Artikelilmiahs
Menampilkan 18.241-18.260 dari 50.045 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18241 | 21645 | E1A014227 | PENERAPAN PASAL 41 PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 03/POJK.03/2016 TENTANG BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH TERKAIT TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN PENGAWAS SYARIAH DI PT. BPRS BINA AMANAH SATRIA PURWOKERTO | Bank Syariah merupakan Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Upaya bank syariah memelihara prinsip syariah agar tetap terpelihara dalam kegiatan operasionalnya dilakukan dengan membentuk lembaga khusus independen pada struktur organisasinya yaitu Dewan Pengawas Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 41 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 03/POJK.03/2016 Tentang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah terkait tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah di PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dokumen perusahaan, dan juga data primer sebagai pendukung data sekunder berupa wawancara dengan pihak PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Dewan Pengawas Syariah di PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto telah menerapkan dan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai Pasal 41 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 03/POJK.03/2016 Tentang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yaitu dengan melakukan tinjauan secara berkala terhadap mekanisme penghimpunan dana, penyaluran dana serta pelayanan jasa BPRS, dan meminta data informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja BPRS dalam rangka pelaksanaan tugasnya. | Sharia Bank is a Bank conducting its business activities based on sharia principles and according to its type consists of Sharia Commercial Bank and Sharia Rural Bank. The efforts of sharia banks to maintain sharia principles in order to be maintained in their operational activities are done by establishing an independent special institution on its organizational structure, Sharia Supervisory Board. This study aims to know the application of Article 41 of the Financial Services Authority Regulation Number 03/POJK.03/2016 about Sharia Rural Banks related to the duties and responsibilities of Sharia Supervisory Board in PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. The approach method used in this research is the normative juridical approach method. Using the secondary data in the form of laws and regulations, books, journals, company documents, and also primary data as secondary data support by interviewing with PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. The collected data were analyzed by qualitative normative method. Based on the result data of research and discussion can be concluded that Sharia Supervisory Board in PT. BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto has implemented and carried out its duties and responsibilities in accordance with Article 41 of the Financial Services Authority Regulation Number 03/POJK.03/2016 about Sharia Rural Banks by conducting periodic review of fund raising mechanism, fund distribution and services of Sharia Rural Bank, and requesting information data related to sharia aspects of Sharia Rural Bank working unit in implementing its duties. | |
| 18242 | 21181 | G1D014011 | Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Serviks yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus dan salah satu bentuk pengobatannya adalah kemoterapi. Efek samping fisik dari kemoterapi memberikan dampak psikologis berupa kecemasan. Kecemasan dapat diminimalisir melalui kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan tingkat kecemasan pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Besar sampel adalah 33 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik Fisher untuk kecerdasan emosional dan tingkat kecemasan. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kecerdasan emosional dan tingkat kecemasan. Uji Fisher menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Cervical cancer is a cancer that occurs in the uterine cervix. One of cervical cancer treatment is chemotherapy. The physical side effect of chemotherapy causes psychological effects of anxiety. Anxiety can be minimized through emotional intelligence. This study aimed to investigate the relationship between emotional intelligence and anxiety level among patients with cervical cancer undergoing chemotherapy in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study used the analytical survey method with cross sectional approach. The sample in this study were amount of 33 respondents, which fulfilled inclusion criteria. Consecutive sampling technique was used in this research. The data was analyzed using Fisher Test Analysis between emotional intelligence and anxiety level. The instruments used are the instruments of emotional intelligence and anxiety levels. Fisher test showed that there is a relationship between emotional intelligence with anxiety level in cervical cancer patients who underwent chemotherapy in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 18243 | 21182 | P2CB14031 | PENGARUH SHYNESS, SOCIABILITY TERHADAP KECENDERUNGAN PEMBELIAN IMPULSIF DIKOTA PURWOKERTO DENGAN DIMEDIASI MOTIVASI UTILITARIAN DAN MOTIVASI HEDONIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kcenderungan pembelian impulsif pada konsumen. Pemilihan lokasi penelitian ini mempertimbangkan bahwa konsumen yang biasa berbelanja di tempat belanja modern adalah konsumen menengah ke atas. Variabel eksogenous terdiri dari Shyness dan Sociablity dan variabel endogenous terdiri dari motivasi utilitarian, motivasi hedonis dan kecenderungan pembelian impulsif.Jenis Penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Sampel sebanyak 140 orang responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk pengujian instrument menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji instrument, menunjukkan bahwa keseluruhan instrument adalah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan SEM analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Shyness berpengaruh signifikan terhadap motivasi utilitarian dengan konstribusi sebesar 47%, Sociability berpengaruh signifikan terhadap motivasi hedonis dengan kontribusi 39%, , motivasi utilitarian mampu memediasi antara Shyness dengan kecenderungan pembelian impulsif dengan kontribusi 59% dan motivasi hedonis mampu memediasi antara Sociability dengan kecenderungan pembelian impulsif dengan kontribusi 59%. | This study aims examine the effect of impulsive buying tendency on customer. This location is appropriate as research site under consideration that modern market in Purwokerto segment which is suitable as respondents in this research context. The exogenous variable in this study is Shynees and Sociability, the endogenous variables are Utilitarian Motivation, Hedonic Motivation an Impulsive Buying Tendency. The type of this research is explanatory research. A number of 140 respondents with an random sampling technique is used in this research. The research utilize questioner as the instrument to collect the data. A validity and reliability test were first applied to the instrument, which indicates that all item in the questioner are valid and reliabel. Data are analysed using descriptive analysis and SEM analysis. The result show that shyness significantly on utilitarian motivation with 47% contribution, sociability significantly on hedonis motivation with 39% constribution, utilitarian motivation capable to mediate between shyness with impulsive buying tendency 59% contribution and then hedonis motivation capable to mediate between sociability between impusive buying tendency 59% contribution. | |
