Artikel Ilmiah : A1G012002 a.n. VIVI ZULFIYANA
| NIM | A1G012002 |
|---|---|
| Namamhs | VIVI ZULFIYANA |
| Judul Artikel | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADI SAWAH PESERTA SLPTT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia mengakibatkan meningkatnya kebutuhan konsumsi beras. Upaya peningkatan produksi beras saat ini dipengaruhi oleh berbagai kendala yang berdampak pada penurunan produktivitas padi akibat pemanfaatan faktor produksi yang kurang optimal. Salah satu strategi pemerintah guna mengatasi masalah itu adalah terlaksananya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Kecamatan Sumbang merupakan salah satu kecamatan yang menerapkan model PTT di Kabupaten Banyumas. Kegiatan SLPTT bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara menggunakan faktor produksi secara efektif dan efisien, sehingga biaya yang dikeluarkan petani dapat diminimalkan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani dalam usahatani padi sawah peserta SLPTT di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah yang dilakukan oleh peserta SLPTT Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, 3) menganalisis tingkat efisiensi produksi padi sawah yang dilakukan oleh peserta SLPTT Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas bulan Februari 2015 sampai dengan Maret 2015. Sasaran penelitian yaitu petani peserta SLPTT padi sawah Kecamatan Sumbang. Rancangan pengambilan sampel dengan metode Two Stage Cluster Sampling menghasilkan 40 petani di Desa Tambaksogra, dan Gandatapa. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani peserta SLPTT Kecamatan Sumbang adalah Rp18.222.092,875 dengan total biaya produksi rata-rata sebesar Rp8.720.595,391, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp9.501.497,484. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi peserta SLPTT Kecamatan Sumbang adalah luas lahan, pupuk organik, dan pestisida, sedangkan faktor produksi benih, pupuk anorganik, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap usahatani padi sawah peserta SLPTT Kecamatan Sumbang. Penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk organik, dan pestisida belum mencapai efisien. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | High rate of population growth in Indonesia resulted in increased rice consumption needs. Efforts to increase rice production is currently affected by various constraints that impact the decline in rice productivity. One of the government's strategy being carried out in other to overcome these problems is through the implementation of Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Sumbang Sub District is sub district that implement PTT model in Banyumas. The activity of SLPTT aims to increase income can be maximized by using production factor effectively and efficiently, so the cost spent by the farmer can be minimized. This research aimed to: 1) Determine the costs that spent and gain that can be achieved by farmers in lowland rice farming in the farmer participants SLPTT Sumbang Sub District of Banyumas. 2) To analyze factors that influenced lowland of using rice production factors is done by SLPTT farmer participants in Sumbang Sub District of Banyumas. 3) To analyze the level of efficiency of rice production is done by SLPTT farmer participants in Sumbang Sub District of Banyumas. The research method used survey method. Location of the research have been intentionally (purposive) in the Sumbang Sub District on February 2015 to March 2015. Research target was the SLPTT farmer participants in Sub District Sumbang of Banyumas. Design sampling with Two Stage Cluster Sampling method produces 40 farmers in Tambaksogra village, and Gandatapa village, Sumbang Sub District. Analysis methods used were costs and revenues, Cobb Douglas production function and efficiency of production factors. Result of the research showed that the average gain per hectare of SLPTT participants in Sumbang Sub District is Rp18.222.092,875 with total production costs by an average of Rp8.720.595,391, so the income received is Rp9.501.497,484. Production factors that influence rice production is done by SLPTT participants in Sumbang Sub District was the broad of land area, organic fertilizers and pesticides. Seeds, anorganic fertilizers, and labor did not influence significantly in rice farming by SLPTT farmer participants in the Sumbang Sub District. The usage of broad of land area, organic fertilizers and pesticides have not efficient. |
| Kata kunci | efisiensi, Cobb Douglas, peserta SLPTT. |
| Pembimbing 1 | Ir. S.H. Suseno, S.U. |
| Pembimbing 2 | Ir. Sri Widarni, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2015-07-13 22:54:57.135562 |