Artikelilmiahs

Menampilkan 21.561-21.580 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2156124353E1A014230KAJIAN YURIDIS TERHADAP IKLAN MENYESATKAN PADA PRODUK KANGEN WATER BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENSemakin maju perekonomian dan teknologi, berkembang pula strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan, khususnya dibidang pemasaran. Sering kali pelaku usaha tidak menaati peraturan yang sudah ditetapkan dan tidak memperhatikan kewajibannya sebagai pelaku usaha. Maraknya peredaran produk Kangen Water membuat Kemenkes dan BPOM mengeluarkan surat peringatan terkait peredaran brosur Kangen Water yang menyesatkan sehingga menimbulkan keraguan dalam masyarakat terhadap produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai iklan menyesatkan pada brosur produk Kangen Water berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa dokumen perusahaan, peraturan perundang-undangan, literatur dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, yaitu dengan menginventarisasikan data-data yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa PT. Enagic Indonesia selaku Perusahaan yang menjual produk Kangen Water kepada konsumen melalui Mitra Usahanya bertanggung jawab atas beredarnya iklan menyesatkan yang dibuat untuk mempromosikan produk Kangen Water, dan iklan tersebut terbukti menyesatkan karena melanggar Kode Etik Perusahaan, Pasal 8 ayat (1) huruf d dan f UUPK, Pasal 10 huruf b UUPK, Pasal 110 Undang-Undang tentang Kesehatan, Pasal 6 ayat (1) dan Pasal 8 Peraturan Pemerintah tentang Label dan Iklan Pangan, Pasal 5 Peraturan Kepala Badan POM RI tentang Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan Pangan Olahan.
The more developed of the economy and technology, the more developed strategies that must be carried out by the company, especially in the marketing area. However, when their attempts often fail to obey the predetermined rules. This was shown in the rise of the circulation of Kangen Water products had made the Ministry of Health and BPOM issued a letter of approval regarding the circulation of a misleading Kangen Air brochure which rose in the community about the product. This study discussed the advertisements that were denied in the list of Kangen Water products based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The method used was a normative juridical method. The data used were secondary data consisting of company documents, regulatory legislation, literature with library research data collection methods, namely by inventorying data which were then presented in the form of narrative texts. The collected data was analyzed by qualitative normative methods.
Based on the results of research and discussion it was concluded that PT. Enagic Indonesia (Kangen Water Seller) who sold products to customers through its Business Partners was responsible for the circulation of misleading advertisements made to support Kangen Water products, and this advertisement was proven to be defeated by the Company Code of Ethics, Article 8 paragraph (1) letters d and f UUPK, Article 10 letter b UUPK, Article 110 of the Law on Health, Article 6 paragraph (1) and Article 8 Government Regulation concerning Food Labels and Ads, Article 5 Regulation of the Head of the Republic of Indonesia National Food and Drug Administration on Processed Advertising Food Control Technical Guidelines.
2156224354G1A015019PENGARUH SARI BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS VAR EDULIS) TERHADAP KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) MODEL DIABETES MELITUSLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia menyebabkan stres oksidatif dan menurunkan kadar superoksida dismutase (SOD) sebagai antioksidan alami tubuh. Sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) mengandung serat, flavonoid, vitamin C, dan karoten yang mempunyai potensi antihiperglikemia dan antioksidasi.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan rerata kadar SOD tikus model DM antara yang mendapatkan dan tidak mendapatkan sari buah markisa ungu.
Metode: Penelitian eksperimental dengan desain post test only with control group. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit, kelompok C, D, dan E adalah kelompok model DM yang mendapatkan sari buah markisa ungu per oral dengan dosis: 1,05 mL/200gBB, 2,1 mL/200gBB, dan 4,2 mL/200gBB selama 21 hari. Kadar SOD diukur dengan metode Spektrofotometri Ransod.
Hasil: Rerata kadar SOD kelompok A=42,31 ± 3,15; B=26,25 ± 1,12; C=32,57 ± 0,79; D=41,29±1,96; E=43,03±3,51. Hasil uji One Way ANOVA kadar SOD menunjukkan nilai p=0,000 (p>0,05). Hasil post hoc LSD menunjukkan perbedaan rerata signifikan antara kelompok A dengan B dan C, serta kelompok B dan C dengan semua kelompok data (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kadar SOD kelompok tikus model DM antara yang mendapatkan dan tidak mendapatkan sari buah markisa ungu.
Background: Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that caused by defects in insulin secretion, insulin action, or both. Hyperglycemia causes oxidative stress and decreases superoxide dismutase (SOD) level as natural antioxidant in body. Purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) contains fiber, flavonoid, vitamin C, and carotenoid with antihyperglycemia and antioxidative effects.
Aim: To study the difference in the SOD level of DM model rats between groups with and without purple passion fruit juice treatment.
Methods: Experimental study with post test only with control group design. Twenty five of white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A as normal control, group B as disease control, group C, D, and E as DM model groups and orally administered with purple passion fruit juice at dosage of 1.05 mL/200gBW, 2.1 mL/200gBW, and 4.2 mL/200gBW, consecutively, for 21 days. SOD levels were measured by Ransod Spectrophotometry.
Results: The mean result of SOD level in group A=42.31±3.15; B=26.25±1.12; C=32.57±0.79; D=41.29±1.96; E=43.03±3.51. One way ANOVA test showed p value=0.000 (p<0.05). The post hoc LSD showed significant mean differences between group A and B, group A and C, and between group B as well as group C and all other groups (p<0.05).
Conclusions: There was significant difference in the SOD level of DM model rats between groups with and without purple passion fruit juice treatment.
2156327416B1B015024Phenetic Relationship Amongst Cultivars of Balsam (Impatiens balsamina L.)Pacar air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman berbunga yang termasuk dalam famili Balsaminaceae, yang mempunyai beberapa kultivar dilihat dari bentuk dan warna bunganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman dan hubungan fenetik antar kultivar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristikmorfologi dan parameternya adalah batang, daun, bunga, buah, dan biji. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode UPGMA menggunakan aplikasi MEGA 6.06 untuk mengetahui hubungan fenetik antar kultivar pacar air. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 15 kultivar I. balsamina L. yaitu 'Pinkish White 5 Petal','Mix Pink Camellia Flowered', 'Pinkish White Camellia Flowered', 'Vivid Pink', 'White', 'Light Pink','Pinkish White', 'Light Magenta', 'Vivid Red', 'Red Camellia Flowered', 'Light Rose Red Camellia Flowered', 'Reddish Camellia Flowered', 'Vivid Magenta Camellia Flowered', 'Light Rose Green Camellia Flowered', dan 'Vivid Pink Camellia Flowered'.
Kultivar I. balsamina L. yang paling banyak ditemukan adalah 'Reddish Camellia Flowered' dan yang paling sedikit adalah I. balsamina 'Rose Red Camellia Flowered', I. balsamina 'Vivid Magenta Camellia Flowered', dan I. balsamina 'Pinkish White 5 Petal'. Kultivar I. balsamina L. yang mempunyai hubungan fenetik terdekat adalah 'Vivid Pink' dengan 'Light Pink' dengan indeks dissimilaritas 0.125. Kultivar yang mempunyai hubungan fenetik terjauh adalah 'Rose Green Camellia with 'Pinkish White 5 Petal' and 'Rose Green Camellia Flowered' with 'Pinkish White' dengan indeks dissimilaritas 0.438.