| 18244 | 21183 | B1J013040 | KEANEKARAGAMAN TERIPANG BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI PERAIRAN PULAU MATAKUS, KEPULAUAN TANIMBAR, MALUKU TENGGARA BARAT | Teripang adalah hewan invertebrata laut berkulit duri (Echinodermata), memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena mengandung berbagai bahan bermanfaat sebagai sumber protein yang tinggi. Ekploitasi yang terjadi secara besar dikhawatirkan akan merusak kelestarian teripang di alam. Maluku Tenggara merupakan suatu wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil dengan tingkat keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Salah satu sumberdaya hayati tersebut adalah teripang (Holothuroidea). Untuk itu diperlukan informasi dasar terkait spesies berdasarkan morfologi teripang yang terdapat di perairan sekitar Maluku Tenggara Barat khususnya pada Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman teripang berdasarkan karakter morfologi dalam (tipe spikula) dan karakter morfologi luar diperairan Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies teripang di Perairan Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat sehingga akan memudahkan komunikasi antara nelayan, peneliti dan pedagang. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive dengan metode survey. Pengambilan sampel dengan cara menelusuri Pulau Matakus. Pengambilan sampel dilakukan pada saat kondisi surut. Variabel dalam penelitian ini yaitu keanekaragaman spesies teripang dan karakter morfologi dalam (tipe spikula) dan karakter morfologi luar teripang. Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini meliputi jumlah spesies, jumlah individu tiap spesies, tipe spikula, bentuk tubuh keseluruhan, warna tubuh dan permukaan tubuh. Analisis data hasil penelitian melalui referensi buku identifikasi yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan di wilayah perairan Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat terdapat delapan spesies teripang yang ditemukan yaitu Holothuria scabra, Holothuria leucospilota, Holothuria artra, Holothuria coluber, Holothuria fuscocinerea, Bohadschia similis, Actinopyga mautiriana dan Stichopus quadrifasciatus. | Sea cucumbers are marine invertebrate belonging to the phylum of Echinodermata. They are in high demand and targeted for consumption due to high protein content and for medicinal qualities. Massive exploitation of sea cucumbers from wild in tropical countries especially Indonesia has threatened their conservation status. Indonesia's Western Southeast Maluku is well known as the centre of origin in the sea cucumber market. This study aimed to determine the morphological species diversity of sea cucumber, primarily based on the spicula types of the samples collected from coastal waters of Matakus Island, Tanimbar Islands, Western Southeast Maluku. The outcome of this research was to provide the baseline data of sea cucumber diversity for conservation efforts and sustainable fishing. This study was a survey, and purposive sampling was implemented to collect samples during low tides.The species diversity of the sea cucumber were described based on the spicula type and other morphological characteristics including body shape, body colour and other external properties. This study used illustrated books as a reference for the morphological identification. The results showed the Matakus Island, Tanimbar Islands, Western Southeast Maluku host are eight species of sea cucumber including Holothuria scabra, Holothuria leucospilota, Holothuria artra, Holothuria coluber, Holothuria fuscocinerea, Bohadschia similis, Actinopyga mautiriana and Stichopus quadrifasciatus. | |
| 18245 | 21641 | A1L014152 | Peningkatan Produksi Kentang secara Lestari melalui Pola Tanam Sejajar Kontur di Andisol Berlereng pada Musim Tanam Penghujan | Masalah utama dalam budidaya kentang dilahan miring adalah erosi. Upaya menekan erosi tanah diantaranya adalah tindakan konservasi mekanik dan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh campuran pupuk organik hayati dan pupuk anorganik bersamaan dengan pola tanam sejajar kontur terhadap hasil kentang, (2) mengetahui pengaruh pola tanam sejajar kontur terhadap laju erosi lahan. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Kaligua, Kecamatan Paguyangan, Brebes dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berlangsung selama 6 bulan dari bulan Oktober 2017-Maret 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 faktor dan 3 kali ulangan, yaitu (1) arah guludan (L) dengan 3 taraf yaitu L1 (guludan miring 10% terhadap kontur), L2 (guludan miring 20% terhadap kontur) dan L3 (guludan tegak lurus terhadap kontur); (2) pupuk organik hayati (POH)(O) dengan 6 taraf yaitu O1 (Chicken manure 20 t/ha), O2 (POH 20 t/ha), O3 (POH 15 t/ha), O4 (POH 10 t/ha), O5 (POH 5 t/ha) dan O6 (POH 2,5 t/ha).; (3) pupuk anorganik (A) dengan 4 taraf yaitu A1 (ZA 1 ton/ha dan Phonska 250 kg/ha), A2 (dosis anjuran urea 300 kg/ha, SP-36 500 kg/ha, 300 kg KCl), A3 (1/2 dosis anjuran) dan A4 (1/4 dosis anjuran). POH dibuat dari Chicken Manure, Humat vulvat, Bio-P, Bio-T, dan N-HSL. Variabel yang diamati yaitu tinggi, jumlah daun, C organik, permeabilitas dan total produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan arah guludan miring 20% terhadap kontur memberikan pengaruh baik terhadap hasil kentang dibandingkan perlakuan lain dan mampu mengurangi laju erosi guludan tegak lurus terhadap kontur sebanyak 66,16%. | The main problem in the cultivation of potatoes on the slopes is erosion. Efforts to reduce soil erosion include mechanical conservation measures and the addition of organic matter. This research aim was: (1) to know the effect of mixture of organic bio-fertilizer and inorganic fertilizer along with parallel planting pattern of contour to potato yield, and (2) to know the influence of parallel pattern of contour to land erosion rate. The research was carried out in the area of Kaligua, Paguyangan distric, Brebes and soil science laboratory of the Faculty of agriculture, Jenderal Soedirman University. The study lasted for 6 months from october until March 2017 2018. This study used a Randomized Complete Design Group (RAKL) with 3 factors and repeats three times, namely (1) the slopes with 3 levels i.e. L1 (sloping contours parallel dike wall 10%), L2 (sloping contours parallel dike wall 20%) and L3 (bunds perpendicular to contours); (2) organic bio-fertilizer (OBF) (O) with 6 levels i.e. O1 (Chicken Manure 20 tons/ha), O2 (OBF 20 tons/ha), O3 (OBF 15 tons/ha), O4 (OBF 10 tons/ha), O5 (OBF 5 tons/ha), and O6 (OBF 2.5 ton/ha ); (3) chemical fertilizers (A) with 4 levels i.e. A1 (1 ton/ha of ZA and 250 kg/ha of Phonska), A2 (the dose recommended by 300 kg/ha of urea, SP-36 500 kg/ha, 300 kg of KCl, A3 (1/2 dosage recommendations) and A4 (1/4 dosage recommendations).OBF made of Chicken Manure, Humat vulvat, Bio-P, Bio-T, and N-HSL. The observed variables i.e. height, number of leaves, permeability, organic C and total production. The results of this study indicate that sloping contours parallel dike wall 20% good effect on potato yield compared to other treatments and able to reduce erosion rate perpendicular to contour of 66,16%. | |
