Artikelilmiahs

Menampilkan 21.621-21.640 dari 50.172 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2162125850K1A015029PENURUNAN COD DAN TSS AIR LINDI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKIMIA DENGAN ELEKTRODA PbO2/PbABSTRAK
Air lindi merupakan suatu cairan yang dapat mencemari lingkungan apabila senyawa organik dan anorganik yang dikandungnya dalam konsentrasi yang tinggi. Air lindi yang memiliki nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan nilai COD dan TSS yaitu dengan metode elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu terbaik yang diperlukan dalam proses elektrolisis sehingga persentase penurunan nilai COD dan TSS mencapai maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan mengelektrolisis air lindi menggunakan anoda PbO2 dan katoda Pb. Hasil penelitian menunjukan persentase penurunan nilai COD dan TSS mencapai 100% pada voltase 12 Volt, jarak elektroda 1 cm, dan pH 1, serta waktu elektrolisis selama 9 jam untuk penurunan COD dan 8 jam untuk penurunan TSS.
ABSTRACT
Leachate is a particular kind of liquid that holds potential of harming the environment when its concentration of organics and inorganics compounds is in high state. Leachate that exhibited high Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS) value should undergo certain processing before its disposal to any aquatic ecosystem. One of the method that have been proven to effectively lower the COD and TSS value is electrochemistry. This research aims to determine voltage, electrode distance, pH, and the best time needed in the electrolysis process to achieve maximum percentage of decrease in COD and TSS values. This research was performed by electrolyzing leachate using PbO2 as anode and Pb as cathode. The result of this research suggests that 100% decreasing percentage of COD and TSS values were achieved at 12 Volt, 1 cm electrode distance, 1 pH value, and electrolysis time of 9 hours for COD value reduction and 8 hours for TSS value reduction.
2162224411D1E014052PENGARUH LAMA PEMBALURAN JUS BUAH CARICA (Carica candamarcencis) TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING PAHA AYAM NIAGA PETELUR AFKIRPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pembaluran jus buah carica terhadap kualitas fisik daging paha ayam niaga petelur afkir yang terbaik sehingga dapat meningkatkan kualitas fisik daging paha ayam niaga petelur afkir. Materi penelitian yang digunakan adalah 20 daging paha ayam niaga petelur afkir dan 2 kg buah carica. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging dibalur jus buah carica 20% dari bobot daging selama 0 (sesaat) menit (R0), 30 menit (R1), 60 menit (R2), 90 menit (R3) dengan setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur berupa pH, keempukan, susut masak, dan daya ikat air. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pembaluran jus buah carica berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai keempukan dengan rataan 0,0412 mm/g/dt, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dengan rataan 5,65 dan susut masak dengan rataan 47,60 % pada daging paha ayam niaga petelur afkir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa lama pembaluran jus buah carica dengan waktu terbaik 90 menit dapat meningkatkan kualitas fisik seperti pH, susut masak dan keempukan.The aim of study was to determine the effect of the duration of the best carica fruit rinsing on the physical quality of chicken thigh meat laying commerce by the best so that it can improve the physical quality of chicken thigh meat laying commerce. The research material used was 20 chicken thigh meat laying commerce and 2 kg carica fruit. The method used was experimental method using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments namely meat in carica fruit juice line 20% of meat weight for 0 (momentary) minutes (R0), 30 minutes (R1), 60 minutes (R2), 90 minutes (R3) with each treatment repeated 5 times. Variables measured are pH, tenderness, cooking losses, and water binding capacity. The data obtained were analyzed using variance analysis and continued with the Honest Real Difference test (BNJ). The results of the variance analysis showed that carica fruit juice had a very significant effect (P<0.01) on tenderness values with an average of 0,0412 mm/g/dt, and significantly affected pH with an average of 5,65 and cooking losses with an average of 47,60 % on chicken thigh meat laying commerce. The conclusion of this study was that the long duration of carica fruit juice with the best time of 90 minutes can improve physical quality such as pH, cooking losses and tenderness.
2162325992D1B017006PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI ONGGOK-AMPAS TAHU DENGAN JAMUR ONCOM MERAH DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP BOBOT USUS DAN GIZZARDPenelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Fermentasi Onggok-Ampas Tahu Dengan Jamur Oncom Merah Dalam Pakan Ayam Broiler Terhadap Bobot Usus dan Gizzard”, dilaksanakan di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian fermentasi onggok ampas tahu terhadap bobot usus dan gizzard. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam pedaging sebanyak 80 ekor, kandang baterai, tempat pakan dan tempat minum timbangan analitik dengan kepekaan 0,1, timbangan digital, tempat pakan, tempat minum, autoclave, nampan plastik, wrap plastic, dan incubator. Bahan yang digunakan untuk pakan percobaan fermentasi onggok ampas tahu (FOAT), onggok 50 kg, jamur oncom merah yang mengandung kapang Neurospora sp., ampas tahu 25 kg, air kelapa, dan aquades. Bahan lain yang digunakan untuk keperluan pemeliharaan yaitu obat-obatan, vitamin, dan desinfektan. Ayam pada periode starter diberikan pakan komersial pada umur 1-7 hari. Bahan pakan yang digunakan untuk percobaan yaitu tepung jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, dedak padi, premix, minyak, L-lysin HCl, dan Methionine. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor. Pemberian diberikan dengan 5 level sebagai berikut: R0 0% (kontrol), R1 20% (FOAT 5,5%), R2 50% (FOAT 11%), R3 80% (FOAT 16,5%), dan R4 100% (FOAT 22%). Rataan bobot usus kisaran 31,80 gram sampai dengan 34,58 gram. Rataan bobot gizzard kisaran 17,54 gram sampai dengan 21,61 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FOAT berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot gizzard. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian fermentasi onggok ampas tahu (FOAT) dalam ransum ayam broiler bahwa mempunyai pengaruh yang sama terhadap bobot gizzard tetapi tidak mempengaruhi bobot usus. Bobot gizzard masih mengalami penurunan sampai pemberian FOAT 22%.This research entitled "The Effect of Feeding Cassava Waste-Tofu dregs Fermentation with Red Oncom Fungi in Broiler Chicken Feed On the Weights of the Intestine and Gizzard", was carried out at the Experimental Farm and Laboratory of Animal Food Materials Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The purpose of this study was to determine the effect of the feeding of cassava waste-tofu dregs fermentation on intestinal and gizzard weights. The material used in this study were 80 broilers and 22 as replacement stock; battery cages, feed containers and drinking containers analytical scales with a sensitivity of 0,1, digital scales, feed containers, drinking containers, autoclaves, plastic trays, plastic wrap, and incubators. The material used for cassava waste-tofu dregs fermentation experimental feed, 50 kg of cassava waste, red oncom fungi containing Neurospora sp., 25 kg tofu dregs, coconut water, and distilled water. Other materials used for maintenance purposes are drugs, vitamins, and disinfectants. Chicken in the starter period is given commercial feed at the age of 1-7 days. The feed ingredients used for the experiment were corn flour, soybean meal, fish meal, rice bran, premix, oil, L-lysin HCl, and Methionine. The study was conducted with an in vivo experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Each unit consists of 4 experiments. The feeding is given with 5 levels as follows: R0 0% (control), R1 20%, R2 50%, R3 80%, and R4 100%. The average intestinal weight ranges from 31,80 grams to 34,58 grams. The average weight of gizzard ranges from 17,54 grams to 21,61 grams. The results showed that feeding tofu cassava waste fermentation had a significant effect (P<0,05) on gizzard weight. The conclusion of this study is the the effect of feeding of cassava waste-tofu dregs fermentation in broiler chicken rations that has the same effect on gizzard weight but does not affect intestinal weight. Gizzard weight still decreased until 22% feeding cassava waste-tofu dregs fermentation.