Balsam or garden balsam (Impatiens balsamina L.) is a widely grown flowering plant belonging to the family Balsaminaceae. The most visible part in distinguishing balsam is the difference in the flower shape and colors of each cultivars. The similarity and relationship between cultivars can be analyzed through approaches of taxonomic phenetics. The purpose of this research is to find outthe cultivars diversity and their phenetic relationship amongst the cultivars. The method used in this study is survey. This research has been conducted by purposive sampling method. The variables in this study is morphological characteristics and the parameters are stem, leaf, flower, fruit, and seed. The data obtained were analyzed with UPGMA using MEGA 6.06 software method to know the phenetic relationship amongst balsam cultivars. The result of this study showed that there are 15 cultivars of I. balsamina L. i.e. 'Pinkish White 5 Petal', 'Mix Pink Camellia Flowered', 'Pinkish White Camellia Flowered', 'Vivid Pink', 'White', 'Light Pink', 'Pinkish White', 'Light Magenta', 'Vivid Red', 'Red Camellia Flowered', 'Rose Red Camellia Flowered', 'Reddish Camellia Flowered', 'Vivid Magenta Camellia Flowered', 'Rose Green Camellia Flowered', and 'Vivid Pink Camellia Flowered'.
The cultivar of I.balsamina L. which most widely distributed is 'Reddish Camellia Flowered' and the most fewest distributed are I. balsamina 'Rose Red Camellia Flowered', I. balsamina 'Vivid Magenta Camellia Flowered', and I. balsamina 'Pinkish White 5 Petal'. The closest phenetic relationship is 'Vivid Pink' with 'Light Pink' with dissimilarity index about 0.125. The farthest phenetic relationship between I. balsamina L. cultivars shows in 'Rose Green Camellia with 'Pinkish White 5 Petal' and 'Rose Green Camellia Flowered' with 'Pinkish White' that has dissimilarity index about 0.438.
2156424359A1L114066KAJIAN STATUS UNSUR HARA SULFUR PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara sulfur dan agihannya pada lahan sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas serta rekomendasi pemberian pupuk sulfur yang sesuai untuk tanaman padi sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Petanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Maret sampai Juli 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan skala 1:50.000. Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) digunakan untuk menetapkan titik sampel, pebetapan SLH dilakukan dengan cara menumpangsusunkan (overlay) dari Peta Administrasi, Penggunaan Lahan, Kelerengan dan Jenis Tanah.Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCL, DHL, Potensial Redoks dan S-tersedia tanah. Hasil penelitian menunjukkan kandungan S-tersedia tanah tergolong sangat rendah sampai sedang (2,56 - 66,44 ppm). Hubungan S-tersedia tanah dengan hasil tanaman padi diperoleh nilai optimum sebesar 36,57 ppm S dengan hasil tanaman sebesar 5,91 ton/ha. Rekomendasi pemupukan untuk tanaman padi sawah di daerah penelitian diberikan pada kandungan S-tersedia tanah dengan nilai harkat sangat rendah sampai rendah dengan pemberian 206,91 – 308,55 kg ZA/ha.The research aims to determine the status of sulfur nutrients and their distribution on paddy fields in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency and recommendations for the application of sulfur fertilizers that are suitable for lowland rice plants in Sokaraja District, Banyumas Regency. This research was conducted in the rice fields of Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March to July 2018. This study used a survey method with a scale of 1: 50,000. Homogeneous Unit Map (HUM) is used to determine the sample point, SLH setting is done by overlaying the Administration Map, Land Use, Slope and Soil Type. Variables observed include pH H2O, KCL pH, EC, Redox and S Potential - available land. The results showed that the available S-soil content was very low to moderate (2.56 - 66.44 ppm). The relationship between available S-land and rice yields obtained an optimum value of 36,57 ppm S with crop yields of 5,91 tons / ha. Fertilization recommendations for lowland rice in the study area were given to the available S-content of the soil with a very low to low value with the provision of 206,91 – 308,55 kg ZA / ha.
2156524360A1L014218Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L.) Varietas Calina yang diberi Pupuk NPK dan PetroganikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh pemberian pupuk NPK dan Petroganik terhadap pertumbuhan bibit papaya varietas Calina, 2) pemberian pupuk paling baik yang digunakan dalam penelitian, dan 3) jumlah bakteri, jamur, cacing, dan pH tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Desember 2018. Penelitian ini adalah percobaan non-faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Percobaan terdiri atas tiga perlakuan yaitu M0 tanpa pemberian pupuk NPK dan Petroganik, M1 dengan pemberian pupuk NPK sebanyak 80 g/tanaman, dan M2 dengan pemberian pupuk Petroganik sebanyak 98,5 g/tanaman dengan delapan ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dan Petroganik berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, panjang daun, dan jumlah buah. Pemberian pupuk paling baik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk Petroganik sebanyak 98,5 g/tanaman. Jumlah bakteri tanah perlakuan M0, M1, dan M2 yaitu 93,54%, 116,13%, dan 144,35% berbeda dari jumlah bakteri sebelum tanam, jumlah jamur tanah perlakuan M0, M1, dan M2 berbeda yaitu 75,00%, 116,67%, dan 137,09% berbeda dari jumlah jamur sebelum tanam, jumlah cacing tanah perlakuan M0, M1, dan M2 sebanyak 1,4 ekor/kg, 2,14 ekor/kg, dan 2,5 ekor/kg, dan pH tanah perlakuan M0, M1, dan M2 yaitu 115,38%, 121,15%, dan 119,23% berbeda dari pH tanah sebelum tanam.This research aimed to determine 1) the effect of NPK and Petroganic fertilizers on the growth of Calina papaya varieties seedlings, 2) the best fertilizer application on this research, and 3) the number of bacteria, fungi, worm, and soil pH. This research was conducted in Karangdawa Village, Margasari District, Tegal Regency and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, the Jenderal Soedirman University. The research was carried out from July until December 2018. This was a non-factorial experiment. It was arranged in a Randomized Completed Block Design (RCBD). There were three treatments ie without NPK and Petroganic fertilizers (M0), 80 g NPK fertilizer/plant (M1), and 98.5 g Petroganic fertilizer/plant (M2) with eight replications, so there were 24 experimental units. Results showed that application of NPK and Petroganic fertilizers increased the plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, leaf length, and the number of fruits. The best fertilizer application on this research was 98.5 g Petroganic fertilizer/plant. The number of bacteria in soil treated by M0, M1, and M2 were 93,54%, 116,13%, and 144,35% respectively of that of before planting, the number of fungi in soil treated by M0, M1, and M2 were 75,00%, 116,67%, and 137,09% respectively of that of before planting, the number of worm in soil treated by M0, M1, and M2 were 1.4 tails/kg, 2.14 tails/kg, and 2.5 tails/kg, and soil pH in soil treated by M0, M1, and M2 were 115,38%, 121,15%, and 119,23% respectively of that of before planting.
2156624358F1D013059STRATEGI BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) CILACAP DALAM PENYELESAIAN KASUS PERTANAHAN DI DESA KARANGREJA KECAMATAN CIMANGGU KABUPATEN CILACAPABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Strategi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilacap Dalam Penyelesaiaan Kasus Pertanahan Di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap.” Memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan memahami bagaimana strategi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilacap dalam penyelesaiaan kasus pertanahan di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Serta menjelaskan apa saja faktor yang mendukung dan menghambat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilacap dalam penyelesaiaan kasus pertanahan di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap.

Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Cilacap dengan situs berada di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sementara untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan BPN Cilacap dalam penyelesaian kasus pertanahan antara petani penggarap dengan pihak PTPN IX Kebun Kawung di awali dengan adanya program pembaruan agraria nasional yang dijalankan oleh BPN Cilacap mulai tahun 2002 untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Desa Karangreja. Akan tetapi progam PPAN ini tidak berjalan dengan karena menimbulkan konflik baru yang terjadi dimasyarakat. Sehingga akibat dari hal tersebut maka dibuatlah langkah-langkah strategis guna mempermudah dalam menyelesaian konflik agraria yaitu dengan mediasi. Mediasi ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Agraria No 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaiaan Kasus Pertanahan. Mediasi ini yang diikuti oleh petani penggarap, PTPN IX Kebun Kawung, LSM SeTAM, OTL, Camang Cimanggu, Kepala Desa Karangreja, dan anggota DPD RI Budiman Soejatmiki. Di mana di dalam mediasi tersebut menghasilkan keputusan dan kesepakatan yaitu petani penggarap dan para penggiat agrarian akan mendapatkan hak atas tanah tersebut serta membagi secara adil dan merata lahan tersebut. Sedangkan untuk PTPN IX Kebun Kawung tetap mengelola lahan perkebunan yang sudah ditanami tanaman karet. Adapun faktor pendukung yaitu dibuatnya Permen Agraria No 11 Tahun 2016 sebagai pengganti dari PPAN. Yang memudahkan BPN Cilacap menangani konflik pertanahan di Desa Karangreja serta banyaknya pihak-pihak yang membantu untuk menyelesaikan kasus pertanahan seperti SeTAM. Akan tetapi faktor penghambat penyelesaian kasus pertanahan ini yaitu kurang aktifnya peran dari pada pemerintah daerah Kabupaten Cilacap, sehingga membuat petani tidak percaya lagi.

Kata Kunci: Konflik Pertanahan, Strategi BPN Cilacap.
ABSTRACT

This research is entitled "The Strategy of the Cilacap National Land Agency (BPN) in the Settlement of Land Cases in Karangreja Village, Cimanggu District, Cilacap Regency." It aims to describe and understand the strategy of the Cilacap National Land Agency (BPN) in resolving land cases in Karangreja Village, Cimanggu District Cilacap. As well as explaining what factors support and inhibit the Cilacap National Land Agency (BPN) in resolving land cases in Karangreja Village, Cimanggu District, Cilacap Regency.
This study used the constructivism paradigm and structuralist perspective with qualitative research methods. This study used a case study approach. This study is located in the Cilacap Regency area with sites located in Karangreja Village, Cimanggu District. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used interactive analysis techniques. The validity of the data used data triangulation techniques.
The results of this study indicate that the strategy implemented by the Cilacap National Land Agency in resolving land cases between tenants and PTPN IX Kebun Kawung began with the existence of a national agrarian reform program run by the Cilacap National Land Agency starting in 2002 to resolve the conflict in Karangreja Village. However, this PPAN program does not work because it creates new conflicts that occur in the community. So as a result of this, strategic steps were made to facilitate the resolution of agrarian conflicts, namely mediation. This mediation is contained in Minister of Agrarian Regulation No. 11 of 2016 concerning Settlement of Land Cases. This mediation was followed by tenants, Kawung PTPN IX, SeTAM NGO, OTL, Camang Cimanggu, Karangreja Village Head, and RI DPD member Budiman Soejatmiki. Where in the mediation produces decisions and agreements, namely tenants and agrarian activists will get the rights to the land and share fairly and evenly the land. While for PTPN IX Kebun Kawung, it still manages plantation land that has been planted with rubber plants. The supporting factors are the drafting of the Agrarian Regulation No. 11 of 2016 in lieu of PPAN. Which makes it easier for the Cilacap BPN to handle land conflicts in Karangreja Village and the many parties who help to resolve land cases such as SeTAM. However, the inhibiting factor for resolving this land case is the lack of active role of the local government of Cilacap Regency, thus making farmers no longer trust.

Keywords: Land Conflict, Cilacap BPN Strategy.
2156724365A1H014035ANALISIS FASE PERTUMBUHAN TANAMAN MENGGUNAKAN ALGORITMA KLASIFIKASI PADA FOTO UDARA UNMANNED AERIAL VEHICLE QUADCOPTER DAN CITRA SATELITLuas lahan sawah terus menurun sejak 2 tahun terakhir menjadi 7,1 juta ha pada tahun 2018, data tersebut turun dari 8,186 juta ha pada tahun 2016 dan 7,75 juta ha pada tahun 2017. Pada tahun 2018 periode Januari-Agustus Indonesia memiliki luas lahan sawah sebesar 10,079 juta ha dimana lahan tersebut sudah termasuk lahan yang ditanami dan lahan terkena puso (gagal panen) sebesar 0,26% atau sekitar 26,4 ribu ha. Penelitian dengan membandingkan jenis tanaman dan fase pertumbuhan tanaman dalam satu DI sepengetahuan kami masih jarang dilakukan, khususnya di Indonesia. Sedangkan informasi yang akurat, cepat, dan efisien (biaya dan waktu) dibutuhkan dalam kegiatan pengelolaan air irigasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan membandingkan dua sumber data (UAV dan Landsat 8) dengan metode terbimbing di DI Danayuda di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Melakukan algoritma klasifikasi fase pertumbuhan pada dua sumber data (UAV dan Landsat 8) dan 2) Membandingkan tingkat akurasi dan efisiensi (biaya dan waktu) informasi dari dua sumber data tersebut. Pengambilan data dilakukan melalui metode foto udara yang menggunakan DJI Phantom 4 Pro sebagai wahana tanpa awak dalam pemotretan foto udara dan mengunduh di earthexplorer.usgs.gov dengan menentukan daerah dan waktu pengambilan citra satelit landsat 8, variabel yang diamati yaitu fase pertumbuhan tanaman dengan menggunakan algoritma klasifikasi minimum distance (supervised) dan k-means (unsupervised). Hasil penelitian menunjukkan enam kelas dalam proses klasifikasi supervised pada foto udara UAV yaitu: 1) fase pertumbuhan palawija, 2) fase panen palawija, 3) fase vegetatif padi, 4) fase olah tanah, 5) fase pra olah tanah, dan 6) fase persemaian sedangkan untuk proses klasifikasi supervised pada foto udara landsat 8 menunjukkan lima kelas, yaitu: 1) fase pertumbuhan palawija, 2) fase panen palawija, 3) fase vegetatif padi, 4) fase olah tanah, dan 5) fase pra olah tanah. Berdasarkan hasil perhitungan standard error UAV dan landsat 8 dapat ditarik kesimpulan bahwa UAV lebih baik digunakan dalam proses klasifikasi fase pertumbuhan lahan sawah.Cultivated land area is decrease over the past 2 years into 7,1 million ha in 2018, the data decrease from 8,186 million ha in 2016 and 7,75 million ha in 2017. In 2018 the period of January to August Indonesia has a cultivated land area for as much as 10,079 million ha where the land has been including areas planted and the land area affected by will fail in harvesting (puso) as much as 0,26% or approximately 26,4 thousand ha. The research of comparing the types of crops and phase the growth of plants in one Irrigation Area (DI) as far as we know has rarely been implemented, especially in Indonesia. While precise information, fast, and efficient (of the cost and time) needed in irrigation water management activities. Therefore, in this research will compare two sources of data (UAV and Landsat 8) by the method supervised on DI Danayuda in Banyumas, Central Java. The purpose of this research is to: 1) do algorithms classification phase growth in two sources of data (UAV and Landsat 8), and 2) compare the accuracy and efficient of the cost and time from two sources of the data. The data was taken through aerial photograps method that uses DJI Phantom 4 Pro as the Unmanned Aerial Vehicle in shooting aerial photograps and download in earthexplorer.usgs.gov with determining areas and schedule for the collection of Landsat 8 image, the variables observed is the phase growth of crops using algorithms classifications minimum distance (supervised) and k-means (unsupervised). This research shows 6 class in process of supervised classification from UAV aerial photograps: 1) phase of crops such growth, 2) phase of harvesting crops, 3) vegetative phase of rice, 4) soil treatment phase, 5) pre-soil treatment phase, and 6) seedbed phase. While the process of supervised classification from Landsat 8 aerial photograps shows 5 class: 1) phase of crops such growth, 2) phase of harvesting crops, 3) vegetative phase of rice, 4) soil treatment phase, and 5) pre-soil treatment phase. Based on the calculation on standard error the UAV and Landsat 8, the conclusion is UAV is better used in the process of plant growth classification.
