Artikelilmiahs

Menampilkan 21.701-21.720 dari 50.182 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2170124474C1I015043ANALYSIS OF THE READINESS OF MSMEs ACTORS IN THE IMPLEMENTATION
OF SAK EMKM IN PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, dan kesadaran terhadap niat pelaku UMKM dalam kesiapan pelaku UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior dengan penambahan satu variabel yaitu kesadaran. Data penelitian diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner dengan teknik disproportionate stratified random sampling dan pendekatan kuantitatif dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap dan kontrol perilaku persepsian berpengaruh secara signifikan terhadap niat pelaku UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Norma subjektif dan kesadaran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap niat pelaku UMKM untuk menerapkan SAK EMKM. Niat berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan pelaku UMKM dalam menerapkan SAK EMKM.This study aims to analyze the influence of attitude, subjective norms, perceived behavioral control, and awareness on the intentions of MSMEs actors in the readiness of MSMEs actors in the implementation of SAK EMKM. The population in this study was all MSMEs in Purwokerto. This study used Theory of Planned Behavior with the addition of one variable, namely awareness. The research data was obtained directly from respondents through a questionnaire with disproportionate stratified random sampling technique and quantitative approaches of Partial Least Square (PLS). The results of this research indicate that the attitude and perceived behavioral control significantly influence the intention of MSMEs actors in the implementation of SAK EMKM. Subjective norms and awareness did not significantly influence the intention of MSMEs actors in the implementation of SAK EMKM. Intention significantly influence on the readiness of MSMEs actors in the implementation of SAK EMKM.
2170224475F1A014087KEKUASAAN PATRIARKI DALAM PERKAWINAN YANG DIGAMBARKAN PADA FILM “SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 2” (2017)Abstrak : Penelitian ini berjudul Kekuasaan Patriarki Dalam Perkawinan Yang Digambarkan Pada Film “Surga Yang Tak Dirindukan 2” (2017). Film drama religi ini mengangkat persoalan hubungan keluarga yang melakukan poligami terkait dengan kekuasaan patriarki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika, khususnya pemikiran Charles Sanders Pierce. Konsep semiotika Pierce melihat tanda dari sisi ikon, indeks, dan simbol. Data diperoleh dengan cara melakukan pengambilan gambar dan diambil sebelas adegan terpilih yang dianggap mendekati fokus penelitian kemudian dikategorisasikan dalam sub bab yang menjadi penelitian. Hasil penelitian dalam film “Surga Yang Tak Dirindukan 2” (2017) menunjukkan bahwa dalam adegan pilihan mengenai praktik kekuasaan patriarki ditampilkan laki-laki yang memiliki dua istri tidak bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya dan perempuan dianggap sebagai pihak yang lemah sedangkan laki-laki memiliki kuasa yang lebih tinggi. Selain itu, dalam film “Surga Yang Tak Dirindukan 2” (2017) menunjukkan praktik poligami seperti seorang suami yang berpoligami termasuk telah melakukan penghinaan terhadap perempuan. Sebab istri yang dipoligami tidak hanya mengalami pengingkaran komitmen pernikahan tetapi juga mengalami tekanan psikologis, ekonomi, seksual, hingga fisik. Perempuan ditindas oleh sistem patriarki untuk memuaskan ego laki-laki sehingga memunculkan ketidakadilan bagi perempuan. Hal tersebut menunjukkan pihak yang dirugikan adalah perempuan.
Kata kunci : gender, kekuasaan patriarki, poligami, semiotika
Abstrack : This research entitled “Patriarchal Power in Marriage which is portrayed in “Surga Yang Tak Dirindukan 2” (2017). This religious drama movie discusses the family relationship issue which depicts the practice of polygamy that is related with patriarchal power. This research uses qualitative method of semiotics analysis, especially Charles Sanders Pierce’s idea. Pierce’s concept about semiotics sees a sign from the icon, index, and symbol aspects. The technique of data collection is through image retrieval, there are eleven scenes chosen which are close to the focus of this research, and then the data is categorized into subchapter of the research. The result of “Surga Yang Tak Dirindukan 2” movie (2017) shows that the scene depicts about the practice of patriarchal in which a man that has two wives cannot be fair towards their wives and woman considered as the weak side while man has a higher power. Besides, in “Surga Yang Tak Dirindukan 2” movie shows the practice of polygamy in which a polygamous husband is subjected to humiliation towards woman. Since polygamous wife is not only experience a wedding commitment distraction but also having a psychological pressure, economics, sexual, even physical. Women are being oppressed by the patriarchy system to satisfy man’s ego so that it brings up injustice toward women. It shows that woman is an aggrieved side.
Keywords: gender, patriarchal power, polygamy and semiotics
2170324476D1E014085KUALITAS FISIK DAGING AYAM NIAGA PETELUR AFKIR BAGIAN DADA YANG DIBALUR DENGAN PASTA JAHE (Zingiber oficinale) PADA LAMA PENYIMPANAN DINGIN YANG BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan terbaik pada daging ayam niaga petelur afkir bagian dada yang dibalur pasta jahe terhadap pH, daya ikat air, susut masak dan keempukan . Materi penelitian menggunakan ayam niaga petelur afkir jenis Isa Brown berumur 93 minggu sebanyak 10 ekor dan 1 kg jahe lokal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 = tanpa penyimpanan dingin + 20% pasta jahe, R1 = penyimpanan dingin selama 3 hari + 20% pasta jahe, R2 = penyimpanan dingin selama 6 hari + 20% pasta jahe, R3 = penyimpanan dingin selama 9 hari + 20% pasta jahe. Peubah yang diukur adalah pH, daya ikat air, susut masak dan keempukan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan dingin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan keempukan daging ayam, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai daya ikat air dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai susut masak. Penyimpanan dingin daging ayam niaga petelur afkir bagian dada yang dibalur dengan pasta jahe pada lama waktu yang berbeda menghasilkan penurunan pH dan daya ikat air, peningkatan keempukan dan susut masak. Tanpa penyimpanan dingin terbaik meningkatkan kualitas fisik (pH, daya ikat air dan susut masak) daging ayam niaga petelur afkir yang dibalur dengan pasta jahe.The aim of this study was to determine the best storage time for laying chicken meat, which was removed from the chest by ginger paste on pH, water binding capacity, cooking shrinkage and tenderness. The research material used 93-week-old laying-off commercial chicken laying at 10 days and 1 kg of local ginger. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) design with 4 treatments and 5 replications. Treatment consisted of R0 = without cold storage + 20% ginger paste, R1 = cold storage for 3 days + 20% ginger paste, R2 = cold storage for 6 days + 20% ginger paste, R3 = cold storage for 9 days + 20% ginger paste. The variables measured are pH, water binding capacity, cooking shrinkage and tenderness. The results of the variance analysis showed that the duration of cold storage had a very significant effect (P <0.01) on the value of pH and tenderness of chicken meat, significantly (P <0.05) on the value of water binding and no significant effect (P> 0.05 ) to the value of cooking losses. Cold storage of laying commercial chicken meat rejected by the chest covered with ginger paste at different lengths of time results in a decrease in pH and water binding capacity, increased tenderness and cooking shrinkage. Without cold storage it is best to improve physical quality (pH, water holding capacity and cooking shrinkage) of rejected laying commercial chicken meat covered with ginger paste.
