Artikel Ilmiah : C1J013016 a.n. GITA DEDA MARYAM
| NIM | C1J013016 |
|---|---|
| Namamhs | GITA DEDA MARYAM |
| Judul Artikel | Factors Affecting Indonesian Cocoa Beans Export to Six Major Destination Countries 2005-2015 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia merupakan produsen biji kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi produsen dan eksporter utama didunia. Namun, ekspor biji kakao Indonesia dari tahun 2005 sampai tahun 2015 menunjukkan fluktuasi yang cenderung menurun terutama setelah adanya kebijakan bea keluar. Selain kebijakan bea keluar, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan ekspor biji kakao indonesia menurun, diantaranya harga ekspor biji kakao Indonesia, produksi kakao indonesia, PDB negara importer dan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Variabel bebas dalam penelitian adalah harga ekspor biji kakao indonesia, produksi kakao indonesia, PDB negara importer, nilai tukar rupiah terhadap dollar dan Kebijakan bea keluar. Sedangkan variable terikatnya adalah volume eskpor biji kakao Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan periode 2005-2015. Enam negara yang menjadi importer terbesar biji kakao Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapore, China, Amerika Serikat dan German. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah Random Effect Model. Harga ekspor biji kakao Indonesia mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan 2005-2015, produksi kakao Indonesia mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan 2005-2015. Sedangkan, GDP negara importer, kurs Rupiah terhadap Dollar AS dan Bea Keluar mempunyai pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan utama 2005-2015. Tingginya nilai koefisien variabel produksi kakao Indonesia mengindikasikan bahwa variabel produksi kakao Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan utama 2005-2015. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu diterapkannya kebijakan yang menekankan fermentasi untuk biji kakao yang akan diekspor guna meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan oleh petani sehingga harga kakao Indonesia bisa sejajar dengan harga biji kakao yang sudah difermentasi di pasar Internasional. Selain itu, sebagian besar perkebunan kakao dikelola oleh rakyat yang menggunakan teknologi sederhana, pemerintah diharapkan memberikan dukungan teknologi agar petani bisa meningkatkan produktivitas perkebunan kakao. Dan untuk menjaga stabilitas harga ekspor biji kakao indonesia, pembebasan bea keluar diperlukan, sehingga dapat merangsang ekspor biji kakao di Indonesia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia is the third largest producer of cocoa beans in the world after Ivory Coast and Ghana. This indicates that Indonesia has potential become the world's major producer and exporter. However, the export of Indonesian cocoa beans from 2005 to 2015 tends to decline, especially after the implementation of export tax policy. In addition to the export tax policy, there are several factors that are assumed to affect the Indonesian cocoa beans exports to decline, including the Indonesian cocoa beans price, Indonesian cocoa production, GDP of importing countries and Rupiah exchange rate toward the Dollar. The analysis method used in this research is panel data regression. The independent variables in this research are the Indonesian cocoa beans export price, Indonesian cocoa production, GDP of importing countries, Rupiah exchange rate toward the US Dollar and export tax policy. Meanwhile the dependent variable is the export volume of Indonesian cocoa beans. This research used regression analysis of panel data with period of 2005-2015. The six largest importers of Indonesian cocoa beans are Malaysia, Thailand, Singapore, China, the United States and Germany. Based on the results show that the best model is Random Effect Model. The Indonesian cocoa beans export price has negative and significant effect on the export of Indonesian cocoa beans to the six major destination countries. Indonesian cocoa production has a positive and significant effect on Indonesian cocoa beans export to six major destination countries. Meanwhile, GDP of importing countries, Rupiah exchange rate toward US Dollar and export tax policy has negative and not significant effect on the export of Indonesian cocoa beans to the six major destination countries. The high coefficient value of Indonesian cocoa production indicates that Indonesian cocoa production variables have a major influence on Indonesia cocoa export to six main destination countries 2005-2015. The implication of this research is need to apply policy which emphasize the fermentation of cocoa beans to be exported. thus, the quality of cocoa beans produced by farmers will be improved. furthermore, the price of Indonesian cocoa beans can be equal to the price of the fermented cocoa beans in the international market. In addition, most of the cocoa plantations are managed by smallholders that using simple technology, the government needs to provide technological support to increase the production and productivity of cocoa plantations. And to maintain the stability of the indonesian cocoa beans export prices, export tax exemption is needed to stimulate the export of Indonesian cocoa beans. |
| Kata kunci | ekspor biji kakao, harga ekspor biji kakao, produksi kakao, pdb negara importer, nilai tukar rupiah, kebijakan bea keluar |
| Pembimbing 1 | Drs. Rakhmat Priyono, ME |
| Pembimbing 2 | Dr. Diah Setyorini Gunawan, SE., M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Suprapto, MS |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 96 |
| Tgl. Entri | 2018-01-16 00:46:44.210098 |