2156824371G1A015088PENGARUH SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUSLatar Belakang: Hiperglikemia kronis pada diabetes melitus dapat memicu stres oksidatif dan meningkatkan kadar malondialdehid (MDA) akibat proses peroksidasi lipid. Markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) mengandung komponen fitokimia non nutrisi berupa antioksidan yaitu carotenoid, flavonoid, dan vitamin C yang berpotensi dalam menurunkan kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis terhadap kadar MDA tikus putih (Rattus norvegicus) jantan model Diabetes Melitus. Metode: Desain penelitian ini menggunakan post test only with control group design dengan 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok (K); KA (kontrol normal n=5), KB (kontrol negatif n=5), KC (sari markisa ungu 1,05 ml/200gBB n=5), KD (sari markisa ungu 2,1 ml/200gBB n=5), dan KE (sari markisa ungu 4,2 ml/200gBB n=5). Induksi diabetes melitus pada KB, KC, KD, dan KE menggunakan aloksan 120 mg/ kgBB secara intraperitoneal. Hasil: Pengukuran kadar MDA menggunakan metode TBARs. Rerata kadar MDA (µmol/L) pada KA: 0,602 ± 0,164. KB: 2,344 ± 0,814, KC: 1,332 ± 0,253, KD: 1,142 ± 0,404, dan KE: 0,970 ± 0,256. Uji Kruskall Wallis pada kadar MDA mendapatkan hasil signifikan (p<0,05), selanjutnya post hoc Mann Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok B terhadap kelompok C, D, dan E. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok C terhadap kelompok D, dan E, dan kelompok D terhadap kelompok E. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian sari markisa ungu terhadap penurunan kadar MDA tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar model Diabetes Melitus.Background: Chronic hyperglycemia in diabetes mellitus can trigger oxidative stress and increasing levels of malondialdehyde (MDA) due to the lipid peroxidation process. Purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) contains non-nutritional phytochemical components in the form of antioxidants, namely carotenoids, flavonoids, and vitamin C that have the potential to reduce MDA levels in white rats (Rattus norvegicus). This study aims to determine the effect of various doses of purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) on MDA levels of Diabetes Melitus male white mouse (Rattus norvegicus). Method: : The design of this study used post test only with control group design with 25 rats divided into 5 groups (K); KA (normal control n = 5), KB (negative control n = 5), KC (purple passion fruit juice 1.05 ml / 200gBB n = 5), KD (purple passion fruit extract 2.1 ml / 200gBB n = 5), and KE (purple passion fruit juice 4.2 ml / 200gBB n = 5). Induction of diabetes mellitus in KB, KC, KD, and KE using alloxan 120 mg / kgBB intraperitoneally. Result: Measurement of MDA levels using the TBARs method. The mean MDA level (µmol / L) on the train: 0.602 ± 0.164. KB: 2,344 ± 0,814, KC: 1,332 ± 0,253, KD: 1,142 ± 0,404, and KE: 0,970 ± 0,256. The Kruskall Wallis test on MDA levels obtained significant results (p <0.05), then post hoc Mann Whitney showed significant differences between group B to groups C, D, and E. There were no significant differences between group C for groups D, and E and group D to group E. Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of giving purple passion fruit juice to MDA levels of Wistar strain male white rat (Rattus norvegicus) model Diabetes Mellitus.
2156925846C1M014042PENGARUH LESSON STUDY TERHADAP PROFESIONALISME GURUPenelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode survey pada guru SMP N 1 Sewon dan mengambil judul: “Pengaruh Lesson Study terhadap Profesionalisme Guru”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lesson study terhadap profesionalisme guru dilihat dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Sample dalam penelitiani ini adalah 37 guru di SMP N 1 Sewon. Metode pengambilan sample menggunakan purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data didapati: (1) Adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan lesson study terhadap kompetensi pedagogik. (2) Adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan lesson study terhadap kompetensi kepribadian. (3) Adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan lesson study terhadap kompetensi sosial. (4) Adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan lesson study terhadap kompetensi profesional.
This study was included in a quantitative study with a survey method on SMP N 1 Sewon teachers and took the title: "The Effects of Lesson Study on Teacher Professionalism".
The purpose of this study was to analyze the effect of lesson study on teacher professionalism seen from pedagogical, personal, social, and professional competencies.
The sample in this study was 37 teachers at SMP N 1 Sewon. The sampling method uses purposive sampling.
Based on the results of the research and analysis of the data found: (1) There is a significant influence on the implementation of lesson study on pedagogic competence. (2) There is a significant influence on the implementation of lesson study on personality competencies. (3) There is a significant influence on the implementation of lesson study on social competence. (4) There is a significant influence on the implementation of lesson study on professional competence.
2157024362A1L014108PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK PADAT DAN EFEKTIVITAS DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L) PADA TANAH ULTISOLPenelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendapatkan jenis pupuk organik padat yang memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, 2) Mendapatkan dosis pupuk organik padat dari kotoran ayam, kambing dan sapi yang paling efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan di tanah ultisol, 3) Mengetahui interaksi antara jenis pupuk organik padat dan dosis yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2018 di screen house Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pupuk organik padat (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu P1= Pupuk organik padat dari kotoran ayam, P2= Pupuk organik padat dari kotoran kambing , P3= Pupuk organik padat dari kotoran sapi. Faktor kedua yaitu dosis pupuk organik padat (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu D0= dosis 0 g/polybag, D1= dosis 80 g/polybag, D2= dosis 100 g/polybag, dan D3= dosis 120 g/polybag. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, panjang akar , bobot tanaman segar, volume akar, bobot akar segar dan bobot tanaman kering.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik padat dari kotoran ayam merupakan jenis pupuk terbaik terhadap pertmbuhan dan hasil tanaman kailan dengan rata-rata hasil 121,21 g/ tanaman. Dosis pupuk organik padat 120 g/tanaman atau setara dengan 30 ton/ha merupakan dosis pupuk terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan di tanah ultisol pada penelitian ini dengan rata-rata hasil 115,31 g/tanaman Terdapat interaksi antara jenis pupuk organik padat dari kotoran ayam dengan dosis 120 g/tanaman atau setara dengan 30ton/ha pada variabel tinggi tanaman dan luas daun.
This study aims to: 1) Obtain the type of solid organic fertilizer that has the best influence on the growth and yield of kailan plants, 2) Obtain the most effective dose of solid organic fertilizer from chicken manure, goats and cattle on the growth and yield of cauliflower in ultisol soil 3 ) Knowing the interaction between the type of solid organic fertilizer and the right dosage on the growth of kailan plants. The research was conducted from June to September 2018 in the Kalibagor screen house, Banyumas, Central Java and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The study design used a Complete Randomized Block Design (RCBD) with two factors and three replications. The first factor is the type of solid organic fertilizer (P) which consists of 3 levels, namely P1 = Solid organic fertilizer from chicken manure, P2 = Solid organic fertilizer from goat manure, P3 = Solid organic fertilizer from cow dung. The second factor is the dose of solid organic fertilizer (D) which consists of 4 levels, namely D = dose 0 g / polybag, D1 = dose 80 g / polybag, D2 = dose 100 g / polybag, and D3 = dose 120 g / polybag. The data obtained were analyzed using the F test, if there was diversity followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) level of 5%. Variables observed included plant height, leaf number, leaf greenery, leaf area, root length, plant fresh weight, root volume, root fresh weight and plant dry weight.