2170424966A1D015180PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair NASA yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) menentukan pengaruh interval pemupukan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 3) menentukan interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair NASA dan interval pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasir pantai Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap pada bulan Oktober sampai Desember 2018. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi pemberian pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0 ml liter-1, 5 ml liter-1 dan 10 ml liter-1. Faktor kedua yaitu interval pemberian pupuk organik cair (POC) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 5 hari sekali, 10 hari sekali dan 15 hari sekali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai/tan), panjang daun (cm), luas daun (cm²), kadar kehijauan daun, panjang akar (cm), jumlah akar (helai/tan), bobot akar segar (g/tan), bobot akar kering (g/tan), bobot daun segar (g/tan), bobot daun kering (g/tan), bobot tanaman segar (g/tan), bobot tanaman kering (g/tan), jumlah umbi (buah), bobot umbi segar (g/tan), bobot umbi kering (g/tan), diameter umbi (cm), hasil umbi segar (t/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair NASA dengan konsentrasi 10 ml liter-1 memberikan hasil paling baik pada bobot tanaman segar, bobot umbi segar dan hasil umbi segar. Interval pemberian pupuk organik cair Nasa tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan interval pemberian pupuk organik cair Nasa pada semua variabel pengamatan.The purpose of this research is to: 1) determain the effect of giving different concentrations of NASA liquid organic fertilizer to the growth and yield of shallots, 2) determain the effect of different fertilization intervals on the growth and yield of shallots, 3) determain the interaction between the concentration of NASA liquid organic fertilizer and fertilization intervals on the growth and yield of shallots. This research was carried out in the sandy land of Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency from October to December 2018. The study design used Randomized Completely Blok Design with 2 factors and 3 replications. The first factors was the concentration of NASA liquid organic fertilizer which consisted of three levels, there is 0 ml liters-1, 5 ml liters -1, 10 ml liters-1. The second factor is the interval of giving liquid organic fertilizer which consists of 3 levels, namely once every 5 days, once every 10 days and once every 15 days. Variables observed included plant height, leaf number, leaf length, leaf area, leaf greennes, root length, root number, fresh and dry root weight, fresh and dry leaf weight, fresh and dry plant weight, number of bulbs, weight of fresh and dry bulbs, bulbs diameter, fresh bulbs yield. The results showed that the giving of NASA liquid organic fertilizer with a concentration of 10 ml liter-1 gave the best results on the weight of fresh plants, the weight of fresh bulbs and the fresh bulbs yield. The interval for giving NASA liquid organic fertilizer has not been able to increase the growth and yield of shallots. There was no interaction between concentration and interval in giving NASA liquid organic fertilizer on all observation variables.
2170528988A1D015137PENGARUH DOSIS PUPUK PHOSPAT DAN FREKUENSI PEMUPUKAN DENGAN AIR LIMBAH KOLAM LELE TERHADAP KARAKTER AGRONOMIS DAN PRODUKSI BIOMASSA Azolla microphyllaTujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui pengaruh dosis pupuk phospat terhadap pertumbuhan azolla, (2) mengetahui pengaruh frekuensi pemupukan air limbah kolam lele terhadap pertumbuhan azolla dan (3) mengetahui pengaruh interaksi dosis phospat dan frekuensi pemupukan dengan air limbah kolam lele yang optimal terhadap pertumbuhan azolla. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama pupuk SP-36, terdiri 4 level, yaitu: dosis 0 g/m2(P0), 330g/m2(P1), 660 g/m2 (P2)dan 990 g/m2(P3).pupuk Faktor kedua adalah dosis air kolam lele digunakan dosis 5 hari sekali (F1) dan 10 hari sekali (F2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk Phospat hanya berpengaruh terhadap variabel bobot basah azolla, dan meningkatkan bobot basah azolla sebesar 56,68 % dan bobot kering sebesar 13,99 % dibandingkan kontrol. Frekuensi pemupukan dengan air kolam lele tidak mempengaruhi semua variabel pengamatan. Kombinasi Interaksi antara dosis phospat dan frekuensi pemupukan dengan air lele juga tidak berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman azolla.The objectives of this study was: (1) to determine the effect of phosphate fertilizer dosage on azolla growth, (2) to determine the effect of fertilization frequency of the catfish-pond water waste on the growth of azolla and (3) to the best phosphate dose and fertilizing frequency with catfish water waste for the optimal growth of azolla. The study used a randomized complete block design (RCBD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor was SP-36, 4 levels, those were: 0 g/m2 (P0), 330 g/m2 (P1), 660 g / m2 (P2) and 990 g / m2 (P3). The second factors was catfish pond water fertilizer used in doses of 5 days (F1) and 10 days (F2). Phosphate fertilizer was able to increase the azolla wet weight variable by 56.68% and dry weight by 13.99% if compared to the control. The frequency of fertilizer for catfish pond water has not been able to give real effect on all observed variables. The combination of phosphate dose and frequency of fertilization with catfish water also did not provide an interaction on the growth and yield of azolla plants.
2170625999A1D015079KAJIAN FORMULA NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN SERAPAN N OLEH TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1) formula nutrisi terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan unsur hara N oleh tanaman selada secara hidroponik, 2) media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan unsur hara N oleh tanaman selada secara hidroponik dan 3) interaksi antara formula nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan unsur hara N oleh tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, pada bulan Februari - Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah formula nutrisi yang terdiri dari 5 taraf yaitu F0: AB mix, F1: N 6%, F2: N 7,5 %, F3: N 9 %, F4: N 10,5 %. Faktor kedua media tanam yaitu M1: cocogrow, M2: cocogrow+zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Formula nutrisi F0 (AB mix) berpengaruh terhadap luas daun sebesar 96,05 cm2/tan, bobot tajuk segar sebesar 44,39 g/tan, bobot akar segar sebesar 4,46 g/tan, dan F3 (N 9%) menghasilkan serapan N sebesar 5,22 mg N/tan; Media tanam cocogrow + zeolit berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering dan serapan N masing-masing sebesar 16,33 cm/tan, 12 helai/tan, 87,11 cm2/tan, 44,71 g/tan, 2,17 g/tan, 4,17 g/tan, 0,93 g/tan dan 4,76 g/tan; Interaksi antara formula nutrisi N 9% dan media tanam cocogrow + zeolit (F3M2) berpengaruh terhadap serapan N sebesar 7,06 mgN/tan. This research aims to know the effect of: 1) the formula of nutrients towards growth, yield and nutrient uptake of N by crops of lettuce in hydroponics, 2) the influence of planting media towards growth, yield and nutrient uptake of N by plant lettuce in hydroponics and 3) the influences and interactions between nutrients and growing mediums formula towards growth, yield and nutrient uptake of N by crops of lettuce. The research was carried out at the screen house the Faculty of agriculture, University of General Soedirman, Purwokerto, Central Java, in February-June 2019. The experimental design used i.e. Random
Design Group (RAKL) with two factors and 3 replicates. The first factor is nutritional formula that consists of 5 levels namely: AB F0 F1: N mix, 6%, 7.5%: N F2, F3: F4, 9% N: N 10.5%. The second factor is the planting medium i.e. M1, M2: cocogrow: cocogrow + zeolite. The results showed that: F0 Nutrition Formula (AB mix) influence on the broad leaves of 96.05 cm2/tan, weighs fresh heading of 44.39 g/tan, weighs fresh roots of 4.46 g/tan, and F3 (9%) generate N uptake of 5.22 mgN/tan; planting Media cocogrow + zeolite effect on plant height, number of leaves, broad leaves, heading weights is fresh, dry, header weights weights the fresh root, root dry weight and N absorption of each of 16.33 cm/12 strands tan/tan, 87.11 cm2/g/44.71 tan, tan, 2.17 g/4.17 g/tan, tan, 0.93 g/4.76 g/tan and tan; interactions between the N nutrition formula and growing media 9% cocogrow + zeolite (F3M2) effect on the uptake of tan and 7.06 mgN/tan
2170724479D1E014055PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI MADURA JANTAN BERDASARKAN UKURAN LINGKAR DADA DAN PANJANG BADANPendugaan Bobot Badan Sapi Madura Jantan menggunakan Ukuran Lingkar Dada dan Panjang Badan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan ukuran lingkar dada dan panjang badan dengan bobot badan Sapi Madura Jantan, Mengetahui rumus yang tepat digunakan untuk pendugaan bobot badan berdasarkan lingkar dada dan panjang badan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Madura jantan kondisi gemuk sebanyak 35 ekor. Variabel yag diukur adalah lingkar dada (LID) , panjang badan (PB) dan bobot badan (BB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi dan regresi berganda menggunakan variabel bebas lingkar dada dan panjang badan dengan variabel terikat yaitu bobot badan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lingkar dada dan panjang badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan sapi madura jantan, sehingga dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi madura jantan dengan persamaan regresi yaitu BB = -544,014 + 17,597LID + 4,662PB dengan koefisien korelasi 0,712. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lingkar dada dan Panjang badan dapat digunakan untuk menduga bobot badan secara bersama-sama

