Home
Login.
Artikelilmiahs
23168
Update
ILHAM ALIF SYAHIDA
NIM
Judul Artikel
Karakteristik Anatomi Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Berdasarakan Perbedaan Ketinggian Tempat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) merupakan tanaman hortikultura yang mendapat prioritas untuk dikembangkan dalam program pengembangan Jenis Pohon Serba Guna (JPSG) dan banyak dimanfaatkan di negara tropis, karena mengandung vitamin, mineral dan sebagai sumber kalori. Nangka termasuk salah satu tanaman buah-buahan yang memiliki banyak variasi morfologi. Tanaman ini memiliki kemampuan hidup dalam rentang ketinggian yang berbeda-berbeda, dari wilayah tepi pantai hingga daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anatomi nangka dan untuk mengetahui perbedaan anatomi nangka berdasarkan perbedaan ketinggian tempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pola purposive random sampling. Pembuatan preparat anatomi batang menggunakan metode non-embedding. Pembuatan preparat anatomi daun menggunakan metode parafin dan preparat segar. Parameter yang diamati adalah diameter batang dan xilem, tebal kutikula daun, epidermis, dan mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), kerapatan stomata dan trikomata. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 90%, dengan uji lanjut DMRT/ Duncan. Hasil menunjukkan ketinggian dari suatu tempat akan berpengaruh terhadap karakter anatomi nangka sebagai bentuk adaptasi. Terdapat perbedaan ukuran diameter xylem, tebal mesofil dan kerapatan trikomata nangka pada ketinggian 1000 mdpl, tebal kutikula, epidermis, rasio palisade pada ketinggian 10 mdpl, dan kerapatan stomata pada ketinggian 500 mdpl.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk.), one of the horticultural plants which has priority to be developed in the development program of Multipurpose Tree Type (JPSG) and is widely used in tropical countries, because it contains vitamins, minerals and as a source of calories. Jackfruit has many morphological variations. This plant has the ability to live in different altitude ranges, from coastal areas to upland areas. This study aims to determine the anatomical characteristics of jackfruit based on differences in place height and to determine differences in jackfruit anatomy based on differences in place height. This study used survey method, with a purposive random sampling pattern. Rod anatomy preparations using non-embedding method. Leaf anatomy preparations using paraffin method and fresh preparations. Parameters observed in the stem were stem diameter and xilem while leaf preparations were cuticular thicknes, epidermis, and mesophyll, stomatal size (length and width), number of stomata and trichomata. Data were analyzed quantitatively using ANOVA test with a confidence level of 90%, with further DMRT / Duncan tests. The results show altitude will affect the anatomical character of jackfruit as a form of adaptation. There are differences in diameter xylem size, mesophyll thickness and trichomata density of jackfruit at an altitude of 1000 masl, thick cuticle, epidermis, palisade ratio at an altitude of 10 masl, and stomata density at an altitude of 500 masl.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save