Artikelilmiahs

Menampilkan 21.721-21.740 dari 50.182 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2172124495C1L013042THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AND GOOD CORPORATE GOVERNANCE MECHANISM TOWARDS FIRM VALUE WITH PROFITABILITY AS INTERVENING VARIABLE
(Empirical Study at Mining Companies at Indonesia Stock)
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting bagi suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh CSR dan mekanisme GCG yang dibagi menjadi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di IDX. Pengujian pengaruh CSR, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada perusahaan pertambangan dilakukan dengan menggunakan analisis jalur (path).
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 perusahaan dengan sampel sejumlah 152 yang didapatkan dengan menggunakan metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang di ambil dari IDX.
Hasil pengujian menunjukkan bahwal variable CSR, kepemilikan manajerial, komisaris independen, autdit komite, kepemilikan manajerial melalui profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dan variabel kepemilikan institusional, audit komite melalui profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
Firm value is an investor's perception of the company, which is often associated with stock prices. High stock prices make the value of the company also high. Maximizing company value is very important for a company. This study aims to examine the effect of CSR and GCG mechanisms which are divided into managerial ownership, institutional ownership, independent commissioners and audit committees on the firm value with profitability as an intervening variable in mining companies listed on IDX. Testing the effect of CSR, managerial ownership, institutional ownership, independent commissioners and audit committees on firm value with profitability as an intervening variable in mining companies is done by using path analysis. Population in this study were 38 companies with a sample of 152 obtained using the sampling method based on purposive sampling. The method of data collection in this study uses secondary data taken from IDX. The test results show that variables CSR, managerial ownership, independent commissioners, audit committees, managerial ownership through profitability have a positive effect on firm value. And variables institutional ownership, committee audits through profitability do not have a positive effect on firm value
2172224496H1D014041PENGARUH VARIASI BAMBU PADA BAMBU LAMINASI KOMPOSIT LIMBAH KAYU SENGON DENGAN SISITEM SISIP (SANDWICH) TERHADAP TAHANAN LATERAL DENGAN SAMBUNGAN BAUT
(Influence of Bamboo Layers Variation on Bamboo Laminated Composite with Waste of Albizia Falcata Using Sandwich System towards Lateral Strength with Bolt Joint)
Kayu Sengon merupakan salah satu jenis kayu dengan tekstur sedikit lunak yang mudah untuk dibudidayakan di Indonesia. Namun, dengan sifat lunaknya tersebut kayu Sengon perlu diatasi dengan material yang lebih kuat seperti bambu Petung. Nilai tahanan lateral (Z) dapat diprediksi dengan teori Europen Yield Model (EYM) yaitu dari nilai kuat tumpu dowel, tegangan leleh dowel, serta bentuk geometri sambungan berdasarkan tipe kelelehan yang terjadi. Pengujian tahananan lateral ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan sambungan pada bambu Petung laminasi yang dikompositkan dengan kayu Sengon berdasarkan persentase bambu yang digunakan yaitu 0%, 25% dan 50%. Benda uji tahanan lateral yang digunakan yaitu 3 buah balok laminasi komposit dengan dimensi 48x48x120 mm dengan menggunakan sambungan mur dan baut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tipe kelelehan yaitu model Im pada benda uji Full Sengon dengan nilai rasio perbandingan berkisar 1,538-4,025 lebih besar dibandingkan teori EYM, dan model kelelehan IIIs dengan pada benda uji komposit rasio perbandingan berkisar 0,461-1,204 dari teori EYM dengan nilai rata-rata Zmaks pada 0%, 25%, dan 50% berturut-turut adalah 13,5 kN, 20,275 kN, dan 26,375 kN. Nilai rata-rata Z offset 5% pada variasi bambu 0%, 25%, dan 50% berturut-turut adalah 10,725 kN, 15,65 kN, dan 21,475 kN.Albizia wood is one type of wood with slightly soft texture which easies to cultivate in Indonesia. Nevertheless, with its soft texture Albizia wood must be combine with tougher material, for example, Petung bamboo. The value of lateral resistance can be predicted by Europen Yield Model (EYM) theory with the nominal of dowel bearing strength, fastener bending strength, and model of joint geometry based on yield mode. This lateral resistance test was conducted to find out the joint strength on Petung bamboo laminated composites with Albizia based on the percentage of bamboo used which is 0%, 25%, and 50%. The lateral resistance test objects that used are 3 composite laminated beams with dimensions of a beam are 48x48x120 mm which using a bolted connection. The test results showed that there are two types of yield mode which is Im mode on full Albizia test objects with a ratio between 1,538-4,025 greater than EYM theory, and IIIs yield mode on composite test objects with a ratio between 0,461-1,204 than EYM theory with average of Zmax on 0%, 25%, and 50% consecutively is 13,5 kN, 20,275 kN, and 26,375 kN. The average of Z offset 5% on 0%, 25%, and 50% bamboo variations consecutively is 10,725 kN, 15,65 kN, and 21,475 kN.
2172324497D1E014020PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN
AYAM SENTUL BETINA TERHADAP INDEKS TELUR
DAN BOBOT KERABANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan fermeherbafit enkapsulasi terhadap indeks telur dan bobot kerabang telur ayam sentul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ayam sentul betina abu umur 6 bulan yang dipelihara secara intensif. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan kontrol; R1 = pakan yang mengandung fermeherbafit non-enkapsulasi 2%; R2 = pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 2%; R3 = pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 4%; dan R4 = pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 6%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks telur dan bobot kerabang telur ayam sentul. Rataan hasil indeks telur secara berturut-turut yaitu R0 = 73,92 ± 4,52; R1 = 75,30 ± 5,31; R2 = 77,40 ± 3,54; R3 = 77,62 ± 5,84; R4 = 73,70 ± 3,29. Rataan hasil bobot kerabang secara berturut-turut yaitu R0 = 4,53 ± 0,64; R1 = 4,73 ± 0,39; R2 = 4,33 ± 0,63; R3 = 4,55 ± 0,24; R4 = 4,95 ± 0,37. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai taraf 6% dalam pakan menghasilkan indeks telur dan bobot kerabang telur ayam sentul yang relatif sama, namun terjadi peningkatan indeks telur sebesar 3,1% dan bobot kerabang sebesar 8%.

Kata kunci : ayam sentul, fermeherbafit, enkapsulasi, indeks telur, bobot kerabang
The study was aimed to know the effects of using fermeherbafit encapsulation in sentul chicken feed towards egg index and shell weight. Sixty sentul abu chickens of 6 months old were used in this research which are maintained intensively. The experimental methods in vivo and completely randomized design (CRD). The design consisted of 5 treatments and each treatment was repeated 4 times with each replication contained 3 chickens. The treatment consisted of R0 = control feed; R1 = feed contained of 2% fermeherbafit non-encapsulation; R2 = feed contained of 2% fermeherbafit encapsulation; R3 = feed contained of 4% fermeherbafit encapsulation; and R4 = feed contained of 6% fermeherbafit encapsulation. Analysis of variance showed that the use of fermeherbafit encapsulation in feed did not significantly affect (P>0,05) egg index and egg shell weight of sentul chicken. The egg index average of treatment R0 = 73,92 ± 4,52; R1 = 75,30 ± 5,31; R2 = 77,40 ± 3,54; R3 = 77,62 ± 5,84; R4 = 73,70 ± 3,29. The shell weight average of treatment R0 = 4,53 ± 0,64; R1 = 4,73 ± 0,39; R2 = 4,33 ± 0,63; R3 = 4,55 ± 0,24; R4 = 4,95 ± 0,37. Based on the results of the study it can be concluded that the use of fermeherbafit encapsulation to a level of 6% in feed produced relatively the same egg index and eggshell weight, but there was an increase in the egg index of 3,1% and eggshell weight of 8%.

