Home
Login.
Artikelilmiahs
7435
Update
WULAN NURKHASANAH
NIM
Judul Artikel
ISOLASI DAN PENAPISAN AKTINOMISETES SIMBION MUKUS KARANG KERAS GENUS GONIOPORA DAN PORITES YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIJAMUR DARI PANTAI KARAPYAK, PANGANDARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan keragaman simbion Aktinomisetes berdasarkan rep-PCR dan mengetahui kemampuan aktivitas antijamur simbion Aktinomisetes yang bersimbiosis dengan mukus karang keras. Metode yang digunakan yaitu pengenceran berganda untuk isolasi dan penapisan Aktinomisetes kemudian dilanjutkan dengan analisis molekuler menggunakan metode rep-PCR untuk mengetahui kekerabatan genetik dari isolat Aktinomisetes. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antijamur dengan menggunakan pour plate method. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 143 isolat Aktinomisetes yang dihasilkan dari mukus karang keras genus Goniopora dan Porites. Kemudian dipilih sepuluh isolat untuk dilakukan ekstraksi senyawa metabolit sekunder yang kemudian dilanjutkan dengan uji antijamur. Isolat dengan kode SCAS324 merupakan isolat yang memiliki aktivitas antijamur ditandai dengan pembentukan zona hambat yang sangat kuat sebesar 54,7±0,4 mm terhadap Aspergilus flavus dan sebesar 49,2±2,7 mm terhadap Candida albicans.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the density and diversity of symbiont Actinomycetes by rep-PCR and ability of its antifungal activity from isolates being symbiotic with the hard coral mucus. The method used was dilution series for isolation. Actinomycetes screening was then followed by molecular analysis using rep-PCR method to determine the genetic relationship of Actinomycetes isolates. Antifungal activity test was performed using the pour plate method. The results obtained were 143 isolates of Actinomycetes produced from the mucus of hard corals genus Goniopora and Porites. Ten isolates were selected for extraction of secondary metabolites being followed by antifungal test. Isolates with codes SCAS324 have antifungal activity was marked by the formation of a very strong inhibition zone of 54.7±0.4 mm against Aspergillus flavus and was 49.2±2.7 mm against Candida albicans.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save