Estimation of the Weight of the Male Madura Cow Body using the Size of the Chest and Body Length. The study aimed to determine the relationship between the size of the chest circumference and the length of the body with the body weight of male Madura Cows. Knowing the exact formula used to estimate body weight based on chest circumference and body length. The material used for the study was 35 male fat Madura cattle. The variables measured were chest circumference (LID), body length (PB) and body weight (BB). The method used in the study is a survey method with a purposive sampling technique. Data were analyzed using correlation and multiple regression using independent variables chest circumference and body length with the dependent variable namely body weight. The results of the variance analysis showed that the chest circumference and body length had a very significant effect (P <0.01) on male body weight of Madura cattle, so that it could be used to estimate the body weight of male Madura cattle with a regression equation namely BB = -544,014 + 17,597LID + 4,662 PB with a correlation coefficient of 0.712. The results of the study can be concluded that the chest circumference and body length can be used to estimate body weight together.

2170824480F1D014026GERAKAN PERSATUAN PERJUANGAN DELMAN BETAWI (PPDB) DALAM LEGALISASI ALAT TRANSPORTASI DELMAN DI DKI JAKARTAPenelitian dengan judul “Gerakan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) Dalam Legalisasi Alat Transportasi Delman Di DKI Jakarta” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan dinamika gerakan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) dalam memperjuangkan legalisasi alat transportasi delman di DKI Jakarta, serta mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual apasajakah yang mendukung dang menghambat gerakan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) dalam memperjuangkan legalisasi alat transportasi delman di DKI Jakarta.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi. Penelitian ini berlokasi di wilayah DKI Jakarta. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan tidak menutup kemungkinan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini yaitu, pertama, terdapat dinamika gerakan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) dalam memperjuangkan legalisasi alat transportasi delman di DKI Jakarta mulai dari sejarah awal mula terbentuknya gerakan PPDB, tumbuh dan berkembangnya gerakan PPDB, aktor siapa saja yang terlibat dalam gerakan PPDB dan strategi-strategi yang digunakan PPDB untuk mencapai tujuannya. Kedua, terdapat faktor-faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat gerakan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) dalam mencapai tujuannya yakni legalisasi alat transportasi delman di DKI Jakarta. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu adanya kepentingan yang dimiliki beberapa aktor gerakan mulai dari kepentingan politik organisasi kemasyarakatan yang mendukung gerakan PPDB ini hingga kepentingan politik para calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada tahun 2012 dan 2017.
The study entitled "Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) Movement in the Legalization of Delman Transportation in DKI Jakarta" aims to design and describe the Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) movement to fight for the legalization of delman transportation in DKI Jakarta, and to seek and explain facts. what contextual factors support the movement of the Delman Betawi Struggle Union (PPDB) movement in fighting for the legalization of delman transportation in DKI Jakarta.
This study uses the constructivism paradigm with qualitative research methods. The agreement used is a discussion of phenomenology. This research is located in the DKI Jakarta area. The informant selection technique used purposive sampling and did not use closure using snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation along with data analysis techniques using interactive analysis techniques. Whereas the validity of the data uses the source triangulation technique.
Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) in fighting for the legalization of wagon transportation in DKI Jakarta starting from the initial research of the formation of the PPDB movement, the growth and development of the PPDB movement, looking for anyone involved in the PPDB movement and the strategies used by PPDB to reach meetings. Delman Betawi (PPDB) is related to contextual factors that support and hinder the movement of the United Struggle in Jakarta. This research reveals some of the following findings: the interests of several movement actors ranging from the political interests of community organizations that support the PPDB movement for the political interests of the candidates for Governor of Jakarta and Deputy Governor of Jakarta in 2012 and 2017.