2162424412C1A014112PENGARUH MODAL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KERAJINAN KULIT (STUDI KASUS INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI DUSUN MANDING DESA SABDODADI KECAMATAN BANTUL PROVINSI D.I YOGYAKARTA)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Modal Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri
Kerajinan Kulit (Studi Kasus Industri Kerajinan Kulit di Dusun Manding, Desa Sabdodadi,
Kecamatan Bantul, Provinsi D.I Yogyakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja dan peranan industri kulit terhadap pendapatan rumah tangga di Industri Kulit Dusun Manding. Jenis penelitian in menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Popoulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemilik industri kulit di Dusun Manding. Jumlah responden yang diambil dari penelitian ini adalah 42 unit usaha. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel modal berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Dusun Manding, (2) variable produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Dusun Manding, (3) variabel nilai produksi berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Dusun Manding, (4) industri kulit Manding berperan sebanyak 92% terhadap pendapatan rumah tangga. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu 1. Membangun koperasi dalam Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan cara memberikan kredit melalui koperasi agar memberikan kemudahan kepada masyarakat di Dusun Manding dalam mengembangkan usaha.Bagi para pemilik usaha industri kulit di Dusun Manding diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam membuat kerajinan-kerajinan kulit mengikuti selera konsumen seperti membuat dompet kecil atau card holder menggunakan inisial nama, agar bisa menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan. Melakukan promosi menggunakan sosial media seperti facebook dengan tujuan memperluas akses pasar agar kerajinan kulit Manding dikenal masyarakat luas.
This study is entitled &quot;The Effect of Capital on Labor Absorption in the Leather Craft Industry (Case Study of Leather Craft Industry in Manding Hamlet, Sabdodadi Village, Bantul District, DI Yogyakarta Province.&quot; This study aims to identify and analyze the factors that influence energy absorption work and the role of the leather industry on household income in the Manding Hamlet Leather Industry This type of research uses quantitative and qualitative methods.The popoulation used in this study is the owner of the leather industry in Manding Hamlet.The number of respondents taken from this study is 42 business units. The sampling technique used in this study is census.The The results of the study show that (1) the capital variable has a positive effect on labor absorption in Manding Hamlet, (2) the labor productivity variable has a positive effect on employment in Manding Hamlet, (3) variable Production value has a positive effect on employment in Manding Hamlet, (4) the Manding leather industry accounts for 92% of household income. The implication of the conclusion above is that it builds cooperatives in Small and Medium Enterprises (UKM) by providing credit through cooperatives to provide convenience to the people in Manding Hamlet in developing businesses. For leather industry business owners in Manding Hamlet, it is hoped that they are more creative and innovative Leather crafts follow consumer tastes such as making small wallets or card holders using initials, so they can attract consumer interest and increase sales. Promote using social media such as Facebook with the aim of expanding market access so that Manding&#39;s leather craft is widely known.
2162524413F1D013015Lembaga Dakwah Kampus dan Gerakan Mahasiswa Islam di Kota Purwokerto (Studi tentang UKKI Unsoed dan Al-Kahfi UMP)Penelitian yang berjudul “Lembaga Dakwah Kampus dan Gerakan Mahasiswa Islam di Kota Purwokerto (Studi tentang UKKI Unsoed dan Al Kahfi UMP)” ini secara umum bertujuan untuk; 1) Memahami dan mendeskripsikan tentang perkembangan gerakan LDK di Kota Purwokerto. 2) Mengetahui dan menjelaskan perbedaan gerakan LDK di Unsoed, dan UMP.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme serta menggunakan perspektif pasca-strukturalis dan pendekatan studi kasus. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Di dalam kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Islamisme dan Gerakan Sosial Baru.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa LDK merupakan salah satu gerakan Islam Politik yang cukup masif di Purwokerto. Gerakan ini berupaya menempatkan Islam sebagai suatu sistem komprehensif untuk mengatur semua aspek kehidupan yang merupakan ekses dari Islamisme. Dalam perkembangannya, LDK melakukan penetrasi ke berbagai kampus di Purwokerto yang menghasilkan perbedaan pola gerakan sesuai dengan latar belakang almamater dan kualitas mahasiswanya, termasuk pada UKKI Unsoed dan Al-Kahfi UMP. UKKI Unsoed lebih menitikberatkan pada pengenalan simbol-simbol keislaman melalui kajian Islam kontemporer, sedangkan Al-Kahfi UMP fokus pada perluasan gerakannya sebagai LDK dengan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan organisasi lain agar mendapatkan legitimasi. Hal ini dilakukan karena perbedaan respon dari kedua kampus, di mana Unsoed sebagai kampus umum memberikan ruang gerak yang leluasa bagi LDK namun UMP sebagai kampus Muhammadiyah membatasi LDK karena khawatir akan infiltrasinya.
Gerakan LDK pun dapat disebut sebagai Gerakan Sosial Baru karena berupaya menciptakan ruang publik di mana terdapat wacana demokratis tentang otonomi, kebebasan individual, kolektivitas serta identitas individu di dalamnya.
The research entitled "Campus Da'wah Institution and Islamic Student Movement in Purwokerto City (Study of UKKI Unsoed and Al Kahfi UMP)" generally aims to; 1) Understanding and describing the development of the LDK movement in Purwokerto City. 2) Know and explain the differences in LDK movements in Unsoed, and UMP.