Keywords : sentul chicken, fermeherbafit, encapsulation, egg index, shell weight
2172424498H1K013043INDENTIFIKASI MOLEKULER RUMPUT LAUT GENUS
Kappaphycus DAN Eucheuma DI PERAIRAN TAKALAR DAN BULELENG MENGGUNAKAN GEN rbcL DAN POTENSINYA SEBAGAI PENGHASIL KARAGINAN
Kappaphycus dan Eucheuma merupakan rumput laut merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan merupakan penyumbang utama pertumbuhan produksi tanaman air di dunia menurut laporan FAO pada tahun 2018. Kappaphycus dan Eucheuma dikenal sebagai produsen karaginan untuk kebutuhan industri pangan, kosmetik, farmasi, dan tekstil. Kekeliruan identifikasi spesies masih menjadi permasalahan yang sering terjadi karena sangat sulit mengidentifikasi rumput laut hanya berdasarkan morfologinya. Perbedaan morfologi inter dan intraspesies juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas karaginan. Identifikasi spesies secara molekuler akan menghasilkan data lebih akurat. Gen rbcL dapat digunakan sebagai gen penanda dan terbukti mampu mengidentifikasi sampel Kappaphycus dan Eucheuma dari Perairan Buleleng dan Takalar. Sampel teridentifikasi terdiri dari tiga spesies, yaitu Kappaphycus alvarezii, Kappahycus striatum, dan Eucheuma denticulatum. Uji kualitas dan kuantitas karaginan menunjukkan nilai rendemen berkisar 41,10 – 48,15% dengan spesies Eucheuma denticulatum memiliki rata-rata rendemen tertinggi sebesar 45,90% dan lokasi dengan hasil rendemen terbesar adalah Takalar. Hasil pengujian kadar air sebesar 10,7% – 22,96% dan pengujian viskositas sebesar 11,47 – 264,40 cP. Analisis statistik hanya menunjukkan ada perbedaan pada nilai viskositas terhadap lokasi (P<0,05). Sedangkan analisis deskriptif menunjukkan lokasi Takalar dan spesies Eucheuma denticulatum memiliki hasil karaginan yang paling baik.Kappaphycus and Eucheuma are red seaweed (Rhodophyta) which is widely cultivated in Indonesia and is a major contributor to the growth of aquatic plant production in the world in accordance with the FAO report in 2018. Kappaphycus and Eucheuma are carrageenan producers for industrial, cosmetic, and textile purposes. Inaccurate species identification is still a common problem because it is difficult to identify seaweed based solely on its morphology. The morphological differences of intra and interspecies can also affect the quantity and quality of carrageenan. Molecular species identification will produce more accurate data. The rbcL gene can be used as a marker gene and is proven to be able to identify Kappaphycus and Eucheuma samples from Buleleng and Takalar Fisheries. The identified samples consisted of three species, namely Kappaphycus alvarezii, Kappahycus striatum, and Eucheuma denticulatum. The test of quality and quantity of carrageenan showed a yield value of 41.10 - 48.15% with the species Eucheuma denticulatum having the highest average yield of 45.90% and the location with the highest average yield is Takalar. The test results for moisture content is 10.7% - 22.96% and the viscosity test is 11.47 - 264.40 cP. Statistical analysis only shows that there is a difference in the viscosity value of the location (P<0.05). While the descriptive analysis shows the location of Takalar and the species Eucheuma denticulatum has the best carrageenan results.
2172525857F1F015024Peran International Labour Organization (ILO) Dalam Mengatasi Perdagangan Manusia di Sub-Wilayah Mekong Besar pada Tahun 2001 – 2017 Sebagai sebuah jalur migrasi yang besar, perdagangan manusia adalah sebuah permasalahan yang kerap terjadi di Sub-Wilayah Mekong Besar. Salah satu bentuk perdagangan manusia yang besar terjadi di sub-wilayah tersebut adalah tenaga kerja paksa. Oleh karena itu penelitian ini mencoba melihat bagaimana peran dari International Labour Organization dalam mengatasi perdagangan manusia melalui pendekatan teori sistem migrasi dan konsep perdagangan manusia. Bedasarkan teori dan konsep tersebut, terdapat dua hal utama dalam permasalahan ini. Pertama, faktor perdagangan manusia di Sub-Wilayah Mekong besar meliputi beberapa hal; kemiskinan, konflik senjata, korupsi, faktor kebutuhan dan permasalahan migrasi akibat telah terbangunnya sistem dalam migrasi tersebut. Kedua, ILO dalam rentan waktu 2001 - 2017 telah melakukan berbagai upaya serta mengeluarkan berbagai program untuk dapat mengatasi permasalahan perdagangan manusia di Sub-Wilayah Mekong Besar.As a major migration route, human trafficking is a problem that often occurs in the Greater Mekong Sub-Region. One of the major forms of human trafficking in that sub-region is forced labor. Therefore this study tried to see how the role of the International Labor Organization in overcoming human trafficking through the theory of migration systems and the concept of human trafficking. Based on these theories and concept, there are two main things in this problem. First, the factor of human trafficking in the Greater Mekong Sub-Region includes several things; poverty, gun conflicts, corruption, demand factorand migration problems due to the construction of the system in migration. Second, the ILO in its throughout the period of 2001 - 2017 has made various efforts and issued various programs to be able to overcome the problem of human trafficking in the Greater Mekong Sub-Region.
2172624456D1E013013HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PERSEPSI PETERNAK TENTANG
PERAN PENYULUH DALAM MEMOTIVASI PETERNAK SAPI PERAH
DI KECAMATAN WANAYASA KABUPATEN BANJARNEGARA
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui umur, pendidikan, lama beternak, dan persepsi peternak tentang peran penyuluh dalam memotivasi peternak sapi perah di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara, serta menganalisis hubungan umur, pendidikan, lama beternak dengan persepsi peternak. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel wilayah secara purposive sampling yaitu pemilihan wilayah dengan pertimbangan tertentu. Selanjutnya, Penetapan sampel kelompok secara sensus yaitu seluruh kelompok peternak sapi perah di Kecamatan Wanayasa (2 kelompok). Pengambilan responden peternak diambil secara random sampling yaitu 75% dari jumlah anggota kelompok. Jumlah anggota kelompok di Kecamatan Wanayasa berjumlah 53 orang. Kelompok peternak Brahman Jaya sebanyak 15 peternak dan kelompok peternak Setia Budi sebanyak 38 peternak. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan peternak termasuk pada kategori rendah, umur peternak termasuk pada kategori kelompok usia produktif dan lama beternak termasuk pada kategori baru. Persepsi peternak sapi perah tentang peranan penyuluh dalam memotivasi peternak diukur dengan dua indikator yaitu sebagai motivator dan komunikator, persepsi peternak tentang kemampuan penyuluh dalam memotivasi peternak dalam kategori tinggi (78,00%) dan kemampuan penyuluh sebagai komunikator dalam kategori tinggi (63,00%). Ada hubungan, signifikan antara umur (rs = 0,351) dengan persepsi peternak tentang peran penyuluh. Terdapat hubungan, signifikan antara lama beternak (rs = 0,056) dengan persepsi peternak tentang peran penyuluh hubungan sangat lemah, tidak signifikan dan searah antara pendidikan (rs = 0,333) dengan persepsi peternak tentang peran penyuluh dalam kemampuan memotivasi peternak.The aim of the research was to determine the age, education, breeding time, and farmers 'perceptions of the role of extension agents in motivating dairy farmers in Wanayasa District Banjarnegara Regency, as well as analyzing the relationship of age, education, breeding time to farmers' perceptions. The research target is dairy farmers in Wanayasa Subdistrict, Banjarnegara Regency. Research use methods survey. Sampling area by purposive sampling is the selection of regions with certain considerations. Furthermore, the determination of census group samples is the whole group of dairy farmers in Wanayasa district (2 groups). Retrieval of farmer respondents taken by random sampling is 75% of the total group members. The number of group members in Wanayasa District is 53 breeders. Brahman Jaya breeders group consisted of 15 farmers and Setia Budi breeders as many as 38 breeders. The analysis used is descriptive analysis and Spearman correlation rank. The results showed that the education level of breeders was included in the low category, the age of farmers included in the category of productive age groups and the length of breeding included in the new category. Perception of dairy farmers about the role of counselors in motivating farmers is measured by two indicators, namely as a motivator and communicator, farmers' perceptions of the instructor's ability to motivate farmers in the high category (78.00%) and the instructor's ability as a communicator in the high category (63.00% ) There is a significant, relationship between age (rs = 0.351) and the farmer's perception of the role of the instructor. There is a relationship, significant between the length of breeding (rs = 0.056) with the farmer's perception of the role of extension agents is very weak, not significant and unidirectional between education (rs = 0.333) with farmers' perceptions of the instructor's role in motivating farmers.
2172724501H1F014031Studi Geologi, Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Dan Pemodelan Reservoir Berdasarkan Data Seismik 3D, Lapangan Kaprasida, Formasi Keutapang, Cekungan Sumatera UtaraLapangan Kaprasida secara administratif terletak di Provinsi Aceh, Cekungan Sumatera Utara dengan luas 30 km2. Lapangan ini terletak pada antiklin asimetris yang berasosiasi dengan struktur sesar normal berorientasi timur laut –barat daya akibat periode deformasi kompresi. Reservoir pada Lapangan Kaprasida adalah Formasi Keutapang dengan fokus penelitian pada interval lapisan batupasir Z-600. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi geologi lapangan penelitian, menentukan karakteristik reservoir seperti fasies pengendapan, distribusi dan property reservoir, serta prospek hidrokarbon pada reservoir Z-600. Data yang digunakan terdiri dari data seismik 3D, deskripsi batuan inti, data wireline log, data petrofisik. Metode yang digunakan adalah analisis wireline log, analisis core dan cutting, analisis biostratigrafi, analisis seismik, dan perhitungan cadangan. Reservoir Z-600 Formasi Keutapang pada Lapangan Kaprasida diendapkan pada lingkungan delta yaitu distributary mouth bar dengan arah pengendapan barat laut-tenggara. Berdasarkan pemodelan property reservoir daerah penelitian memiliki nilai rata – rata porositas efektif 16%, saturasi air 0,33 dengan permeabilitas rata–rata 251 mD dan net to gross senilai 0,9. Estimasi total volumetrik hidrokarbon pada Lapangan Kaprasida sebesar 133.000 MSTB.Kaprasida Field administratively is located in Aceh Province and part of North Sumatra Basin encompassing an area of 30 km2. Kaprasida Field is located in asymmetrical anticline which associates with a normal fault with the northeast-southwest trend as a result of the compression stage. The reservoir of Kaprasida Field is Keutapang Formation with study focus at sandstone interval Z-600. The main purpose of this study is to know the geological condition of Kaprasida Field to determine reservoir characteristics such as depositional facies, reservoir properties and distribution, and hydrocarbon prospect of sandstone interval Z-600. The data used in this study consists of 3D seismic, core description, wireline log, and petrophysics. Several methods that have been used are wireline analysis, core and cutting analysis, biostratigraphy analysis, seismic analysis, and hydrocarbon volumetric estimation. Z-600 reservoir Keutpang Formation was deposited in the delta which is distributary mouth bar with northwest-southeast sedimentation trend. Based on reservoir property modeling the research interval has average reservoir porosity is about 16%, water saturation 0,33 with average permeability 251 MD and net to gross is about 0,9. The total hydrocarbon volumetric estimation on Kaprasida Field is 133.000 MSTB.
2172824502H1F012083GEOLOGI DAN STUDI METODE PERHITUNGAN CADANGAN ANDESIT BERDASARKAN GEOLISTRIK DAN METODE BLOK REGULER DAERAH BASEH DAN SEKITARNYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAHDaerah Baseh terletak di Kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas Jawa Tengah,di bawah lereng gunung Slamet.Gunung Slamet termasuk gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Potensi yang terdapat pada daerah ini berupa bahan galian yaitu andesit, yang diambil dari bentuk tubuh intrusi andesit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi umum geologi, sejarah geologi dan karakteristik andesit di daerah penelitian serta kondisi geologi bawah permukaan dengan metode geolistrik dan volume sumber daya cadangan andesit berdasrkan metode blok reguler pada daerah pertambangan yang terdapat di daerah penelitian. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu satuan datran vulkanik (V8) dan satuan padang lava (V11). Stratrigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan dimulai dari yang paling tua sampai paling muda yaitu satuan batulempung,satuan intrusi andesit,satuan breksi laharik dan satuan lava andesit. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu sesar menganan naik baseh. Studi kasus yang dilakukan untuk mengetahui jumlah sumberdaya cadangan andesit di dapatkan dengan geolistrik dan metode blok reguler daerah pengaruh. Data yang digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan dan ketebalan andesit adalah data geolistrik yang dihitung dengan metode tahanan jenis konfigurasi schumberger.Prinsip dari perhitungan sumberdaya cadangan dengan metode blok reguler daerah pengaruh adalah mengambil setiap data dari titik pengamatan yang berada dalam satu blok. Hasil perhitungan sumberdaya cadangan andesit dengan menggunakan metode blok reguler pada daerah penelitian adalah sebesar 5.468.012,034 ton.

