Home
Login.
Artikelilmiahs
21574
Update
ANGGA DWI TANTO
NIM
Judul Artikel
TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KERJASAMA PENGADAAN CATERING PT PRATAMA ABADI INDUSTRI ANTARA BAMBANG HERAWANTO DENGAN PT. AGATHA (CATERING AND FOOD SUPPLIER) (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 504/PDT.G/2014/PN.BKS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perjanjian Kerjasama merupakan perjanjian yang lahir dari adanya asas kebebasan berkontrak. Dalam asas ini para pihak bebas untuk membuat perjanjanjian denga isi, bentuk, dan cara yang ditentukan sendiri selama tidak bertentangan dengan Peraturan perundang – undangan, kesusilaan, dan ketertiban umum. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui unsur – unsur wanprestasi sebagai salah satu cara untuk mengetahui tindakan yang dilakukan oleh Freddy Rinaldi dikategorikan sebagai suatu perbuatan wanprestasi, dan Pertimbangan Hakim mengabulkan gugatan wanprestasi dalam putusan Nomor 504/Pdt.G/2014/PN.Bks antara Bambang Herawanto dan Freddy Rinaldi. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literature, dokumen resmi, dan hasil – hasil penelitian dari kalangan hukum. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dimana menjelaskan uraian – uraian fakta hukum kemudian dikaitkan dengan hasil penelitian yang ada. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) Perjanjian Kerjasama dimana Perbuatan Freddy Rinaldi dengan tidak membayar keuntungan yang seharusnya didapatkan oleh Bambang Herawanto dan terdapat unsur salah yang berupa kesengajaan merupakan suatu perbuatan Wanprestasi, yang bentuk wanprestasinya berupa terlambat berprestasi dimana objek prestasinya adalah kewajiban untuk melakukan pembayaran sejumlah uang. 2) Pertimbangan hakim bahwa perjanjian antara Bambang Herawanto dengan Freddy Rinaldi tetap berlangsung sesuai syarat – syarat berkahirnya perjanjian dan maksud para pihak dalam membuat perjanjian kerjasama tersebut, sehingga Freddy Rinaldi diwajibkan membayar ganti rugi berupa biaya (kosten), kerugian (shaden) dan bunga (interessen).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Cooperation Agreement is an agreement born of the principle of freedom of contract. In this principle the parties are free to make promises with their own content, form and manner as long as they do not conflict with laws, morals, and public order. This research is intended to know the elements of wanprestasi as one way to know the action done by Freddy Rinaldi categorized as an act of wanprestasi, and Judge Consideration to accept the claim of wanprestasi in decision Number 504 / Pdt.G / 2014 / PN.Bks between Bambang Herawanto and Freddy Rinaldi. The Method approach used is the normative juridical approach method. The data used are secondary data in the form of literature books, official documents, and research results from law circles. The data analysis used is descriptive analysis, which explains the description of legal facts and then associated with the results of existing research. The result of the research states that 1) Cooperation Agreement where Freddy Rinaldi Act with no paying profit that should be obtained by Bambang Herawanto and there is a mistaken element in the form of deliberate is an act of Wanprestasi, the form of wanprestasi in the form of late achievement where the object of achievement is the obligation to make payment amount of money . 2) The judge's consideration that the agreement between Bambang Herawanto and Freddy Rinaldi continues under the terms of the agreement and the parties' intention in making such cooperation agreement, so that Freddy Rinaldi is required to pay compensation in the form of cost (kosten), loss (shaden) and interest ( interessen).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save