2170924481A1L014181PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH PADA PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KHAMIR BAMBU DI DESA GAMBARSARI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui respon tanaman padi sawah terhadap pemberian pupuk organik berbasis khamir bambu. (2) mengetahui efektifitas pupuk organik cair (POC) berbasis khamir bambu dibandingkan dengan pupuk anorganik yang direkomendasikan. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan April sampai Juli 2018. Metode dalam penelitian ini adalah rancangan percobaan denah tidak berpasangan dengan 2 perlakuan dan 15 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot gabah per rumpun, hasil gabah per hektar, jumlah anakan, dan bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian POC berbasis Khamir Bambu mampu menekan penggunaan pupuk anorganik. Aplikasi POC + pestisida biorasional (P2) tidak berbeda nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, bobot tajuk, bobot akar, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot gabah per rumpun. Aplikasi perlakuan P2 berbeda nyata pada variabel jumlah anakan dan bobot 1000 biji. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi POC dapat menekan penggunaan pupuk anorganik.This study aims to: (1) Examine response of rice plants to the application of bamboo yeast-based organic fertilizer. (2) Find the effectiveness of liquid organic fertilizer (LOF) compared to the recommended inorganic fertilizer The research was carried out in the paddy fields of Kebasen Subdistrict, Banyumas District and Microbiology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto from April to July 2018. The method in this study was an unpaired trial design with 2 treatments and 15 replications. Variables comprised plants, shoot fresh weight, shoot dry weight, root fresh weight, root dry weight, number of productive tillers, number of filled grains, number of empty grains, grain weight per clump, grain yield per hectare, number of tillers, and weight of 1000 seed. The results showed that the applications of Yeast Bamboo-based LOF was able to support the use of inorganic fertilizers. The application of LOF + biorational pesticides (P2) was not significantly different from the variables of plant height, number of productive tillers, short weight, root weight, number of grain, number of empty grains, weight of grain per clump. The P2 application was significantly different on the variable number of tillers and the weight of 1000 seeds. This shows that the LOF application could reduce the use of inorganic fertilizers.
2171024482F1A014085UPAYA PERSAUDARAAN SAKATO TIGER BANYUMAS DI PURWOKERTO DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS SOSIALMasalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu Sakato Tiger dalam mewarnai kehidupan anggota dan masyarakat banyak menimbulkan solidaritas dari kegiatan yang dilaksanakan di Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui organisasi persaudaraan Sakato Tiger membangun solidaritas sosial antar anggota di Purwokerto, dan mengetahui organisasi persaudaraan Sakato Tiger membangun solidaritas sosial dengan masyarakat di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Purwokerto dengan informan penelitian yakni anggota Sakato Tiger, pembina dan masyarakat yang terdampak dalam kegiatan. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis intraktif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Solidaritas sosial yang terbangun dikalangan anggota Sakato Tiger tumbuh dari adanya kerjasama dalam berbagai kegiatan yang dilakukan seperti pertemuan rutin anggota tiap satu bulan sekali, menjalin komunikasi melalui Whatssapp (WA) , dan selalu menjunjung tinggi makna S6 didalam janji Sakti seperti menengok teman sakit. Solidaritas sosial organisasi persaudaraan Sakato Tiger dengan masyarakat Purwokerto terlihat dari adanya kerjasama dalam berbagai kegiatan yang diadakan seperti bakti sosial, pengajian rutin satu bulan sekali, santunan anak yatim, tabligh akbar satu tahun sekali serta kerja bakti. Saran dalam penelitian ini bagi anggota khususnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP), jajaran serta anggota bagian persaudaraan Sakato Tiger Banyumas di Purwokerto agar melestarikan Sakato Tiger ini ditengah arus globalisasi supaya dapat bertahan dan lestari hingga generasi yang akan datang.
This research is entitled "Sakato Tiger Brotherhood Banyumas In Purwokerto Building Solidarity". The problem raised in this study was that the Sakato Tiger in coloring the lives of members and the community caused a lot of solidarity from the activities carried out in the Purwokerto region. The purpose of this study was to find out that the Sakato Tiger was building social solidarity among members in Purwokerto and knowing that the Sakato Tiger fraternity organization was building social solidarity with the community in Purwokerto. This study used qualitative research methods. The location of the study was in Purwokerto with research informants, namely members of Sakato Tiger, the mentor and the community affected in the activity. Research data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data validation used is source triangulation. Data analysis techniques used is interactive analysis.
This study include The results of this study indicate that (2) The social solidarity that was built among Sakato Tiger members grew out of cooperation in various activities carried out such as routine member meetings once a month, establishing communication through Whatssapp (WA) social media, and always upholding the meaning of S6 in Sakti promises such as looking sick friend. (3) The social solidarity of the Sakato Tiger fraternity organization with the Purwokerto community can be seen from the cooperation in various activities held such as social services, routine recitation once a month, orphanage compensation, once a year tabligh akbar and community service. Suggestions in this study for members in particular the Central Leadership Council (DPP), ranks and members of the Sakato Tiger Banyumas fraternity in Purwokerto to preserve Sakato Tiger amidst the current globalization in order to survive and survive until future generations remember the purpose of the Sakato Tiger fraternity in Purwokerto good and useful for generations.
2171124484F1A014082BAGAIMANA MODEL MELIHAT FOTO DIRINYA?Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model perempuan memaknai foto diri yang dihasilkan dari portrait photography. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dari Milles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari satu dengan informan lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam pemaknaan model perempuan terhadap foto diri yang dihasilkan dari portrait photography. Keberagaman tersebut tercipta melalui perbedaan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki informan. Pengalaman dan pengetahuan yang berbeda menjadikan perbedaan pengetahuan mengenai portrait photography, perbedaan pemaknaan terhadap konsep foto, ekspresi, pose, dan kostum yang dikenakan dalam foto hasil dari portrait photography
This research-based paper aims to find out how female models interpret self-photos produced from portrait photography. The study was conducted using descriptive qualitative research methods. The study used purposive sampling methods. Data collection techniques used in this research is through observation, interviews and documentation with data analysis using interactive analysis techniques of Miles and Huberman that includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Validation of data in this research using triangulation of data source, that is by comparing data obtained from one with other informant.
The results of the study show that there are various meanings of female models of self-photos produced from portrait photography. This diversity is created through the different experiences and knowledge possessed by informants. Different experiences and knowledge make the difference in knowledge about portrait photography, the meaning of the concept of photographs, expressions, poses, and costumes from portrait photography
2171224486H1L011033Deteksi dan Pengenalan Wajah Menggunakan Metode Viola Jones serta Eigenface untuk Identifikasi Membership CardMembership card merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, namun membership card sering dinilai tidak efisien baik dari segi waktu maupun kenyamanan, selain itu membership card juga kerap digunakan bergantian oleh beberapa orang. Mengetahui akan hal itu pengenalan wajah menjadi penting peranannya karena dapat digunakan untuk menutupi kelemahan itu. Wajah merupakan identitas unik seseorang yang selalu dibawa kemanapun tanpa perlu menguras ruang penyimpanan. Sistem pendeteksi dan pengenalan wajah dapat digunakan untuk identifikasi pelanggan melalui kamera sederhana seperti webcam maupun cctv. Saat ini masih belum ada perusahaan di Indonesia yang menerapkan cara tersebut. Penelitian ini membahas mengenai penggunaan sistem pendeteksi dan pengenalan wajah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi membership card dengan menggunakan algoritma viola-jones dan eigenfaces yang mana nantinya sistem tersebut juga diharap mampu untuk diaplikasikan pada bidang-bidang lainnya.Membership cards are a strategy to increase customer loyalty, but membership cards are often considered inefficient both in terms of time and convenience, besides that membership cards are often used interchangeably by several people. Because of that, face recognition become important because it can be used to cover up weaknesses. The face is someone's unique identity that is always carried anywhere without the need to drain storage space. The face recognition and detection system can be used for customer identification through simple cameras such as webcam and CCTV. At present there are still no companies in Indonesia that implement this method. This research discusses the use of a face detection and recognition system that can be used to identify membership cards using the Viola-Jones and Eigenfaces algorithms which later the system is also expected to be able to be applied to other fields.
2171324487F1G014060Istilah-istilah pada Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang (Kajian Etnolinguistik)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes (Kajian Etnolinguistik)”. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimanakah bentuk satuan lingual dan kategori kata pada istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes? (2) Bagaimana makna leksikal dan makna kultural pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes? (3) Bagaimana fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu di PG Jatibarang? (4) Bagaimana nilai-nilai yang terkandung pada Tradisi Manten Tebu di PG Jatibarang Kabupatn Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan bentuk satuan lingual dan kategori kata pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. (2) Mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural pada istilah-istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. (3) Mendeskripsikan fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu di PG Jatibarang. (4) Mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manten tebu di PG Jatibarang.
Metode dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif yaitu mendeskripsikan data kebahasaan yang berkaitan dengan bentuk, makna leksikal dan makna kultural serta fungsi budaya pada satuan lingual istilah tradisi manten tebu di PG Jatibarang. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat pada tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kabupaten Brebes. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari informan yaitu karyawan, penyelenggara tradisi manten tebu, dan masyarakat sekitar PG.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Teknik dasar yang dipakai adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutanadalah teknik simak libat cakap. Kemudian menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Dalam penjaringan datamenggunakan teknik snowballsampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih dan metode padan. Penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini ditemukan 22 bentuk satuan lingual berupa monomorfemis, 7 bentuk satuan lingual polimorfemis, dan 10 bentuk satuan lingual yang berupa frasa. Penelitian ini ditemukan adanya makna leksikal dan makna kultural. Makna leksikal adalah makna berdasarkan KBBI V dan kamus Bausastra, sedangkan makna kultural adalah makna yang ada pada masyarakat yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat Jatibarang. Penelitian ini juga ditemukan adanya fungsi budaya pada satuan lingual istilah tradisi manten tebu yang terbagi menjadi 3 yaitu sebagai (1) sarana perkembangan kebudayaan, (2) jalur penerus kebudayaan, dan (3) inventarisasi ciri-ciri kebudayaan. Berdasarkan analisis fungsi budaya pada satuan lingual tradisi manten tebu dapat disimpulkan bahwa bahasa sebagai sarana ekspresi nilai-nilai budaya. Dalam penelitian ini ditemukan ditemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manten tebu berupa nilai ketakwaan, nilai pelestarian budaya, nilai pendidikan, nilai etos kerja dan gotong royong, serta nilai simbolik.
Kata kunci: istilah-istilah pada tradisi manten tebu di PG Jatibarang Kajian Etnolinguistik.
techniques. In data collection using snowball sampling technique. The method of data analysis in this study uses the agih method and the matching method. This study uses the method of presenting the results of data analysis formally and informally.
The results of this study found 22 forms of lingual units in the form of monomorphemes, 7 forms of lingual units of polymorphemism, and 10 forms of lingual units in the form of phrases. This research found lexical meaning and cultural meaning. The lexical meaning is the meaning based on KBBI V and the Bausastra dictionary, while the cultural meaning is the meaning that exists in the community that is related to Jatibarang society culture. This study also found the cultural function of the lingual unit, the term tradition Manten Tebu which are divided into 3, namely (1) means of cultural development, (2) cultural successor paths, and (3) inventory of cultural characteristics. Based on the analysis of cultural functions in the lingual unit of the Manten Tebu tradition, it can be concluded that language is a means of expressing cultural values. In this study found the contained values in the manten tebu tradition in the form of piety values, the cultural preservation value, the education value, the work ethic and mutual cooperation value, and symbolic value.
Keywords: terms in the tradition Manten Tebu in the Jatibarang sugar mill Ethnolinguistic studies.
2171424488E1A014250PEMENUHAN HAK PENGUNGSI ANAK DI INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL
(Studi Tentang Hak Pengungsi Anak di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta)
PEMENUHAN HAK PENGUNGSI ANAK DI INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL
(Studi Tentang Hak Pengungsi Anak di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta)