The method used in this research is a qualitative research method using the constructivism paradigm and using a post-structuralist perspective and a case study approach. While in the selection of informants, researchers used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection in this study using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Within the framework of thought this research uses the framework of Islamism and the New Social Movement.
The results of this research reveal that LDK is one of the political movements that is quite massive in Purwokerto. This movement seeks to place Islam as a comprehensive system to regulate all aspects of life which are excesses of Islamism. In its development, LDK penetrated various campuses in Purwokerto which resulted in differences in movement patterns according to the alma mater's background and the quality of his students, including UKKI Unsoed and Al-Kahfi UMP. UKKI Unsoed focuses more on the introduction of Islamic symbols through contemporary Islamic studies, while Al-Kahf UMP focuses on expanding its movement as LDK by conducting various activities involving other organizations to gain legitimacy. This was done due to differences in response from the two campuses, where Unsoed as a public campus provided free space for LDK but the UMP as the Muhammadiyah campus limited LDK for fear of infiltration.
The LDK movement can also be called the New Social Movement because it seeks to create a public space where there are democratic discourses on autonomy, individual freedom, collectivity and the identity of individuals in it.
2162624414D1B017031PENAMBAHAN KOLOSTRUM SAPI DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA PADA KEFIR SUSU TERHADAP KADAR PROTEIN, ANTIOKSIDAN DAN KADAR AIRPenelitian berjudul “Penambahan Kolostrum Sapi dengan Persentase yang Berbeda pada Kefir Susu terhadap Kadar Protein, Antioksidan dan Kadar Air”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kolostrum sapi terhadap kadar protein, antioksidan dan kadar air, serta mengetahui perbedaan pengaruh peningkatan persentase kolostrum sapi pada kefir susu. Materi yang digunakan adalah susu sapi sebanyak 17,5 liter, kolostrum sapi 3 liter, biji kefir 400 gram. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = susu sapi 100% + kolostrum sapi 0%, P1 = susu sapi 90% + kolostrum sapi 10%, P2 = susu sapi 80% + kolostrum sapi 20%, P3 = susu sapi 70% + kolostrum sapi 30%. Peubah yang di ukur adalah kadar protein, antioksidan dan kadar air. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penambahan kolostrum sapi dengan persentase sampai dengan 30% pada kefir susu berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar protein, antioksidan dan kadar air dengan rataan kadar protein 2,28%, antioksidan 62,29% dan kadar air 87,01%. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) yaitu Perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan P0 pada kadar protein, antioksidan dan kadar air.The study entitled "Addition of Cow Colostrum with Different Percentages of Milk Kefir to Protein Content, Antioxidant and Water Content". This study aims to determine the effect of addition of cow colostrum on protein content, antioxidant and water content, and to know the difference in the effect of increasing the percentage of cow colostrum on milk kefir. The material used was 17.5 liters of cow milk, 3 liters of cow colostrum, 400 grams of kefir grain. The experimental research method uses Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. Treatment consisted of P0 = 100% cow milk + cow colostrum 0%, P1 = cow milk 90% + cow colostrum 10%, P2 = cow milk 80% + cow colostrum 20%, P3 = 70% cow milk + cow colostrum 30% . The variables measured were protein content, antioxidant and water content. The results of the variance analysis showed that the addition of cow colostrum with a percentage of up to 30% in milk kefir had a very significant effect (P <0.01) on protein content, antioxidant and water content. The average protein content was 2.28%, 62.29% antioxidant and water content 87.01%. The results of further tests of Honest Real Difference (BNJ), namely the P3 treatment differed significantly with P0 on protein, antioxidant and water content.
2162724415C1C014072ANALISIS PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DI INDONESIA BERDASARKAN STANDAR GLOBAL REPORTING INITIATIVE G4
(Studi Komparatif Bank Pemerintah dan Bank Swasta)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan luas pengungkapan CSR yang disusun oleh perbankan di Indonesia dengan menggunakan standar GRI G4. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini sesuai dengan standar GRI ada enam yaitu ekonomi, lingkungan, praktik kerja dan kenyamanan bekerja, hak asasi manusia, masyarakat, dan tanggung jawab produk. Metode yang digunakan merupakan kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari database Global Reporting Initiative atau website perbankan terkait. Sampel dalam penelitian ini adalah 42 laporan keberlanjutan (sustainability report) yang disusun oleh 6 perbankan BUMN dan 8 perbankan swasta. Periode laporan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari tahun 2013 hingga 2016.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pada keenam aspek yang diuji. Perbedaan yang didapat pada hasil penelitian ini adalah aspek ekonomi memiliki perbedaan sebesar 22%, aspek lingkungan memiliki perbedaan sebesar 13%, aspek praktik ketenagakerjaan dan kenyaman bekerja memiliki perbedaan sebesar 14%, aspek hak asasi manusia memiliki perbedaan sebesar 18%, aspek masyarakat memiliki perbedaan sebesar 12%, dan aspek tanggung jawab produk memiliki perbedaan sebesar 13%. Penelitian ini menyarankan kepada Pemerintah Indonesia selaku regulator dalam pelaporan CSR untuk dapat membuat peraturan yang dapat meningkatkan kesadaran perbankan atau perusahaan pada umumnya akan pentingnya suatu laporan keberlanjutan. Penelitian ini juga mnyarankan kepada perbankan di Indonesia untuk dapat terus memperbaiki performanya dalam pelaksanaan kegiatan CSR serta penyusunan laporan berkelanjutan.
This study aims to examine the broad differences in CSR disclosures prepared by banks in Indonesia using the GRI G4 standard. The aspects examined in this study are in accordance with GRI standards, there are six, namely economics, environment, work practices and work comfort, human rights, society, and product responsibility. The method used is quantitative by using descriptive statistics. The data used is secondary data taken from the Global Reporting Initiative database or related banking websites. The sample in this study was 42 sustainability reports compiled by 6 BUMN banks and 8 private banks. The reporting period used in this study was from 2013 to 2016.
The results of this study found that there were differences in the six aspects tested. The difference in the results of this study is that the economic aspect has a difference of 22%, the environmental aspect has a difference of 13%, employment practices and working comfort have a difference of 14%, the human rights aspect has a difference of 18%, the community aspect by 12%, and aspects of product responsibility have a difference of 13%. This research suggests to the Government of Indonesia as the regulator in CSR reporting to be able to make regulations that can increase banking or company awareness in general on the importance of a sustainability report. This research also suggested to banks in Indonesia to be able to continue to improve their performance in the implementation of CSR activities and the preparation of sustainability report.
