Artikel Ilmiah : A1D015068 a.n. MUHAMAD HASAN YUDIANTO

Kembali Update Delete

NIMA1D015068
NamamhsMUHAMAD HASAN YUDIANTO
Judul ArtikelKajian Aplikasi Metabolit Sekunder Empat Jamur Entomopatogen Terhadap penyakit Rebah Semai (Pythium sp.) pada Bibit Mentimun
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metabolit sekunder terbaik jamur entomopatogen dalam menekan pertumbuhan Pythium sp. in vitro dan terhadap penyakit rebah semai pada tanaman mentimun in planta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September 2018 sampai dengan Maret 2019. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap in vitro dan in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, metabolit sekunder Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana isolat Jember dan Papua, dan Lecanicillium lecanii. Variabel yang diamati adalah daya hambat perlakuan terhadap Pythium sp. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu hasil terbaik dari uji in vitro, selanjutnya terbagi, menjadi perlakuan kontrol air steril dan fungisida (mankozeb 80 %), konsentrasi 5, 10, dan 15 mL.Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, AUDPC, selisih tinggi tanaman, bobot segar akar, panjang akar, daya kecambah dan daya vigor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder Beauveria bassiana isolat Papua paling besar dalam menghambat Pythium sp. sebesar 1,64 %. Perlakuan 10 mL dapat menekan penyakit rebah semai sebesar 2,70% dan mampu meningkatkan panjang akar 19,5 % dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Meskipun demikian, perlakuan 10 mL belum mampu meningkatkan variabel pertumbuhan bobot segar akar dan selisih tinggi tanaman. Pemberian metabolit sekunder tidak berpengaruh pada daya kecambah dan daya vigor.

Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study was to determine the affect of entomopathogenic fungi secondary metabolites in suppressing the growth of Pythium sp. in vitro and the application of the best entomopathogenic fungi secondary metabolites against
damping-off cucumber in planta. This research was carried out at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2018 to March 2019. The research was divided into two stages, namely in vitro and in planta stage. The in vitro stage used a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications consisted of secondary metabolites of Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana Jember and Papua isolates, and Lecanicillium lecanii. Variable observed was the inhibition level against Pythium sp. The in planta stage used a Complete Randomized Block Design with 5 treatments and 5 replications. The treatments were the best results from the in vitro test, then divided into sterile water control, fungicide (mankozeb 80%) and concentration of 5, 10, and 15 mL. Variables observed were incubation period, disease incidence, AUDPC, plant height difference, root fresh weight, root length, germination rate, and vigour. Results of the research showed that the secondary metabolites of Beauveria bassiana Papua isolate have the largest inhibition of Pythium sp. up to 1,64 %. The 10 mL of secondary metabolites able to suppres the damping-off up to 2.70 % and to increase root length up to 19,5 % compare with other treatment. However, K3 was not able to increase the variable growth of root fresh weight and plant height difference. Giving secondary metabolites applicate were not able to affect the germination and vigour.
Kata kuncimetabolit sekunder, entomopatogen, rebah semai, mentimun.
Pembimbing 1Prof. Ir. Loekas Soesanto M.S., Ph.D.
Pembimbing 2Woro Sri Suharti S.P., M.P., Ph.D.
Pembimbing 3Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P.
Tahun2019
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2019-07-25 07:15:10.175023
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.