The results showed that use of solid organic fertilizer from chicken manure was the best kind of fertilizer on growth and yield of kailan plants with an average yield of 121.21 g / plant.. The dose of 120 g / plant of solid organic fertilizer, equivalent to 30 tons / ha, is the best fertilizer dosage for growth and yield on ultisol soil in this study with an average yield of 115.31 g / plant. There is an interaction between the type of solid organic fertilizer from chicken manure with a dose of 120 g / polybag or equivalent to 30 tons / ha on variable plant height and leaf area.
2157124363E1A014262KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM KASUS ARTIS BERINISIAL MR bin RI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1104/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt)
Dalam persidangan Terdakwa dan Penasehat Hukumnya dapat mengajukan saksi yang meringankan sebagai upaya untuk melemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, sehingga keterangan saksi yang meringankan ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan sehingga mendapatkan kebenaran materiil. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM KASUS ARTIS BERINISIAL MR bin RI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1104/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt)
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan Nomor 1104/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt bahwa Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi A De Charge dalam Kasus Artis Berinisial MR bin RI merupakan alat bukti yang sah dan hakim bebas untuk menerima atau menyingkirkan isi keterangan saksi A De Charge yang diberikan dipersidangan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan pidana kepada terdakwa dengan Rehabilitasi selama 6 (enam) bulan.
In the trial, the Defendant and his Legal Counsel can present mitigating witnesses as an attempt to weaken the charges of the Public Prosecutor, thus the testimony of the mitigating witness can be used as a consideration for the judge in making a decision to get the material truth. Based on the description, the author is interested in researching and pouring out the results in a thesis entitled: THE POWER OF PROOF OF WITNESS A DE CHARGE’S STATEMENT IN THE CASE OF ARTIST INITIALLY MR bin RI (Juridical Review Decision Number 1104/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt).
The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically described. Based on the results of the research in decision number 1104/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt that the Power of Proof of Witness A De Charge's Statement in the Case of Artist Initially MR bin RI is a valid evidence and the judge is free to accept or exclude the contents of A De Charge witness statement given in court for the basis of legal considerations for the judge in imposing criminal decisions on the defendant with rehabilitation for six months.
2157224318C1B014005ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA LOKET ADMINISTRASI PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMASTujuan umum penelitian ini adalah: 1) Menganalisis kinerja sistem antrian pada Loket Administrasi Publik, 2) Menganalisis biaya dalam sistem antrian pada Loket Administrasi Publik. Penelitian ini menggunakan analisis teori antrian, dengan model antrian yang digunakan adalah Multi Channel Single Phase, yang artinya terdapat lebih dari satu loket yang disediakan untuk melayani pengunjung dan hanya ada satu tahapan pelayanan. Penelitian ini menggunakan disiplin antrian First Come First Served (FCFS), artinya pengunjung yang datang pertama akan dilayani terlebih dahulu. Berdasarkan hasil analisis, kinerja sistem antrian pada Loket Administrasi Publik belum optimal karena diketahui bahwa nilai tingkat kegunaan pelayanan loket sebesar 0,94 atau 94% dengan rata-rata jumlah pengunjung yang menunggu dalam antrian (Lq) yaitu 14,9711 atau 15 orang dan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh seorang pengunjung untuk menunggu dalam antrian (Wq) sebesar 0,3185 atau 19,11 menit. Berdasarkan hasil analisis juga diketahui sistem antrian yang optimal pada loket administrasi publik dicapai pada delapan loket.The purpose of this research were: 1) Analysis the performance of the queuing system at Public Administration Counters, 2) Analysis costs in the queuing system at Public Administration Counters. The research analyzed using queueing theory, queue structure used is the Multi Channel - Single Phase, which means that there are more than one counter provided to serve visitors and there is only one stage of service. This research used the discipline of First Come First Served (FCFS), meaning that visitors who come first will be served first. Based on the results of the analysis, the performance of the queuing system at Public Administration Counters is not optimal because it is known that the value of the level of use the service counters is 0,94 or 94% with the average number of visitors waiting in the queue (Lq) is 14,9711 or 15 people and the average time spent by a visitor to wait in the queue (Wq) is 0,3185 or 19,11 minutes. Based on the results of the analysis seen that the queuing system which is optimal at the counters of public administration achieved in eight counters.
2157324364H1F012033GEOLOGI DAN BIOSTRATIGRAFI DAERAH ONJE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN MREBET, KABUPATEN PURBALINGGA,
JAWA TENGAH
Daerah penelitian berada pada Desa Onje dan sekitarnya Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Pada daerah penelitian terdapat banyak fosil jejak, sehingga dimungkinkan kehadiran fosil selain fosil jejak. Disini peneliti melakukan beberapa analisi, yaitu analisis foraminifera, analisis nannoplakton, dan analisis fosil jejak. Sehingga nantinya akan didapatkan biostratigrafi pada daerah penelitian. Metode penelitian menggunakan analisis foraminifera untuk menghasilkan zonasi umur dan paleobatimetri, analisis nannoplankton untuk menghasilkan zonasi umur dan naik-turun muka air laut, dan analisis fosil jejak untuk menghasilkan fasies fosil jejak dan zona kedalaman. Satuan geomorfologi terdiri dari : Satuan Lembah Struktural (S1), Satuan Perbukitan Struktural (S2), Satuan Dataran Aliran Lahar (V11), dan Satuan Dataran Fluvial (F1). Satuan litologi terdiri dari : Satuan Batulempung A, Satuan Batupasir, Satuan Batulempung B, Satuan Breksi, dan Satuan Aluvial. Struktur geologi terdiri dari Lipatan Antiklin Katinah, Lipatan Sinklin Kedungbayah, Sesar Geser Kiri Slinga, dan Sesar Geser Kiri Tangkisan. Satuan Batelempung A memiliki umur Pliosen (N18-N21), sedangkan Batupasir (N21). Satuan Batupasir terdapat 2 zona, yaitu Zona NN14-NN15 dan Zona NN15-NN18. Serta dari 2.4A-2.6 muka air laut mengalami naik-turun, dan dan 2.7 – 2.11 muka air laut daerah penelitian cenderung stabil, meskipun pada dari 2.6 ke 2.7 mengalami penurunan. Berdasarkan hasil analisis fosil jejak, daerah penelitian terbagi ke dalam 2 zona ichnofacies, yaitu Skolithos – Cruziana Ichnofacies, dan Skolithos Ichnofacies. Serta daerah penelitian terdapat pada fasies sedimentasi dari Sandy Shore - Sublittoral.