2162824427A1H014059PENDUGAAN UMUR SIMPAN GULA KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN METODE AKSELERASI DENGAN PENDEKATAN KADAR AIR KRITISKeterangan umur simpan (masa kadaluarsa) produk pangan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada label kemasan produk pangan. Pencantuman informasi umur simpan menjadi sangat penting karena terkait dengan keamanan produk pangan dan untuk memberikan jaminan mutu pada saat produk sampai ke tangan konsumen. Penentuan umur simpan produk pangan dapat dilakukan dengan menyimpan produk pada kondisi penyimpanan yang sebenarnya. Cara ini menghasilkan hasil yang paling tepat, namun memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Kendala yang sering dihadapi oleh industri dalam penentuan umur simpan suatu produk adalah masalah waktu, karena bagi produsen hal ini akan mempengaruhi jadwal keluar suatu produk pangan. Oleh karena itu diperlukan metode pendugaan umur simpan yang cepat, mudah, murah dan mendekati umur simpan yang sebenarnya. Metode pendugaan umur simpan dapat dilakukan dengan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT), yaitu dengan cara menyimpan produk pangan pada lingkungan yang menyebabkannya cepat rusak, baik pada kondisi suhu atau kelembaban ruang penyimpanan yang lebih tinggi. Salah satu produk pangan yang memiliki umur simpan cukup lama adalah gula kelapa Kristal. Kadar air dan aktivitas air (A¬¬¬¬¬w) yang tinggi akan ditunjukkan oleh tekstur produk yang sedikit lengket. Kadar air gula kelapa kristal yang tinggi akan memicu terjadinya penggumpalan gula (clumping), hal ini juga akan mengurangi kualitas fisik produk. Sehingga diantara model untuk menduga umur simpan produk pangan secara cepat adalah dengan pendekatan kadar air kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur simpan dari gula kelapa kristal dengan dua kemasan berbeda yaitu Polietilen dan Alumunium Foil dengan menggunakan pendekatan kadar air kritis. Hasil penelitian menunjukan penyimpanan gula kelapa kristal dengan menggunakan kemasan alumunium foil yaitu selama 932 hari atau 2 tahun 6 bulan dan dengan menggunakan kemasan Polietilen (PE) yaitu selama 1.476 hari atau 4 tahun 2 bulan pada RH 60%.Information on shelf -life (expired time) of food products is one of the information that must be included by producers on food product packaging labels. Inclusion of information on shelf life is very important because it is related to the safety of food products and to provide quality assurance when the product reaches the consumer. Determining the shelf life of food products can be done by storing the product in actual storage conditions. This method produces the most appropriate results, but requires a long time and a large cost. Constraints that are often faced by industry in determining the shelf life of a product is a matter of time, because for producers it will affect the launching schedule of a food product. Therefore, it is necessary to estimate the shelf life method fast, easy, cheap and close to the actual shelf life. Estimating method of shelf life can be done using the Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) method, which is by storing food products in an environment that causes them to break down quickly, both at higher temperature or humidity conditions. One of food product that has a long shelf life is Crystal coconut sugar. Water content and high water activity (Aw) will be indicated by the slightly sticky texture of the product. High levels of crystal coconut sugar water will trigger clumping, it will also reduce the physical quality of the product. So that among the models to predict the shelf life of food products quickly is a critical water content approach. The purpose of this research was to determinate the shelf-life of crystal coconut sugar with two different packages by using a critical moisture content approach. The results showed that the storage of crystal coconut sugar using aluminum foil packaging was 932 days or 2 year 6 months and using polyethylene (PE) packaging which was for 1.476 days or 4 year 2 months.

2162925853G1B015034Pengaruh Suspensi Ekstrak Etanol Daun Piladang (Solenostemon Scutellarioides (L.) Codd) terhadap Kadar Fibroblast Growth Factor 2 (FGF-2) Model Periodontitis Kronis (Studi In Vivo pada tikus Sprague dawley)Periodontitis kronis merupakan penyakit inflamasi dan kerusakan jaringan periodontal yang disebabkan oleh bakteri Porphyromonas gingivalis (PG), ditandai dengan pembentukan resesi gingiva dan poket periodontal. Perawatan utama periodontitis kronis adalah scaling dan root planing (SRP). Terapi adjuvant berupa host modulation therapy (HMT) diberikan untuk mendukung perawatan utama. Peran HMT di antaranya adalah menginduksi berbagai faktor penyembuhan jaringan seperti FGF-2. Salah satu perawatan HMT adalah menggunakan doxycyclin dosis rendah (SDD) namun memiliki efek samping seperti dispepsia, rash, dan diare. Penelitian ini bertujuan mencari alternatif HMT berupa bahan alami. Ekstrak etanol daun piladang (Solenostemon scutellarioides) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi immunomodulasi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun piladang terhadap kadar FGF-2 tikus model periodontitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan randomized posttest-only control grup design.Penelitian ini menggunakan 36 tikus Sprague dawley jantan yang terbagi menjadi 9 kelompok yaitu kelompok P (perlakuan menggunakan ekstrak etanol daun piladang), KP (kontrol positif menggunakan SDD), dan KN (kontrol negatif menggunakan Na-CMC 1%) dengan masing-masing kelompok hari ke-3, 5, dan 7 hari. Kadar FGF-2 dihitung menggunakan metode ELISA. Data menunjukkan kadar FGF-2 kelompok P lebih tinggi dibandingkan dengan KP dan KN pada hari ke-3, 5, dan 7. Hasil uji statistik One-way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antar kelompok. Hasil uji Post Hoc menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok P3 dengan KP3 dan KN3, P5 dengan KP5 dan KN5, serta P7 dengan KN7. Hal tersebut menunjukkan ekstrak etanol daun piladang mampu memberikan pengaruh terhadap kadaf FGF-2 sejak hari ke-3 sementara SDD mampu memberi pengaruh pada hari ke-7 perlakuan. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian suspensi ekstrak etanol daun piladang terhadap kadar FGF-2 tikus model periodontitis kronis.Chronic periodontitis is an inflammatory and destruction of periodontal tissue caused by Porphyromonas gingivalis (PG), characterized by gingival recession and periodontal pocket formation. The primary treatment for this disease is scaling and root planing (SRP). Host modulation therapy (HMT) is an adjunctive therapy to support the primary treatment to induce various tissue-healing factors such as FGF-2. Low-dose doxycycline (SDD) is one of HMT treatment. However, SDD causes some side effects such as rash and diarrhea. Discovering natural alternative for HMT treatment is essential. Piladang leaf (Solenostemon Scutellarioides (L.) Codd) ethanolic extract contains flavonoid, saponin, and tanin which are potential as immunomodulatory and antimicrobial agents. This research aimed to know the effect of piladang leaf ethanolic extract on FGF-2 level in periodontitis rat models.This study was experimental laboratory research with randomized posttest-only control group design.
