Home
Login.
Artikelilmiahs
19956
Update
WINDI WILLIYANTI
NIM
Judul Artikel
POLA PENYEBARAN KASUS TUBERKULOSIS PARU BTA+ BERDASARKAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015-2016
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kembaran merupakan wilayah dengan angka temuan kasus tuberkulosis paru tertinggi di Kabupaten Banyumas. Pada Tahun 2015 jumlah kasus baru tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran, yaitu sebesar 56 kasus dan Tahun 2016 41 kasus. Dibutuhkan pemetaan kasus penyakit guna menanggulangi penyakit berbasis wilayah. Tujuan penelitian adalah mengetahui sebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Tahun 2015-2016. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah epidemiologi deskriptif dengan desain studi ekologi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling 82 kasus dengan kriteria eksklusi. Analisis menggunakan Nearest Neigbour Index dan teknik buffer. Hasil Penelitian: Pola sebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2015-2016 adalah mengelompok (clustered). Kasus ditemukan mayoritas perempuan (56,1%) dan usia produktif (91,5%). Hasil analisis menunjukan 64,6% kepadatan hunian, 50% luas ventilasi, 58,5% pencahayaan alami dalam rumah, 3,7% lantai rumah penderita tidak memenuhi syarat. Kasus juga ditemukan pada radius 0,5 – 1 km di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Pola penyebaran kasus tuberkulosis paru BTA+ di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2015-2016 adalah mengelompok dan memiliki kepadatan hunian kamar serta pencahayaan alami dalam rumah yang tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian informasi terkait lingungan rumah sehat kepada masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background:Kembaran was the sub-district with the highest case finding of pulmonary tuberculosis in Banyumas Regency. In 2015, the new case of pulmonary tuberculosis BTA+ in Kembaran sub-district that recorded are 56 cases, meanwhile in 2016 there are 41 cases. It is important to conduct spatial analysis of cases distribution based on environmental risk factors. The main purpose of this research is to find out the patterndistribution of pulmonary tuberculosis BTA+case in Kembaran sub-district, Banyumas Regency-Central Java on periode 2015-2016. Method:This research was epidemiology descriptive with an ecological study design. This research usedpurposive sampling technique from 82 cases with exclusion criteria. The spatial analysis usedNearest Neighbour Index and buffer technique. Result:The distribution of pulmonary tuberculosis BTA+’s case in Kembaran sub-district, Banyumas Regency-Central Java on periode 2015-2016 is clustered. The majority of case that was found are women (56,1%) and productive age (91,5%). The result of this research is that 64,6% the humidity of the room, 50% area ventilation, and 58,5% house’s natural lighting, also 3,7% patients’s house floor is not qualify. That case also found in radius 0,5 - 1 km around healthcare center. Conclusion:The distribution pattern of pulmonary tuberculosis cases of acid-resistant bacteria (+) based on environmental risk factor in kembaran sub district banyumas regency year 2015-2016 is clustered andhaving un-qualify humidity of the room and house natural lighting according health’s requirement. Therefore, awarding information about healthy home to society is needed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save