| NIM | F1J014039 |
| Namamhs | DHIAH FITHRIANI HERLIANA |
| Judul Artikel | BENTUK DAN MAKNA KATA SUMIMASEN DAN GOMENNASAI DALAM DORAMA 5 JI KARA 9 JI MADE |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Bentuk dan Makna Ungkapan Sumimasen dan Gomennasai dalam Dorama 5 ji kara 9 ji made”. Tujuannya untuk mendeskripsikan bentuk ungkapan sumimasen dan gomennasai yang muncul dalam dorama dan perbedaan nuansa makna antara keduanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Data yang digunakan adalah dialog yang mengandung kata sumimasen dan gomennasai sebanyak 93 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 variasi bentuk kata sumimasen yaitu:1) sumimasen; 2)sumanai; 3)suimasen; 4)suimasendeshita; 5)hontouni sumimasen; 6)hontouni suimasen; 7)hontouni suimasendeshita; 8)Suman dan 6 variasi bentuk kata gomennasai yaitu: 1)gomennasai; 2)gomen; 3)gomenne; 4)gomenkudasai; 5)hontouni gomen; 6)hontouni gomennasai. Kata sumimasen dan gomennasai merupakan kata yang bersinonim, namun kedua kata tersebut tidak sepenuhnya dapat saling menggantikan. Perbedaan nuansa makna kedua kata tersebut yaitu: (a) nuansa makna ‘maaf’ kata sumimasen menekankan pada perasaan tidak enak hati penutur kepada mitra tutur. Kata gomennasai menekankan pada rasa penyesalan penutur kepada mitra tutur. (b) nuansa makna ‘maaf’ kata sumimasen memiliki unsur ungkapan terima kasih penutur kepada mitra tutur. Kata gomennasai tidak memiliki nuansa makna tersebut. (3) nuansa makna kata gomennasai menyiratkan jika penutur meminta untuk dimaafkan oleh mitra tutur, sedangkan kata sumimasen tidak. Perbedaan nuansa makna pada kata yang bersinonim disebabkan adanya perbedaan konteks pada setiap pembicaraan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research examines about form and meaning of sumimasen and gomennasai expression in dorama (5 ji kara 9 ji made). This research aimed to describe form and the difference in nuance of meaning of sumimasen and gomennasai that appear in this dorama. This research is categorized as descriptive qualitative. The data collected by scrutinized and noted technique. The data of this research are 93 dialogues which are contain of sumimasen and gomennasai. The result of this research are found 8 (eight) variation of sumimasen: 1)sumimasen; 2)sumanai; 3)suimasen; 4)suimasendeshita; 5)hontouni sumimasen; 6)hontouni suimasen; 7)hontouni suimasendeshita; 8)suman and 6 (six) variation of gomennasai: 1)gomennasai; 2)gomen; 3)gomenne; 4)gomenkudasai; 5)hontouni gomen; 6)hontouni gomennasai. Sumimasen and Gomennasai are synonymous word, but they are not entirely substituted. The difference in nuance of meaning of sumimasen and gomennasai are (a) nuance of meaning ‘sorry’ in sumimasen emphasizes that speaker has an uncomfortable feeling to the partner. Nuance of meaning ‘sorry’ in gomennasai emphasizes that speaker has a regret feeling to the partner. (b) nuance of meaning ‘sorry’ in sumimasen has a gratitude expression while gomennasi has no that expression (c) nuance of meaning gomennasai implied that speaker ask to be forgiven by the partner while sumimasen has no that nuance. The difference in nuance of meaning to the synonymous words is caused by the different context in conversation. |
| Kata kunci | semantik, bentuk, nuansa makna, sumimasen, gomennasai |
| Pembimbing 1 | Idah Hamidah, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Ita Fitriana, M.A |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 131 |
| Tgl. Entri | 2018-08-19 18:37:59.295457 |
|---|