Para pengungsi. anak yang terdapat di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres mendapatkan perlakuan tidak manusiawi saat berada di penampungan sementara tersebut. Situasi ini menimbulkan kondisi traumatis bagi para pengungsi anak yang dapat menyebabkan gangguan fisik ataupun gangguan psikis. Pengungsi anak yang berusia 11 tahun sedang dalam masa pubertas rentan mengalami kekerasan seksual dan eksploitasi seksual. Para pengungsi anak berhak mendapatkan hak-hak dan perlindungan anak sebagai pengungsi saat berada di Rudenim.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan dianalisis secara normatif kualitatif berdasarkan norma-norma dan teori/doktrin ilmu hukum. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hak pengungsi anak menurut hukum internasional serta penerapan dari hak pengungsi anak tersebut di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres Jakarta dalam hukum internasional dan hukum nasional Indonesia.
Hasil penelitian penulisan ini yaitu International Organization for Migration (IOM) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam penanganan para pengungsi anak dan pemenuhan hak-haknya yang termuat dalam Pasal 22 dan Pasal 24 Konvensi Hak Anak. Atas kepedulian Pemerintah Indonesia dalam pertanggung jawaban menangani pengungsi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri maka didirikanlah Community Housing yang berada di sembilan titik di Jakarta. Para pengungsi anak yang berada di Community Housing mendapatkan perlindungan serta pemenuhan hak-hak yang sebelumnya belum didapatkan di Rudenim.


