Home
Login.
Artikelilmiahs
18232
Update
MOCHAMAD ALI SADIKIN
NIM
Judul Artikel
KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENEGAKKAN PERDA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT (Studi Penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar di Kota Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas dalam Menegakkan Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Studi Penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar di Kota Purwokerto). Kinerja Satpol PP Kabupaten Banyumas dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain yaitu: input, process, output, dan outcome. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling dan insidental sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Satpol PP Kabupaten Banyumas dalam menegakkan Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat masih belum maksimal. Hal ini disebabkan karena faktor jumlah sumber daya manusia yang belum mencukupi dan anggaran yang masih sangat kurang. Proses penertiban juga seringkali mengalami kendala seperti jadwal yang padat, PGOT sering kali melarikan diri dan terbatasnya kapasitas penampungan PGOT. Saat ini masih banyak PGOT yang berkeliaran di tempat-tempat umum dan pemukiman. PGOT yang telah dibina dan direhabilitasi seringkali kembali turun ke jalan akibat rendahnya kesadaran untuk mentaati Perda dan belum diberdayakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Performance Pamong Praja Police Unit (Satpol PP) Banyumas in Enforcing Regulation No. 16 Year 2015 about Society Disease Control (Study Curbing Beggars, Homeless and Displaced People in Purwokerto)". Satpol PP performance can be seen from several aspects, among others, namely: input, process, output and outcome. The method used is descriptive qualitative research method. Informant selection technique is done through purposive sampling and incidental sampling. The results showed that the performance of Satpol PP in enforcing Regulation No. 16 Year 2015 concerning Community Disease Control is still not optimal. This is due to factor the amount of human resources and insufficient budgetary still lacking. Demolition process also face obstacles like busy schedule, PGOT often escape and limited storage capacity PGOT. Currently there are many PGOT roaming in public places and settlements. PGOT who has nurtured and rehabilitated often back down to the road due to lack of awareness to abide by the regulations and have not been empowered.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save