Home
Login.
Artikelilmiahs
5130
Update
ASEP APIP KOMARUDIN
NIM
Judul Artikel
Eksistensi Kesenian Tradisional Calung Desa Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas (Studi pada Paguyuban Sekar Wigati)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Calung is a musical instrument with devices similar to gamelan that was made from the wulung bamboo base. Calung living in rural communities in the area of distribution of Banyumas culture particularly in Gerduren area. Development of traditional arts calung in Gerduren Village starting in the 1820. Existence of calung readily accepted by the public and surrounding of Gerduren, because in addition to entertaining also contains the values of life are believed at that time. Based on the results of research can be seen that as the effort to demands of the times, the development of art calung Gerduren from time to time to change the elements of song and musical instruments with the request responders. Calung art of Gerduren village to this day still can exist in the midst of the times that the advanced and modern. This is not apart of some of the underlying factors that is the great value of the arts calung song lyric, the uniqueness of the eyewear calung instrument of modern life, the love, participation, effort and cooperation of the artists in the calung of Gerduren strong to preserve the traditional art of calung-lengger. Another factor is the existence of a positive appreciation of some people to keep trying to preserve the Banyumasan culture, in addition to the role of Local Government is ever increasing in preserving local culture of Banyumas
Abtrak (Bhs. Inggris)
Calung merupakan alat musik tradisional dengan perangkat mirip gamelan yang terbuat dari bambu wulung. Musik calung hidup di komunitas masyarakat pedesaan di wilayah sebaran budaya Banyumas, khususnya di wilayah Gerduren. Perkembangan kesenian tradisional calung Desa Gerduren dimulai sejak tahun 1820-an. Keberadaan kesenian calung mudah diterima oleh masyarakat Gerduren dan sekitarnya karena selain menghibur juga mempunyai nilai-nilai ajaran hidup yang diyakini pada masa itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya tuntutan zaman, perkembangan seni calung Gerduren dari waktu ke waktu mengalami perubahan dalam unsur tembang dan alat musik yang disesuaikan dengan permintaan penanggap (penonton. Kesenian calung Desa Gerduren hingga saat ini masih bisa eksis di tengah perkembangan zaman yang semakin maju dan modern. Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya yaitu adanya nilai-nilai luhur dalam syair tembang kesenian calung, keunikan dari alat musik calung dalam kacamata kehidupan modern, adanya kecintaan, peran serta, upaya dan kerjasama para seniman calung di Desa Gerduren yang kuat untuk melestarikan kesenian tradisional calung-lengger. Faktor lainnya adalah adanya apresiasi yang positif dari sebagian masyarakat untuk tetap berupaya melestarikan budaya Banyumasan, di samping adanya peran Pemerintah Daerah yang semakin meningkat dalam melestarikan budaya daerah Banyumas
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save