Baseh area is located in Kedungbanteng sub-district, Banyumas district, Central Java, specifically under Slamet Mountain slope. Slamet Mountain is an active volcano mountain up until now. One of the potential in this area is an excavation material of andesite, that can be found from andesite intrution body form. The purpose of this research are including to find out the general geological conditions, geological history and andesite characteristics of the research area. Beside that, this research conducted to determined the sub-surface geological conditions using geoelectric method and to calculate the reserved volume of andesite using regular block method at the mining location that occured in research area. Geomorfological varieties that can be found at the research area can be determined into two type meadow plains (V8) namely volcanic(V11). The stratigraphy varieties of the research area divided four kinds that sorted from the oldest to the youngest layers are mudstone layer unit, andesite intrusion layer unit, volcanic-flow breccian layer unit, and lava andesitic layer unit. The geological structure that developed in research area is left reserve slip fault Baseh. The case study that conducted to calculate the reserved ammount of andesite conducted from geoelectric data regular block method of influenced area. The data that used to determined the sub-surface geological condition and the andesite layer thickness are conducted using geoelectic data that calculated with resistivity configuration method of schlumberger. The principle of resource calculation with regular block method of influenced area is to take data from each observation point within a block. The result of andesite reserved calculation using regular block method in the research area are 5.468.012,034 tons.
2172924503A1L114097PENGARUH PEMBERIAN BERAGAM SUMBER SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN KETAHANAN TANAMAN TOMAT TERINFEKSI Alternaria solaniPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian beragam sumber silika terhadap pertumbuhan, produksi dan ketahanan tanaman tomat yang terinfeksi patogen A. solani. Penelitian ini dilaksanakan di screen house, Laboratorium Perlindungan Tanaman, dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan April 2018 sampai Oktober 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 jenis sumber silika (abu sekam, abu jerami, pasir silika dan SiO2) dan kontrol (tanpa silika). Faktor kedua dengan inokulasi patogen A. solani dan kontrol (tanpa inokulasi) yang diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati meliputi panjang dan bobot kering akar, tinggi tanaman, bobot kering tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas bukaan stomata, umur berbunga, jumlah buah, bobot buah, volume buah, intensitas penyakit, kandungan saponin (kualitatif) dan kandungan fenol (kuantitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemberian silika jenis abu jerami dapat meningkatkan indeks kehijauan daun dan pemberian silika jenis pasir silika dapat meningkatkan indeks luas bukaan stomata. 2) pemberian ragam sumber silika tidak berpengaruh pada variabel hasil tanaman tomat. 3) pemberian silika jenis abu sekam mampu meningkatkan kandungan saponin tanaman tomat.The research was aimed to study the effect of various of silica sources application on the growth, yield, and resistance of tomato infected by A. solani. This research was conducted at the screen house, laboratory of plant protection, laboratory of agronomy and horticulture, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto from April 2018 to October 2018. The research was arranged by Randomized Block Design (RBD) factorial with two factors. The first factor consisted of 4 kind silica sources (husk dust, straw dust, silica sand and SiO2) and control (without silica application). The second factor is sample with inoculation of A. solani and control (without inoculation) with 4 replications. The observed variables were the dry weight and length of root, plant height, plant dry weight, number of leaves, leaf greenness, stomata opening area, age of flowering, number of fruits, fruits weight, fruits volume, disease intensity, saponin content (qualitative), content of fenol (quantitative). The result showed that 1) silica sources application especially straw dust and silica sand can increase leaf greenness and stomata opening area. 2) various silica sources application not effected on yield variables. 3) silica sources application especially husk dust able to increase the resistance variables especially the saponin content.
2173024733B1K014028INVENTORY AND IDENTIFICATION OF COPROPHILOUS MACROFUNGI IN BANYUMAS REGENCYJamur koprofil adalah sekelompok jamur yang hidup dalam kotoran hewan herbivora dan hidup sebagai organisme kosmopolitan. Jamur korprofil dapat dimanfaatkan untuk industri kertas, tekstil, dan makanan. Beberapa dari mereka dapat dimakan, dan beberapa jenis adalah gologan jamur halusinogen psikotropika yang dapat digunakan dalam industri farmasi. Keberadaan jamur koprofil di Indonesia belum banyak diteliti. Namun Indonesia memiliki iklim yang cocok untuk pertumbuhan dan penyebaran jamur koprofil dan didukung oleh tersebar luasnya peternakan hewan terutama peternakan hewan herbivora termasuk di Kabupaten Banyumas yang memiliki sejumlah besar kandang hewan herbivora seperti kerbau, dan sapi. Berdasarkan keadaan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menemukan genus jamur korofil dan genus yang dominan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan purposive random sampling untuk pengambilan sampelnya yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan menghitung indeks dominansinya. Dalam penelitian ini konsentrasi utamanya adalah jamur makroskopik, jamur yang ditemukan akan diidentifikasi pada aspek makromorfologi dan mikromorfologi. Hasil identifikasi yang diperoleh terdapat enam genus jamur koprofil makroskopik yang ditemukan di beberapa peternakan sapi dan kerbau di Kabupaten Banyumas yaitu Coprinopsis, Leucocoprinus, Psilocybe, Ascobolus, Stropharia dan Conocybe. Nilai indeks dominasi yang dihitung dengan menggunakan metode Simpsons adalah 0,40 menunjukkan bahwa tidak ada genus yang mendominasi pada beberapa peternakan di Kabupaten BanyumasCoprophilous fungi is a group of fungi that live in herbivorous animal dung and live as cosmopolitan organism. Coprophilous fungi can be useful paper, textile, and food industry. Some of them are edible, and some other are psychotropic hallucinogenic fungi that may be used in the pharmaceutical industry. The existence of coprophilous fungi in Indonesia not widely studied. However Indonesia has climate that suitable for growth and deployment of coprophilous fungi and it is supported by wide dispersion of animal farm especially herbivorous animal farm including in Banyumas Regency that has large number of herbivorous animal cages such as buffalo, and cow. Base on that reality the purpose of the research is to find genera of coprophilous fungi and the dominant genus in Banyumas Regency. The research used survey method with purposive random sampling to take the sample which then analyze descriptively and calculate the dominance index. In this research the main concentration is the macroscopic fungi, the fungi that found will be identified with a macromorphological and micromorphological aspect. Identification results obtained from six genera of macroscopic coprophilous fungi found in several cow and buffalo farms in the Banyumas Regency namely Coprinopsis, Leucocoprinus, Psilocybe, Ascobolus, Stropharia and Conocybe. The dominance index value calculated using the Simpsons method is 0.40 indicates that there is no genus that dominates the other genera on several livestock farms in the Banyumas Regency.
2173124813G1D013016PENGARUH VIDEO SUKSES ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PRIMIGRAVIDA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG BANTENG Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu diantaranya adalah pengetahuan dan sikap. Video dapat digunakan sebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap.

