Home
Login.
Artikelilmiahs
21917
Update
MEGA NUR APRILLIA
NIM
Judul Artikel
Konsep Omoiyari dalam Drama Chanpon Tabetaka karya Kazukiho Shimizu
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Konsep omoiyari dalam drama Chanpon Tabetaka Karya Kazukiho Shimizu”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep omoiyari yang tercermin dalam drama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak catat. Data dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 11 data yang mencerminkan konsep omoiyari, yang terdiri atas 2 (dua) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk memelihara consensus; 4 (empat) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk mengoptimalkan kenyamanan orang lain; 2 (dua) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk timbal balik; 1 (satu) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk komunikasi intuitif, dan terdapat 2 (dua) data yang mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk perasaan bersalah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dalam berinteraksi, orang Jepang lebih mementingkan perasaan orang lain dan mengabaikan kepentingan sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled “Omoiyari Concept in Chanpon Tabetaka Drama by Kazukiho Shimizu. The purpose of this research is to describe the omoiyari concept which reflects in the drama. This research is categorized as a qualitative descriptive research. In collecting data, the researcher uses technique analysis observation method. The data is analyzed by using Roland Barthes semiotic theory. As the result of this research, there are 11 (eleven) data found in the drama which reflecting the omoiyari concept. 2 (two) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of consensus maintenance. 4 (four) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of optimizing someone else’s convenience. 2 (two) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of reciprocal. 1 (one) data is reflecting omoiyari concept in the form of guilt. The conclusion of this research is Japanese people tend to optimizing someone else’s matters rather than their own matters in their social interaction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save