Home
Login.
Artikelilmiahs
18029
Update
ESTI KOMARIAH
NIM
Judul Artikel
Kecernaan Bahan Kering dan Organik pada Jerami Padi yang Disuplementasi Urea Lepas Lambat (Tepung Gaplek-Urea) pada Berbagai Taraf secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan taraf optimal suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) pada pakan jerami padi berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Materi yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor sapi yang diambil segera setelah sapi dipotong di Rumah Potong Hewan Bantarwuni, suplemen tepung gaplek-urea, pakan basal jerami padi (IR 64 Super) 70% dan konsentrat 30%. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) one way classification dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan: P0 = 100 % BK pakan basal + 0% BK urea lepas lambat, P1 = 100 % BK pakan basal + 6,25% BK urea lepas lambat, P2 = 100 % BK pakan basal + 12,50% BK urea lepas lambat, P3 = 100 % BK pakan basal + 18,75% BK urea lepas lambat, P4 = 100 % BK pakan basal + 25,00% BK urea lepas lambat. Variabel yang diukur terdiri dari kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi didapatkan dari suplementasi tepung gaplek-urea pada taraf 18,75%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of this study was to determine the optimum level of slow-release urea (cassava meal-urea) supplementation in rice straw diets based on dry and organic matter digestibilities by in vitro. The materials used were rumen liquid of 3 cattles, taken immediately after being slaughtered from slaughtering house in Bantarwuni, slow-release urea supplement, basal diet consisted of 70% of rice straw (IR 64) and 30% of concentrates. The experimental design employed was completely randomized design (CRD) one way classification with 5 treatments and 4 replications. The treatments were: P0 = 100% DM basal diet + 0% DM of slow-release urea, P1= 100% DM basal diet + 6.25% DM of slow-release urea, P2 = 100% DM basal diet + 12.50% DM of slow-release urea, P3 = 100% DM basal diet + 18.75% DM of slow release-urea, P4 = 100% DM basal diet + 25.00% DM of slow release urea. The measured variables were dry and organic matter digestibilities. The Data were analyzed by analysis of variance and continued with orthogonal polynomial test. The results showed that the supplementation of slow-release urea (cassava meal-urea) significantly (P<0,01) increased dry and organic matter digestibilities. The highest dry and organic matter were found in the supplementation of cassava meal-urea at a level of 18.75%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save