| 18246 | 21686 | A1L013161 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) PADA KOMPOSISI PUPUK HAYATI MIKORIZA–TRICHODERMA DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK BUATAN | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh pemberian komposisi pupuk hayati mikoriza-Trichoderma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (2) mengetahui pengaruh pengurangan dosis pupuk buatan yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (3) mengetahui pengaruh kombinasi yang tepat antara pupuk hayati mikoriza-Trichoderma dan dosis pupuk buatan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu pemberian dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma dan pengurangan dosis pupuk buatan. Pupuk hayati memiliki tiga taraf yaitu 10 g (20 spora) mikoriza- 0 g Trichoderma per tanaman, 20 g (40 spora) mikoriza-10 g Trichoderma per tanaman dan 30 g (60 spora) mikoriza-20 g Trichoderma per tanaman. Pengurangan dosis pupuk buatan terdiri dari tiga taraf yaitu 0 % ( tanpa pemberian dosis pupuk buatan), 50 % (pengurangan setengah dari dosis anjuran pupuk buatan) dan 100% ( sesuai dosis anjuran pupuk buatan). Data dianalisis dengan menggunakan uji F (ANOVA) dengan taraf kesalahan 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan menggunakan DMRT pada taraf 5%.Variabel pengamatan meliputi pertambahan tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah cabang, bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), bobot segar akar (g), bobot kering akar (g), volume akar (cm3), luas daun (cm2), jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi pupuk hayati 10 g (20 spora) mikoriza- 0 g Trichoderma, 20 g (40 spora) mikoriza-10 g Trichoderma dan 30 g (60 spora) mikoriza-20 g Trichoderma memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanaman cabai. Pengurangan dosis pupuk buatan (urea, ZA, KCl, SP-36) sebanyak 0% dan 50% memberikan pengaruh yang sama dengan pengurangan 100% terhadap variabel hasil, namun dapat menambah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, volume akar. Tidak terdapat pengaruh interaksi antara dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma dan pengurangan dosis pupuk buatan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, sehingga belum diperoleh kombinasi yang tepat. | ABSTRACT The aims of this research were 1) to know the response of giving the compotition biofertilizer of mycorrhiza-Trichoderma on the growth and yield of red pepper plant, 2) to know the response of syntetic fertilizer dose decrease to growth and yield of red pepper plant, 3) to know the best combination dose of mycorrhiza-Trichoderma and syntetic fertilizer to growth and yield of red pepper plant. The tests treatments were two factors, the first factor comprised mycorrhiza-Trichoderma biofertilizer with three level doses consisting of 10 g (20 spore) mycorrhiza-0 g Trichoderma, 20 g (40 spore) mycorrhiza-10 g Trichoderma and 30 g (60 spore) mycorrhiza-20 g Trichoderma. The second one was uses of syntetic fertilizer with three level doses consisting of 0 % (without syntetic fertilizer), 50% (half recommended dose), and 100% (suitable recommended dose). The data analized by F (ANOVA) with 5% error degree and if the result give the real response it will be multiple test with DMRT 5% error degree. Observed variables were the increase of plant height (cm), leaf quantity (leaves), branch quantity, plant fresh weight (g), plant dry weight (g), root fresh weight (g), root dry weight (g), root volume (cm3), leaf area (cm2), flowers quatity, fruits quantity, and fruits weights per plant. Based of analysis, giving of biofertilizer was gave the same response of growh and yield variables. The giving of syntetic fertilizer gave the real response of all growth variable such as plant height (cm), leaf quantity (leaves), branch quantity, plant fresh weight (g), plant dry weight (g), root fresh weight (g), root dry weight (g), root volume (cm3), leaf area (cm2), and the combination factors between biofertilizer and syntetic fertilizer was gave the same response to all variables. | |
| 18247 | 21185 | G1A014005 | Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin dan Topografi Terhadap Profil Keganasan Kolorektal di RSUD Margono Soekarjo Tahun 2007-2016. | Keganasan pada kolorektal merupakan salah jenis kanker yang selalu menempati 10 besar yang kurang dikenal di masyarakat awam. Usia, jenis kelamin sering disebut sebagai salah satu dari beberapa faktor resiko keganasan kolorektal dengan topografi yang lebih sering pada kolon distal. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dari rentang tahun 2007-2016 dengan total 726 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara pencatatan dari dokumen di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Margono Soekarjo. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Keganasan pada kolorektal dibagi menjadi tiga, yaitu keganasan epitel, keganasan mesenkim, dan keganasan sistem limfatik. Usia dibagi menjadi kategori ≤ 40 tahun dan > 40 tahun. Jenis kelamin di kategorikan sebagai laki-laki dan perempuan. Topografi di kategorikan menjadi kolon proksimal (sekum, kolon ascenden dan kolon transversum) dan kolon distal (kolon desvenden, sigmoid dan rectum). Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square, didapatkan nilai p dari Uji Chi-square sebesar 0,063 untuk hubungan usia dengan profil keganasan kolorektal, dan p value= 0.434 untuk hubungan jenis kelamin dengan profil keganasan kolorektal. Nilai p tersebut lebih besar dari 0,05 (p>α), sehingga H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap profil keganasan kolorektal. Didapatkan p value = 0.000 untuk hubungan antara topografi dengan profil keganasan kolorektal. Nilai p tersebut kurang dari 0.05 (p>α), sehingga H0 ditolak. Dapat disimpulka bahwa terdapat hubungan antara topografi dengan profil keganasan kolorektal. Kata kunci: usia, jenis kelamin, topografi, profil keganasan, kolorektal | Malignancy in colorectal is one type of cancer that always occupy the top 10 less familiar in the general public. Age, sex is often referred to as one of several risk factors for colorectal malignancy with a more frequent topography of the distal colon. Sampling was done by total sampling method from 2007-2016 range with total 726 respondents. Data collection is done by the recording of documents in Anatomy Pathology Laboratory at Margono Soekarjo Hospital. The data obtained were analyzed using Chi-square test. Colorectal malignancies are divided into three, namely epithelial malignancy, mesenchymal malignancy, and malignant lymphatic system. Age is divided into categories ≤ 40 years and> 40 years. Genders are categorized as male and female. Topography is categorized into the proximal colon (cecum, ascendent colon, and transverse colon) and distal colon (descended, sigmoid and rectum colon). Based on statistical test result using Chi-square test, obtained p-value from Chi-square test of 0.063 for age relationship with colorectal malignancy profile, and p-value = 0.434 for sex relation with colorectal malignancy profile. The p-value is greater than 0.05 (p> α), so H0 is accepted. It can be concluded that there is no relationship between age and sex on colorectal malignancy profiles. P-value = 0.000 for the relationship between topography and colorectal malignancy profile. The p-value is less than 0.05 (p> α), so H0 is rejected. It can be concluded that there is a relationship between topography and colorectal malignancy profile. Keywords: age, gender, topography, profile of malignancy, colorectal | |
| 18248 | 21184 | G1A014068 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN Uji Toksisitas Akut | Daun sendok (Plantago major L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan sering digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat. Daun sendok dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kandungan zat aktif dalam daun sendok berpotensi menyebabkan kerusakan pada hati dengan tanda peningkatan SGOT dan SGPT. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis toksik ekstrak etanol daun sendok pada uji toksisitas akut terhadap kadar SGOT dan SGPT hewan uji. Penilitian ini merupakan uji toksisitas akut denga metode true experimental post test with control. Sampel merupakan 24 ekor rattus norvegicus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu I, II, III dan IV. Kelompok I adalah kontrol dengan pemberian CMC 1%, kelompok II, III, IV dengan pemberian dosis 1000mg/kgBB, 2000mg/kgBB, dan 4000mg/kgBB dosis tunggal. Sampel darah yang didperoleh diperiksa kadar SGOT dan SGPT menggunakan tes sinar UV. Rerata kadar SGOT dan SGPT secara berurutan kelompok I, II, III, IV adalah 146.00±12.36 U/L dan 72.33±15.44 U/L, 197.50±90.96 U/L dan 106.00±20.16 U/L, 166.83±36.24 U/L dan 93.33±25.50 U/L, 118.00±6.19 U/L dan 70.16±5.84 U/L. Hasil analisis data dengan Kruskal-Wallis untuk SGOT dinyatakan signifikan (p= 0.023) sedangkan hasil untuk SGPT tidak signifikan (p=0.185). Pemberian ekstrak etanol daun sendok (Plantago major L.) memberikan hasil signifikan pada SGOT dan tidak signifikan pada SGPT. Kata Kunci : Daun sendok, uji toksisitas akut, SGOT SGPT. | Plantago major (Daun Sendok) is a plant that grows a lot in Indonesia and is often used by the community as a medicinal herb. Plantago major is believed to cure various diseases. The content of active substances found in Plantago major has the potential to cause liver damage marked by increased SGOT and SGPT. This study was aimed to find out the toxic dose of Plantago major's ethanol extract by the acute toxicity test on SGOT and SGPT level of the trial animals. This study is an acute toxicity test with true experimental post-test with control method. The sample was 24 male Wistar strain white mice (Rattus norvegicus) which was divided into 4 groups namely I, II, III and IV. Group I was controlled by 1% CMC, Group II, III, IV with doses of 1000mg/kgBW, 2000mg/kgBW, and 4000mg/kgBB single dose. Blood samples were examined for SGOT and SGPT levels using a UV light test. The mean levels of SGOT and SGPT respectively in groups I, II, III, IV were 146.00 ± 12.36 U/L and 72.33 ± 15.44 U/L, 197.50 ± 90.96 U/L and 106.00 ± 20.16 U/L, 166.83 ± 36.24 U/L and 93.33 ± 25.50 U/L, 118.00 ± 6.19 U/L and 70.16 ± 5.84 U/L. Results of data analysis with Kruskal-Wallis for SGOT is significant (p = 0.023) while the result of SGPT is not significant (p = 0.185). The high dose administration of Plantago major extract has significant results in SGOT and was not significant in SGPT. Keyword : Plantago major, acute toxicity test, SGOT SGPT | |
| 18249 | 21186 | H1C012002 | PERANCANGAN JARINGAN MENGGUNAKAN TOPOLOGI SEGITIGA DAN PROTOKOL OSPF | Kegagalan konektivitas jaringan sering terjadi pada jaringan komputer. Perancangan jaringan ini menggunakan topologi segitiga dan protokol OSPF dan bertujuan untuk memberikan jalur alternatif ketika terjadi kegagalan jalur. Perancangan ini ditujukan untuk jaringan kampus dengan menggunakan desain jaringan bertingkat (core, distribution dan access) serta menggunakan sebagian tahapan PPDIOO milik Cisco yaitu persiapan (prepare), perencanaan (plan), perancangan (design), pelaksanaan (implement) serta operasi (operate). Selain merancang jaringan, Tugas Akhir ini juga menguji jaringan yang telah dirancang dengan parameter pengujian yaitu konektivitas jaringan, perutean paket, dan waktu konvergensi (yang muncul karena ada kegagalan jalur). Pengujian konektivitas jaringan dilakukan saat semua jalur perancangan terkoneksi, waktu konvergensi diuji pada saat kegagalan jalur, sedangkan perutean paket dilakukan pada kondisi jaringan normal ataupun saat terjadi kegagalan jalur. Dari hasil perancangan dan pengujian, hasil yang didapatkan untuk masing-masing parameter pengujian telah memenuhi keluaran yang diharapkan. Untuk pengujian konektivitas jaringan, jaringan telah terhubung dengan pengambilan 10 kali ping. Kemudian untuk pengujian perutean paket, hasil yang didapatkan sesuai dengan penentuan rute berdasarkan teori OSPF, sedangkan pengujian waktu konvergensi, mendapatkan hasil yang masih tergolong baik yaitu kurang dari 5 detik. | The link failure often happened in computer network. This design will be configured with triangle topology and OSPF protocol to give a redundant path when link failure happen. This design directly purpose for campus network uses hierarchical network design (core, distribution, and access) and some of Cisco’s PPDIOO steps which are prepare, plan, design, implement, operate. Not only designing, this Final Project also testing the network which been designed with some parameters of network connectivity, packet routing, and convergence time (this is exist because there are links failure in this network). Network connectivity is apply when the all links is all up, convergence time testing is apply in the link failure conditions, and the routing packet testing is apply when the links up and also the link failure conditions. From the results of designing and testing, it resulting for each parameters has fulfilled the determined output value. For network connectivity, the network successfully connected with 10 sequence ping. For routing packet, the result is same with the route path as OSPF’s theory told. For convergence time, the result still on range of determined value which is 5 seconds. | |
| 18250 | 21099 | G1H013048 | PEMBUATAN BISKUIT BERSUBTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT SEBAGAI MAKANAN CAMILAN TINGGI SERAT BAGI PENDERITA OBESITAS | Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk makanan camilan berupa biskuit dengan proporsi tepung terigu: tepung pisang kepok dengan suplementasi tepung rumput laut yang tinggi serat pangan serta memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima bagi penderita obesitas. Metode : Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu : proporsi tepung terigu : tepung pisang kepok (P, b/b), 70:30 (P1); 60:40 (P2); 50:50 (P3) dan suplementasi tepung rumput laut (K) sebanyak 10% (K1) dan 20% (K2) dari total tepung. Terdapat 6 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Variabel kimia dianalisis menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, sedangkan variabel organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Perlakuan terbaik dianalisis menggunakan Indeks Efektivitas. Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh nyata pada kadar air terhadap kombinasi perlakuan (PxK), kadar abu terhadap proporsi tepung (P, b/b), serta serat pangan total terhadap proporsi tepung (P, b/b) dan suplementasi tepung rumput laut (K, %) (p<0,05). Terdapat pengaruh sangat nyata berbagai perlakuan terhadap semua variabel organoleptik (warna, tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan)(p<0,05). Kesimpulan : Biskuit perlakuan terbaik yang telah dibuat mengandung energi sebesar 360,6 kkal/100g; kadar air 6,04 %bb; kadar abu 1,47%bb; lemak 2,2%bb; protein 11,1%bb; karbohidrat by difference 79,1%; dan total serat pangan 18,21%; warna 4,8 (kecoklatan); tekstur 2,3 (kurang remah); aroma 2,8 (sedikit beraroma pisang); rasa 2,5 (sedikit manis); dan kesukaan 2,3 (kurang suka) serta memenuhi kebutuhan serat pangan harian sebesar 46%-56%. Akan tetapi secara organoleptik masih kurang disukai. | Background: The aim of this research is to make snack product in the form of biscuit with the proportion of wheat flour: plantain flour suplemeted with seaweed flour which is high in dietary fiber and has acceptable sensory characteristic for obese people. Method: The study used Randomized Group Design (RGD). Factors tested consisted of 2 factors, namely: the proportion of wheat flour: plantain flour powder (P, b / b), 70:30 (P1); 60:40 (P2); 50:50 (P3) and seaweed flour supplementation (K) of 10% (K1) and 20% (K2) of total flour. There were 6 treatment combinations repeated 4 times to obtain 24 units of experiment. The chemical variables were analyzed using F test (95%) and followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%, while the sensory variables were analyzed by Friedman test and continued with the 5% Dual Appeal. The best treatment was analyzed using the Effectiveness Index. Results: There was a significant effect on the water content of the treatment combination (PxK), ash content to the proportion of flour (P, b/b), and total dietary fiber to the proportion of flour (P, b/ b) and seaweed flour supplementation (K ,%) (p <0.05). There is a very real effect of various treatments on all organoleptic variables (color, texture, flavor, taste, and liking) (p <0.05). Conclusion: The best treatment biscuit that have been made contain energy of 360.6 kcal / 100g; water content 6.04% bb; ash content 1.47% bb; fat 2.2% bb; protein 11.1% bb; carbohydrate by difference 79.1%; and total dietary fiber 18.21%; color 4.8 (brownish); texture 2.3 (less crumbs); 2.8 (slightly scented with banana); taste 2.5 (slightly sweet); and preferences 2.3 (less prefer) and meet the daily dietary fiber requirement of 46% -56%. However, the organoleptic still less prefered. | |
