Artikel Ilmiah : D1E014166 a.n. KHOLIK AFIFUDIN
| NIM | D1E014166 |
|---|---|
| Namamhs | KHOLIK AFIFUDIN |
| Judul Artikel | KEEMPUKAN DAN pH DAGING PUYUH BETINA AFKIR DENGAN PEMBALURAN KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda terhadap keempukan dan pH daging puyuh betina afkir. Materi penelitian yaitu 24 ekor puyuh betina afkir 16 bulan dan 4 buah nanas matang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 3×2, faktor pertama dosis pembaluran kulit nanas yaitu 0% (D1), 15% (D2) dan 30% (D3), faktor kedua lama pembaluran kulit nanas selama 10 menit (L1) dan 20 menit (L2). Variabel yang diamati yaitu pH dan keempukan. Hasil penelitian, interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda, dan pembaluran kulit nanas pada lama waktu yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan pH daging puyuh betina afkir dengan rataan 0,0596 mm/g/dt dan 5,159. Pembaluran kulit nanas pada dosis yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan daging puyuh betina afkir dengan rataan 0,0596 mm/g/dt tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH daging puyuh betina afkir dengan rataan 5,159. Kesimpulan, penggunaan dosis pembaluran kulit nanas sampai dengan 30 % dapat menurunkan pH namun nilai keempukan relatif sama. Lama waktu pembaluran kulit nanas sampai dengan 20 menit menghasilkan nilai derajat keasaman (pH) dan keempukan yang relatif sama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of the study was to determine the interaction between different dosage and duration of pineapple skin rinsing on tenderness and pH of rejected quail meat. The research material used 24 female quail quails 16 months old and 4 ripe pineapple fruit. The study used the experimental method with Completely Randomized Design (CRD) Factorial Pattern 3×2, the first factor of pineapple skin rationing dose was 0% (D1), 15% (D2) and 30% (D3), the second factor for 10 minutes pineapple skin spreading (L1) and 20 minutes (L2). The variables observed pH and tenderness. The results of the study, the interaction between different doses and length of pineapple skin rinsing, and pineapple skin rinsing at different lengths of time had no significant effect (P> 0.05) on tenderness and pH of rejects quail meat with an average of 0.0596 mm / g / dt and 5,159. The distribution of pineapple skin at different doses had no significant effect (P> 0.05) on the tenderness of refused female quail meat with an average of 0.0596 mm / g / dt but had a very significant effect (P <0.01) on the pH of rejected female quail meat with an average of 5.159. Conclusion, the use of pineapple skin rinse doses up to 30% can reduce pH but tenderness values are relatively the same. The duration of pineapple skin rinsing for up to 20 minutes results in relatively the same value of acidity (pH) and tenderness. |
| Kata kunci | Puyuh betina afkir, nanas, pH, keempukan |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, MS |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Agustinus Hantoro D. R., MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2019-02-14 12:15:28.435113 |