The research area is in Onje Village and surrounding areas, Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java. In the study area there are many fossil traces, so it is possible to have other fossils than trace fossils. The researcher conducted several analyzes, namely foraminifera analysis, nannoplakton analysis, and trace fossil analysis. So that later biostratigraphy will be obtained in the study area. The research method uses analysis of foraminifera to produce age zones and paleobathymetric, nannoplankton analysis to produce age zones and sea level rise and fall, and traces fossil analysis to produce facies of traces fossil and depth zones. Geomorphological units consist of: Structural Valley Unit (S1), Structural Hills Unit (S2), Plain of Lava Flow Unit (V11), and Fluvial Valley Unit (F1). The lithology unit consists of: Claystone A Unit, Sandstone Unit, Claystone B Unit, Breccia Unit, and Alluvial Unit. The geological structure consists of the Katinah Anticline Folds, the Kedungbayah Synchronous Folds, the Left Slotting Sliding Fault, and the Left Sliding Friction Fittings. Batelempung A unit has a Pliocene age (N18-N21), while Sandstone (N21). Sandstone Unit has 2 zones, namely NN14-NN15 Zone and NN15-NN Zone18. As well as from 2.4A-2.6 the sea level has fluctuated, and and 2.7 - 2.11 the sea level of the study area tends to be stable, even though from 2.6 to 2.7 it has decreased. Based on the results of the fossil footprint analysis, the study area was divided into 2 ichnofacies zones, namely Skolithos - Cruziana Ichnofacies, and Skolithos Ichnofacies. As well as the study area found in sedimentation facies of Sandy Shore - Sublittoral.
2157424368F1C014026PERAN CITIZEN JOURNALISM DALAM MEMPROMOSIKAN PARIWISATA WATU MEJA
(Studi Kasus Akun Instagram @Instapurwokerto)
Fenomena Citizen journalism memungkinkan audiens tidak hanya menjadi konsumen, akan tetapi menjadi produser dalam proses penyampaian informasi. Penelitian ini berjudul “Peran Citizen Journalism dalam Mempromosikan Pariwisata Watu Meja (Studi Kasus Akun Instagram @instapurwokerto ). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Konvergensi Media oleh Henry Jefkins. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran citizen journalism dalam mempromosikan Pariwisata Watu Meja pada akun instagram @instapurowkerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari admin akun instagram @instapurwokerto, followers @instapurwokerto dan pengelola Perhutani KPH Banyumas Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas citizen journalism dalam akun instagram @instapurwokerto memberikan ruang publik bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, kritik dan sharing informasi seputar pariwisata, hal tersebut menjadikan @instapurwokerto menjadi sumber informasi pariwisata seputar purwokerto, citizen journalism berperan sebagai media partisipasi pembangunan, @instapurwokerto sebagai media citizen journalism mendukung kegiatan promosi pariwisataThe Citizen journalism phenomenon allows the audience not only to become consumers, but to become producers in the process of delivering information. This research entitled "Citizen Journalism Role in Promoting Watu Meja Tourism (Case Study of Instagram Account @instapurwokerto). The theory used in this research is Media Convergence Theory by Henry Jefkins. The purpose of this study is to find out how the role of citizen journalism in promoting Watu Meja Tourism on the @instapurowkerto Instagram account. The method used in this study is descriptive with a qualitative approach. The selection of informants in this study used a purposive sampling technique. The informants in this study consisted of the Instagram account admin @instapurwokerto, followers of @instapurwokerto and manager of Perhutani KPH Banyumas Timur. The results showed that the activities of citizen journalism in the Instagram account @instapurwokerto provided public space for people to express their opinions, criticize and share information about tourism, which made @instapurwokerto a source of tourism information around Purwokerto, citizen journalism served as a media for development participation, @instapurwokerto as a citizen journalism media supporting tourism promotion activities
2157524369F1C013039Tingkat Kepuasan Mahasiswa FISIP UNSOED Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Fashion Fitur LINE TODAY Portal berita online dan aplikasi berita online diciptakan karena pada zaman sekarang masyarakat Indonesia sangat menyukai informasi yang up to date, tidak berbayar dan mudah di dapatkan. LINE TODAY menghadirkan konten-konten berita atau informasi yang up to date, dan pengguna terbanyak berasal dari kalangan remaja dewasa usia 18-24 tahun. Kemunculan portal berita online memudahkan para remaja untuk untuk menentukan fashion dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini, tujuan yang ingin ditempuh adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan kepuasan pengguna fitur LINE TODAY dalam pemenuhan kebutuhan informasi fashiom kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan metodelogi survey dan menggunakan teori uses and gratifications pengembangan dari Phillip Palmgreen dalam tahap analisis hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 87 mahasiswa yang terpilih secara acak sebagai responden melalui teknik sampling insidental. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan penggunaan fitur LINE TODAY di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman dengan tingkat kepuasan antara motif penggunaan media sebesar 43.8 dan kepuasan yang diperoleh sebesar 42.7. Hasil tersebut menunjukkan pula bahwa fitur LINE TODAY dinilai masih belum dapat memenuhi kebutuhan informasi fashion. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil perhitungan dari 14 indikator tingkat pemenuhan kebutuhan yang belum dapat terpenuhi semua. Indikator tersebut adalah indikator nomor 6, 8, 9 dan 14.Online news portals applications were created because today Indonesian people really like up to date information, payless and ez to found. LINE TODAY presents up-to-date news or information content, and most users come from adolescents aged 18-24 years. The presence of online news portals makes it easy for teenagers to determine fashion in daily life. In this resreach, the purpose to be discussed: there is no difference in user satisfaction of the LINE TODAY feature in fulfilling fashion information needs fashion at Jenderal Soedirman University Communication Sciences students.. This research is classified in quantitative research with survey methodology and use, the uses and gratification theory of Phillip Palmgreen's development in the analysis of research results. Data collection was done by distributing questionnaires to 87 students randomly as respondents through incidental sampling techniques. LINE TODAY among the students of jendral Soedirman University Communication Science with a level of satisfaction between the motives for media use of 43.8 and satisfaction obtained at 42.7. These results also show that the LINE TODAY feature is considered still unable to found the fashion information needs. This statement is reinforced by the results of the calculation of 14 indicators of the level of fulfillment of all needs that have not been fulfilled. These indicators are indicators number 6, 8, 9 and 14.
2157624370F1A014033Relasi Gender Dalam Ritual Ayam Anggrem Di "Kampung Buruh Migran" Kecamatan Sliyeg Kabupaten IndramayuRelasi gender dalam institusi keluarga, tidak terlepas dari pengaruh kondisi sosial budaya masyarakat di mana keluarga tersebut bertempat tinggal. Hal tersebut seiring dengan konsep gender itu sendiri, yaitu sebagai suatu kontruksi sosial budaya yang tentunya akan mengikuti kondisi sosial budaya di mana masyarakat tersebut ada. Kondisi sosial budaya yang berbeda di Indramayu memperlihatkan adanya tradisi ritual ayam anggrem pasca melakukan tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pemaknaan ritual ayam anggrem dan implikasi pasca adanya ritual ayam anggrem terhadap relasi gender pada suami istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori gender dan konsep Feminis Sosialis sebagai pisau analisisnya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama yaitu 4 orang mantan buruh migran yang melakukan ritual ayam anggrem, serta informan pendukung yaitu 2 laki-laki yang mengetahui sejarah ritual ayam anggrem. Analisis data menggunakan cara Miles dan Huberman yaitu interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Model analisis terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi yang ditujukan untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari tradisi ritual ayam anggrem yaitu dalam seserahan dari perempuan ke laki-laki bukti bahwa perempuan juga nanti bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Kemudian dengan adanya tradisi tersebut masyarakat desa Tugu dan Tugu Kidul saling menghargai satu sama lain dan masih menganut solidaritas mekanik, artinya bahwa masih menganut kesadaran kolektif untuk saling gotong royong antar sesama warga yang terlihat dari makna dari tradisi tersebut. Kemudian dalam Implikasi pasca melakukan ritual ayam anggrem adalah bagaimana di kehidupan rumah tangga setelah pernikahan. Dilihat dari perempuan di desa Tugu dan Tugu Kidul yaitu dari beberapa aspek yang mengubah posisi tawar perempuan menjadi tawar menawar ketika perempuan bebas untuk bekerja diluar rumah memiliki akses atau kuasa bahwa perempuan bisa bekerja, bukan hanya suami saja. Artinya implikasi pasca ritual ayam anggrem terhadap perempuan dan laki-laki adalah relasi gender yang simetris (adil) yang tidak mendominasi satu sama lain.
