Home
Login.
Artikelilmiahs
23170
Update
NURUL RIMADHANI
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN PERSEPSI KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN DAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Salah satu masalah remaja adalah kekerasan seksual yang merupakan pemaksaan oleh seseorang akibat dorongan seksual. Ancaman kekerasan seksual remaja perkotaan lebih tinggi karena teknologi maju membuat persepsi remaja menjadi negatif. Jumlah kekerasan seksual Kabupaten Banyumas tahun 2017 adalah 109 kasus dan banyak terjadi di Kecamatan Purwokerto Selatan (kota) dan Kembaran (desa). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan persepsi kekerasan seksual pada remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi Kecamatan Purwokerto Selatan sebanyak 5931 remaja dan Kecamatan Kembaran sebanyak 3523 remaja. Sampel diambil menggunakan multistage random sampling sebanyak 172 responden. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan menggunakan Mann-Whitney dan multivariat engan menggunakan regresi logistik. Hasil : Analisis bivariat menyatakan ada perbedaan persepsi kekerasan seksual (p=0,048), namun pada analisis multivariat tidak ditemukan perbedaan persepsi kekerasan seksual di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran (p=0,865). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan persepsi kekerasan seksual pada remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kembaran setelah dikendalikan usia dan sikap. Remaja harus mencari informasi lebih banyak mengenai kekerasan seksual agar dapat melindungi diri dari kejahatan seksual. Kata Kunci : Persepsi, Kekerasan Seksual, Kota, Desa
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Adolescent is transition from childhood to adulthood. The most problem of adolescent is sexual violence which is coercion by someone due to sexual impulse. The threat of urban adolescent sexual violence is higher because advanced technology makes adolescent perceptions negative. Sexual violence in Banyumas Regency in 2017 was 109 cases. The most cases of sexual violence in Banyumas occurred in South Purwokerto (urban) and Kembaran (rural). Purpose: To determine perceptions differences of sexual violence in adolescents in South Purwokerto and Kembaran of Banyumas Regency. Methods: This study uses a cross sectional approach. The population of South Purwokerto is 5931 and Kembaran is 3523. Samples were taken using multistage random sampling as many as 173 respondents. Data collection using questionnaires. Bivariate analysis using Mann-Whitney and multivariate using logistic regression. Results: Bivariate result there was no perception difference of sexual violence (p=0,048) in adolescents in South Purwokerto and Kembaran. Multivariate analysis there was no different perceptions of sexual violence in adolescent in South Purwokerto and Kembaran (p=0,865). Conclusion: There is no perception difference of sexual violence in adolescent in South Purwokerto and Kembaran after being controlled by age and attitude. Sugestion: Adolescent must seek more information about sexual violence in order to protect themselves from sexual crimes. Keywords: Perception, Sexual Violence, Urban, Rural
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save