Home
Login.
Artikelilmiahs
18198
Update
YULIANA BARLIAN PUSPITA DEWI
NIM
Judul Artikel
PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN (Di Kepolisian Resor Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas serta hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris yang bersifat deskriptif dengan menggunakan jenis data sekunder dan data primer. Lokasi penelitian di Kepolisian Resor Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data kualitatif. Perjudian merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan maupun hukum. Terhadap perkara tindak pidana perjudian, Polri merupakan lembaga pertama dalam proses penegakan hukum pidana yang mempunyai tanggung jawab dalam tahap penyidikan tindak pidana. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, diperoleh hasil bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas adalah berawal dari diketahuinya tindak pidana sampai pada penyerahan berkas perkara dari penyidik ke penuntut umum. Proses tersebut meliputi diketahuinya tindak pidana melalui laporan atau pengaduan, tertangkap tangan, atau diketahui sendiri oleh penyidik, dilakukan penyelidikan, dikeluarkan surat perintah penyidikan, pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada Penuntut Umum, penanganan perkara pidana yang memerlukan pemeriksan dan pengolahan TKP, pemanggilan tersangka dan saksi, penangkapan, penahanan, penggledahan, penyitaan, pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, dan saksi ahli, pembuatan Berita Acara Pemeriksaan tersangka atau saksi, dan yang terakhir penyelesaian dan penyerahan berkas perkara kepada Penuntut Umum. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas berupa minimnya jumlah penyidik utama, terbatasnya kemampuan tekhnis penyidikan yang dikuasai penyidik pembantu dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membantu tugas penyidik dalam mengungkap suatu tindak pidana perjudian yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT This research aims to understand the implementation of investigation toward criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas and the obstacles during the investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas. This research is normative empirical research which is descriptive by using primary and secondary data. This research takes place in Kepolisian Resor Banyumas. The techniques of data collection are library research and interview. The technique of data analysis is qualitative data analysis. Gambling is the act that contradicts with religious norm, morality, ethics, and law. Related to criminal offense of gambling, Indonesian National Police becomes the first institution which is responsible to the process of investigating criminal offense. Based on the research that has been conducted, the result shows that the implementation of investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas begins from discovering criminal offense until submitting the brief from investigator to public prosecutor. Those processes involve discovering criminal offense through report or complaint, caught in the act, or discovered by the investigator; conducting investigation; issuing investigation instruction letter; giving notification to public prosecutor that the investigation will be begun; handling criminal case which needs investigation and crime scene process; summoning the suspect, the witness, and the expert witness; arresting, seizuring orders, and investigating the suspect, the witness, and the expert witness; creating Investigation and Interrogation Report of suspect or witness; and the last, adjudicating and submitting the brief to public prosecutor. The obstacles in conducting investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas are the minimum number of the main investigators, the limitation of technical ability of investigation governed by police investigator, and the less awareness of society to help the duty of investigator in revealing criminal offense of gambling happening in legal district of Kepolisian Resor Banyumas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save