Thirty six male Sprague dawley rats were divided into nine groups: P groups (treated with piladang leaf ethanolic extract), KP groups (positive control treated with SDD), and KN groups (negative control treated with Na-CMC 1%) with 3 different experimental day groups: day 3, 5, and 7. FGF-2 levels were measured by ELISA method. Treatment groups showed higher FGF-2 level on day 3, 5, and 7 compared to positive and negative control groups. One-way ANOVA test showed a significant difference (p < 0.05) between each groups. Post Hoc LSD test showed significant differences (p < 0.05) between P3 compared to KP3 and KN3, P5 compared to KP5 and KN5, and P7 compared to KP7 and KN7. The result showed piladang leaf ethanolic extract begins to affect the FGF-2 levels by day 3 meanwhile SDD begins to affect the FGF-2 levels by day 7. The conclusion of this research is that piladang leaf ethanolic extract can affect the FGF-2 level in chronic periodontitis rat models.
2163024416F1I014012PENGARUH PARTAI ADALETE VE KALKINMA PARTISI (AKP) TERHADAP IDENTITAS NEGARA (STATE IDENTITY) TURKI TAHUN 2002-2017Penelitian ini menjelaskan pengaruh partai Adelete Ve Kalkinma Partisi (AKP) terhadap Identitas Negara (State Identity) Turki pada tahun 2002-2017. Penelitian ini fokus kepada perubahan yang dilakukan AKP terhadap identitas negara Turki pada tahun 2002-2017. 2002 yang merupakan awal pemerintahan Turki dibawah AKP, serta dibatasi pada tahun 2017 yang merupakan batas penulis dalam meneliti dikarenakan keterbatasan waktu, mengingat AKP masih memerintah sampai saat ini.
Penelitian ini menggunakan konsep pendekatan state identity oleh Maxym Alexandrov yang merekonseptualisasikan state identity agar lebih komprehensif. Serta, menggunakna teori peran (role theory) untuk melihat peran kelompok AKP dalam kebijakan luar negeri Turki. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, AKP berhasil membentuk state identity baru yang mendasarkan pada nilai-nilai sejarah, budaya dan sosialisasi masyarakat Turki dengan adanya democratic conservative yang mengakomodir berbagai ideologi di masyarakat Turki yang beragam, sekularisme, liberalisme dan konservatif dengan membuat kebijakan yang bersifat universal.
This study explains the influence of Adelete Ve Kalkinma Partition (AKP) party on Turkish State Identity in 2002-2017. This research focuses on the changes made by the AKP to Turkish state identity in 2002-2017. 2002 which was the beginning of the Turkish government under the AKP, and was limited to 2017 which was the author's boundary in research due to time constraints, considering that the AKP still governed until now.
This research uses the concept of the state identity approach by Maxym Alexandrov who reconceptualizes the state identity to be more comprehensive. And, to use role theory to see the role of the AKP group in Turkish foreign policy. This type of research is qualitative research.
Based on the results of the research, the AKP succeeded in forming a new state identity based on the historical values, culture and socialization of Turkish society with the democratic conservative that accommodates various ideologies in diverse Turkish societies, secularism, liberalism and conservatives by making universal policies.
2163124417H1H014008PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM BIOFLOK Budidaya ikan lele dumbo terus dikembangkan melalui intensifikasi budidaya akan tetapi hal tesebut berpengaruh terhadap kualitas airnya. Kualitas air media budidaya yang cenderung menurun karena padat tebar yang tinggi dapat diatasi dengan beberapa metode salah satunya dengan teknologi bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pertumbuhan berat mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup, Laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR) dan produksi (yield) pada Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada system pemeliharaan dengan menggunakan teknologi bioflok yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan antara lain pemeliharan lele dumbo menggunakan sistem penambahan bakteri tanpa aerasi dan resirkulasi (P1), pemeliharan lele dumbo menggunakan sistem bioflok dengan aerasi (P2), pemeliharan lele dumbo menggunakan sistem bioflok dengan resirkulasi (P3), dan pemeliharan lele dumbo menggunakan sistem bioflok dengan aerasi dan resirkulasi (P4). Berdasarkan hasil penelitian diketahui dari semua perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, rasio konversi pakan (FCR), dan kelangsungan hidup, sedangkan nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan Yield tidak berpengaruh nyata. Perlakuan menggunakan sistem bioflok dengan aerasi dan resirkulasi menghasilkan pertambahan berat, pertambahan panjang dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.African catfish cultivation continues to be developed through intensification of cultivation, but it affects the quality of the water. Water quality of cultivation media which tends to decrease due to high stocking density can be overcome by several methods, one of them is biofloc technology. This study aims to determine the value of growth, survival, specific growth rate (SGR), feed conversion ratio (FCR) and production (yield) in African catfish (Clarias gariepinus) in maintenance systems using different biofloc technology. The research method used was an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments given include maintenance of African catfish using a system of adding bacteria without aeration and recirculation (P1), maintenance of African catfish using a biofloc system with aeration (P2), maintenance of African catfish using a recirculation (P3) biofloc system, and maintenance of African catfish using a system biofloc with aeration and recirculation (P4). Based on the results of the study, it was found that all treatments had a significant effect on the value of absolute weight growth, absolute length growth, feed convertion ratio (FCR), and survival, while the specific growth rate (SGR) and Yield were not significantly affected. Treatment using biofloc systems with aeration and recirculation resulted in the best value for weight gain, length increase and specific growth rate (SGR) compared to other treatments.
2163224418H1B014040Solusi Persamaan Diophantine Non-linier ((7^k)-1)^x+(7^k)^y=z^2Penelitian ini membahas tentang penentuan solusi persamaan Diophantine non-linier ((7^k)-1)^x+(7^k)^y=z^2 dengan x, y, dan z adalah bilangan bulat non-negatif, serta k adalah bilangan bulat genap positif. Solusi untuk x=0 dan y=0 diperoleh menggunakan konjektur Catalan. Sementara itu, solusi untuk x>=1 dan y>=1 diperoleh menggunakan teori kekongruenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan Diophantine tersebut mempunyai solusi tunggal yaitu (x,y,z)=(1,0,7^(k/2)).This research discusses the determination of the solution of a non-linear Diophantine ((7^k)-1)^x+(7^k)^y=z^2 equation with x, y, and z are an integer non-negative, and k is an even positive integer. The solution to x=0 and y=0 are obtained using Catalan conjecture. Meanwhile, the solution to x>=1 dan y>=1 are obtained using theory of congruence. The research results show that Diophantine equation have single solution is (x,y,z)=(1,0,7^(k/2)).