Tujuan: Mengetahui pengaruh video sukses ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu primigravida terkait pemberian ASI ekslusif.

Metodologi: Penelitian quasy experiment dengan rancangan pre test dan post test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden pada setiap kelompok menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap dalam pemberian ASI eksklusif. Data pengetahuan tidak terdistribusi normal sehingga dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney, sedangkan data sikap terdistibusi normal sehingga dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan.

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) pada kelompok intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan p=0,871, tetapi terdapat perbedaan sikap (p=0,035). Selanjutnya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest pengetahuan kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest sikap kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000).

Kesimpulan: Video sukses ASI eksklusif dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu primigravida dalam pemberian ASI Ekslusif.

Kata Kunci: ASI Eksklusif, Ibu primigravida, Pengetahuan, Sikap, Video.
Background: Exclusive breastfeeding reduces infant morbidity and mortality. Factors that influence exclusive breastfeeding in mothers include knowledge and attitude. Video can be used as a media for health education.

Purpose: To know the effect of successful exclusive breastfeeding video on the knowledge and attitudes of primigravida mothers regarding exclusive breastfeeding.

Methods: Quasy-experiment research with a pre and post test with control group design. The sample of this research consisted of 20 respondents in every group using random sampling technic. The instrument used to measure the knowledge and attitude in exclusive breastfeeding. The data was analized using the Wilcoxon, Mann-Whitney test and dependent t test, independent t test.

Result: The results showed that there were significant differences between the pretest and posttest scores of knowledge toward breastfeeding (p = 0,000) and attitude toward breastfeeding (p = 0,000) in the intervention group. While in the control group showed that there was no difference in knowledge p = 0.871, but there were differences in attitudes (p = 0.035). Furthermore, there were significant differences in the posttest knowledge of the intervention and control groups (p = 0,000). There were significant differences in the posttest attitude of the intervention and control groups (p = 0,000).

Conclusion: Successful videos of exclusive breastfeeding can affect the knowledge and attitudes of mothers.


Keywords: Exclusive breastfeeding, primigravida, Knowledge, Attitude, Video.

2173224523G1H013016HUBUNGAN ANTARA DAYA TERIMA MAKANAN,TINGKAT ASUPAN ZAT
GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA SANTRI PUTRI DI ASRAMA
SMPIT ASSYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG
Remaja merupakan aset bangsa agar terciptanya generasi yang memiliki sumber daya
manusia yang berkualitas dan status gizi yang baik. Dalam hal tersebut, maka perlu
asupan energi yang baik dan benar agar tercapai status gizi yang optimal.Sistem
penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren atau boarding school memiliki
kurikulum yang mengharuskan para santri untuk tinggal di dalam pondok selama
kegiatan belajar dilaksanakan Pada Tahun 2015 di kota Subang status gizi remaja usia
13-15 tahun memiliki status gizi kurus sebanyak 3,01%, status gizi normal sebanyak
88,7%, dan berstatus gizi gemuk sebanyak 2,61%. Penelitian yang dilakukan oleh
Ghina (2016), di BPPSA Subang status gizi remaja sebesar 8,9% kurus dan 11,1%
gemuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan daya terima makanan,
tingkat asupan zat gizi makro, dan status gizi pada santri di asrama SMPIT Assyifa
Boarding School Subang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi analitik
dengan design Crosssectional. Penelitian dilakukan di SMPIT As-Syifa Boarding
School Subang. Jumlah sampel 91 orang untuk masing-masing kelompok diambil
dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square. Hail
penelitian ini tidak terdapat hubungan antara daya terima makan dengan status gizi
pada santri putri di asrama SMPIT As-Syifa Boarding school Subang (p=0,347).
Tidak Terdapat hubungan antara tingkat asupan energi dengan status gizi pada santri
putri di asrama SMPIT As-Syifa Boarding school Subang (p=0,536). Tidak terdapat
hubungan antara tingkat asupan protein dengan status gizi pada santri putri di asrama
SMPIT As-Syifa Boarding school Subang (p=1,00). Tidak terdapat hubungan antara
tingkat asupan lemak dengan status gizi pada santri putri di asrama SMPIT As-Syifa
Boarding school Subang (p=1,00). Tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan
karbohidrat dengan status gizi pada santri putri di asrama SMPIT As-Syifa Boarding
school Subang (p=0,366). Kesimpulan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan
antara tingkat asupan, tidak terdapat hubungan tingkat asupan protein, lemak,
karbohidrat dengan status gizi pada santri putri di asrama SMPIT As-syifa Boarding
school subang.
Adolescents are the nation's assets to create a generation that has good human
resources and good nutritional status. In that case, it is necessary to have good and
correct energy intake in order to achieve optimal nutritional status. The educational
system for boarding schools has a curriculum that requires santri to stay in the hut
during the learning activities carried out. In 2015 in the city of Subang, the nutritional
status of adolescents aged 13-15 has a nutritional status of 3.01%, normal nutritional
status 88.7%, and nutritional status as fat as 2.61%. The research conducted by Ghina
(2016), in BPPSA Subang the nutritional status of adolescents was 8.9% thin and
11.1% fat.
The purpose of this study was to determine the relationship of food acceptability,
level of macro nutrient intake, and nutritional status of students in the boarding
school of Subang Junior High School Assyifa Boarding School. The study design was
analytic with cross sectional design. The study was conducted at SMP-As-Syifa
Boarding School Subang. The total sample of 91 people for each group was taken by
simple random sampling technique. Statistical tests using Chi-square. The result is
there was no relationship between the acceptability of food and nutritional status of
female students in the Boarding school Subang SMPIT As-Syifa dormitory
(p=0.437). There was no relationship between the level of energy intake and
nutritional status of female students in the Boarding school Subang SMPIT As-Syifa
dormitory (p=0.536). There is no correlation between the level of protein intake and
nutritional status of female students in As-Syifa Boarding school Subang (p=1.00).
There is no correlation between the level of fat intake and nutritional status of female
students in the Boarding school Subang SMPIT As-Syifa dormitory (p=1.00). There
is no correlation between the level of carbohydrate intake and nutritional status in
female students in Boarding School Subang SMPIT As-Syifa Boarding School
(p=0.336). There is no relationship between the level of intake. There is no
correlation between the level of protein, fat, carbohydrate intake and nutritional status
of female students in the SMPIT As-syifa boarding school subang.
2173324504D1E013091KADAR PROTEIN DAN SOLID NON FAT SUSU SEGAR PADA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH NIHAD DAN ANDINI LESTARI I DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui hasil kadar protein susu dan solid non fat susu pada kelompok peternak Nihad dan Andini Lestari 1. (2) Mengetahui hubungan antara kadar protein susu dengan solid non fat susu antara kelompok peternak Nihad dan Andini Lestari 1. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok peternak Nihad dan Andini Lestari 1 Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan di Koperasi PESAT Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dan uji laboratorium. Analisis data menggunakan uji t dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel. Variabel yang diamati berupa kadar protein susu dan SNF (Solid Non Fat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas kadar protein dan SNF susu segar di kelompok peternak sapi perah Andini Lestari I dan Nihad relatif sama, namun SNF pada dua kelompok belum sesuai dengan SNI 2011. (2) Terdapat hubungan yang lemah antara protein dan SNF di kelompok Nihad dan Andini Lestari I

