Home
Login.
Artikelilmiahs
4807
Update
FIKRI FAJRUL FALAH
NIM
Judul Artikel
Perbedaan Jumlah Asupan Cairan Antara Remaja Desa dan Kota di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Air adalah punyusun komponen terbesar dan merupakan kebutuhan yang paling mendasar dalam hidup manusia. Kekurangan asupan cairan menyebabkan masalah yang serius pada kesehatan. Remaja merupakan usia yang rentan dalam kecukupan cairan padahal cairan sangat penting bagi remaja yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Jumlah asupan cairan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat tubuh, aktivitas, pengetahuan, dan faktor lingkungan (desa dan kota). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah asupan cairan antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. Studi observasional analitik cross sectional dilakukan pada 94 siswa SMA di Kabupaten Banyumas, 47 responden dari dua sekolah kota, 47 responden dari dua sekolah desa. Jumlah asupan cairan dinilai menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Mann-whitney. Hasil yang didapat berupa rerata asupan cairan remaja di desa adalah 2418,42±752,7 ml dan rerata asupan cairan remaja kota adalah 2621,28±744,5 ml. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah asupan cairan yang bermakna antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas (p=0,135).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Water is the largest component and the most basic needs of human life. Lack of fuid intake causing serious health problems. Adolscents are a vulnerable age in adequacy of fluid whereasthe fluid is very important for adolescents who are in a period of growth and development. Fluid intake is influenced by age, gender, body weight, activity, knowledge, and environmental factors (rural and urban). The study aimed to indentify the differences of fuid intake between rural and urban adolescents at Banyumas regency. Analytic observasional cross sectional study was conducted in high school students at Banyumas Regency, 47 student came from two rural high schools, 47 students came from two urban high school. Fluid intake was assessed with food recall 2x24hours questioner Data was analyzed by univariat analysis and bivariat analysis used mann-whitney test. The result of this research is average of rural adolescents water intake was 2418,42±752,7 ml . The average of urban adolescents water intake was 2621,28±744,5 ml. Based on analysis we can conclude that there was none significant differences of fluid intake between rural and urban adolescents at Banyumas Regency (p=0,135).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save