2163324431F1B013039Efektivitas Program Matahari Untuk Kaum Papa di Kabupaten Purbalingga (Studi Pada SMK Negeri 3 Purbalingga)Kemiskinan merupakan permasalahan di Indonesia yang belum terselesaikan hingga saat ini, begitu pula di Kabupaten Purbalingga. Kabupaten Purbalingga merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Eks Karesidenan Banyumas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kabupaten Purbalingga memiliki program pengentasan kemiskinan yaitu Program Matahari Untuk Kaum Papa. Program ini menjadi program unggulan untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberikan pendidikan gratis pada siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan harapan dapat mengentaskan keluarganya dari kemiskinan. Program ini mendapatkan penghargaan TOP 35 SiNovik pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana efektivitas Program Matahari Untuk Kaum Papa di Kabupaten Purbalingga. Untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan dimensi pengukuran efektivitas dari Subagyo (dalam Budiani, 2007:53) yaitu ketepatan sasaran; sosialisasi program; tujuan program; dan pemantauan.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitaf deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik propotionate stratified random sampling berdasarkan tingkatan kelas yaitu kelas XI dan XII. Jumlah populasi sebanyak 163 siswa dan sampel yang diambil sebanyak 110 siswa berdasarkan tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%. Metode analisis data menggunakan distribusi frekuensi, mean, dan modus untuk menyajikan data hasil penelitian, kemudian efektivitas program untuk mengukur tingkat efektivitas dari program.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Program Matahari Untuk Kaum Papa berada pada tingkat cukup efektif. Sedangkan pada setiap dimensi, dimensi ketepatan sasaran mendapatkan hasil sangat efektif; dimensi sosialisasi program hasilnya cukup efektif; dimensi tujuan program cukup efektif; dan dimensi pemantauan tidak efektif.
Poverty is a problem in Indonesia that has not been resolved until now, this problem also occurs in Purbalingga Regency. Purbalingga Regency is the district with the highest poverty rate in the former residency of Banyumas. To solve this problem, Purbalingga Regency has a poverty alleviation program, the Sun For Papa Program. This program is a superior program to alleviate poverty by providing free education to students from poor families in the hope of alleviating their families from poverty. This program received the TOP 35 SiNovik award in 2016. The purpose of this study was to find out and describe how effective the Sun For Papa Program was in Purbalingga Regency. To achieve the objectives of this study using the dimensions of effectiveness measurement from Subagyo (in Budiani, 2007: 53), namely the target accuracy; program socialization; program objectives; and monitoring.
The research method used in this study is descriptive quantitative, sampling using the propotionate stratified random sampling technique based on class levels namely class XI and XII. The total population is 163 students and the sample taken is 110 students based on the determination of the number of samples from Isaac and Michael with an error rate of 5%. The method of data analysis uses frequency distribution, mean, and mode to present research data, then the effectiveness of the program to measure the effectiveness of the program.
The results of the study show that the Effectiveness of the Sun For Papa Program is at a level that is quite effective. While in each dimension, the dimensions of target accuracy get very effective results; the program socialization dimension is quite effective; the dimensions of the program objectives are quite effective; and monitoring dimensions get ineffective.
2163424435A1L014154PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH CAIR TAHU DAN NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L) DI TANAH INCEPTISOLPenelitian ini bertujuan untuk : 1) Menjelaskan pengaruh pemberian POC limbah cair tahu dan POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, 2) Menjelaskan pengaruh pemberian POC limbah cair tahu dan POC Nasa pada interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, 3) Menjelaskan kombinasi yang tepat untuk pertumbuhan tanaman caisim. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2018 di kebun percobaan dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi POC Nasa dan limbah cair tahu yang terdiri dari 6 taraf yaitu P1 = POC Nasa 100%, P2 = POC Nasa 75% + POC limbah cair tahu 25%, P3 = POC Nasa 50% + POC limbah cair tahu 50%, P4 = POC Nasa 25% + POC limbah cair tahu 75%, P5 = POC limbah cair tahu 100%, dan P6 = Tanpa perlakuan. Faktor kedua yaitu interval pemberian yang terdiri dari 3 taraf yaitu W1 = pemberian setiap 1 minggu, W2 = pemberian setiap 2 minggu, dan W3 = pemberian setiap 3 minggu. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk kering, bobot akar kering, suhu dan kelembaban, intensitas cahaya, dan pH tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang direkomendasikan yaitu POC Nasa 25%+limbah cair tahu 75% sehingga menghasilkan 85,14 t/ha. Interval pemberian pupuk yang direkomendasikan yaitu pemberian 3 minggu sekali sehingga menghasilkan 81,78 t/ha. Kombinasi antara konsentrasi pupuk dan interval pemberian yang direkomendasikan yaitu POC Nasa 25%+limbah cair tahu 75% dengan interval pemberian 2 minggu sekali, sehingga menghasilkan tanaman caisim sebanyak 103,38 t/ha.This research aimed to: 1) Explain the effect of giving tofu liquid waste POC and Nasa on the growth and yield of caisim plants, 2) Explain the effect of giving tofu liquid waste POC and Nasa at different time intervals on the growth and yield of caisim plants, 3) Explain the right combination for the growth of the caisim plant. The research was conducted from July to October 2018 at experimental farm and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto.The research design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was the concentrated of Nasa POC and tofu liquid waste consists of 6 levels, namely P1 = 100% Nasa POC, P2 = 75% Nasa POC + 25% tofu liquid waste POC, P3 = 50% Nasa POC + 50% tofu liquid waste POC, P4 = 25% Nasa POC + 75% tofu liquid waste POC, P5 = 100% tofu liquid waste POC, and P6 = Without treatment. The second factor was interval gave which consists of 3 levels, namely W1 = giving every 1 week, W2 = giving every 2 weeks, and W3 = giving every 3 weeks. The variables observed were plant height, leaf number, the green of leaf, leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight, fresh root weight, dry plant weight, dry canopy weight, and dry root weight. The data obtained were analyzed used the F test, if there was diversity followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) level of 5%. The results showed that the recommended concentration was 25% Nasa POC + 75% tofu liquid waste POC resulting in 85.14 t / ha. The recommended fertilizer interval was gave once every 3 weeks to produce 81.78 t / ha. The combination of fertilizer concentration and recommended interval gave was 25% Nasa POC+ 75% tofu liquid waste POC with the interval gave every 2 weeks, so as to produce caisim plants as much as 103.38 t / ha.