Gender relations in family institutions are inseparable from the influence of the socio-cultural conditions of the community in which the family resides from. It is in line with the concept of gender it self, namely as a socio-cultural construction which of course will follow the socio-cultural conditions in which the community exists. The difference of socio-cultural conditions in Indramayu show the ritual tradition of “ayam anggrem” after conduct this tradition. This study aims to find out the meaning of chicken anggrem ritual traditions and the implications after the “ayam anggrem” ritual on gender relations on husband and wife.
This research uses a qualitative method with gender theory and the socialist feminist concept as the analytical instrument. Data collection is done through interview, observation, and documentation techniques. The main informants consists of 4 migrant workers former and applied “ayam anggrem” as marriage ritual, as well as supporting informants namely 2 men who knew the history of “ayam anggrem” ritual. Data analysis uses the Miles & Huberman method which is interactive and continues until the obtained data is considered sufficiently. The analysis model consists of data collection, data reduction, data presentation and draw a conclusion. Validation aimed to examine the validity of the data using data triangulation techniques.
The result of the research shows that from the ritual tradition of “ayam anggrem” that is in the seserahan (handover) from woman to man is evidence that woman can later earn a living for their families. Then with this tradition Tugu and Tugu Kidul villagers respect each other and still adhere to mechanical solidarity, it means that they still adhere to the collective awareness of mutual cooperation among villagers as seen from the meaning of the tradition. Then in the implications after performing the “ayam anggrem” ritual is how in the household life after marriage. Seen from woman in Tugu and Tugu Kidul villages, which are from several aspects that change the bargaining position of woman to bargain when woman are free to work outside the home who have access or authority that woman can work, not just husband. This means that post-ritual implications of ayam anggrem for woman and man are symmetrical (fair) gender relations that do not dominate each other.

2157725847F1C015031PENGARUH SOSIALISASI KPU GOES TO SCHOOL TERHADAP MINAT PEMILIH PEMULA PADA PEMILU 2019 DI BANYUMASPemilu 2019 merupakan Pemilu yang istimewa, karena untuk pertama kalinya Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif dilakukan secara bersamaan. Adanya perubahan dalam regulasi dan mekanisme pencoblosan saat pemilihan umum perlu disosialisasikan ke masyarakat, khususnya kepada pemilih pemula yang belum berpengalaman dalam melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Oleh karena itu, pemilih pemula di Banyumas perlu mendapat sosialisasi Pemilu dari KPU Kabupaten Banyumas berupa sosialisasi KPU Goes To School. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah pengaruh sosialisasi dalam memengaruhi minat pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 setelah dilaksanakannya sosialisasi KPU Goes To School. Dalam menganalisis pengaruh sosialisasi, penelitian ini menggunakan model komunikasi satu arah Lasswell yang dianggap sebagai model utama dalam komunikasi politik bersifat linier. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 84 orang responden penelitian yang terbagi dari siswa di SMA Negeri 1 Baturraden, SMK Negeri 2 Banyumas dan MA Negeri 3 Banyumas. Teknik pengambilan sampel dengan menentukan total besaran sampel dengan menggunakan rumus Slovin kemudian menentukan jumlah responden di setiap masing-masing lokasi penelitian dengan rumus alokasi proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang kuat antara sosialisasi KPU Goes To School yang diselenggarakan KPU Kabupaten Banyumas terhadap minat pemilih pemula pada Pemilu 2019 di Kabupaten Banyumas. Unsur komunikasi yang paling kuat memengaruhi pemilih pemula yaitu pesan atau materi sosialisasi. Hal tersebut dikarenakan pesan atau materi sosialisasi menarik, relevan dengan kebutuhan responden dan mudah dipahami.The 2019 election is a special election, because for the first time the Presidential Elections and Legislative Elections are held simultaneously. The changes in the regulations and voting mechanisms during general elections need to be socialized to the public, especially to beginner voters who have not experienced voting at polling stations. Therefore, beginner voters in Banyumas need to receive election socialization from KPU Kabupaten Banyumas in the form of KPU Goes To School socialization. This study aims to analyze whether there is an influence of socialization in influencing the interest of beginner voters in using their voting rights in the 2019 Election after the KPU Goes To School socialization was held. In analyzing the influence of socialization, this study uses the one-way communication model by Lasswell which is considered the main model in political communication is linear. This study uses an explanative quantitative method by distributing questionnaires to 84 research respondents divided from students at SMAN 1 Baturraden, SMK 2 Banyumas and MAN 3 Banyumas. The sampling technique by determining the total sample size using the Slovin formula then determines the number of respondents in each of the study locations with the proportional allocation formula. The results showed that there was a strong influence between KPU Goes To School socialization held by KPU Kabupaten Banyumas towards the interest of first-time voters in the 2019 Election in Banyumas Regency. The most powerful communication element influencing beginner voters that is a message or material on socialization. This is because the message or material of socialization is interesting, relevant to the respondent's needs and easy to understand.
2157826244E1A015278TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGANGKATAN ANAK BAGI PEMOHON YANG BERAGAMA ISLAM
(Studi Penetapan Nomor 18/Pdt.P/2019/PN.Pwt dan Penetapan Nomor 42/Pdt.P/2018/PA.Pwt)
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGANGKATAN ANAK BAGI PEMOHON YANG BERAGAMA ISLAM
(Studi Penetapan Nomor 18/Pdt.P/2019/PN.Pwt dan Penetapan Nomor 42/Pdt.P/2018/PA.Pwt)
Oleh: Nabila Dezty Anggraeni

ABSTRAK
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dalam Pasal 49 telah menjelaskan tentang kewenangan pengadilan agama untuk mengesahkan pengangkatan anak bagi orang yang beragama islam, namun praktiknya pengadilan negeri masih mengesahkan permohonan pengangkatan anak orang yang beragama Islam yang seharusnya sudah menjadi kewenangan absolut dari pengadilan agama. Penelitian ini bersumber pada Penetapan Nomor 18/Pdt.P/2019/PN.Pwt dan Penetapan Nomor 42/Pdt.P/2018/PA.Pwt mengenai permohonan pengangkatan anak yang subjek hukumnya sama-sama beragama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ratio decidendi penetapan hakim pengadilan negeri dan majelis hakim pengadilan agama dalam mensahkan permohonan pengangkatan anak serta mengetahui akibat hukum dari penetapan pengadilan negeri dan pengadilan agama mengenai pengangkatan anak bagi pemohon yang beragama Islam. Peneliti menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, pendekatan perbandingan, dan pendekatan kasus. Pendekatan yang peneliti gunakan merupakan metode pendekatan dalam penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ratio decidendi penetapan majelis hakim pengadilan agama lebih tepat daripada ratio decidendi penetapan hakim pengadilan negeri, karena lebih sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 dan prinsip personalitas keislaman. Pengangkatan anak melalui pengadilan negeri maupun pengadilan agama tidak boleh memutus hubungan darah antara anak dan orang tua kandungnya. Perbedaan akibat hukum pengangkatan anak melalui pengadilan negeri kedudukan anak angkat seperti anak kandung dan dapat mewaris, sementara melalui pengadilan agama anak hanya sebatas pemeliharaan saja dan hanya berhak atas wasiat wajibah paling banyak 1/3 bagian dari harta warisan orang tua angkat.





