Artikel Ilmiah : F1B114005 a.n. ROSSE ARI ANGGINI

Kembali Update Delete

NIMF1B114005
NamamhsROSSE ARI ANGGINI
Judul ArtikelIMPLEMENTASI PROGRAM PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) MELALUI KEGIATAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI DESA PANDAK KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjalankan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Pandak. Desa Pandak memiliki potensi lahan pekarangan untuk kegiatan peternakan, perikanan, penananaman buah-buahan dan sayur-sayuran, penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) serta penanaman tanaman pangan dan perkebunan, Desa Pandak merupakan desa yang tertinggi perihal kasus stunting dan masuk kedalam 10 desa Stunting di Kabupaten Banyumas, hal ini yang melatarbelakangi adanya kegiatan KRPL di desa tersebut. Adapun sasaran dari kegiatan KRPL adalah daerah rentan rawan pangan dan daerah prioritas penanganan stunting.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program P2KP melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan validitas data melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diwujudkan melalui adanya beberapa aspek, aspek pertama yakni komunikasi, komunikasi dikatakan baik karena antara pendamping dengan penerima program (KWT) terdapat sosialisasi dan pertemuan rutin yang dilakukan setiap bulannya; dalam segi sumberdaya, untuk sumberdaya manusia dikatakan baik karena pendamping tingkat kabupaten dan desa merupakan orang-orang yang telah memenuhi kriteria sebagai pendamping kegiatan KRPL, untuk sumber daya finansial cukup dalam menunjang keberlangsungan kegiatan KRPL walaupun pemberian bantuan dana diberikan hanya satu kali saja, selanjutnya sumberdaya peralatan, pemerintah hanya memberikan bantuan dalam bentuk dana yang dialokasikan untuk pembelian peralatan; dalam segi disposisi sikap dikatakan baik karena para pendamping memiliki pengetahuan dan persepsi yang mumpuni sehingga pelayanan yang diberikan sangat baik; dalam segi struktur birokrasi dikatakan baik karena Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki struktur birokrasi serta pembagian kerja yang baik dan terdapat SOP tentang pelaksanaan kegiatan KRPL sebagai pedoman para pendamping di lapangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kelompok Wanita Tani (KWT) who are implementing Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) in Desa Pandak is the foundation of this research. Desa Pandak has yard area potencies not only for livestock, fishery, fruits and vegetables, TOGA (Tanaman Obat Keluarga) gardening but also crop and plantation. Desa Pandak is the highest village for stunting case and includes in 10 stunting villages in Kabupaten Banyumas which leads to KRPL activity in there. The objective of KRPL program is the vulnerable areas which susceptible to food insecurity and priority areas for stunting treatment.
This research aims to discover the P2KP program through Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activity in Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. The method used in this research is descriptive qualitative and the informant selection technique used is purposive sampling. The data analysis method used is an interactive data analysis. Furthermore, to ensure data validity, the research used the validity process through the triangulation.
The result of this research shows that Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) program implementation through Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) was built by several aspects; the first aspect is communication, the communication is decent due to the routine socialization and meeting between the supervisor and the program implementers (KWT) in every month; from the resource aspect, the human resources were also decent due to suitable criteria of supervisors in Kabupaten and Desa which responsible as KRPL program supervisors, the financial resource is pretty decent to support KRPL program even though the aid was only given once, furthermore, the equipment resource, the government was only given a financial aid to be allocated for equipment purchases; from the attitude disposition aspect, it is also decent due to a qualified knowledge and perception of supervisors which they did deliver the best services; in a bureaucracy structure aspect is also decent due to not only Agriculture and Food Security has a good bureaucracy and work division but also they has an SOP as the guidelines for the implementation.
Kata kunciImplementasi, P2KP, KRPL
Pembimbing 1Drs. Ngalimun, MPA
Pembimbing 2Drs. Simin, M.Si
Pembimbing 3Drs. Swastha Dharma, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2019-07-22 23:09:32.438236
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.