2163524419D1B017021Studi Kasus Tingkat Nematodiasis pada Periode Umur Ayam Kampung yang Berbeda di Kecamatan Baturaden Kabupaten BanyumasPenelitian berjudul Studi Kasus Tingkat Nematodiasis pada Periode Umur Ayam Kampung yang Berbeda di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, bertujuan mengidentifikasi genus cacing nematoda, mengetahui tingkat nematodiasis (prevalensi) dan mengetahui perbedaan tingkat nematodiasis pada periode umur ayam kampung yang berbeda di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Materi yang digunakan yaitu feses 5 gram per ekor ayam kampung pada periode umur starter sebanyak 33 ekor, grower sebanyak 33 ekor dan layer sebanyak 34 ekor yang berasal dari Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei. Variabel yang diukur yaitu genus cacing nematoda dan tingkat nematodiasis (prevalensi). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa genus cacing nematoda yang menginfeksi ayam kampung antara lain Capillaria sp, Ascaridia sp, Heterakis sp, Trichostrongylus, Strongyloid sp dan Syngamus trachea. Tingkat nematodiasis (prevalensi) pada ayam kampung periode starter sebesar 63,64%, grower sebesar 54,55% dan layer sebesar 44,12 % serta tingkat nematodiasis secara keseluruhan sebesar 54%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat nematodiasis pada ayam kampung di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas dapat dikategorikan sedang. Chi square < chi tabel 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat nematodiasis pada periode umur ayam kampung yang berbeda (stater, grower dan layer) di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas.The study entitled Case Study of Nematodiasis Levels in Different Native Chickens Age Periods in Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency, to identify the genus of nematode,to find out nematodiasis level (prevalence) and to find out the differences in nematodiasis levels in different chicken age periods in the Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency. The material used was faeces 5 grams per native chicken in the starter age period as many as 33 birds, 33 growers and 34 layers from Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency. This research used survey method. The variables measured were the nematode worm genus and nematodiasis level (prevalence). Data was analyzed with descriptive analysis and chi square analysis. The results of the analysis show that the nematode worm genus that infects native chickens includes Capillaria sp, Ascaridia sp, Heterakis sp, Trichostrongylus, Strongyloid sp and Syngamus trachea. The nematodiasis level (prevalence) in the starter period was 63.64%, the grower was 54.55% and the layer was 44.12% and the total of nematodiasis levels were 54%. These results indicate that the nematodiasis level in native chickens in Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency can be categorized medium. Chi square <chi table 0.05 shows that there are no difference in nematodiasis levels in the age periods of different native chickens (stater, grower and layer) in Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency.
2163624420C1I015003THE EFFECT OF BANK FINANCIAL PERFORMANCE AND OPERATING CASH FLOW ON STOCK PRICES OF THE BANKING SECTOR LISTED INDEX LQ45
(2012-2017)
This study aims to see the effect of bank financial performance (by using variables Non-Performing Loans (NPL), Cash Ratio (CR), Return on Equity (ROE), and Capital Adequacy Ratio (CAR) and Operating Cash Flow (OCF) to stock price. This study uses a sample of 5 banking companies included in LQ45 for 6 consecutive years from 2012-2016. The analytical method used in this study is the Ficed Effect Model (FEM) panel data regression using Eviews 10. The results of the study show that NPL, CR, ROE, CAR, and OCF simultaneously influence stock prices. Partially, the NPL, CR, ROE, and OCF variables have no significant effect on stock prices. CAR variable has a positive and significant effect on stock prices.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja keuangan bank (dengan menggunakan variabel Non-Performing Loan (NPL), Cash Ratio (CR), Return on Equity (ROE), dan Capital Adequacy Ratio (CAR)) dan Arus Kas Operasi (AKO) terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 5 perusahaan perbankan yang termasuk dalam LQ45 selama 6 tahun berturut-turut dari tahun 2012-2016. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel Ficed Effect Model (FEM) menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan NPL, CR, ROE, CAR, dan AKOsecara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Secara parsial, variabel NPL, CR, ROE, dan AKO tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Variabel CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
2163724421D1B017023TOTAL PADATAN, ASAM TERTITRASI, DAN TOTAL BAKTERI KEFIR SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN PERSENTASE KOLOSTRUM SAPI YANG BERBEDATujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan kolostrum sapi terhadap total padatan, asam tertitrasi, dan total bakteri kefir susu sapi dengan penambahan kolostrum sapi. Materi yang digunakan 17,5 liter susu sapi, 3 liter kolostrum sapi, dan biji kefir 400 gram. Variabel yang diukur total padatan, asam tertitrasi, dan total bakteri. Metode penelitian eksperimen mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan terdiri dari P0(Susu sapi 100%) P1(90% susu sapi + 10% kolostrum sapi), P2(80% susu sapi + 20% kolostrum sapi), dan P3(70% susu sapi + 30% kolostrum sapi). Hasil menunjukan penambahan kolostrum sapi pada kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan dengan rata-rata 12,98% ±0,28 dan asam tertirasi dengan rata-rata 1,63%±0,09, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total bakteri dengan rata-rata 10,05 log CFU/ml±0,30. Kefir dengan penambahan kolostrum sapi dapat meningkatkan total padatan,dan asam tertitrasi, namun total bakteri cenderung sama. The purpose of this study was to study the effect of addition of colostrum on total solids, titratable acidity, and total bacterial kefir from cow's milk. The material used is 17.5 liters of cow's milk, 3 liters of cow colostrum, and kefir grains 400 grams. Variables measured were total solids, titratable acidity, and total bacteria. The experimental research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments 5 replications. Data were analyzed by analysis of variance and continued with Honest Real Difference (BNJ). The treatment consisted of P0 (100% cow's milk) P1 (90% cow's milk + 10% cow colostrum), P2 (80% cow's milk + 20% cow colostrum), and P3 (70% cow's milk + 30% cow colostrum). The results showed that the addition of colostrum to kefir had a very significant effect (P <0.01) on total solids with an average of 12.98% ± 0.28 and titratable acidity with an average of 1.63% ± 0.09, and no significant effect (P> 0.05) on total bacteria with an average of 10.05 log CFU / ml ± 0.30. Kefir with the addition of colostrum can increases total solids, and titratable acidity, but total bacteria remains the same.
