Artikel Ilmiah : E1A015163 a.n. TEGUH PRASETYO AJI
| NIM | E1A015163 |
|---|---|
| Namamhs | TEGUH PRASETYO AJI |
| Judul Artikel | TINJAUAN YURIDIS PENGUSIRAN PERWAKILAN TETAP RUSIA UNTUK PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA OLEH AMERIKA SERIKAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia yang mendapatkan suaka dari Inggris, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia membuat hubungan diplomatik antara Inggris dan negara-negara sekutunya dengan Rusia merenggang. Amerika Serikat sebagai sekutu Inggris memulangkan enam puluh perwakilan tetap Rusia dengan dua belas di antaranya merupakan perwakilan tetap Rusia yang terakreditasi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut ketentuan Pasal 4 ayat 11 Convention on the Privileges and Immunities of the United Nations 1946 perwakilan tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki kekebalan dan hak-hak istimewa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan mengenai kekebalan dan hak istimewa perwakilan dari negara-negara anggota untuk organisasi internasional dan untuk mengetahui ketentuan hukum internasional atas tindakan Amerika Serikat memulangkan perwakilan tetap Rusia untuk PBB di New York, Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaturan kekebalan dan hak istimewa perwakilan diplomatik diatur dalam beberapa peraturan internasional, yaitu : Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa 1945, Konvensi mengenai Kekebalan dan Hak Istimewa Perserikatan Bangsa-Bangsa 1946, dan Konvensi mengenai Kekebalan dan Hak Istimewa Misi Khusus 1947. Perbuatan Amerika Serikat memulangkan dua belas perwakilan tetap Rusia untuk PBB ditinjau menggunakan Pasal 9 Konvensi Wina 1961 mengenai Hubungan Diplomatik membuktikan bahwa perbuatan Amerika Serikat sudah sesuai haknya sebagai negara tuan rumah dari markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The alleged attempted murder of a former Russian spy who was granted asylum from Britain, Sergei Skripal and his daughter, Yulia, made diplomatic relations between Britain and its allies with Russia stretch. The United States as an ally of Britain repatriated sixty permanent representatives of Russia with twelve of them being permanent representatives of Russia accredited to the United Nations. According to the provisions of Article 4 paragraph 11 of the 1946 Convention of Privileges and Immunities of United Nations permanent representatives to the United Nations have immunity and privileges. The purpose of this study is to investigate the regulation of the immunity and privileges of representatives of member states for international organizations and to know the provisions of international law for the actions of the United States to repatriate Russia's permanent representatives to the United Nations in New York, United States. This study uses a statutory approach and case approach, as well as descriptive analytical research specifications. The results of research and discussion on the regulation of immunity and the privileges of diplomatic representation are regulated in several international regulations, namely: Charter of the United Nations 1945, Convention on Immunity and Privileges of the United Nations 1946, and the Convention on Immunity and Privileges of Special Missions 1947. The United States repatriated twelve permanent Russian representatives to the United Nations reviewed using Article 9 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, proving that the actions of the United States were in accordance with their rights as host country from the headquarters of the United Nations. |
| Kata kunci | Perserikatan Bangsa-Bangsa, kekebalan dan hak istimewa, persona non-grata. |
| Pembimbing 1 | Dr. H. Isplancius, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Wismaningsih, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Hj. Lynda Asiana, S.H., M.H. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2019-08-15 09:00:01.417619 |