Home
Login.
Artikelilmiahs
20464
Update
CHINDY AYU ERLIANA
NIM
Judul Artikel
Kajian Karakter Anatomi Beberapa Galur Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Yang Diinokulasi Jamur Sclerotium rolfsii Penyebab Busuk Pangkal Batang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman semusim. Kedelai termasuk kedalam kelas Dicotyledonae. Kultivar yang tersedia beragam dan memiliki keunggulan masing-masing. Kultivar hasil persilangan kedelai akan menghasilkan galur-galur baru. Namun salah satu kendalanya adalah masih belum diketahui ketahanan dari masing-masing galur terhadap penyakit busuk pangkal batang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakter anatomi kedelai yang tahan dan yang rentan terhadap jamur Sclerotium rolfsii penyebab busuk pangkal batang, serta mengetahui tingkat intensitas penyakit akibat infeksi jamur S. rolfsii dalam menyerang pangkal batang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan faktor pertama adalah 4 galur kedelai dan 2 kultivar pembanding sebagai kontrol dan faktor kedua adalah inokulasi jamur S. rolfsii. Penelitian ini menggunakan 2 taraf perlakuan yaitu tanaman kedelai tanpa inokulasi jamur S. rolfsii dan dengan diinokulasi jamur S. rolfsii. Pembuatan preparat batang dan daun dengan menggunakan metode parafin, pewarnaan dengan safranin 1% dalam alkohol 70% dan preparat segar. Parameter yang diamati meliputi tebal epidermis daun, tebal mesofil daun, panjang stomata, lebar stomata, jumlah stomata, jumlah trikomata, tebal kutikula batang, tebal epidermis batang, dan diameter batang serta tingkat intensitas penyakit oleh jamur S. rolfsii. Data yang telah diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan menggunakan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian karakter anatomi daun kedelai yang diinokulasi S. rolfsii mengalami penurunan tebal epidermis daun dan tebal mesofil daun, serta mengalami kerusakan pada kutikula, epidermis batang, dan pembengkakan korteks batang. Galur-galur murni yang diinokulasi S. rolfsii memiliki intensitas penyakit lebih tinggi yaitu 40%-80% dibandingkan dengan kultivar ‘Dering’ yang tahan sebesar 20% dan kultivar ‘Wilis’ yang rentan sebesar 40%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean (Glycine max (L.) Merr.) is a perrenial plant and classified as a Dicotyledonae. A new cultivar of soybean, which comes from the hybridizing process, will produce new furrows around them. This research were to identify which furrows that have the highest and the lowest endurance towards the stem rot pathogen attack. The aim of this observation were to know the anatomical characteristics difference between soybean plants that have highest and lowest endurance towards Sclerotium rolfsii. The research method was experimental method completely randomized design factorial pattern. Parameters that observed in soybean contain the thickness level of epidermis in leaf, the leaf thickness, the length and widht of stomata, the density of stomata, the density of trichomes, the thickness cuticle, the thickness stem epidermis and the diameter stem with the damage-level of the tissues that caused by pathogen-attacks. The data that collected was analyzed quantitatively with the Analysis of Variance (ANOVA) with 95% and 99% confidence level, data analysis continued with the Least Significant Difference Test (Fisher’s LSD) 5%. Result of the soybean leaves anatomical characteristics inoculated by S. rolfsii shows that destruction of epidermis thickness and mesophyll thicknes, along caused damage of cuticle, stem epidermis, and swollen in stem cortex. Pure furrows that inoculated by S. rolfsii have a higher disease intensity that is 40%-80% compared to endure ‘Dering’ cultivar that is 20% and susceptible ‘Wilis’ cultivar that is 40%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save