Home
Login.
Artikelilmiahs
24425
Update
NABILA AULIA MARPAUNG
NIM
Judul Artikel
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK PASANGAN PERKAWINAN CAMPURAN YANG TINGGAL DI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masyarakat dunia saat ini berada di era globalisasi. Salah satu cara paling mudah melihat fenomena globalisasi tercermin dari keadaan mayarakat yang semakin bergantung pada teknologi, misalnya dalam melakukan kegiatan komunikasi. Mudahnya mengakses situs kencan di internet yang berjumlah ribuan, terutama situs kencan internasional membuat seseorang semakin mudah menemukan pasangan di luar lingkup negaranya. Hal ini membuat fenomena perkawinan campuran semakin mudah untuk ditemukan. Perbedaan budaya yang dapat menjadi pemicu konflik dalam perkawinan campuran diantaranya; penggunaan paralanguage, perbedaan tingkat pemahaman bahasa, perbedaan accent dan grammar, penggunaan slang, berbicara terlalu cepat, kosakata yang belum pernah ditemukan sebelumnya, perbedaan norma yang berlaku, perbedaan gaya hidup, perbedaan cara makan, perbedaan konsep berkeluarga, juga perbedaan cara mendidik dan mengurus anak berdasarkan kebudayaan masing-masing. Terdapat sepuluh strategi manajemen konflik yang mungkin digunakan, yaitu; win–lose dan win–win strategies, avoidance dan active fighting strategies, force dan talk strategies, face–attacking dan face–enhacing strategies, verbal aggressiveness dan argumentativeness strategies.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The world is currently in the era of globalization. One of the easiest ways to see globalization phenomenon is reflected in the state of society that is increasingly dependent on technology, for example in conducting communication activities. The easy access to thousands of dating sites on the internet, especially international dating sites, makes it easier for someone to find partners outside of their own country. This makes the mixed marriage phenomenon easier to find. Cultural differences that can be a cause of conflict in mixed marriages include; paralanguage use, different levels of language understanding, differences in accent and grammar, use of slang, talking too fast, vocabulary that has never been heard before, differences in norms that apply, differences in lifestyle, differences in eating style, differences in family concepts, as well as differences in ways to educate and take care of children based on their respective cultures. There are ten conflict management strategies that might be used, i.e; win–lose and win–win strategies, avoidance and active fighting strategies, force and talk strategies, face–attacking and face–enhacing strategies, verbal aggressiveness and argumentativeness strategies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save