Kata Kunci : Protein, SNF (Solid Non Fat), Susu, Nihad, Andini Lestari 1.
HASAN FAUZI. ”Levels of protein and solid non fat fresh milk in the groups of Nihad and Andini Lestari 1 dairy farmers in Cilongok Subdistrict Banyumas”. This study aims to determine the results and differences in the levels of milk protein and solid non fat milk in groups of Nihad breeders and Andini Lestari 1 breeders group. This research was carried out in groups of Nihad breeders and Andini Lestari 1 breeders group in Cilongok subdistrict, Banyumas and in PESAT cooperative Karangkemiri subdistrict Karanglewas, Banyumas. This study uses survey methods and laboratory tests. Data analysis using the t test by comparing t count with t table. The variables observed were milk protein and snf levels. The results showed that (1) The levels of protein and SNF fresh milk in the groups Andini Lestari I and Nihad dairy farmers was relatively the same, but the SNF in the two groups was not in accordance with SNI 2011. (2) There was a weak relationship between protein and SNF in Nihad and Andini Lestari I groups

Keywords : Protein, SNF (Solid Non Fat), Milk, Nihad, Andini Lestari 1.
2173424506H1L014055Rancang Bangun Sistem Informasi Pendataan Desa Berbasis Web Studi Kasus Kalimanah WetanSistem informasi pendataan desa merupakan sistem yang mengatur dan mengelola data di desa kalimanah wetan. Melalui sistem ini pegawai desa tidak kesulitan dalam menyimpan data dan mengolah data. seluruh masyarakat di desa kalimanah wetan dapat membuat surat pengantar dan surat keterangan yang sudah disediakan di sistem. Sebelumnya penyimpanan data masyarakat masih secara manual, sehingga banyak data yang bertumpukan, terselip dan hilang. Untuk menyelesaikan masalah tersebut penulis berusaha membangun sistem informasi pendataan desa berbasis web yang bertujuan untuk mempermudah pendataan di desa. Sistem informasi ini memiliki fitur yang berfungsi untuk mengelola data masyarakat pindah, data masyarakat masuk, data masyarakat meninggal, data kelahiran, data berita dan data surat. Untuk Proses pendataannya, masyarakat harus membuat surat pindah, surat meninggal dan surat kelahiran, no surat yang di dapat akan diinputkan ke dalam sistem agar data yang terdapat pada surat dapat di ambil untuk dipindahkan ke data masyarakat meninggal, pindah, dan lahir. Terdapat empat user pada sistem ini, yaitu : kepala desa, pegawai desa, masyarakat desa dan masyarakat umum dimana-masing masing user memiliki hak akses yang berbeda beda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan waterfall. Sistem dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS dan menggunakan MySQL sebagai software pengolah data. Penelitian yang dibuat ini menghasilkan sebuah sistem informasi pendataan desa yang dapat mempermudah dalam mengelola data di desa.Information system collecting village’s data is a system to organize and manage data in the village kalimanah wetan. Through this system the village clerk is not difficulty in storing data and process data. Kalimanah wetan village community can create cover letters and affidavits which were already provided in the system. Previous data storage community still manually, so much data that is stacked, tucked and missing. To solve the problem the author is trying to build a system of web-based village of logging information that aims to facilitate logging in the village. This information system has a feature which serves to manage community data moved, data logging, data died, birth data, data News and mail data. for the logging Process, the community should make the letters died, the letter moved and letters of birth, the number in the letter can be inputed into the system so that the data contained in the letter can take to moved to the data community died, moved, and was born. There are four user on this system : the village chief, village clerk, village community and the general public, where each user has different access rights. Methods used in this research was done using an approach waterfall. The system is built using web-based programming languages PHP, HTML, CSS and use MySQL as the data processing software. The research made it generates a system of logging information that can make it easier to manage data in the village.
2173524510B1J014001PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIPID Melosira sp. PADA
KULTIVASI DENGAN VARIASI SALINITAS
Energi menjadi kebutuhan yang mutlak dan harus terpenuhi sehingga menyebabkan sumber energi semakin berkurang. Mikroalga Melosira sp. dipilih sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan biomassanya 13 kali lipat dari bimoassa Chaetoceros gracilis Keadaan stres dapat memacu mikroalga untuk menginisisasi lipid lebih banyak dari keadaan normalnya, ini sebagai bentuk mekanisme perlindungan diri dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi lipid mikroalga salah satunya adalah perubahan salinitas pada tempat hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sainitas terhadap pertumbuhan dan produksi lipid mikroalga Melosira sp. sehingga dapat menentukan salinitas yang optimal dalam meningkatkan produksi lipid pada Melosira sp. yang dikultur skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujikan berupa variasi salinitas awal media kultur, yaitu 10 Psu (S1), 15 Psu (S2), 20 Psu (S3), 25 Psu (S4), dan 30 Psu (S5). Setiap perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah variabel terikat berupa pertumbuhan dan produksi lipid, serta variabel bebas yang digunakan adalah variasi salinitas. Parameter utama dalam penelitian ini yaitu jumlah sel dan lipid. Parameter pendukung yang digunakan berupa faktor lingkungan yaitu temperatur, pH, dan intensitas cahaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi salinitas berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan Melosira sp. akan tetapi grafik pertumbuhan menunjukkan pertumbuhan paling baik pada salinitas 10 Psu pada kultur skala laboratorium. Hasil analisis variasi salinitas terhadap produksi lipid berbeda tidak nyata, akan tetapi histogram menunjukkan biomassa tertinggi pada salinitas 30 Psu sebesar 677,71 mg/l dengan kadar lipid sebesar 7,78%.Energy becomes an absolute necessity and must be fulfilled so that the energy source decreases. Microalgae Melosira sp. selected as raw material for biodiesel because its biomass content is 13 times that of biomass Chaetoceros gracilis stressful conditions can spur microalgae to initiate more lipids than normal conditions, this is a form of self-protection mechanism and adaptation to environmental conditions. Environmental conditions that greatly affect the growth and production of microalgae lipids, one of which is a change in salinity in the place of life. This study aims to determine the effect of variations in science on the growth and production of lipids of microalgae Melosira sp. so that it can determine the optimal salinity in increasing lipid production in Melosira sp. who were cultured on a laboratory scale. This study uses an experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The treatments tested were variations in the initial salinity of culture media, namely 10 Psu (S1), 15 Psu (S2), 20 Psu (S3), 25 Psu (S4), and 30 Psu (S5). Each treatment with 3 replications. The variables observed in the study were the dependent variables in the form of lipid growth and production, and the independent variables used were variations in salinity. The main parameters in this study are the number of cells and lipids. Supporting parameters used are environmental factors, namely temperature, pH, and light intensity. The results of the analysis showed that variations in salinity had no significant effect on the growth of Melosira sp. however, the growth chart shows the best growth at 10 Psu salinity in laboratory scale cultures. The results of the analysis of salinity variation on lipid production differed not significantly, but the histogram showed the highest biomass at 30 Psu salinity of 677.71 mg /l with lipid levels of 7.78%.
2173624522A1C014024KELAYAKAN USAHATANI KOPI ROBUSTA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASUmumnya usahatani kopi robusta merupakan usahatani yang ditumpangsarikan dengan usahatani lainnya dan membantu menambah pendapatan petani kopi, dengan sebagian besar petani kopi belum melakukan petik merah biji buah kopi robusta. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui profil usahatani kopi robusta, 2)Mengetahui persepsi petani terhadap petik merah biji buah kopi robusta, 3) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada usahatani kopi robusta, 4) Mengetahui kelayakan usahatani kopi Robusta, 5) Mengetahui besarnya kontribusi usahatani kopi robusta terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian dilakukan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas pada bulan Juli sampai Agustus 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball samplingdan diperoleh 30 orang petani. Sampel penelitian adalah petani yang menjalankan usahatani kopi robusta pada tahun 2008 sampai 2018. Hasil penelitian menunjukan 1) Petani responden memiliki rata-rata umur 51 tahun, tingkat pendidikan Sekolah Dasar, jumlah tanggungan keluarga 3 orang dan pengalaman usahatani kopi robusta 17 tahun. 2) Persepsi petik merah biji buah kopi robusta berada dalam kategori tidak suka, pada aspek tingkat keterlibatan berada dalam kategori tidak suka, sedangkan untuk aspek fungsi memori berada dalam kategori suka. 3) Nilai rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani kopi robusta Rp2.708.018,00 per tahun dan nilai rata-rata pendapatan bersih petani kopi robusta Rp2.315.218,00 per tahun. 4) Hasil analisis kelayakan menunjukan usahatani kopi robusta di Desa Sunyalangu telah memenuhi kriteria kelayakan investasi yang terdiri dari NPV bernilai positif, IRR lebih besar dari nilai suku bunga bank digunakan dan Net B/C lebih dari satu. 5) Usahatani kopi robusta di Desa Sunyalangu memberikan kontribusi yang kecil, yaitu sebesar 21,3 persen dari total pendapatan petani.
Generally robusta coffee farming is intercropped farming with other farms and help increase the income of coffee farmers, with most coffee farmers not yet redoting robusta coffee friut seeds. Therefore this study was aimed to 1) Determine robusta coffee farming profile, 2) farmer’s perceptions toward red robusta coffee beans picked, 3) Know thecostand income on robusta coffee farming, 4) Know the feasibility of Robusta coffee farming, 5) Know the amount of robusta coffee farming contribution toward farmer’s household income.
The research method used is survey. The study was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency, from July to August 2018. The sampling method used Snowball Sampling and obtained 30 farmers. The samples were farmers who have been running robusta coffee farming since 2008 to 2018 planting years. The result of this study showed that 1) Farmer respondents had 51 years age average, elementary school education level, 3 persons of family dependents, and 17 years robusta coffe farming experience. 2) Red robusta coffee beans picked perseption were in dislike category. Involvement level aspect was in dislike category, while memory function aspect was in like category. 3) Average value of total cost which be paid by robusta coffee farmers was Rp Rp2.708.018,00 per year and average value of robusta coffee farmers revenue was Rp2.315.218,00 per year. 4) The result of feasibilty analizing showed that robusta coffee farming in Sunyalangu Village have been fulfilled feasibilty investment criteria which consist of NPV is positive, IRR is greater than value of the bank interest rate, and Net B/C is more than one. 5) Robusta coffee farming in Sunyalangu Village gave 21,3 percent contribution from total farmers income.
Generally robusta coffee farming is intercropped farming with other farms and help increase the income of coffee farmers, with most coffee farmers not yet redoting robusta coffee friut seeds. Therefore this study was aimed to 1) Determine robusta coffee farming profile, 2) farmer’s perceptions toward red robusta coffee beans picked, 3) Know thecostand income on robusta coffee farming, 4) Know the feasibility of Robusta coffee farming, 5) Know the amount of robusta coffee farming contribution toward farmer’s household income.
The research method used is survey. The study was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency, from July to August 2018. The sampling method used Snowball Sampling and obtained 30 farmers. The samples were farmers who have been running robusta coffee farming since 2008 to 2018 planting years. The result of this study showed that 1) Farmer respondents had 51 years age average, elementary school education level, 3 persons of family dependents, and 17 years robusta coffe farming experience. 2) Red robusta coffee beans picked perseption were in dislike category. Involvement level aspect was in dislike category, while memory function aspect was in like category. 3) Average value of total cost which be paid by robusta coffee farmers was Rp Rp2.708.018,00 per year and average value of robusta coffee farmers revenue was Rp2.315.218,00 per year. 4) The result of feasibilty analizing showed that robusta coffee farming in Sunyalangu Village have been fulfilled feasibilty investment criteria which consist of NPV is positive, IRR is greater than value of the bank interest rate, and Net B/C is more than one. 5) Robusta coffee farming in Sunyalangu Village gave 21,3 percent contribution from total farmers income.
2173724478E1A014192PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA
MENGENAI PERBUATAN OBSTRUCTION OF JUSTICE YANG
DILAKUKAN ADVOKAT DALAM MELINDUNGI KEPENTINGAN KLIEN
(STUDI TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 684
K/PID.SUS/2009 JO NO. 150 PK/PID.SUS/2013
Advokat memiliki status yang sama sebagaimana penegak hukum lainnya, maka advokat harus ikut dalam penyelenggaraan sidang peradilan yang profesional. Dalam persidangan advokat harus turut membantu terselenggaranya persidangan yang lancar, namun seringkali advokat terkesan tidak kooperatif dengan meminta penundaan persidangan dengan berbagai alasan dan membuat persidangan tidak berjalan lancar. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : Pertimbangan Hakim dalam Pertanggungjawaban Pidana Mengenai Perbuatan Obstruction Of Justise yang dilakukan Advokat dalam Melindungi Kepentingan Klien (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 684 K/Pid.Sus/2009 jo No. 150 PK/Pid.Sus/2013)

Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah menggunakan metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan putusan putusan Mahkamah Agung No. 684 K/Pid.Sus/2009 jo No. 150 PK/Pid.Sus/2013 terdakwa Manatap Ambarita telah terbukti merintangi secara langsung penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi. Terpidana memenuhi unsur dalam pertanggungjawaban pidana dalam perintangan peradilan dan pertimbangan putusan hakim mahkamah agung memutus terpidana dipenjara selama tiga (3) tahun dan pidana denda sebesar Rp 150.000.000, (Seratus lima puluh juta rupiah) berdasarkan ketentuan Undang – Undang No. 31 Tahun 1999 jo Undang – Undang No. 20 Tahun 2001.
Advocates have the same status as other law enforcement agencies, then the advocate should participate in organizing the Council of judicial professionals. In the trial advocate should contribute in this proceeding smoothly, but often advocate impressed not cooperative by requesting the postponement of the trial for various reasons and make the trial did not go smoothly. Based on the description, the author is interested in researching and pouring the results in a thesis entitled: the consideration of judges in Criminal Liability Regarding Obstruction Of Justise Deeds committed Advocate in protecting The interests of the client (the study of the Supreme Court's verdict No. 684 K/Pid. Sus/2009 jo No. 150 PK/Pid. Sus/2013)