| 18251 | 21219 | G1A014019 | PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona Muricata L.) DAN DAUN SALAM (Eugenia Polyantha) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS MODEL HIPERLIPIDEMIA | Latar Belakang: Daun sirsak (Annona Muricata) dan daun salam (Eugenia Polyantha) merupakan tumbuhan yang sudah dikenal masyarakat dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari salah satunya sebagai tanaman obat. Daun sirsak mengandung beberapa senyawa aktif yaitu flavonoid, alkaloid, asam lemak, fitosterol, mirisil alkohol, dan anonol. Daun salam mengandung flavonoid, tannin, vitamin C, dan niasin. Hal tersebut dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam terhadap kadar trigliserida tikus model hiperlipidemia. Desain Penelitian: Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol sehat, kelompok II sebagai kontrol sakit, kelompok III (Ekstrak etanol daun sirsak 100mg/KgBB), kelompok IV (Ekstrak etanol daun salam 720mg/kgBB), dan kelompok V (Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak 100mg/KgBB dan daun salam 720mg/KgBB). Kadar trigliserida serum diperiksa dengan metode GPO-PAP. Hasil: Rerata kadar trigliserida pada kelompok I 67,60±12,602 μmol/L, kelompok II 139,60±33,216 μmol/L, kelompok III 94,00±23,527 μmol/L, kelompok IV 60,20±10,710 μmol/L, kelompok V 78,20±4,764 μmol/L. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05). Uji post hoc bonferonni menunjukkan hasil perbedaan rerata yang tidak signifikan antara kelompok I dengan III, IV, V, dan perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok II dengan kelompok IV dan V data (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam dapat menurunkan kadar trigliserida serum tikus model hiperlipidemia, tetapi tidak jauh berbeda dengan ekstrak daun sirsak atau daun salam tunggal. | Background: Soursop leaves (Annona Muricata L.) and bay leaves (Eugenia Polyantha) are plants that has been known to the public and used to daily needs as a medicinal plant. Soursop leaves contain of several active compounds, such as flavonoids, alkaloids, fatty acids, phytosterols, alcohols, and anonol. Bay leaves also contain of flavonoids, tannins, vitamin C, and niacin. Soursop leaves and bay leaves are may effect to decrease triglyceride levels in the blood. Objective: The aim of this research was to analyze the effect of combination between ethanol extract soursop leaves and bay leaves in triglyceride level on hyperlipidemia rat models. Design: The method of this research was experimental with post test only with control group design. Twenty-five rats were divided into 5 groups. Group I as healthy control, group II as hyperlipidemia, group III (ethanol extract of soursop leaves 100mg / KgBB), group IV (ethanol extract of bay leaves 720mg / kgBB), and group V (combination ethanolic extract of soursop leaves 100mg / KgBB and bay leaves 720mg / KgBB). Serum triglyceride levels were analyze using GPO-PAP method. Results: The mean result of triglyceride level in group I was 67,60 ± 12,602 μmol / L, group II 139,60 ± 33,216 μmol / L, group III 94,00 ± 23,527 μmol / L, group IV 60,20 ± 10,710 μmol / L, group V 78,20 ± 4,764 μmol / L. One Way ANOVA test showed a value of p = 0.001 (p <0.05). The post hoc bonferonni test showed no significant mean differences between group I to III, IV, V, and significant mean differences between group II with IV and V(p <0.05). Conclusion: The results showed that the combination between ethanol extract soursop leaves and bay leaves can decrease serum triglyceride level hyperlipidemia rat models, but does not much different than single extract of soursop leaves or bay leaves. | |
| 18252 | 20968 | F1C013015 | External Goverment Public Relations Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Dalam Sosialisasi Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia Emisi 2016 | Penelitian ini berisi mengenai kegiatan dari external Government Public Relations Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Dalam Sosialisasi Uang NKRI EMISI 2016. Sesuai dengan amanat UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Republik Indonesia, pada prosesnya perubahan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Ada pro dan kontra yang terjadi, begitu juga pengaplikasiaanya di masyarakat menjadi menarik untuk diteliti, bagaiamana Bank Indonesia melakukan tindakan sosialisasi terkait uang NKRI 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kegiatan External Publik Relations dalam melaksanakan sosialisasi Uang NKRI EMISI 2016 di Kantor perwakilan Bank Indonesia Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Melalui wawancara mendalam yang peneliti lakukan sebelumnya, dapat memaparkan kegiatan sosialisasi uang NKRI EMISI 2016 yang kemudian dikaitkan dengan model operasional peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/12/M.PAN/08/TAHUN 2007 tentang hubungan masyarakat dalam penelitiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan sosialisasi uang NKRI EMISI 2016 yang dilakukan kantor perwakilan Bank Indonesia Purwokerto berjalan dengan sangat baik dan sangat berpengaruh di kalangan masyarakat. | The study of the activities of the external government public relations representative office of Bank Indonesia Purwokerto in thr socialization of the Republican Unitary State Money Indonesia 2016 Emissions. In accordance with the mandate of Act No. 07 of the year 2011 about the currency of the Republic of Indonesia, on the process of change would couse unrest in the community. There are pros and cons that occur, as well as their implementation in the public interest to be examined, how Bank Indonesia doing the action socialization related money unitary state of the Republic of Indonesia 2016. This research aims to find out about the activities of the external public relations in carrying out socializations money unitary state of Republic Indonesia 2016 Emissions at Bank Indonesia representative office of Purwokerto. This study uses qualitative methods. Through the in-depth interviewinvestugators did eaelier, can expose the activites of socialization money unitary state of Republic Indonesia 2016 Emissions which are then associated with the operational model of utilization of state apparatus minister regulation number PER/12/m.PAN/08/2007 about community relations in his research. Thconducted representative office of Bank Indonesia Purwokerto goes very well was very influential among the public. | |
| 18253 | 21187 | G1D013025 | Pengaruh Komik Edukasi Tentang ASI Eksklusif Terhadap Pengetahuan dan Sikap Santriwati di Pondok Pesantren Purwokerto | PENGARUH KOMIK EDUKASI TENTANG ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN ANNUR PURWOKERTO Abstrak Nurbaeti1, Mekar Dwi Anggraeni2, Lutfatul Latifah2 LatarBelakang: Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Banyumas masih rendah. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif diantarany apengetahuan dan sikap terhadap pemberian ASI eksklusif. Pembentukan pengetahuan dan sikap terhadap pemberian ASI eksklusif idealnya dilakukan pada usia remaja karena rerata usia perkawinan pertama di Indonesia adalah 19 tahun. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komik edukasi tentang ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap terhadap pengetahuan dan sikap santriwati di Pondok pesantren Annur Purwokerto. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasy experimental pretest posttest one group only dengan jumlah responden 23. Responden diberikan komik edukasi tentang ASI eksklusif. Pengetahuan dan sikap responden terhadap pemberian ASI eksklusif diukur dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. HasilPenelitian: Sebagian besar responden berusia 17 tahun (70%) dan berpendidikan SD (78,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test pengetahuan (z = -4.223, p < 0,000) sikap (z= -4.204, p <0,000). Kesimpulan: Komik edukasi tentang ASI eksklusif efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santriwati terhadap ASI eksklusif Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, ASI eksklusif, Santriwati, Komik edukasi 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2 Dosen Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman | EFFECT OF EDUCATIONAL COMIC ABOUT EXCLUSIVE BREASTFEEDING TO KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF STUDENT IN BOARDING SCHOOL OF ANNUR PURWOKERTO Abstrack Nurbaeti1, MekarDwiAnggraeni2, LutfatulLatifah2 Introduction: exclusive breastfeeding rate in Banyumas Regency is still low. Factors that influence exclusive breastfeeding include knowledge and attitude toward exclusive breastfeeding. The formation of knowledge and attitude toward exclusive breastfeeding is ideally performed at the adolescence because the average of first marriage age Indonesia is 19 years old. Purpose: the purpose of this study was to determine the effect of educational comics about exclusive breastfeeding knowledge and attitude towards exclusive breasfeeding among student in Pondok Pesantren Annur Purwokerto. Methods: the design of this study was quasi experimental pretest andposttest one group only. Respondents were given educational comics about exclusive breastfeeding with total of 23 respondents. Knowledge and attitudes of respondents to exclusive breastfeeding were measured using a questionnaire. Data analysis using Wilcoxon test Results: most of the respondents were 17 years old (70%) and attended elementary school (78.3%). Results: Most of the respondents were 17 years old (70%) and attended elementary school (78.3%). Wilcoxon test results showed that there was a significant difference between pre-test score and post-test knowledge (z = -.4223, p <0,000) attitude (z = -4.204, p <0,000). Conclusion: educational comic about exclusive breastfeeding is effective to improve knowledge and attitude of santriwati Keywords: Knowledge, Attitude, Exclusive breastfeeding, Student, Educational Comic 1Nursing student, Nursing program, Faculty of Health Science, University of JenderalSoedirman 2Nursing lecturer, Faculty of Health Science, University of JenderalSoedirman | |
| 18254 | 21188 | E1A113005 | Analisa Yuridis Tentang Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons 2017 Berdasarkan Hukum Perjanjian Internasional | Perjanjian internasional merupakan sebuah kesepakatan internasional yang disepakati antara negara-negara dalam bentuk tertulis dan diatur oleh hukum internasional. Perjanjian internasional umumnya mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai, dalam hal ini Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons bertujuan untuk memusnahkan senjata nuklir secara seluruhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons berdasarkan hukum perjanjian internasional pada umumnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Metode analisa dalam penelitian ini adalah yuridis kualitatif. Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons dirumuskan karena banyak negara yang memahami konsekuensi yang berbahaya bagi umat manusia dikarenakan penggunaan senjata nuklir. Perjanjian ini mulai terbuka untuk ditandatangani sejak 20 September 2017 dan sejak saat itu sudah ada 53 negara yang menandatangani perjanjian ini dan menjadi pihak dalam perjanjian ini. Perjanjian ini mengikat para pihak untuk bekerja sama menghapuskan keberadaan senjata nuklir. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons merupakan perjanjian internasional multilateral dan telah memenuhi persyaratan yang diatur dalam Konvensi Wina 1969 tentang hukum perjanjian. Perjanjian ini tidak melanggar prinsip jus cogens, memenuhi prinsip pacta sunt servanda. Negara manapun boleh menandatangani dan meratifikasi perjanjian ini untuk menjadi pihak dalam perjanjian. Kelemahan yang dimiliki oleh perjanjian ini adalah perjanjian ini tidak dapat diterapkan terhadap negara diluar pihak yang masih menguasai senjata nuklir. | Treaty means an international agreement concluded between States in written form and governed by international law. Treaties usually has a goal to be achieved, in this case Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons aims a total elimination of nuclear weapons. The purpose of this study is to determine the position of the Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons under international treaty law in general. The approach method used in this research is normative juridical. The method of analysis in this research is qualitative juridical. Treaty on the prohibition of Nuclear Weapons was formulated because many states deeply concerned about the catastrophic humanitarian consequences that would result from any use of nuclear weapons. This treaty shall be open for signature to all States as from 20 September 2017 and ever since then there are already 53 states signed this treaty and become a state party. This treaty bind the state party to cooperate in order to eliminate the existence of nuclear weapons. Based on the results of this study, it can be concluded that the Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons is a multilateral treaty and meets the requirements set forth in the 1969 Vienna Convention on the law of treaties. This treaty does not violate the principle of jus cogens and meets the principle of pacta sunt servanda. Any State may sign and ratify this treaty to become a party to the agreement. The weakness of this agreement is that it can’t be applied against states outside the state party if they still possess nuclear weapons. | |
| 18255 | 21646 | H1F013014 | Geologi Bawah Permukaan dan Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Cekungan Melawi Kalimantan Barat | Cekungan Melawi Kalimantan Barat merupakan suatu cekungan yang cukup menarik perhatian para investor dalam negeri maupun asing. Hal tersebut dibuktikan dengan telah dilakukannya pengeboran pada tahun 19 Juli 1986 disalah satu sumur pada wilayah cekungan ini. Namun pada pelaksanaanya terjadi kegagalan pada pengeboran sumur tersebut dimana tidak didapatkan target reservoir untuk produksi. Akan tetapi pada laporan pengeboran yang telah dilakukan ditemukan indikasi gas dan oil show pada formasi silat sumur Kayan-1. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengevaluasi serta meninjau kembali prospek keberadaan cadangan hidrokarbon pada daerah Cekungan Melawi Kalimantan Barat. Penelitian ini meliputi analisis litologi, kandungan fluida, dan perhitungan jumlah keberadaan fluida minyak pada daerah penelitian. Penelitian dimulai dengan melakukan analisis petrofisika untuk mengetahui karakteristik reservoir seperti litologi, porositas, saturasi air dan permeabilitas. Selanjutnya dilakukan korelasi stratigrafi dan struktur, dan pemetaan dari unit reservoir, sehingga didapatkan peta oil water contact untuk menghitung cadangan hidrokarbon. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa reservoir daerah penelitian berada pada formasi Dangkan. Formasi ini tersusun oleh batupasir dengan perselingan batulempung dan lanau serta sisipan batugamping dan diorit. Reservoir ini memiliki nilai porositas sebesar 25%, saturasi air (Sw) sebesar 32%. Berdasarkan kalkulasi volumetrik, total jumlah cadangan hidrokarbon pada reservoir Dangkan adalah 63,58 MMSTB. | The Melawi Basin of West Kalimantan is a basin that attracts the attention of domestic and foreign investors. This is evidenced by the drilling done on July 19, 1986 at one well in this basin area. However, in the implementation of the failure to drill the well where no reservoir target for production. However, in the drilling report that has been done, there are indications of gas and oil show in the formation of silk well Kayan-1. So the purpose of this final research is to evaluate and review the prospect of the existence of hydrocarbon reserves in West Borneo Basin area. The study included lithology analysis, fluid content, and calculation of the amount of oil fluid present in the study area. Research begins by conducting petrophysical analyzes to determine reservoir characteristics such as lithology, porosity, water saturation and permeability. Furthermore, stratigraphic and structural correlation was done, and mapping of each reservoir unit, so as to get net pay map to calculate hydrocarbon reserve. The result of this research concludes that the reservoir of study area is in Dangkan formation. This formation is composed of sandstones with claystone and silt coating and limestone and diorite inserts. This reservoir has a porosity value of 25%, water saturation (Sw) of 32%. Based on volumetric calculations, the total amount of hydrocarbon reserves in Dangkan reservoir is 63,58 MMSTB. | |