Kata kunci : Pengungsi, anak, rudenim

FULFILLMENT OF CHILD REFUGEES RIGHTS IN INDONESIA REVIEWED FROM INTERNATIONAL LAW
(Study About Rights of Child Refugees at Kalideres Immigration Detention House, Jakarta)

The child refugees at Kalideres Immigration Detention House got inhumane treatment during the shelter period in that temporary shelter house. This sitiation creates traumatic condition for them that can cause physical disorders or psyschological disorders. The child refugees at age 11 are in the puberty stage that vulnerable to the sexual violance and sexual exploitation. The child refugees deserve a rights and protection as a refugees during their moment at the (Rudenim) Immigration detention house.
This research use normative juridical method and being analyzed qualitative-normatively based on norms and theories/doctrines of law. The Spesifications of research used here is descriptive analysis. The collecting data method uses library research. This research aims to find out the regulation of child refugees according to the international law and the application of the child refugees rights at the Kalideres Jakarta Immigration Detention House according international law and Indonesia national law.
The result of this research is that the International Organization for Migration (IOM) Indonesia are collaborating with Indonesia government in handling child refugees and the fulfillment of their rights that contained in Article 22 and Article 24 of the Childern’s Rights Convention. For the Indonesian Government’s concern in the responsibility of handling refugees based on Presidential Regulation Number 125 of 2016 about Handling Refugees from Abroad, that makes Community Housing are being established at nine ponts in Jakarta. The child refugees who are in the Community Housing receive protection and rights fulfillment that have not been obtained previously at the Rudenim (Immigration detention house).

Keywords : Refugee, child, rudenim iImmigration detention house).
2171524489F1C014054Membedah Pesan Taare Zameen Par: Sebuah Kritik Terhadap Penerapan Pendekatan Behavioristik dalam Sistem PendidikanFilm merupakan salah satu wahana kritik sosial yang efektif. Melalui unsur audio visualnya film dapat menampilkan berbagai potret fenomena sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat. Penelitian bertujuan mengupas berbagai tanda dalam adegan film yang menjadi representasi dari kritik sosial, khususnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika yang dikembangkan oleh John Fiske. Adegan yang dianggap mengandung kritik sosial diuraikan 9 kode televisinya. Setelah itu tanda akan dianalisis dalam tiga level, yakni level realitas, representasi, dan ideologi.
Penelitian ini menemukan bahwa Film Taare Zameen Par mengandung kritik terhadap pendekatan behavioristik dalam sistem pendidikan. Upaya mengkritik pendekatan behavioristik dilakukan dengan memunculkan pendekatan humanistik sebagai pembanding. Tokoh utama yang memiliki masalah disleksia tidak kunjung bisa membaca ketika dididik menggunakan pendekatan behavioristik. Ia justru mendapat label sebagai siswa nakal. Tokoh utama digambarkan mengalami perkembangan yang signifikan ketika dididik menggunakan pendekatan humanistik. Melalui cara tersebut pembuat film mencoba menegaskan bahwa pendekatan behavioristik memiliki banyak kelemahan dan kurang sesuai untuk diterapkan dalam sistem pendidikan formal.
Film is an effective media for social critics. Through the audio visual elements film can display various portraits of social phenomena that exist in the midle of society. This research aims to explore the various signs in the film scenes which are representations of social critics, especially in the field of education. The method used in this study is semiotic developed by John Fiske. The scenes which are considered to contain social critics is elaborated on 9 television codes. After that the sign will be analyzed in three levels, the level of reality, representation, and ideology.
This study found that the “Taare Zameen Par” film contained critics of the behavioristic approach in the education system. Efforts to criticize the behavioristic approach are carried out by generating a humanistic approach as a comparison. The main figure who has a dyslexic problem barely can read when educated using the behavioristic approach. He also got the label as a naughty student. The main figure was experiencing significant development when educated using a humanistic approach. In this way film makers try to assert that the behavioristic approach has many weaknesses and is not suitable to be applied in the formal education system.
2171624490E1A013240TANGGUNG JAWAB PT HASJRAT ABADI CABANG MARISA SEBAGAI PELAKU USAHA ATAS KERUGIAN KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MARISA NOMOR : 15/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mar


TANGGUNG JAWAB PT HASJRAT ABADI CABANG MARISA SEBAGAI PELAKU USAHA ATAS KERUGIAN KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MARISA NOMOR : 15/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mar

ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Tanggung Jawab PT Hasjrat Abadi Cabang Marisa Sebagai Pelaku Usaha Atas Kerugian Konsumen Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dalam Putusan Pengadilan Negeri Marisa Nomor : 15/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mar “. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab PT Hasjrat Abadi cabang Marisa selaku pelaku usaha atas kerugian konsumen dalam Putusan Pengadilan Negeri Marisa Nomor : 15/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mar.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa Putusan Pengadilan Negeri Marisa Nomor : 15/Pdt.Sus-BPSK/2017/PN.Mar, undang-undang serta buku-buku. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara normatif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa PT Hasjrat Abadi Cabang Marisa telah melanggar hak konsumen yang diatur Pasal 4 huruf (b), yaitu konsumen berhak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa sesuai dengan kondisi dan jaminan yang dijanjikan. PT Hasjrat Abadi Cabang Marisa sebagai pelaku usaha berkewajiban atas kerugian yang diderita konsumen, hal ini diatur Pasal 7 huruf (g) UUPK, yaitu pelaku usaha memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian. Sedangkan tanggung jawab PT Hasjrat Abadi Cabang Marisa sebagai pelaku usaha diatur dalam Pasal 19 angka (1) UUPK yaitu pelaku usaha bertanggungjawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Hakim menghukum PT Hasjrat Abadi Cabang Marisa berhak membayar ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian dan biaya penggantiannya harga 1 unit SPM Yamaha sebesar Rp. Rp. 19.400.000,- (Sembilan belas juta empat ratus ribu rupiah) yang diserahkan oleh pihak Hasjrat Abadi Cabang Marisa selaku pelaku usaha kepada Non Hipi selaku konsumen.

