saling sopan, sapa, salam, senyum, santun, saling berkompetisi secara sehat, dan saling kesepakatan antarpedagang sayur keliling. Keunikan di Desa karangreja, dari hasil penelitian etika dagang penjual terhadap pembeli yaitu menciptakan kedekatan (proksimitas), dan saling menghormati orang lain.

Implikasi penelitian ini yaitu dengan memahami relasi komunikasi yang dibangun antarpedagang menghasilkan hubungan harmonis diantara penjual, maka penting menjalin interaksi antarpedagang agar dapat mempertahankan hubungan yang lebih baik serta dapat meminimalisir ketegangan sosial. Tahapan selanjutnya etika dagang yang bisa diterima dimasyarakat dengan menyadari tingkah laku yang baik antarpedagang.
Mobile vegetable traders are retail business activities and are usually carried out by traveling around. One thing that escapes attention is the importance of knowing trade ethics that can strengthen social relations in the form of order in the trading world. This research was conducted in Karangreja Village, Cimanggu District, Cilacap Regency. This study aims to describe communication relations and trade ethics carried out by mobile vegetable traders. This study uses descriptive qualitative methods. The main target in this study was the local vegetable traders from the local area using purposive sampling. The method of data collection in this study used interviews, observation, and documentation. Data analysis in research uses interactive data analysis.
The results of this study indicate that from seven vegetable sellers informants in Karangreja Village said the activities in maintaining their relationship, including building interpersonal communication relations, namely face to face such as conducting barter transactions, communication languages that are used daily, namely Javanese and Sundanese languages, and symbolic interactions like the symbol of nodding and words. The problems that occur between vegetable traders include the determination of the price of goods, the same location, and the struggle for consumers. Mobile vegetable traders who are at loggerheads, according to them how to reduce tensions include interpersonal communication between traders to the point of agreement that has been reached. The trade ethics carried out by traveling vegetable traders are polite, greeting, greeting, smiling, polite, competing in a healthy manner, and mutual agreement between mobile vegetable traders. The uniqueness in Karangreja Village, from the results of research on seller's trade ethics towards buyers, is creating closeness (proximitas), and mutual respect for others.
The implication of this research is that understanding the communication relations built between traders produces a harmonious relationship between sellers, so it is important to establish interactions between traders in order to maintain better relationships and minimize social tensions. The next stage of trade ethics can be accepted in the community by realizing good behavior between traders.