Home
Login.
Artikelilmiahs
20505
Update
HANIFIA THORIQOTUN NAJAH
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Rayap (O:Isoptera) pada Ekosistem Hutan Pinus dan Damar di Ketinggian 800 mdpl Wilayah KPH Banyumas Timur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rayap merupakan serangga sosial pemakan selulosa yang sering dijumpai di berbagai ekosistem. Peranan rayap sebagai penyubur tanah akan berkurang jika terjadi penurunan kekayaan jenis, komposisi jenis, serta karakteristik fungsional dari rayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman, kemerataan, dan dominansi rayap pada ekosistem hutan pinus dan damar di ketinggian 800 mdpl wilayah KPH Banyumas Timur. Penelitian dilakukan di hutan pinus dan damar Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menggunakan metode belt transect (P=100 m, L=2 m). Transek dibagi menjadi 20 bagian (section) pada masing-masing hutan pinus dan damar. Sampel rayap diambil dari 20 bagian (section) yang dibuat. Data kekayaan spesies, kemerataan, dan dominansi dianalisis menggunakan Indeks Shannon-Wienner (H'), Indeks kemerataan Shannon-Evennes (E), dan Indeks dominansi Simpson. Hasil penilitian didapatkan 5 spesies rayap yaitu, Schedorhinotermes javanicus Kemner, Odontotermes spp. Holmgren, Nasutitermes javanicus Holmgren, Pericapritermes semarangi Holmgren, dan Procapritermes setiger Haviland. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai indeks keragaman pinus H'=1,56 tergolong sedang, sedangkan damar H'=0,85 tergolong rendah. Nilai indeks kemerataan pada pinus (E=0,88) tergolong tinggi dan damar (E=0,5) tergolong sedang. Dominansi pada pinus (0,29) tergolong sedang, sedangkan damar (0,5) tergolong tinggi. Kelimpahan spesies rayap di ketinggian 800 mdpl pada hutan pinus lebih tinggi dibanding dengan hutan damar. Spesies yang paling dominan adalah Schedorhinotermes javanicus Kemner.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Termites are social insects of cellulose eaters that found in various ecosystems. The role of termites as soil fertilizers will be reduced if these species richness, species composition, and functional characteristics are decreased. The aims of this research are to determine the diversity, evenness, and dominance of termites in pine and dammar at 800 mdpl KPH Banyumas Timur. This research using belt transect (L=100 m, W=2 m) method. Each belt transect was devided into 20 sections, the termite was sampled from these sections. The species richness, abundance, and dominance data were analyzed using the Shannon-Wienner Index (H'), Shannon-Evennes Index (E), and Simpson's dominance Index. The results of this research were 5 species of termites, namely Schedorhinotermes javanicus, Odontotermes spp., Nasutitermes javanicus, Pericapritermes semarangi, and Procapritermes setiger. Based on the calculation the pine diversity index value (H’=1.56) classified as moderate, dammar (H’=0.85) classified as low. The Evennes index values in pine (E=0.88) is high and dammar (E=0.5) is moderate. The dominance of pine (0.29) is moderate, dammar (0.5) is high. The conclusion is abundance of termite species in pine forests is higher than dammar forest. The most dominant species is Schedorhinotermes javanicus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save