Kata kunci : Tanggung Jawab, Kerugian Konsumen, Pelaku Usaha
ABSTRACT
This writing is entitled "Responsibility of PT Hasjrat Abadi Marisa Branch as Business Actor againts Consumer Loss Based on Law Number 8 of 1999 about Consumer Protection in Marisa District Court Decision Number: 15 / Pdt.Sus-BPSK / 2017 / PN.Mar". PT Hasjrat Abadi Marisa branch as an entrepreneur for consumer losses in the Marisa District Court Decision Number: 15 / Pdt.Sus-BPSK / 2017 / PN.Mar. This study proposes to find out and analyze the responsibilities of PT Hasjrat Abadi Marisa branch as business actors for consumer losses in the Marisa District Court Decision Number: 15 / Pdt.Sus-BPSK / 2017 / PN.Mar.
This study uses a legal normative juridical approach, with descriptive research specifications. The data sources used is secondary data which are Marisa District Court Decision Number: 15 / Pdt.Sus-BPSK / 2017 / PN.Mar, laws and books. The data obtained are presented in a systematic and detailed, and data analysis is done normatively.
The results of study and discussion it is vivid that PT Hasjrat Abadi Branch Marisa has violated consumer rights regulated in Article 4 letter (b), that consumers have the right to choose goods and / or services and obtain goods and / or services in accordance with the conditions and guarantees agreed. PT Hasjrat Abadi Branch Marisa as a business actor is liable for losses suffered by consumers, which is regulated in Article 7 letter (g) UUPK, that business actors provide compensation, compensation and / or replacement if the goods and / or services received or utilized are not suitable by agreement. Whereas PT Hasjrat Abadi Branch Marisa's responsibility as a business actor is regulated in Article 19 number (1) UUPK, that a business actor is responsible for providing compensation for consumer damage, pollution and / or loss due to consuming goods and / or services produced or traded. The judge sentenced PT Hasjrat Abadi to the Marisa Branch to be entitled to pay compensation and / or reimbursement if the goods and / or services received or utilized were not in accordance with the agreement and the cost of replacing the price of 1 Yamaha SPM unit was Rp. 19,400,000 (nineteen million four hundred thousand rupiahs) submitted by Hasjrat Abadi Branch Marisa as a business actor to Non Hipi as a consumer.

Keywords : Responsibility, Consumer loss, Bussiness Actor
2171724491E1A014160PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN HANDPHONE REKONDISI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR: 265/PID.SUS/2017/PN.SMGPenelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Handphone Rekondisi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Dalam Putusan Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.SMG”. Latar belakang masalah penelitian ini adalah banyak terjadi jual beli handphone dalam kondisi rekondisi dan tanpa diketahui oleh konsumen, pelaku usaha disini tidak melaksanakan kewajibannya mengakibatkan konsumen kehilangan haknya dengan menderita kerugian tidak dapat menikmati handphone yang dibelinya sebagaimana mestinya. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti mengambil kasus dengan nomor register perkara 265/Pid.Sus/2017/PN.SMG.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan bahan sekunder yang berasal dari perundang-undangan dan buku literatur yang berkaitan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan mengenai kewajiban pelaku usaha terhadap konsumen handphone rekondisi pada kasus ini yaitu menerapkan ketentuan Pasal 7 Huruf (b) UUPK tentang kewajiban pelaku usaha. Bahwa DRAGON CELULLER tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan kepada konsumen yang telah merugikan konsumen DRAGON CELLULER. Dalam hal ini DRAGON CELULLER dituntut tanggung jawab berupa jaminan dan ganti rugi karena merugikan konsumen.

This study entitled "Legal Protection Against Reconditioned Mobile Consumers Based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Decision Number 265 / Pid.Sus / 2017 / PN.SMG". The background of the problem of this research is that there are many mobile phone buying and selling in reconditioned conditions and without being known by consumers, business people here do not carry out their obligations resulting in consumers losing their rights by suffering losses unable to enjoy the cellphones that they have purchased properly. Based on this background the researcher took the case with case number 265 / Pid.Sus / 2017 / PN.SMG.
The research method used in this study is a normative juridical approach, namely research conducted by examining library materials which are secondary materials derived from legislation and literature books relating to the object of research.
Based on the results of the analysis that has been carried out regarding the obligations of business actors to mobile consumers, the recondition in this case is applying the provisions of Article 7 Letter (b) UUPK concerning the obligations of business actors. That DRAGON CELULLER cannot fulfill its obligations as a business actor to provide true, clear and honest information about the conditions and guarantees of goods and / or services and provide an explanation of the use, repair and maintenance to consumers that have harmed consumers of DRAGON CELLULER In this case DRAGON CELULLER is required to be responsible in the form of guarantees and compensation for harming consumers.
2171824492G1A015008ANALISIS SPASIAL KEJADIAN PENYAKIT SKABIES DI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS Latar belakang: Data spasial adalah data yang memberikan informasi tentang posisi geografi dan memiliki karakteristik lokasi yang unik. Sistem koordinat adalah cara untuk menentukan posisi absolut. Skabies atau yang sering disebut dengan kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan sensitisasi dan infestasi dari tungau Sarcoptes scabiei. Penelitian dengan menggunakan analisis spasial penyebaran skabies di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas untuk melihat gambaran pemetaan sebaran penyakit skabies, wilayah yang menjadi tempat distribusi penyakit skabies serta arah pernyebaran penyakit skabies
Tujuan penelitian: Mengetahui pola klaster kejadian skabies di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas pada tahun 2018.
Metode penelitian: Bentuk penelitian yang akan dilakukan adalah observasional analitik dengan menggambarkan analisis spasial kejadian penyakit skabies. Metode pengambilan sampling total sampling. Subjek penelitian kali ini adalah pasien skabies dan didiagnosis skabies oleh dokter Puskesmas Jatilawang dalam periode bulan Juli – September
Hasil: Distribusi spasial pada penelitian ini menunjukkan kejadian skabies pada Kecamatan Jatilawang mengelompok (cluster) pada Ponpes Al-Falah.
Kesimpulan: Distribusi penyebaran kejadian skabies di Kecamatan Jatilawang tahun 2018 di wilayah Desa Tinggarajaya dan Gunung wetan. Pola klaster sebaran penderita skabies di Kecamatan Jatilawang tahun 2018 adalah mengelompok.
Background: The spatial data is a form of data that provides information about geographical position and can determine the region distinctive characteristic. The coordinate system is a way to determine absolute position. Skabies is a skin disease caused by sensitization and infestation of mites (Sarcoptes scabiei). The study used a spatial analysis of the spread of scabies in the Jatilawang District of Banyumas Regency to see an overview of the distribution of scabies, the area where the scabies was distributed and the direction of the spread of scabies.
Objective: Understanding the cluster pattern of skabies in Jatilawang District, Banyumas Regency.
Research Methods: The research is conducted with analytic observational method by describing the spatial analysis of the incidence of skabies. Total sampling method was used to attain sample in this research. The subject of this study was scabies patients and diagnosed with scabies by doctors in Jatilawang health center the period from July to September.
Results: Spatial distribution in this study showed the incidence of skabies in Jatilawang District clustered in Al-Falah Islamic Boarding School.
Conclusion: The spreading distribution of the skabies incidence in the Tinggarajaya and Gunung Wetan villages of The Jatilawang District. The cluster pattern of skabies distribution patient in Jatilawang District is grouped.
2171924493A1L014066EFIKASI PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.)
TERHADAP HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk: 1)mengetahuipengaruhpemberianekstrakdaunketepeng cina (Cassiaalata)terhadapmortalitas 2) mengetahuikonsentrasi efektif hamaulatgrayak (S. litura). 3) mengetahuipengaruhpemberianekstrakC.alataterhadapaktivitasmakanhamaulatgrayak (S. litura). 4) mengetahuipengaruhpemberian ekstrakC.alataterhadapperkembangan larva ulatgrayak (S.
litura).Penelitiandilaksanakan di LaboratoriumIlmu Hama
TumbuhanFakultasPertanianUniversitasJenderalSoedirman, Purwokerto,
padabulanOktobersampaidenganbulanDesember 2018. Penelitian ini dilakukan 2 tahap penelitian, penelitian pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 taraf konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina pada kisaran konsentrasi 0-90% setiap perlakuan diulangi sebanyak 5 kali. Analisi data menggunakan anova dan nilai LC50 menggunakan analisis probit. Penelitian kedua menggunakan RAL dengan taraf konsentrasi berdasarkan dari nilai LC50. Dilakukan dengan 7 taraf konsentrasi dan diulangi sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati meliputi mortalitas S. litura, palatabilitas, lama masa pupa, jumlah pupa, dan jumlah imago. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 90% diperoleh hasil mortalitas 100%. Konsentrasi efektif sebesar 15% dengan nilai mortalitas 90%. Pemberian ekstrak daun ketepeng cina dengan konsentrasi 12% mampu menurunkan aktivitas makan sebesar 41%. Dan perkembangan larva S. litura, serta pada konsentrasi 10% dan 12% dapat mempercepat stadium pupa menjadi 7,2 hari. Perlakuan konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina dengan12% mampu menghasilkan jumlah pupa sedikit dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan konsentrasi 12% menghasilkan persentase jumlah imago sebesar 8%.
This research was aimed to know : 1) the effect of application of candle bush’s leafextract(Cassia
alata) on the mortality 2) determinethe effective concentration of armyworm (S. litura) pest 3) the effect of
application C.alata extract on against the feeding activity armyworm (S. litura) pest. 4) the effect of
application C.alata to the development of armyworm (S. litura) larvae. This research was conducted in
Plant Pest Science Laboratory of Faculty of Agriculture, JenderalSoedirman University, Purwokerto,
from October to December 2018.The research was conducted in two stages, the first experimental design
uses Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments on the range of 0-90% and each treatment
was repeated 5 times. Data were analiyzed by Analysis of Variance (Anova) and LC50 were obtained by
probit analyze. The second experimental was conducted by 7 concentration and 5 replications. The
observed variables included the mortality of S. litura, palatability, pupae period, number of pupae, and
number of imago. The results showed that candle bush’s leaf extract by concentration of 90% was able to
cause 100% mortality of Spodopteralitura. The effective concentration of candle bush’s leaf extract was
15% with a mortality rate of 90%. The effect of application of C. alata leaf extract with a concentration of2
12% can reduce palatability by 41%, and on the development of S. litura larvae, concentration of 10%
and 12% can accelerate the pupae period to be 7,2 days. The 12% concentration of candle bush’s leaf
extractwas able to produce a small number of pupae compared to the control. The 12% concentration
treatment was able to obtain a percentage of imago to 8%
2172024494F1B014043KINERJA DINAS KETENAGAKERJAAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN CILACAP DALAM PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERIABSTRAK

Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri merupakan salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi permasalahan pengangguran di Indonesia. Namun tidak semua yang direncanakan berjalan dengan lancar sesuai apa yang telah diharapkan. Masih banyak terjadi permasalahan-permasalahan mengenai TKI di Indonesia termasuk di Kabupaten Cilacap yang merupakan penyumbang TKI terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Dalam mengatasi masalah-masalah tersebut, pemerintah pusat memberikan tugas dan wewenangnya kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap No. 7 Tahun 2014 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Cilacap. Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap bertanggungjawab atas semua yang berurusan dengan TKI Kabupaten Cilacap termasuk penempatan TKI ke luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja dari Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap dalam Penempatan TKI Kabupaten Cilacap ke luar negeri. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini adalah pejabat atau staf Disnakerin, Koordinator P4TKI, TKI dan Calon TKI. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian kabupaten Cilacap dalam penempatan TKI ke luar negeri sesuai dengan Perda Kabupaten Cilacap Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Cilacap, walaupun masih ada saja pegawai yang bekerja kurang maksimal. Koordinasi antara dinas dan lembaga-lembaga yang terkait harus selalu dilakukan supaya dapat memantau keadaan TKI. Perlu dilakukannya sosialisasi di desa-desa yang jauh dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan pembinaan yang cukup terhadap calon TKI yang akan bekerja di luar negeri.
Kata kunci : Kinerja, Penempatan TKI ke Luar Negeri, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian
ABSTRACK

Placement of Indonesian Workers (TKI) abroad is one of the ways the government in overcoming the problem of unemployment in Indonesia. But not all of the planning are running well as expected. There are still many problems regarding Indonesian migrant workers in Indonesia, including in Cilacap Regency, which is the largest contributor to Indonesian migrant workers in Central Java Province. in overcoming these problems, the central government assigns its duties and authority to the regional government especially the labor and industry services of cilacap regency according to the cilacap local regulation number 7 year 2014 about Protection of Indonesian Workers in Cilacap Regency. The labor and Industry services of Cilacap Regency is responsible for all who deal with TKI in Cilacap Regency including the placement of TKI abroad. The aim of this research was to find out how the performance of the labor and Industry services of Cilacap Regency in the placement of TKI in Cilacap Regency abroad. In the research, the method used was descriptive qualitative method. The Methods of data collection were interview, documentation, and observation. The informant selection technique used purposive sampling. The objectives in this research were officials or staff of the Manpower Office, Coordinator of P4TKI, TKI and prospective TKI. Data analysis method used interactive analysis. The validity of the data was tested by triangulation technique.
The results showed that the performance of the Cilacap District Manpower and Industry Office in the placement of Indonesian migrant workers abroad was in accordance with Cilacap District Regulation Number 7 of 2014 concerning the Protection of Indonesian Workers in Cilacap Regency, even though there were still employees who worked less optimally. Coordination between agencies and related institutions must always be carried out in order to monitor the situation of Indonesian migrant workers. Socialization needs to be carried out in villages far from the city center of Cilacap Regency and sufficient guidance for prospective migrant workers who will work abroad.

Keywords : Performance, placement of Indonesian workers abroad, the labor and Industry Service