Research methods used in this writing is to use methods of juridical normative, descriptive research with specs. This study uses secondary data obtained through library and systematically described. Research results showed the ruling of the Supreme Court's verdict No. 684 K/Pid. Sus/2009 jo No. 150 PK/Pid. Sus/2013 defendant Manatap Ambarita has proven to thwart directly the investigation in the crime of corruption. Convicted person fulfilling elements in criminal accountability in the judicial perintangan and consideration the ruling of the Supreme Court Justices disconnect convict jailed for three (3) years and criminal fines amounting to Rp 150 million (one hundred and fifty million rupiah) based on the provisions of the Act – No. 31 of the year 1999 – Legislation Act No. jo. 20 Year 2001.
2173824508D1B017034ANTIOKSIDAN, KADAR AIR DAN TOTAL PADATAN YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN PERSENTASE EKSTRAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) YANG BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase ekstrak cengkeh yang berbeda terhadap kadar antioksidan, kadar air dan total padatan. Materi yang digunakan adalah susu segar 10 liter, cengkeh 150 gram, kultur starter komersial 10 gram, susu skim 300 gram, larutan metanol dan aquades. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang ada P0 = yoghurt tanpa penambahan ekstrak cengkeh, P1 = yoghurt dengan penambahan ekstrak cengkeh 5%, P2 = yoghurt dengan penambahan ekstrak cengkeh 10%, dan P3 = yoghurt dengan penambahan ekstrak cengkeh 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak cengkeh berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap antioksidan, kadar air dan total padatan. Rataan antioksidan pada setiap perlakuan yaitu P0 = 80,38% ± 10,37; P1 = 84,71% ± 4,85; P2 = 84,92% ± 10,96 dan P3 = 87,18% ± 4,39. Rataan kadar air pada setiap perlakuan yaitu P0 = 86,39% ± 0,35; P1 = 86,87% ± 0,68; P2 = 87,37% ± 1,43 dan P3 = 87,11% ± 2,11. Rataan total padatan pada setiap perlakuan yaitu P0 = 13,61% ± 0,35; P1 = 13,13% ± 0,67; P2 = 12,63% ± 1,43 dan P3 = 12,89% ± 2,11. Kesimpulan yang diambil adalah semakin tinggi penambahan persentase ekstrak cengkeh sampai dengan 15% menghasilkan aktivitas kadar antioksidan, kadar air dan total padatan yang relatif sama. The research aimed to know the influence of addition of clove extract different percentages against the levels of antioxidants, moisture content and total solids. The material used is 10 liters of fresh milk, cloves, commercial starter culture, skim milk, a solution of methanol and aquades. Experimental research method used Random Design complete (RAL) with 4 and 5 times the treatment of Deuteronomy. The treatments done i.e. P0 = yogurt without the addition of clove extract, P1 = yogurt with addition of clove extract 5%, P2 = yogurt with addition of clove extract 10%, and P3 = yogurt with addition of clove extract 15%. The results showed that the addition of clove extract effect is not real (P > 0.05) of antioxidants, water content and total solids. The average antioxidants in each treatment i.e. P0 = 80.38% ± 10.37; P1 = 84.71% ± 4.85; P2 = 84.92% ± 10.96 and P3 = 87.18% ± 4.39. The average water content at each treatment i.e. P0 = 86.39% ± 0.35; P1 = 86.87% ± 0.68; P2 = 87.37% ± 1.43 and P3 = 87.11% ± 2.11. The average total solids in each treatment i.e. P0 = 13.61% ± 0.35; P1 = 13.13% ± 0.67; P2 = 12.63% ± 1.43 and P3 = 12.89% ± 2.11. The conclusion drawn is the higher percentage until 15% of clove extract addition yielding the activity levels of antioxidant, water content and total solids is relatively the same.
2173924410C1M014017PENGARUH ORGANISASI SEKOLAH, LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA STUDI KASUS DI SMA NEGERI 5 PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh organisasi sekolah, pengaruh lingkungan keluarga, minat serta mengetahui dan menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar Ekonomi di SMA Negeri 5 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA, jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 147 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: organisasi sekolah, lingkungan keluarga dan minat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi dan variabel minat yang menunjukkan pengaruh yang lebih besar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa di SMA Negeri 5 Purwokerto.This study aims to find out and analyze the influence of school organizations, the influence of the family environment, interests and knowing and analyzing the variables that most influence the learning achievement of Economics at Purwokerto Public High School 5. The population in this study were all students of class XI MIPA, the number of respondents taken in this study was 147 respondents. Sampling uses proportional random sampling technique. The results of the study and data analysis showed that: school organization, family environment and interests had a positive effect on economic learning achievement and interest variables that showed a greater influence on students' economic learning achievement in Purwokerto 5 Public High School.
2174024509H1F014013GEOLOGI DAN PETROGENESIS APOPHYSIS SILL BASALTIC DAERAH
CIWUNI DAN SEKITARNYA KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN
CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH
Indonesia dilalui oleh tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo – Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik yang saling bertumbukan. Oleh karena itu, pulau Jawa khususnya Jawa Tengah memiliki karakteristik fisik yang bervariasi serta terdapat batuan-batuan hasil magmatisme dan vulkanisme. Lokasi penelitian berada di daerah Ciwuni dan sekitarnya, kecamatan Kesugihan, kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan, Satuan Struktural Perbukitan Curam Antiklinal (S9), Satuan Struktural Teras Denudasional Perbukitan Rendah Agak Curam (S8), dan Satuan Dataran Rendah Denudasional Agak Miring (D7). Berdasarkan karakteristik litologi, daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan litostratigrafi dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir sisipan batulempung dan intrusi basalt. terdapat struktur geologi yaitu lipatan antiklin G. Anjir, sesar anjak Gunungwetan, sesar mendatar kiri Karangkemiri, dan sesar mendatar kiri Pangadegan. Metode yang dipilih mengetahui proses pembentukan intrusi basalt dengan menggunakan XRF (X-Ray Flourscene) untuk mengetahui kandungan unsur mayor dan unsur jejak. Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa jenis batuan basaltik-andesit dan basalt dengan afinitas magma tergolong medium – K (Transitional/Calc-Alkaline Series) Continental Tholeiitic dengan magma yang bersifat Tholeiitic.Indonesia is traversed by three large tectonic plates, namely the Indo-Australian, Eurasian, and Pacific plates that collide with each other. Therefore, Java, especially Central Java, has varied physical characteristics and there are rocks from magmatism and volcanism. The research location is in the Ciwuni and surrounding areas, Kesugihan sub-district, Cilacap district, Central Java province. The geomorphology of the research area is divided into three units, the Anticlinal Steep Hill Structural Unit (S9), the rather steep (S8) Low Hill Denudational Terrace Structural Unit, and a Slightly Sloping Denudational Low Unit (D7). Based on the characteristics of lithology, the study area was divided into two lithostratigraphic units from old to young, namely units of claystone insert into sandstone and basalt intrusion. There is a geological structure, namely G. Anjir Anticline, Gunungwetan Thrust Fault, Karangkemiri Left Slip Fault, Pangadegan Left Slip Fault. The method chosen was to know the process of forming basalt intrusion using XRF (X-Ray Flourscene) to determine the content of major elements and trace elements. Based on geochemical studies, the results are in the form of basaltic-andesite and basalt rocks with the affinity of the medium-K (Transitional / Calc-Alkaline Series) Continental Tholeiitic with Tholeiitic magma.