Kata kunci: Hukum Islam, Hukum Perdata, Pengangkatan Anak
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGANGKATAN ANAK BAGI PEMOHON YANG BERAGAMA ISLAM
(Decision Study Number 18/Pdt.P/2019/PN.Pwt and Decision Number 42/Pdt.P/2018/PA.Pwt)
by: Nabila Dezty Anggraeni

ABSTRACT
Act Number 3 of 2006 in article 49 had been explaining about the competencyof Religious Court to authorize adoption filed by Moslem, but in fact District Court is still receiving the application of adoption filed by Moslem in which it should be the absolute competency of Religious Court. This research comes on the determination of the number 18/Pdt.P/2019/PN.Pwt and determination of the number 42/Pdt.P/2018/PA.Pwt regarding request for adoption whose legal subjects are equally Moslem. This research aims to know racio decidendi determination of the Judge in District Court and the Judges in Religious Court in authorizing the adoption application as well as knowing the legal consequences of the determination District Court and Religious Court about adoption for applicants who are Moslem. This study uses statute approach, conceptual approach, comparative approach, and case approach. The approach that researchers use a method approach in the research of normative legal. The results of this study indicate that the ratio decidendi the determination Judges of the Religious Court is more appropriate than the ratio decidendi the determination Judge of the District Court, because it is more in accordance with Act number 3 of 2006 and the principle of Islamic personality. Adoption through the District Court or Religious Court should not break the blood relationship between the child and his biological parents. Differences due to the legal adoption through a District Court the position of adopted children like biological children and can inherited, while through the Religious Courts children are limited to maintenance and are only entitled to compulsory wills at most 1/3 of the inheritance of the adoptive parents.







Keywords: Islamic Law, Civil Law, Adoption.
2157924433A1H014011Edible Cating Berbasis Minyak Atsiri Sereh (Cymbopogon citratus) dan Kitosan Pada Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Buah stroberi banyak diminati oleh konsumen, namun buah ini cepat mengalami pembusukan setelah 5 hari dari pasca panen. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasi hal tersebut salah satunya yaitu dengan edible coating yang merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan masa simpan produk pertanian segar. Bahan coating yang dipilih harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain mampu menahan oksigen dan uap air, tidak berwarna, tidak berasa. Dalam bidang pangan kitosan dan minyak sereh merupakan salah satu bahan untuk pelapis buah yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba pada buah. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu (1) Mengetahui umur simpan buah stroberi setelah dilapisi dengan edible coating dari kitosan dan minyak atsiri sereh, (2) Mengetahui perbandingan dari masing-masing perlakuan (edible coating dari kitosan, edible coating dari campuran kitosan dengan minyak atsiri sereh, dan tanpa edible coating). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, UNSOED. Penelitian menggunakan 3 perlakuan, yaitu tanpa perlakuan, perlakuan dengan kitosan, dan kombinasi kitosan dengan minyak atsiri sereh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor yang diuji yaitu warna, susut bobot, kekerasan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kitosan dapat mempertahankan warna dengan ΔE sebesar 5.37, susut bobot sebesar 11.94, kekerasan sebesar 0.37, dan uji organoleptik dengan rata-rata sebesar 3.22.Strawberries are in great demand by consument, but they are rapidly decaying after 5 days from post harvest. Therefore, efforts are needed to overcome, one of them is edible coating, which is an approach to increase the shelf life of fresh agricultural products. The selected coating material must meet several criteria, including being able to resist of oxygen and water vapor, colorless. In the food sector, chitosan and citronella essential oil is one of the ingredients for fruit coatings that can be to inhibit microbial growth in fruit. The purpose of this research are (1) To determine the age of strawberry storage after coated with edible coating from chitosan and citronella essential oil, (2) To know the comparison of each treatment (edible coating from chitosan, edible coating from chitosan mixture with citronella essential oil , and without edible coating). The research was conducted for 3 months at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, UNSOED. The research using 3 treatments, this is without treatment, treatment with chitosan, and combination of chitosan with citronella essential oil. This research used a Randomized Block Design (RBD) with 3 treatments and 3 replications. The factors tested were color, weight loss, hardness, and organoleptic test. The results showed treatment with chitosan can defend color with ΔE of 5.37, weight loss of 11.94, hardness of 0.37, and organoleptic test with an average of 3.22.
2158024374E1A013326PELAKSANAAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) DALAM UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor:228/Pid.Sus/TPK/2016/PN.SBY)ABSTRAK
Tindak Pidana Korupsi menurut Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana pengertian tindak pidana korupsi disebutkan; “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Dalam tindak pidana korupsi terdapat beberapa saksi salah satunya saksi pelaku yang bekerjasama untuk mengungkap kasus tersebut yaitu yang dikenal dengan Justice Collaborator. Saksi pelaku atau Justice Collaborator ini berhak mendapatkan perlindungan hukun oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kualitatif.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) adalah lembaga yang bertugas dan berwenang untuk memberikan perlindungan dan hak-hak lain kepada Saksi dan/atau Korban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Adapun beberapa perlindungan yang diberikan oleh LPSK yaitu perlindungan fisik dan psikis, dan perlindungan hukum.
Berdasarkan hasil penelitian, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban telah memberikan perlindungan kepada HK sebagai Justice Collaborator berupa pendampingan selama persidangan sampai mendapatkan putusan Pengadilan yang tetap. Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 12A ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hambatan yang dialami oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam memberikan perlindungan kepada HK sebagai Justice Collaborator dilihat dari faktor geografis. Dimana telah diketahui sebelumnya bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban hanya berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia yaitu di Jakarta. Sedangkan kasus korupsi terkait Pembangunan Gedung DPRD berada di wilayah Jawa Timur.

Kata Kunci: Korupsi, LPSK, Justice Collaborator
ABSTRACT

Corruption in accordance with Article 2 Paragraph (1) of Law Number 31 of 1999 concerning Eradication of Corruption Crimes, where the definition of corruption is mentioned; "Anyone who violently violates an act enriches himself or someone else who is a corporation that can harm the state's finance or the country's economy, is punished with a life sentence or a minimum of 4 (four) years and a maximum of 20 (twenty ) year. In criminal acts of corruption, there were several witnesses, one of whom was a witness who worked together to uncover the case, which was known as Justice Collaborator. The witness of the perpetrator or Justice Collaborator is entitled to legal protection by the Witness and Victim Protection Agency (LPSK).
This research was conducted at the Jakarta Witness and Victim Protection Agency. The approach method used in this research is sociological juridical. Data used in the form of primary data and secondary data. Data is presented systematically and analyzed by qualitative methods.
The Witness and Victim Protection Agency (LPSK) is an institution that has the duty and authority to provide protection and other rights to Witnesses and / or Victims as stipulated in the Law. The protection provided by LPSK is physical and psychological protection, and legal protection.
Based on the results of the research, the Witness and Victim Protection Agency has provided protection to HK as a Justice Collaborator in the form of assistance during the trial to obtain a permanent Court decision. This is in accordance with the provisions of Article 5 paragraph 1 and Article 12A paragraph (1) of Law Number 31 Year 2014 concerning Protection of Witnesses and Victims. The obstacles experienced by the Witness and Victim Protection Agency in providing protection to HK as a Justice Collaborator are seen from geographical factors. Where it was previously known that the Witness and Victim Protection Agency was only located in the State Capital of the Republic of Indonesia, namely in Jakarta. While corruption cases related to the construction of the DPRD Building are in the East Java region.

Keyword: Corruption, LPSK, Justice Collaborator