| 18256 | 21189 | G1A014023 | UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA Aedes aegypti INSTAR III/IV ISOLAT BANJARNEGARA | Penanggulan penyakit demam beerdarah saat ini masih dengan cara memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti menggunakan insektisida sintetis atau abate. Pemberian abate mempunyai kekurangan yaitu pencemaran lingkungan dan bisa mengakibatkan resistensi. Sehingga diperlukan insektisida alami yang salah satunya terbuat dari daun rambutan (Nephelium lappaceum L.). Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dalam menghambat pertumbuhan larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimental post test only with control group design, dengan menggunakan 5 kelompok, yaitu kelompok ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) 0,15%, 0,3%, 0,6%, kelompok kontrol postif atau abate 0,01%, dan kelompok kontrol negative, dengan 5 kali pengulangan kontainer berisi 25 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kematian larva oleh ekstrak etanol daun rambutan 0,15%, 0,3%, 0,6% dengan kelompok kontrol positif dan kontrol negatif karena p<0,05. Hasil pegamatan didapatkan kematian larva ekstrak etanol daun rambutan konsentrasi 0,15% sebesar 0,8%, konsentrasi 0,3% sebesar 16,8% pada 1 jam kedua, sedangkan konsentrasi 0,6% sebesar 13,6% pada 1 jam pertama. Dengan simpang baku antar kelompok secara berurutan 0,15%, 0,3%, dan 0,6% yaitu 6,20, 18,40, dan 24,40. Daun rambutan efektif menghambat pertumbuhan larva Aedes aegypti instar III/IV isolat Banjarnegara. | Prevention of hemorrhagic dengue fever currently still by breaking the chain of Aedes aegypti that using synthetic insecticides or abate. Giving abate has a deficiency of environmental pollution and can lead to resistance. Thus the need for alternative natural larvicidal one of which is rambutan’s leaf (Nephelium lappaceum L.). The purpose of this study is to know the effectiveness of ethanol extract of rambutan’s leaf (Nephelium lappaceum L.) to inhibiting the growth of Aedes aegypti larvae. The method was an experimental post test only with control group design, used 5 groups, that was group of ethanol extract of rambutan’s leaf (Nephelium lappaceum L.) 0,15%, 0,3%, 0,6%, positive control group or abate 0,01%, and negative control group, with 5 container repetitions contained 25 Aedes aegypti larvae III / IV larvae. There was a significant difference between larva mortality by 0.15%, 0.3%, 0.6% of ethanol extract of rambutan’s leaf with positive control group and negative control that because p <0.05. The result of the observation was found death of ethanol extract of rambutan’s leaf concentration 0,15% equal 0,8%, concentration 0,3% equal 16,8% at 1 hour the second, while concentration 0,6% equal 13.6% in the first hour. With standard deviation intergroups of 0.15%, 0.3%, and 0.6% respectively are 6.20, 18.40, and 24.40. Rambutan’s leaf effectively inhibit the growth of larvae of Aedes aegypti instar III / IV Banjarnegara isolate. | |
| 18257 | 21190 | G1D013081 | PENGARUH PROGRAM PENDAMPINGAN TERHADAP MOTIVASI LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG | Latar Belakang: Pemanfaatan posyandu lansia dan kesadaran pasien hipertensi di Indonesia cenderung rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pendampingan penderita hipertensi terhadap motivasi lansia dalam pemanfaatan posyandu lansia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain randomized pretest-postest with control group. Pengambilan sampel menggunakan total sampel. Sampel berjumlah 34 orang dan dibagi dalam 2 kelompok, terdiri dari kelompok intervensi 17 orang diberikan pendampingan serta leaflet dan kelompok kontrol 17 orang di berikan leaflet. Analisis data menggunakan uji t berpasangan, uji Mann-whitney, dan uji Wilcoxon. Hasil: Sebagian besar responden adalah laki-laki (58,8%), tidak bersekolah (61,8%), dan sebagian besar berstatus pekerja (56,8%). Hasil uji Mann-Withney menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor pretest diantara kedua kelompok (homogen) dengan nilai p=0,086, namun terdapat perbedaan pada skor posttest (p=0,000). Hasil uji Wilcoxon (pre-post) pada kelompok kontrol didapatkan nilai p=0,083. Hasil uji t berpasangan (pre-post) pada kelompok intervensi didapatkan nilai p=0,000. Kesimpulan: Pendampingan berpengaruh terhadap motivasi lansia penderita hipertensi dalam memanfaatkan posyandu. | Background: Utilization of Posyandu and awareness of hypertension patients in Indonesia tend to be low. The purpose of this study was to determine the effect of mentoring program to motivate elderly patients with hypertension to utilize the Posyandu lansia. Methodology: This study was randomize pretest-posttest control group design. Sampling using total sampling. Samples were 34 people and divided into two groups, 17 people of intervention group was given mentoring with leaflet and 17 people of control group was given a leaflet only. Data was analyzed used paired t-test, Mann-Whitney and Wilcoxon test. Results: More then half of respondents are male (58.8%), not graduated from elementary school (61.8%), and workers (56.8%). Mann-Whitney test showed no differences in pretest scores between the two groups (homogeneous) with p = 0.086, but there was a difference in posttest scores (p = 0.000). Wilcoxon test showed (pre-post) p value = 0.083 in control group and paired t-test showed (pre-post) p value = 0.000 in intervention group. Conclusion: Mentoring is effective to increase motivation of elderly patients with hypertension to utilize in Posyandu. | |
| 18258 | 21191 | G1H013047 | Hubungan Pantangan dan Kebiasaan Makan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil | Latar Belakang: KEK adalah kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dalam makanan sehari-hari yang berlangsung menahun sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Prevalensi ibu hamil KEK di Puskesmas II Baturaden tahun 2016 masih cukup tinggi yaitu sebesar 17,34%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pantangan makan dan kebiasaan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Teknik pengambilan sampel kasus berupa metode Purposive Sampling dan sampel kontrol diambil dari wilayah terdekat sampel kasus dengan jumlah 22 responden sebagai kasus dan 22 responden sebagai kontrol. Hasil Penelitian: Sebanyak 40,9% responden kasus dan 31,8% responden kontrol melakukan pantangan makan. Responden yang memiliki kebiasaan konsumsi makanan pokok kurang pada kasus (36,4%) lebih sedikit dibandingkan dengan kontrol (50%). Sebaliknya konsumsi lauk hewani yang kurang, lebih banyak pada kelompok kasus (63,6%) dibandingkan dengan kontrol (31,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara pantangan makan dan kebiasaan makan dengan KEK (p>0,05). Simpulan: Tidak ada hubungan antara pantangan makan dan kebiasaan makan dengan kejadian KEK pada responden di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden | Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a malnutrition condition caused by lack of energy consumption on the daily diet that goes on years so that does not comply the Nutritional Adequacy Ratio. The prevalence of pregnant woman with CED at Puskesmas II Baturaden in 2016 was high enough, it is 17.34%. This research aims to find out the correlation of dietary restriction and eating habit with CED on pregnant woman at Puskesmas II Baturaden. Methodology: This research used case control design study. Purposive Sampling Technique is the methode to determine the case samples and the control samples were taken from nearest area of case samples with 22 respondents as the case samples and 22 respondents as the control samples. Result: As much as 40.9% respondents in case group and 31.8% of control group did the eating taboo. The habit of eating staple food in lack category was less in the case group (36,4%) than in control group (50%). Respondents which have the habit of hewani side dish consumption were more on the case group (63,3%) than on the control group (31,8%). The result of chi square test showed that there was no correlation between eating taboo and eating habit with CED (p>0,05) Conclution: There is no correlation of eating taboo and eating habit with CED on the respondents at Puskesmas II Baturaden. Keywords: CED, Eating Taboo, Eating Habit | |
