Artikel Ilmiah : H1F009039 a.n. ADI KRISTANTO

Kembali Update Delete

NIMH1F009039
NamamhsADI KRISTANTO
Judul ArtikelGEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH KEDUNGURANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemetaan geologi dan alterasi dilakukan di daerah Kedungurang dan sekitarnya, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis daerah penelitian yaitu 108,970o-109,0240 BT dan 7,378o-7,424o LS dengan luas daerah penelitian 30 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi dan alterasi hidrotermal.
Daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi meliputi: (1) Satuan Perbukitan Struktural (2) Satuan Dataran Fluvial (3) Satuan Perbukitan Karst. Sedangkan satuan batuan di daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan dari yang tertua ke yang termuda meliputi: (1) Satuan Batupasir-Batulempung, (2) Satuan Batugamping, (3) Satuan Batupasir, (4) Satuan Endapan Fluvial-Aluvial. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu lipatan dan sesar mendatar.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, petrografi, dan analisis XRD, zonasi alterasi hidrotermal di daerah penelitian dikelompokkan menjadi dua zonasi, yaitu (1) illite/smektit-dickite-karbonat-kuarsa±klorit (argilik), (2) klorit/smektit-karbonat-kuarsa±zeolit (sub-propilitik). Zonasi alterasi argilik dicirikan oleh kelimpahan dari kehadiran mineral lempung dan tekstur batuan yang sudah tidak terlihat lagi dengan intensitas alterasi total-sedang. Zonasi alterasi sub-propilitik dicirikan oleh kehadiran mineral klorit/smektit, kuarsa, karbonat, dan sedikit mineral zeolit dengan intensitas alterasi sedang-lemah. Mineral bijih yang terdapat di daerah penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok sulfida dan oksida. Kelompok mineral sulfida terdiri dari pirit, kalkopirit, arsenopirit, galena, sfalerit, marcasit, covelit, dan tenantit?. Sedangkan kelompok mineral oksida terdiri dari hematit, limonit, dan gotit. Berdasarkan mineral-mineral alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih, maka daerah penelitian dapat dikategorikan sebagai bagian dari sistem endapan epitermal sulfidasi rendah (low sulphidation) terutama carbonate-base metal gold mineralization.
Abtrak (Bhs. Inggris)The geological mapping area is located in Kedungurang Region, Gumelar District, Banyumas, Central Java at coordinate of 108,970o-109,0240 East Longitude dan 7,378o-7,424o South Lattitude, the area 30 km2. This research to studies geological substance and hydrothermal alteration.
Geomorphology unit in the mapping area can be divided into three units, namely (1) Fluvial Flat Unit (2) Structural Ridge Unit (3) Karst Ridge Unit. River flow pattern of the mapping area is rectangular pattern with medium geomorphic stage. Stratigraphy of the mapping area consist of four lithological units, from old to young, are (1) Sandstone-Claystone Unit, (2) Sandstone Unit, (3) Limestone Unit, (4) Fluvial-Aluvial Unit. Geological structure found in the studied area are folds and strike-slip faults.
Based on field observation, petrographic observation, and XRD analysis, hydrothermal alteration zone in the mapping area can be divided into two zone are (1) illite/smectite-dickite-carbonate-quartz±chlorite (argilic alteration), (2) chlorite/smectite-carbonate-quartz±zeolite (sub-propilitic alteration). Argilic alteration zone characterized by high abundance clay mineral and the original texture and composition of the rock can’t be recognize anymore with alteration intensity stong to pervasive. Sub-propilitic alteration zone characterized by presence of chlorite/smectite, carbonate, quartz, and small amount zeolite group with intensity alteration medium to weak. Ore minerals in the mapping area can be divided into two groups, are sulfide minerals group and oxide minerals group. Sulfide minerals group are pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite, galena, sphalerite, marcasite, covelite, and tenanntite?. Oxide minerals group are hematite, limonite, and gotite. Vein texture in this area are bladed, banded, sacrhoidal, and cockade. Based on the hydrothermal alteration minerals and ore minerals, its indicates that the ore deposits types present in the research area is typical of low sulphidation ephitermal especially carbonate-base metal gold mineralization.
Kata kuncialterasi, epitermal sulfidasi rendah, carbonate-base metal gold mineralization
Pembimbing 1Mochammad Aziz, ST., MT
Pembimbing 2Dr. Arifudin Idrus
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.