Artikel Ilmiah : H1F012055 a.n. MUHAMMAD ADHI PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMH1F012055
NamamhsMUHAMMAD ADHI PRATAMA
Judul ArtikelGEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI HIDROTERMAL DAN MINERALISASI EMAS PADA ENDAPAN SULFIDASI TINGGI DI DAERAH “A”, PROVINSI SULAWESI UTARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Endapan bijih hidrotermal merupakan endapan bijih yang populer ditambang di Indonesia karena banyaknya kegiatan magmatisme dan vulkanisme di beberapa daerah Indonesia. Kedua proses ini yang menjadi dasar dari terbentuknya sistem hidrotermal yang dapat menghasilkan mineralisasi bijih khususnya emas di suatu daerah. Maksud dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi dan alterasi, analisis data struktur, dan analisis sampel batuan kemudian dilakukan evaluasi mengenai kontrol struktur terhadap mineralisasi. Tujuan dari penelitian diantaranya, mengetahui kondisi geologi, persebaran alterasi hidrotermal, kontrol struktur geologi terhadap persebaran alterasi dan mineralisasi, dan implikasi kontrol struktur geologi dalam eksplorasi emas. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang diterapkan diantaranya pemetaan geologi, pemetaan zona alterasi, pemetaan struktur dan pengambilan sampel batuan. Geomorfologi daerah penelitian, diantaranya Satuan Dinding Kaldera Purba dan Satuan Perbukitan Kaldera Purba. Litostratigrafi daerah penelitian yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Tuff Dasitik, Satuan Tuff Dasitik, Satuan Breksi Diatrema, Satuan Konglomerat Maar, dan Satuan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi di daerah penelitian terdapat kekar berupa kekar gerus berarah N-S, NE-SW, dan W-E, dan kekar tarik berarah NE-SW. Sesar yang berkembang diantaranya Sesar Mendatar Delta, Sesar Mendatar Delta Timur, Sesar Mendatar Delta Selatan, Sesar Normal Charlie, Sesar Normal Mike, dan Sesar Vulkanik Delta. Zona alterasi yang berkembang diantaranya, silisik, argilik lanjut, argilik, dan propilitik. Daerah penelitian dikontrol oleh struktur transfer konjugasi berarah NNE-SSW dan NEE-SWW. Berdasarkan waktu terjadinya struktur terhadap mineralisasi maka Sesar Mendatar dekstral Delta, Sesar Mendatar Delta Timur, Sesar Normal Mike dan Sesar Normal Charlie merupakan struktur pre-mineralisasi dan Sesar Mendatar Delta Selatan merupakan sesar syn-mineralisasi. Implikasi struktur geologi terhadap eksplorasi adalah arah struktur dengan kelurusan NE-SW banyak membawa mineraliasi. Hal ini ditunjukan dengan kekar tarik yang terisi/ urat yang dominan mengarah NE-SW dikarenakan struktur tersebut pre-mineralisasi sehingga menghasilkan kadar emas yang cukup tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Hydrothermal ore deposits are ore deposits, which are popular mined in Indonesia because of the many activities of magmatism and volcanism in some areas of Indonesia. Both of these processes are the basis for the formation of the hydrothermal system, which can produce ore mineralization, particularly gold in an area. The purpose of this study is to conduct geological mapping and alteration, structure data analysis, and analysis of rock samples and then performed an evaluation of the structural control of the mineralization. The objective of such research, know the geological conditions, the distribution of hydrothermal alteration, geological structure controls toward distribution of the alteration and mineralization, and the implications of the geological structural control in the exploration of gold. The research location is situated in Lolayan District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. The methods applied include geological mapping, mapping alteration zones, structural mapping and rock sampling. Geomorphology research areas, including the Paleo Caldera Walls Unit, and Paleo Caldera Hills Unit. Lithostratigraphy research areas, namely Andesite Lava Unit, Dacitic Tuff Breccia Unit, Dacitic Tuff Unit, Diatreme Breccia Unit, Maar Conglomerate Unit, and Hydrothermal Breccia Unit. The geological structure in the research area fracture such shear fracture which trending N-S, NE-SW, and W-E, and tensional fracture which trending NE-SW. The fault that growing include: Delta Stike-slip Fault, East Delta Sinistral Strike-slip Fault, South Delta Strike-slip Fault, Charlie Normal Fault, Mike Normal Fault, and Delta Volcanic Fault. Alteration zones that develop include: silicic, advanced argillic, argillic and propylitic. The research area is controlled by a conjugate transfer structures trending NNE-SSW and NEE-SWW. Based on the timing of the mineralized structures against the Delta Dextral Strike-slip Fault, East Delta Strike-slip Fault, Mike Normal Fault, Charlie Normal Fault is a pre-mineralization structures and South Delta Strike-slip Fault is a syn-mineralization faults. Implications of the geological structure of the exploration is structural trends NE-SW lineament with many carrying mineralization. This is evidenced by tensional fracture-filled/vein dominant lead NE-SW due to the structure of pre-mineralization resulting quite-high grade of gold.
Kata kunciSulfidasi Tinggi, Struktur Geologi, Hidrotermal, Alterasi, Mineralisasi, Emas
Pembimbing 1Siswandi, S.T., M.T.
Pembimbing 2Darsana Pardiana, S.T.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2017-02-05 03:29:26.18964
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.