2163824422F1B114002IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2015
(STUDI KASUS FASILITASI ALAT PERAGA KAMPANYE DAN BAHAN KAMPANYE OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH KABUPATEN BANYUMAS DALAM PILKADA SERENTAK PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANYUMAS 2018)
Pilkada serentak di atur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2015 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2015 pada pasal 3 ayat (1) yang menetapkan bahwa Pemilihan dilaksanakan secara serentak diseluruh wilayah Indonesia setiap 5 tahun sekali. Undang-Undang No. 8 Tahun 2015 dalam pasal 65 ayat (2) menetapkan bahwa beberapa metode kampanye difasilitasi oleh KPU yang didanai dari APBD dan salah satu metode kampanye yang difasilitasi tersebut berupa APK dan bahan kampanye. Oleh karena itu, hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan fasilitasi APK dan bahan kampanye oleh KPUD Kabupaten Banyumas yang telah berlangsung dan dalam implementasinya terdapat pelanggaran terhadap pemasangan APK dan bahan kampanye yang tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan KPU Daerah dalam pelaksanaan fasilitasi APK dan bahan kampanye pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian pelaksanaan kebijakan fasilitasi APK dan bahan kampanye sesuai pendekatan compliance dan model George Edwards III dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan tersebut belum terbilang patuh. Hal tersebut dikarenakan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi sikap dan struktur birokrasi yang merupakan indikator kepatuhan belum terlaksana secara optimal.Pilkada is simultaneously regulated in Law No. 8 of 2015 concerning changes to Law No. 1 of 2015 in Article 3 paragraph (1) which stipulates that elections are held simultaneously throughout the territory of Indonesia every 5 years. Law No. 8 of 2015 in article 65 paragraph (2) stipulates that several methods of campaigning were facilitated by KPU funded from the APBD and one of the facilitated campaign methods was in the form of APK and campaign material. Therefore, it is interesting to study further about the implementation of the APK facilitation policy and campaign material by the Banyumas Regency Election Commission that has taken place and in its implementation there is a violation of the installation of APKs and campaign materials that are not in accordance with the regulations set. This study aims to find out and describe the Regional KPU in implementing the APK and campaign material facilitation in 2018 simultaneous regional elections in Banyumas Regency. The research method used in this study is descriptive qualitative. The informant collection technique used in this study was purposive sampling technique. From the results of the research on the implementation of the APK facilitation policy and campaign material according to the compliance approach and the George Edwards III model, it can be concluded that the implementation of the policy has not been considered compliant. This is because the factors of communication, resources, disposition of attitudes and bureaucratic structures which are indicators of compliance have not been carried out optimally.
2163930609L1A016016PEMETAAN KESESUAIAN HABITAT BERTELUR PENYU SISIK (Eretmochelys imbricata) DI PULAU PETELORAN TIMUR TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, JAKARTAPenyu sisik merupakan hewan karakteristik fisik spesial berbentuk paruh seperti burung dan sisik karapaks yang tersusun secara imbricates (tumpang tindih). Penyu sisik di Indonesia merupakan penyu yang sudah masuk dalam kategori hewan dengan status sangat terancam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi habitat bertelur penyu sisik dan persebaran habitatnya berdasarkan peta kesesuaian habitat bertelur penyu sisik di Pulau Peteloran Timur Taman Nasional Kepulauan Seribu, Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode literatur review hasil penelitian tahun 2015 – 2020. Hasil penelitian menunjukan terdapat beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi habitat peneluran penyu sisik yaitu kemiringan, lebar pantai, dominasi vegetasi, dan substrat. Indeks kesesuaian habitat bertelur penyu sisik di Pulau Peteloran Timur terbagi menjadi 3 yaitu kesesuaian rendah sebesar 24,5%, kesesuaian sedang sebesar 37,1% dan kesesuaian tinggi sebesar 38,4%.The Scales Turtle has a special physical characteristic animal such as a beak form like as a bird and carapaceous scales which is arranged by an imbricates (overlapping) manner. The Indonesia Scales Turtle is a turtle that is categorized as critically endangered. The purpose of this study was to determine the influencing factors of the nesting habitat of Scales Turtle and the habitat distribution based on the mapping of the Scales Turtle nesting habitat using the suitability map in Peteloran Timur Island, Kepulauan Seribu National Park, Jakarta. The method used the approach of literature review method from 2015 - 2020. The results showed that the several environmental factors gave effects of the Scales Turtle nesting habitat, that were slope, beach width, vegetation dominance, and substrate. The suitability index of scales turtle nesting habitat in East Peteloran Island was divided into 3, that were low suitability of 24.5%, moderate suitability of 37.1% and high suitability of 38.4%.
2164024361C1C014091Pengaruh Literasi Keuangan, Tingkat Suku Bunga, Kualitas Pelayanan dan Jaminan terhadap Pengambilan Kredit Perbankan oleh UKM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, tingkat suku bunga, kualitas pelayanan, dan jaminan terhadap pengambilan kredit perbankan oleh UKM. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan populasi UKM yang terdaftar pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan cluster terhadap pusat pengambilan sampel dan dibagi berdasarkan proporsi unit usaha, sehingga didapatkan 100 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan kredit perbankan oleh UKM; (2) tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap pengambilan kredit perbankan oleh UKM ; (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan kredit perbankan oleh UKM; (4) jaminan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan kredit perbankan oleh UKM.
Implikasi dari penelelitian ini yaitu untuk meningkatkan literasi keuangan para pelaku UKM, selanjutnya peningkatan kualitas pelayanan dan mempermudah syarat jaminan bagi pihak perbankan agar semakin meningkatkan pengambilan kredit. Bagi pemerintah, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan sektor UKM dan perbankan.
This study aims to determine the effect of financial literacy, interest rates, service quality, and collateral for the taking of bank loans by SMEs. This study uses primary data, with the SME population registered with the Department of Trade, Cooperatives and SMEs. The sampling technique used purposive sampling with clusters to the sampling center and divided based on the proportion of business units, so that 100 samples were obtained. The data analysis technique used in the study is multiple linear regression analysis.
The results of this study indicate that: (1) financial literacy has a positive and significant effect on the taking of bank loans by SMEs; (2) interest rates do not affect the taking of bank loans by SMEs; (3) service quality has a positive and significant effect on the taking of bank loans by SMEs; (4) collateral have a positive and significant effect on the taking of bank loans by SMEs.
The implication of this research is to improve the financial literacy of SMEs, then improve the quality of services and simplify the collateral requirements for the banking sector in order to further increase credit taking. For the government, this research is expected to be taken into consideration in determining policies relating to the SME and banking sectors.