Home
Login.
Artikelilmiahs
21044
Update
LITA ANGGARENI
NIM
Judul Artikel
PROGRAM PEMBERDAYAAN WARGA DOLLY DALAM KERJASAMA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DAN YAYASAN GERAKAN MELUKIS HARAPAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang Program Pemberdayaan Warga Dolly dalam Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses perumusan program pemberdayaan warga Dolly dalam kasus kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan; (2) Menganalisa pelaksanaan program pemberdayaan warga Dolly dalam kasus kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Gerakan Melukis Harapan. Penellitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatan dan analisa interaktif sebagai teknik analisa data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kegiatan pemberdayaan Pemerintah Kota dan GMH bukan dilakukan secara resmi tanpa adanya Memorandum of Understanding (MoU), melainkan hanya terjadi hubungan saling mendukung antar program karena memiliki tujuan yang sama. Dalam proses pembuatan program, GMH berkoordinasi dengan masyarakat dan Walikota mengenai ide-ide program sedangkan untuk tingkat pemerintah kota (Dinas Sosial dan Bapemas KB) pembuatan program dilaksanakan oleh SKPD melalui Musrenbang. Hambatan terbesar dalam pelaksanaan program adalah minat warga yang rendah terhadap program, program yang dibuat pemerintah kota sebagian besar hanya pelatihan tanpa pendampingan maksimal dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia. Dari segi GMH, hambatan terbesar selain berasal dari masyarakat Dolly yaitu dari internal keanggotaan karena massa yang memberdayakan direkrut dengan sistem kerelawanan sehingga banyak dari relawan yang kurang royal dengan kegiatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses the Dolly Citizenship Program in the Cooperation between Surabaya City Government and Yayasan Gerakan Melukis Harapan (GMH). This study aims to: (1) Describe the process of formulation of Dolly community empowerment program in case of cooperation of Surabaya City Government and Foundation of Painting of Hope Movement; (2) Analyzing the implementation of Dolly community empowerment program in case of cooperation of Surabaya City Government and Yayasan Gerakan Melukis Harapan. This research uses qualitative method with case study as an approach and interactive analysis as data analysis technique. The result of this research reveals that the Activity of City Government and GMH is not done officially without the Memorandum of Understanding (MoU), but only mutual support between programs because it has the same purpose. In the process of making the program, GMH coordinates with people and the Mayor on program ideas while for the municipal government level (Social Service and Bapemas KB) programming is implemented by SKPD through Musrenbang. The biggest obstacle in the implementation of the program was the low interest of the community towards the program, the program made by the city government is mostly only training without maximum assistance due to limited human resources. In terms of GMH, the biggest obstacle in addition comes from the Dolly community that was from the internal membership because the empowering masses are recruited with voluntary system so that many of the volunteers are less loyal to the activities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save