| 18259 | 21192 | G1A014099 | EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SALAK (Salacca zalacca) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS PEMBULUH DARAH AORTA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA | Tingginya konsumsi harian purin dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti, hipertensi dan sindrom koroner akut. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui stress oksidatif dan inflamasi. Kulit buah salak (Salacca zalacca) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antihiperurisemia karena mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, polifenol, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, dan seskuiterpen. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan Biologis Tersimpan (BBT) dari dua puluh empat ekor tikus putih dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi sebanyak 20gr/ekor/hari, kelompok C (induksi hiperurisemia dan Allopurinol 2,52 mg/kgBB/hari), dan kelompok D (iduksi hiperurisemia dan ekstrak etanol kulit buah salak 420 mg/kgBB/hari). Preparat aorta yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-eosin (HE) diukur ketebalan dindingnya. Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A 42,81±8,07 μm, kelompok B 44,27±4,49 μm, kelompok C 40,33±5,65 μm, dan kelompok D 37,16±8,97 μm. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,374 (p>0,05). Rerata ketebalan dinding menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah salak (Salacca zalacca) berpengaruh positif terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta. | Tingginya konsumsi harian purin dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah (hiperurisemia) yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti, hipertensi dan sindrom koroner akut. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui stress oksidatif dan inflamasi. Kulit buah salak (Salacca zalacca) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antihiperurisemia karena mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, polifenol, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, dan seskuiterpen. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan Biologis Tersimpan (BBT) dari dua puluh empat ekor tikus putih dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang diinduksi hiperurisemia dengan otak sapi sebanyak 20gr/ekor/hari, kelompok C (induksi hiperurisemia dan Allopurinol 2,52 mg/kgBB/hari), dan kelompok D (iduksi hiperurisemia dan ekstrak etanol kulit buah salak 420 mg/kgBB/hari). Preparat aorta yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-eosin (HE) diukur ketebalan dindingnya. Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A 42,81±8,07 μm, kelompok B 44,27±4,49 μm, kelompok C 40,33±5,65 μm, dan kelompok D 37,16±8,97 μm. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,374 (p>0,05). Rerata ketebalan dinding menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah salak (Salacca zalacca) berpengaruh positif terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta. | |
| 18260 | 21193 | E1A112043 | UPAYA POLRES BANYUMAS DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT-OBATAN DAFTAR G DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Obat daftar G merupakan obat yang sangat berbahaya bagi penyalahgunanya dan peredarannya secara bebas menjadi kekhawatiran tersendiri di masyarakat khususnya di Kabupaten Banyumas. Aparat penegak hukum Polres Banyumas selaku yang mempunyai wewenang dalam upaya pencegahan dan mendasarkan atas Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obatan daftar G di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang upaya pencegahan yang dilakukan oleh aparat hukum Polres Banyumas dalam pencegahan penyalahgunaan obat-obatan daftar G di Kabupaten Banyumas serta hambatan apa saja yang dihadapi Polres Banyumas dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan daftar G di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian secara deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran suatu realitas yang terjadi di lapangan mengenai upaya Polres Banyumas dalam pencegahan penyalahgunaan obat-obatan daftar G di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian adalah upaya Polres Banyumas dalam pencegahan penyalahgunaan obat-obatan daftar G di Kabupaten Banyumas yang dilakukan dengan upaya non-penal. Upaya non-penal yaitu dengan cara preventif, dilakukan dengan cara mengadakan penyuluhan kepada generasi muda dan adanya kordinasi yang dilakukan oleh pihak Polres Banyumas dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, BNNK Banyumas, serta Apoteker seluruh Kabupaten Banyumas. Kendala yang dihadapi oleh Polres Banyumas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obatan daftar G di kabupaten Banyumas adalah faktor hukumnya yang belum ada peraturan perundang-undangan yang secara tegas mengatur peredaran,penggunaan, serta penyalahgunaan obat-obatan daftar G, sedangkan kurangnya jumlah personil turut menghambat, dimana kurangnya kordinasi di lapangan. Faktor masyarakat yang belum mengatahui dampak bahaya dari penyalahgunaan obat-obatan daftar G dan apa saja jenis obat daftar G tersebut. | ABSTRACT G list medicine is a very dangerous medicine when misused and freely circulated and it’s being the worriedness of the people especially in Banyumas. The Banyumas regional police law enforcement apparatus have authority of prevention effort from G list medicine based on Act Number 36 Year 2009 about health, to do prevention effort of G list medicine misused in Banyumas. This research purpose is to know about the prevention effort which done by the law enforcement apparatus of Banyumas regional police, and also the obstacles of the prevention effort of G list medicine misused in Banyumas. This research use sosiologic juridical approach method by doing the field research and by descriptive research. Descriptive research purposes to get a clear description about a reality which is happened on the field about the prevention effort of Banyumas regional police of G list medicine misused in Banyumas. This research result is the effort of Banyumas regional police to prevent the G list medicine misused in Banyumas by doing non-penal effort. Non-penal effort or prevention effort is doing with counseling to the younger and coordination between Banyumas regional police, Banyumas Health Agency, Banyumas BNNK, and also all of pharmacist in Banyumas. The obstacles that Banyumas regional police face in the prevention effort of G list medicine misused in Banyumas are reviewed from legal factors, law enforcer factors, and people factors. The legal factors obstacle is there is still no legislation that explicit rules about the circulation, usage, also the misused of G list medicine. Then reviewed from law enforcer factors, the obstacle is less personnel and coordination on the field, then reviewed from people factors the obstacle is almost all of the people don’t know about the danger effect of the G list medicine misused and what medicine that include to G list medicine. |