Home
Login.
Artikelilmiahs
29022
Update
LINTANG LARASATI
NIM
Judul Artikel
KAJIAN EROSI PADA LAHAN BUDIDAYA KENTANG SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DENGAN TEKNIK DRAINASE TERTENTU DAN VARIASI PERLAKUAN PUPUK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Di Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah produksi kentang masih relatif rendah. Maka dari itu, diperlukan upaya peningkatan produktivitas kentang. Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu sentra produksi hortikultura termasuk tanaman kentang. Budidaya kentang di Desa Serang umumnya masih dilakukan secara konvensional dengan penggunaan sistem guludan vertikal yang dapat memicu adanya degradasi lahan dan erosi yang tidak terkendalikan. Penggunaan sistem guludan horizontal dan penggunaan panjang guludan 2 meter dengan teknik drainase terbukti cukup efektif dapat mengatasi permasalahan tersebut, namun belum mampu untuk meningkatkan produktivitas tanaman kentang akibat kondisi kesuburan tanah, terutama pada sifat fisik dan kimia tanah yang dapat menurunkan produktivitas lahan dan hasil tanaman. Variasi perlakuan jenis pupuk yang sesuai diyakini dapat mengurangi kondisi kesuburan tanah, namun belum mendapat perhatian yang serius dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian erosi tanah yaitu aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss), kajian nutrisi (N-total dan P-total), serta pendugaan laju erosi pada budidaya kentang sistem guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019, pada lahan pertanian hortikultura Desa Serang, Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) dan Laboratorium Ilmu Tanah/Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 1) pupuk urea dan ponska dosis 125 kg/ha, 2) pupuk nitrea dan NSL dosis 41,67 kg/ha, 3) pupuk nitrea dan NSL dosis 83,33 kg/ha, 4) pupuk nitrea dan NSL dosis 125 kg/ha. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Analysis of Variance, Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, dan Universal Soil Loss Equation. Variabel yang diukur antara lain: aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss), Kehilangan nutrisi (N-total dan P-total), dan pendugaan erosi model USLE pada guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian erosi aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss) dan Kehilangan nutrisi (N-total dan P-total) pada guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk, dimana total aliran permukaan (run off) sebesar 49,252 m3/ha, total kehilangan tanah (soil loss) sebesar 0,391 ton/ha, nilai kehilangan nutrisi pada N-total sebesar 1,959 kg/ha, dan nilai kehilangan nutrisi pada P-Total sebesar 2,533 kg/ha. Adanya penggunaan perlakuan variasi jenis pupuk memberikan pengaruh signifikan terhadap aliran permukaan (run off) dan kehilangan tanah (soil loss). Sedangkan penggunaan perlakuan variasi jenis pupuk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kehilangan nutrisi N-total dan P-total. Pendugaan erosi model USLE pada variasi perlakuan pupuk memiliki tingkat bahaya erosi Sangat Ringan (SR), nilai kehilangan tanah erosi pada pupuk subsidi (urea dan ponska) dengan takaran 125 kg/ha sebesar 9,66 ton/ha/tahun, sedangkan pada perlakuan variasi pupuk non subsidi (nitrea dan NSL) dengan takaran 41,67 kg/ha, 83,33 kg/ha, dan 125 kg/ha memiliki nilai sebesar 9,00 ton/ha/tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In Indonesia, especially in the area of Central Java, potato production is still relatively low. Therefore, efforts are needed to increase potato productivity. Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency is one of the centers of horticultural production including potato plants. Potato cultivation in Serang Village is generally carried out conventionally using a vertical mound system that can trigger land degradation and uncontrolled erosion. The use of horizontal mound system and the use of 2 m length mound with drainage techniques has proven to be effective enough to overcome these problems, but has not been able to increase the productivity of potato plants due to soil fertility, especially in physical and chemical properties of the soil which can reduce land productivity and crop yields. The variation of the appropriate type of fertilizer treatment is believed to reduce the condition of soil fertility, but has not received serious attention in overcoming it. This study aims to determine the study of run off , soil loss and nutritional studies (N-total and P-total) on potato horizontal horizontal mound cultivation with certain drainage techniques and variations in type treatment fertilizer. The research was conducted in September until December 2019, on the horticulture farm in Serang Village, Purbalingga, Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (TPPBL) and Soil / Land Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study was prepared based on a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments, namely: 1) urea and ponska fertilizer dose of 125 kg/ha, 2) nitrea and NSL fertilizer dose of 41,67 kg/ha, 3) nitrea and NSL fertilizer dose of 83,33 kg/ha, 4) nitrea and NSL fertilizer dose of 125 kg/ha. Data analysis in this study uses Analysis of Variance, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) Test 5% and Universal Soil Loss Equation. The variable were measured in this research such as: run off, soil loss and nutrient loss (N-total and P-total) soil in horizontal ridges with variations in length of ridge treatment with drainage techniques. The results showed that the run off, soil loss and nutrient loss (N-total and P-total) in horizontal ridges with ceertain drainage technique and variations in the treatment of fertilizers, where totaly rapid of run off content values is 49,252 m3/ha, totaly of soil loss is 0,391 ton/ha, value of nutrient loss N-total is 1,959 kg/ha, and value of nutrient loss P-total is 2,533 kg/ha. The use of various types of fertilizer treatment gives a significant influence on the measurement of run off and soil loss. Meanwhile the use of various types of fertilizer treatment not gives a significant influence on the measurement of nutrient loss (N-total and P-total). Estimation of USLE erosion models on the variation of fertilizer treatment has a very light level of erosion hazard (SR), the value of soil erosion loss in subsidized fertilizers (urea and ponska) with a dose of 125 kg/ha is 9.66 ton /ha/ year, while the variation treatment non-subsidized fertilizer (nitrea and NSL) with a dose of 41.67 kg/ha, 83.33 kg/ha, and 125 kg/ha has a value of 9.00 tons/ha/year.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save